
Semangat Gea yang dulu menggebu-gebu, kini mulai melemah, sudah hampir 2 bulan ia berada disini, tetapi tidak ada kemajuan yang berarti, ia merasa seperti menemukan teman lama, bukanlah suami ataupun orang yang ia cintai. Harapannya Abi bisa mengingatnya setelah bertemu dan berbicara dengannya, semuanya hanya sia-sia saja.
Gea mulai menghindari Arya, ia lebih fokus ke pekerjaannya di Puskes, ia merasa percuma menarik Abi disaat Abi sendiri hanya berdiam diri, ia pun sama sekali tidak perduli dengan hubungan Abi dan Anggun. Gea sudah memutuskan kalau bulan depan ia akan kembali ke kotanya, dan ia akan mengikhlaskan Abi disini untuk menjadi Arya.
Rika yang melihat semangat Gea mulai kendor, berusaha terus meyakinkannya kalau perjuangannya belum berakhir. tetapi nasihatnya hanya dianggap angin lalu oleh Gea.
Suatu hari Rika datang ke Sekolah untuk menemui Arya.
"Mas Arya, boleh aku ngobrol sebentar," Tanya Rika.
Arya mempersilahkan Rika duduk di ruang kelasnya yang kosong, karena siswanya sudah pulang semua.
"Mas Arya , sebentar lagi Gea akan kembali ke kotanya, rencananya bulan depan kami akan pulang, saya harap Mas Arya segera mengingat semuanya, kalau tidak semuanya akan berakhir, karena Gea sudah tidak berharap banyak untuk hubungan kalian."
Rika terus meyakinkan Arya, ia masih berharap hubungan Gea dan Abi segera bersatu.
Di luar kelas ada Anggun yang sedang mendengarkan pembicaraan Arya dan Rika. Ada senyum terukir disudut bibirnya, tanpa harus ia yang mengusir mereka, mereka sendirilah yang mundur dengan teratur, bisik hatinya.
Hari ini Gea mengajak Rika ke Kota, ia sudah mulai suntuk disini, Gea mau melakukan Video Call dengan putrinya. Selama ia disini, ia belum pernah melihat wajah putrinya sekali pun, ia sangat merindukannya.
Mereka menghabiskan waktu berdua dengan berbelanja dan nongkrong di Kafe yang katanya terkenal di Kota ini.
Sambil menunggu pesanan mereka datang Gea melakukan panggilan Video ke ponsel Mamanya.
"Almiraaaaaa...." Setengah berteriak Gea memanggil nama putrinya, pengunjung yang duduk di meja sebelah mereka menoleh saat mendengar Gea berteriak- teriak memanggil Putrinya.
Rika tersenyum melihat Gea yang terlihat bahagia. Selama di Desa, Gea lebih banyak melamun dan menangis, memang benar kata orang kalau Anaklah satu-satu penghibur hati seorang Ibu.
Tiba-tiba Arya mendatangi Gea, "Ge, aku mau bicara sama kamu."
__ADS_1
"Pa... pa....pa...." Almira yang melihat Arya di depannya manggil nya berulang kali.
Mama Gea yang ikut melihat Abi di dekat Gea, Langsung menuntup mulutnya dengan ke dua tangannya, ia syok melihat Abi dalam keadaan baik-baik saja.
Arya menatap ke layar ponsel Gea begitu ia mendengar ada suara kecil yang memanggil Papa.
Gea meminta Arya duduk di sebelahnya dan berbicara dengan Almira.
Arya sedikit ragu, setelah melihat gadis kecil memanggil nya dengan sebutan Papa, hatinya langsung luluh.
Almira berteriak memanggil Papa berkali-kali, Gea yang duduk di sebelah Arya menangis melihat Putrinya untuk pertama kalinya melihat Papa nya, Papa yang sering ia lihat di Foto sekarang ada di hadapannya, Almira mengambil foto Gea dan Abi lalu ia menunjukkannya pada Arya.
Mata Arya tertuju pada foto yang dipegang Almira, Wajahnya dan Gea terlihat tersenyum bahagia di sana.
