
Abi tertegun saat melihat anak kecil yang berdiri dihadapannya. Wajah imut dan cantiknya dengan ramah menyapa Abi. "Pa...pa...pa..." ucapnya.
Gea berlari kearah Almira dan memeluknya dengan erat, rasa rindunya yang amat sangat membuatnya tidak berhenti menciumi pipi putrinya. Kemudian ia berbisik "Sayang ayo peluk Papanya."
Seakan Almira mengerti dengan ucapan Mamanya. Dengan cepat ia berlari menghampiri Abi , secara naluriah Abi langsung memeluk tubuh mungil putrinya. Tidak tau mengapa ia merasa ada rasa haru di dalam dadanya, Air matanya terjatuh tanpa ia sadari.
Gea yang menyaksikan pertemuan antara Ayah dan anak ini ikut meneteskan air matanya.
Mama dan Papa Gea yang juga berada di ruangan yang sama ikut merasa haru.
Mama Gea mendekati Abi dan memeluknya dengan erat , "Syukurlah Bi, kamu baik- baik aja", ucap Mama mertuanya.
"Bro," Deni langsung memeluk Abi begitu ia melihat sahabatnya berdiri dihadapannya dalam kondisi baik-baik saja.
Abi terlihat sedikit kaku saat semua orang menyambut dan memanggil namanya dengan nama Abi, Mungkin karena belum terbiasa.
"Nggak pa pa Bi, jangan dipaksain, elo bisa pulang dengan selamat, itu sebuah keajaiban buat kami," Deni yang mengerti dengan apa yang Abi pikirkan, ia langsung memberikan dukungan untuk sahabatnya, sahabat yang sangat ia rindukan.
Abi ragu-ragu masuk kekamarnya, kamar yang asing baginya. ia memalingkan wajahnya saat melihat Gea keluar kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk, Gea yang melihat Abi langsung tersenyum, ditariknya tangan Abi hingga mereka saling berhadapan. Wajah Abi berubah menjadi merah padam. Jantungnya kembali berdetak kencang saat dada Gea menempel didadanya, aroma shampo dari kepala Gea menusuk hidung Abi.
"Nggak usah kaku gitu Bi, kayak orang lain aja", Gea menggodanya dengan mengecup bibir Abi.
"Ge, kasih aku waktu ya!!!," Abi memeluk Gea dan mengecup keningnya.
Gea mengerti apa yang Abi rasakan, banyak keraguan dalam dirinya. "Ya udah, kamu mandi dulu ya," Gea mengambil handuk yang biasa Abi gunakan dan ia mendorong tubuh Abi supaya masuk ke kamar mandi.
"Ayooo... Sana mandi."
Abi mengguyur tubuhnya dengan air dingin, walaupun ia lama berada di Desa, tetapi yang anehnya semua hal yang berhubungan dengan masa lalunya, semuanya ia ingat dengan jelas. Hanya orang- orangnya lah yang Abi lupakan dan fatalnya lagi Istri yang sangat ia cintai pun ia tidak bisa mengingatnya sama sekali.
Selama di kamar mandi Abi terus memikirkan, apa yang akan ia lakukan, pada Istri dan Putri nya dan pada orang-orang yang pernah ia kenal.
Ingatan itu muncul kembali, ia merasa seperti mengenali semua yang ada dirumah ini, dan Deni sahabatnya, ia pun perlahan-lahan mulai mengingat potongan demi potongan kenangan mereka.
Abi menyunggingkan senyumnya, ada semangat baru didalam dirinya, ia merasa dirinya yang dulu perlahan-lahan mulai kembali, keputusannya untuk pulang bersama Gea adalah keputusan yang tepat, seandainya saja ia tetap tinggal didesa itu, mungkin ia akan kehilangan semuanya.
" Sayang nih pakaian nya," Tiba-tiba Gea mengetuk pintu kamar mandi. Gea mengulurkan tangannya tanpa menatap kearah Abi, ia tidak ingin membuat Abi malu lagi.
__ADS_1
Tiba-tiba tangannya ditarik Abi, tubuhnya pun seketika sudah berada didalam pelukan Abi yang tidak mengenakan sehelai benang pun, dengan tubuh yang masih basah oleh air.
Mereka saling menatap, Abi membelai wajah Gea perlahan, ditatapnya wajah cantik yang ada dihadapannya, Wanita yang selama ini sangat ia rindukan.
"Gea.... Gea istrikuuuu...." Ucap Abi, dengan suara yang sedikit serak karena menahan tangisnya.
Mata Gea terbelalak saat mendengar Abi mengucapkan kalimat itu.
"Biii.... kamuuuu?????" Kata-kata Gea terpurus, pertanyaannya dihentikan oleh kecupan dari bibir Abi.
Kembali Abi menatap mata Gea, "Aku kangen sayang!!!!," Ia kembali mencium bibir istrinya, kali ini ia melakukannya dengan penuh gairah, rasa rindu yang ia rasakan selama ini membuncah saat ini juga.
Dengan berlinang air mata Gea pun menyambut suaminya yang akhirnya kembali untuknya.
