PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Menikah...


__ADS_3

Persiapan pernikahan Gea dan Abi di Bali, sudah hampir 100 persen rampung, semuanya Ben yang urus, karena Gea mau acara sakralnya berlangsung di Hotel milik Kakaknya.


Pagi ini semua keluarga Gea berkumpul, Papa nya yang terlihat sibuk bersama kakak nya mempersiapkan berbagai keperluan, sementara Mamanya disibukkan dengan riasan wajahnya yang harus di poles dengan sempurna oleh penata rias.


"Kok lo nangis mulu sih Ge?," Tanya Wina.


"Ntar riasannya luntur loh," Wina mengelap pipi Gea dengan tisu.


Wina paham betul mengapa Gea menangis di hari bahagianya ini. "Kalo lo nangis lagi , gua telpon Abi yaaaa," ancaman Wina pun membuat Gea menghentikan tangisannya, terlihat matanya berubah menjadi sembab.


"Ini hari bahagia lo Ge, jangan pernah ada lagi air mata, sekarang elo dan Abi harus melangkah maju, dan lupain semua kejadian pahit yang dulu pernah kalian lewati, Okeeee," Wina memeluk Gea dengan erat, seakan ia ingin memberikan kekuatan untuk sahabat yang ia sayangi.


Ijab Qabul berjalan dengan khidmat, semua keluarga dan sahabat Gea berkumpul dan menyaksikan acara sakral mereka dengan penuh Haru dan bahagia.


Abi yang pertama kali melihat Gea mendatanginya dengan pakaian pengantin serba putih, berulang kali mengucapkan kamu cantik kepada Gea, pandangan matanya tidak pernah lepas dari Gea yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya.


Sore ini di tepi pantai mereka mengadakan acara Resepsi pernikahan yang terlihat sangat mewah walaupun konsepnya pesta yang tertutup atau biasa di sebut PRIVATE PARTY...


karena Gea dan Abi hanya mengundang keluarga dan sahabat mereka saja, karena mereka berdua sama-sama tidak menyukai keramaian.


"Selamat ya Ge, Selamat ya Bi," Begitu banyak ucapan selamat dari keluarga, sahabat dan rekan bisnis mereka, baik secara langsung maupun melalui media sosial mereka.


Abi yang terlihat sangat bahagia berkali-kali menciumi Gea yang sekarang sudah berganti status menjadi istrinya.


Selama satu bulan kedepan Abi dan Gea istirahat dulu dari semua pekerjaan, Mereka akan berbulan madu dan ingin benar-benar berdua menikmati kebersamaan mereka.

__ADS_1


Trip pertama mereka menuju Labuan Bajo, tempat dimana Abi pertama kali melamar Gea.


Begitu Gea masuk ke Vila mewah yang sudah Abi Booking, matanya terbelalak takjub saat melihat kamarnya di penuhi oleh bunga mawar kesukaannya, sampai diatas kasurnya pun di penuhi oleh bunga yang sudah di hias dengan kalimat "Happy Honey Moon."


Abi memeluk istrinya saat Gea keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya, handuk yang melilit rambut Gea di bukanya hingga rambut panjang Gea yang masih setengah basah terurai dan sebagian menutupi wajah nya yang terlihat segar tanpa riasan sama sekali.


Abi menyelipkan rambut Gea ketelinganya dan dipandanginya wajah istrinya yang sangat cantik, wajah yang natural tanpa riasan dengan bibir yang merah merekah. Melihat Abi yang menatap bibirnya Geapun refleks menggigit bibirnya, sudah pasti gerakan bibir Gea itu pun memancing Abi untuk menciumnya , dilumatnya bibir Gea dengan lembut,


"Sayang aku sangat mencintaimu," Abi berbisik disela ciumanannya yang semakin bergairah.


Abi mengangkat tubuh Gea, perlahan ia baringkan diatas tempat tidur, matanya bertemu dengan mata Gea, ada rasa lega di hatinya, impiannya yang hampir terlepas kini sudah ada di hadapannya.


Lama sekali mereka berdua saling menatap, seakan ada sesuatu yang mereka sampaikan tanpa mengeluarkan kata-kata dari mulut mereka.