"Ma, nanti Gea hubungi lagi ya," Gea pun mengakhiri panggilan Video nya. Dia tau betul Mamanya pasti sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.
Arya menarik Gea keluar dari Kafe dan mencari tempat yang agak sepi untuk bicara.
"Aku juga mau tanya, Anak kecil tadi siapa?," Arya kembali bertanya.
Gea mulai menangis, Entah kenapa ia mulai emosi melihat Arya. Di pukul nya dada Arya berkali-kali," Kamu tau Bi, satu tahun ini perjuanganku seperti apa????, kenapa kamu begitu sulit mengingat walaupun hanya sedikit saja", Gea kembali memukul Arya.
Pukulan Gea berikutnya di tahan oleh Arya dan ditariknya Gea kedalam pelukannya, Tangisan Gea semakin menjadi.
Arya meraih wajah Gea, di hapusnya air mata Gea dengan jarinya.
"Maafin aku Ge, Aku sama sekali belum bisa mengingat apapun, tetapi satu hal yang harus kamu tau, Aku udah jatuh cinta sama kamu Ge, aku takut kehilangan kamu,"
Arya pun mengecup kening Gea.
__ADS_1
"Tolong jangan tinggalin aku Ge, kamu jangan menyerah yaaa...." Pinta Arya kepada Gea.
Gea tidak bisa berkata-kata lagi, mendengar ucapan Arya yang seperti mimpi, "Abi jatuh cinta kepadaku untuk kedua kalinya," Ucap Gea dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Rika menyeruput minumannya, lama ia menunggun Arya dan Gea kembali.
Kedatangan Arya menyusul mereka kesini, karena campur tangan Rika.
Dia meminjamkan ponselnya pada Arya, dan meminta Arya menyusul mereka ke Kota. Rika sangat berharap Arya akan berjuang seperti yang Gea lakukan padanya selama ini. Dan senyumnya muncul saat melihat Arya ada dihadapan mereka.
"Kalian kemana sih, lama banget," Rika pura-pura sewot melihat mereka datang berdua.
Gea dan Arya sudah sepakat untuk berjuang bersama, apapun hasilnya nanti mereka akan tetap bersama karena dua nama sudah menjatuhkan hatinya hanya untuk Gea.
"Arya ini Almira , putri kita," Gea memperlihatkan foto- foto putri mereka yang ada di ponsel Gea.
Arya tersenyum, menatap mata putrinya yang persis seperti matanya, "Kamu beruntung Putri mu bisa mengenalimu, selama ini Almira hanya melihat Papanya hanya di foto saja, dia pasti senang kalau bisa ketemu langsung sama kamu," Lanjut Gea.
Arya menggenggam tangan Gea, "Kita selesaikan semua urusan kita disini ya Ge, setelah semuanya beres kita akan pulang bersama."
Rika yang mau tidak mau mendengar pembicaraan kedua insan yang sedang jatuh cinta dihadapnnya ini, langsung merasa lega.
Rika hampir putus asa melihat Arya yang hanya jalan di tempat tanpa ada perjuangan sedikitpun. Melihat Arya yang akhirnya bisa mengambil keputusan, perasaan Rika menjadi tenang.
Mereka pulang bersama, sebelum ke Desa Gea menyempatkan diri untuk berbelanja pakaian untuk Arya, dari ujung kaki sampai ke ujung kepala Gea beli semua, tidak lupa ia membelikan Bu Marni juga.
"Yuuukkkk ikut aku," Gea menyeret tangan Arya masuk kedalam salon, ia meminta pegawai salon untuk memotong rambut Arya yang mulai panjang dan merapikan wajahnya.
Mata Gea terbelalak melihat penampilan baru Arya, rapih dan terlihat bersih, ditambah ia sudah mengganti pakaiannya dengan yang baru Gea beli.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang Gea menatap Arya terus, Arya yang di tatap Gea menjadi salah tingkah, ia mengacak rambut Gea karena gemas.
"Ternyata ia masih Abi yang ku kenal," Gumam Gea sambil tersenyum bahagia.