Lama mereka saling membelai, ciuman demi ciuman kerinduan yang mereka lampiaskan selama ini, dan Abi pun menggendong tubuh Gea dan nembaringkannya diatas ketempat tidur, Abi pun mulai melakukan apa yang layakknya suami lakukan pada istrinya yang sudah lama ia tinggalkan.
Hanya ******* nafas mereka yang terdengar silih berganti, kerinduan dan hasrat mereka yang sudah lama mereka tahan akhirnya melebur jadi satu.
Abi mengecup kening Gea yang terbaring disebelahnya.
"Maaf ya Ge, aku sangat terlambat datang pada mu!!!."
"Di pesawat Ge, saat aku merasa sakit kepala, ingatanku perlahan-lahan mulai kembali." Jawab Abi.
"Maaf ya sayang, aku sempat menolakmu tadi, aku merasa ragu, namun saat air mengguyur kepalaku semua kenangan kita kembali." Lanjut Abi.
Gea memeluk Abi dengan erat. "Makasih ya Bi, akhirnya kamu bisa kembali lagi untuk aku dan Almira."
Seketika Abi mulai ingat dengan putri kecilnya.
"Sayang aku mau ketemu sama putri kita," Ucap Abi dengan penuh semangat.
Saat mereka berdua menuruni tangga, Almira yang sedang bermain bersama Mama Gea dibawah, langsung memangil Papa dan Mamanya.
Abi langsung memeluk tubuh mungil Almira, ia menangis haru. Mama Gea yang menyaksikan itu bingung.
Setelah Gea menceritakan kalau ingatan Abi perlahan-lahan mulai kembali, mamanya langsung menangis dengan harunya.
__ADS_1
Malam ini mereka bertiga akhirnya bisa tidur bersama, Abi membelai rambut putrinya yang sedang tidur dengan lelapnya.
"Sayang maaf yaa... Papa nggak ada disaat kamu hadir kedunia ini." Abi kembali memeluk tubuh mungil Almira.
Gea yang ada disebelah Abi, menangis saat mendengar ucapan suaminya, bukan hanya dirinya dan Almira yang menderita selama ini, namun suaminyapun merasakan penderitaan yang sama, tinggal ditempat terpencil dengan orang asing dan hidup dalam kekurangan.
Abi membalik tubuhnya dan menghadap ke Gea, ia menyeka air mata istrinya, "Kita mulai hari baru ya Ge!!!!" Ucap Abi, ia memeluk Gea dengan eratnya, janjinya didalam hati, ia tidak akan pernah meninggalkan wanita ini lagi hingga akhir hidupnya.
"Sayang ayoooo sarapan dulu," Pekik Gea, hari ini ia sudah mulai kembali praktek diklinik yang sudah lama ia tinggalkan sejak kepergian Abi dulu.
Setelah satu bulan dirinya dan Abi menghabiskan waktu berdua, akhirnya Abi kembali bekerja di perusahaannya, Seno yang nyaris pingsan saat melihat kehadiran Abi, membuat tangis haru saat ia memeluk Bos yang sangat ia rindukan selama ini.
Abi menuruni tangga dengan menggendong Almira, seperti kembar siam, Ayah dan anak ini selalu nempel. Gea tersenyum saat melihat mereka menghampiri meja makan untuk sarapan.
"Winaaaaa...." Gea langsung memeluk sahabatnya.
Sementara Abi memeluk Deni, "Selamat datang kembali Bro..." Ujar Deni sambil menepuk pundak Abi.
"Kalian kemana aja sih.... kayak pengantin baru aja," Wina mulai protes karena sulitnya untuk bertemu dengan sahabatnya ini.
Setiap mereka menghubungi Gea maupun Abi, keduanya selalu sibuk dengan perjalanan mereka bulan madu ke dua.
"Gimana rasanya jadi pengantin baru untuk yang kedua kalinya?????" Goda Wina, yang membuat wajah Gea merah padam.
Gea kemudian memberikan kejutan untuk sahabat-sahabatnya ini, ia mengeluarkan Alat testpack. Begitu Wina melihat ada garis dua pada alat uji kehamilan milik Gea, seketika ia menjerit histeris dan memeluk Gea dengan haru.
Setelah pertemua mereka dengan Wina dan Deni, Abi meminta Gea untuk berjalan sebentar kearah taman tempat dimana dulu mereka sering bertemu.
"Kamu masih ingat tempat ini ya Biii...", Goda Gea.
Abi merangkul pinggang Gea, mereka duduk di bangku taman. Abi mengingat kenangan mereka disini, pertemuan dan pertengkaran pernah terjadi disini.
"Sayang.... jangan pernah ninggalin aku lagi yaaa..." Ucap Gea.
Abi memeluk tubuh istrinya, dikecupnya kening Gea, "Iya sayang, aku janji."
Malam ini adalah saksi bahwa cinta yang tulus akan selalu ada didunia ini. Dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkannya, walaupun hasil akhirnya menang atau kalah, tetapi itu adalah wujud dari perjuangan.
__ADS_1
TERIMA KASIH UNTUK DUKUNGANNYA, MAJU TERUS PENULIS-PENULIS TERBAIK, PANTANG MENYERAH BAGAIMANAPUN HASILNYA, NIKMATI SAJA PROSESNYA.
...-TAMAT-...