Abi mencium kening Gea, matanya, hidung, pipi dan kembali ******* bibir Gea yang sudah terlihat sedikit bengkak.


Mata Gea sedikit menyipit, saat tirai jendela kamarnya di buka oleh suaminya.


Abi yang sudah bangun lebih dahulu, mendekati Gea dan mencium keningnya.


"Capek ya Istri???," Abi bertanya sambil menggoda Gea yang langsung tersipu malu.


Hari ini mereka berencana untuk berlibur kepulau komodo dengan menggunakan kapal Yacht, Terakhir kali kesini mereka tidak mendatangi tempat ini karena Abi hanya melamarnya saja dikapal.


"Mas tolong diganti Sprei nya ya," Bisik Abi ke petugas Room Service sambil tak lupa memberikan uang tips, Gea yang malu buru-buru keluar kamar, ada noda darah di kasurnya, semalam tanpa sengaja mereka sudah mengotorinya, petugas yang melihatnya pun tersenyum , ia sudah terbiasa dengan hal seperti ini.

__ADS_1


Seperti Dejavu, Abi memeluk Gea dari belakang saat Istrinya ada di pinggir kapal, beberapa tahun yang lalu merekapun melakukan ini.


Di kecup Abi leher Gea yang membuat Gea sedikit geli.


Bisikan-bisikan mesra mereka tersapu oleh suara deburan ombak, kebahagiaan mereka sekarang hanya lah milik mereka berdua, langkah awal dari perjalanan cinta mereka akan segera di mulai.


Abi menggandeng tangan Gea sepanjang perjalanan menuju Bandara, Mereka akan melanjutkan perjalanan ke Benua Eropa dan tujuan mereka ke kota Paris, kota yang terkenal dengan kota romantis, ini adalah kali ke dua Gea kesini, sebelumnya ia pernah kesini bersama keluarganya dan sekarang kembali menginjakkan kakinya di LA TOUR EIFFEL atau biasa di sebut dengan Manara Eiffel dengan orang yang sangat dicintainya.


Setiap moment indah tidak pernah mereka lewatkan dengan mengabadikannya lewat kamera yang Abi bawa. Dan merekapun melakukan kebiasaan setiap pasangan yang ke sini, Berciuman di bawah manara kebanggaan kota Paris.


Perjalanan panjang mereka mengelilingi kota Paris dan Prancis pun berakhir di kamar hotel yang sangat mewah, Gea berkali-kali menciumi Abi, karena sudah memberikannya kejutan manis, Kamar dengan balkon yang View nya menghadap Manara Eiffel.


Semua ini sudah Abi siapkan jauh sebelum acara pernikahan , karena Abi tau kalau Gea sangat menyukai kota Paris.


Abi mencari Gea saat selesai mandi, melihat istrinya yang berdiri dipinggir balkon sambil memandangi keindahan kota di malam hari, langkahnya pun terhenti saat melihat pemandangan wanita cantik dengan rambut tergerai yang tertiup angin malam, menggunakan gaun tidur pendek dan tipis membuat Abi segera menghampirinya dan menciuminya, Gea pun membalasnya, suasana yang romantis dan berada dikota yang romantis pula, membuat mereka terhanyut dalam romantisme halal milik mereka.


"Sayang buruan, ntar kita ketinggalan pesawat loh," Abi memanggil Gea yang masih merias wajahnya di depan meja rias.


Melihat Gea tidak meresponnya, Abi menemui istrinya, dikecupnya kening Gea, "Nggak perlu di rias sayang, kamu udah cantik."


Sepanjang perjalanan kembali Ke Indonesia, mereka tidak pernah melepaskan genggaman tangan satu sama lain.


"Sayang kita udah sampai


nih," Abi membangunkan Gea, ia membelai pipinya dengan lembut.

__ADS_1


Pesawat sudah Landing dengan aman, mereka pun turun, Abi menatap Gea dan berbisik di telinganya, "Well Come To The New World My Wife."


Gea pun tersenyum mendengar kalimat dari suaminya.


__ADS_2