PANGGIL AKU GEA

PANGGIL AKU GEA
Suasana Baru Dan Ikatan...


__ADS_3

Di sibukkan dengan rutinitas barunya membuat Gea sedikit melupakan kekasihnya.


Abi yang biasanya rutin mendapatkan laporan kegiatan dari Gea yang hampir setiap hari, kali ini terasa berbeda.


Gea sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan tempat praktek Dokter nya yang baru, ia sengaja menyewa satu ruko yang tidak begitu jauh dari kantornya Abi. Karena dia tau betul setelah ia memulai prakteknya, akan sangat sulit ia dan Abi akan bertemu, karena itulah ia mencari lokasi yang sama dengan Abi supaya mereka bisa tetap berkomunikasi dan bertemu dengan mudah tanpa harus menghabiskan waktu diperjalanan karena jarak.


Gea mengeluarkan semua alat-alat medisnya yang ada di kotak , tanpa ia sadari ada sepasang mata yang dari tadi menatapnya.


Gea menjerit kegirangan saat mengetahui kalau Abi sudah dari tadi berdiri di belakangnya. Di peluknya Abi dengan erat.


"Kamu nggak kangen sama aku???," Gea yang melihat gerakan tangan Abi, langsung memeluknya kembali.


"Yaaa... kangen lahhh...." Jawab Gea manja.


Abi menggulung lengan bajunya dan bersiap membantu Gea, Gea yang sedang menatap kekasihnya sangat terpesona hanya dengan satu gerakan saja Abi sudah terlihat sangat maskulin di matanya.


Abi yang ditatap pun menjadi salah tingkah dan mengacak rambut Gea dengan gemas.


"Kapan Prakteknya di mulai Ge?," Mamanya Gea bertanya saat mereka sarapan berdua, seperti biasanya hanya Gea dan Mamanya yang ada di meja makan, karena Papa nya memilih sarapan di ruang kerjanya, Papanya tau kalu ia makan bersama, Gea pasti akan menghindarinya dan memilih tidak akan makan sama sekali. Seperti itulah hubungan mereka saat ini.


"Lusa udah mulai buka ma, Besokkan Gea ngadain syukuran pembukaan kliniknya, Mama jangan lupa dateng yaaa", Dengan penuh semangat Gea bercerita kepada Mamanya.


Sebenarnya Gea juga mengundang Kakaknya, karena anaknya Kak Ben yang kecil lagi sakit, jadi mereka membatalkan kepulangannya.

__ADS_1


"Selamat yaaaa Geeee," Acara pembukaan Klinik barunya dihadiri oleh banyak sahabat dan rekannya Gea, tak terkecuali kehadiran Abi dan Mama nya.


Abi membawa buket bunga mawar merah yang mewah kesukaan Gea, Di peluknya Gea dan dengan tulus Abi mendo'a kan kesuksesan Gea. Mama nya yang menyaksikan betapa bahagianya Gea berada disisi Abi, sangat terharu.


Mamanya yakin ketulusan cinta mereka suatu saat akan merubah pandangan Papa nya.


Sudah hampir satu bulan Gea memulai karir barunya sebagai dokter, banyak hal yang ia dapatkan selama membuka prakteknya, menerima ucapan banyak terima kasih dari orang yang ia tolong rasanya itu sebuah kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan.


Di kliniknya Gea tidak mematok harga apapun terhadap pasiennya yang tidak mampu, bahkan kebanyakan ia tidak meminta bayaran apapun. Tak heran kliniknya selalu ramai di datangi pasien.


Abi memijat lembut pundak Gea yang sedang beristirahat di kursi kerjanya.


Aktivitasnya yang cukup berat membuat tubuhnya lelah, Abi paham betul, Kekasihnya yang mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi sedang berjuang demi banyak orang, Abi sangat mendukung semua langkah yang Gea ambil, bahkan Abi pun membantu berinvestasi untuk Kliniknya Gea.


Weekand kali ini Abi mengajak Gea ke Labuan Bajo , yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Gea yang pertama kalinya ke sana merasa sangat bersemangat, ia tidak curiga sama sekali kalau Abi sudah merencanakan sesuatu disana.


Abi memilih menginap di vila mewah dengan pemandangan keindahan laut dan pantai. Dia memilih 2 kamar terpisah.


Walaupun hubungan mereka sudah sangat dekat tetapi mereka memilih untuk menjaga batas masing-masing dan mereka tidak ingin menodai hubungan mereka dengan melakukan hubungan di luar batas kewajaran. Ini lah yang membuat Gea jatuh cinta setengah mati kepad Abi, disaat banyak pasangan lain lebih memilih melakukan hubungan yang bebas, tetapi Abi sangatlah menjaga batasannya dan sangat menghargai Gea sebagai seorang Wanita dan Gea tidak pernah menemukan lelaki seperti Abi selama ia menjalin hubungan dengan lelaki lain selama ini.


Abi mengajak Gea berlayar dengan kapal Yacht yang ia sewa.... Gea terpana melihat kejutan yang diberikan kekasihnya untuknya, Suasana romantis malam ini, berdua di atas kapal dan berada tengah laut membuat Abi memanfaatkan moment ini untuk memberikan kejutan berikutnya setelah makan malam romantis mereka berdua.

__ADS_1


Abi memeluk Gea dari belakang, saat Gea sedang memandangi laut lepas di pinggir kapal, Rambut Gea sedikit berantakan karena ditiup oleh angin laut, Abi merapikannya, diambilnya helaian rambut yang terlepas dan diselipkannya di balik telinga Gea.


Gea sedikit menggeliat karena geli, Tiba-tiba Abi mengeluarkan kotak kecil berwarna merah marun yang berbalut kain bludru, ia keluarkan tepat di depan muka Gea yang masih dalam posisi yang sama dibukanya kotak itu dan bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya Gea, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


"Apa ini Bii????," Tanya Gea.


Abi mengambil cincin yang ada di kotak dan memakaikannya di jari manis Gea. Gea terpana melihat betapa cantiknya cincin berlian itu di jemarinya.


"Ini ikatan dari ku Ge, semoga di saat Papa mu menyetujui hubungan kita, kamu masih tetap bertahan di sisi ku," Gea menangis saat Abi menyampaikan pesan itu dengan tulus kepadanya.


Abi menyeka air mata Gea, dan mengecup keningnya.


Malam ini adalah saksi cinta Abi dan Gea, Ternyata Cinta tanpa syarat itu memang ada, dan kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta.


"Geaaaaaaa....!!!!!!," Wina menjerit histeris saat melihat Gea memperlihatkan cincin yang melingkar di jarinya.


Wina turut bahagia, separuh perjalanan sahabatnya sudah terlewati, tinggal satu langkah lagi mereka bisa menuju kebahagian, Penolakan Papa Gea lah penghalang mereka satu-satunya.


Sepulangnya dari Labuan Bajo, Gea langsung menemui Mama nya dikamar, ia memperlihatkan cincin yang di berikan Abi, Mama nya yang mengerti apa yang terjadi ikut merasakan apa yang Gea rasakan.


"Mama janji Ge, Mama akan terus berusaha meyakinkan Papa mu, toh kalaupun pada akhirnya Papa mu tetap berkeras dengan pendiriannya, Mama ikhlas kalau kalian memilih jalan yang terbaik tanpa restu dari Papa mu Ge."


Gea memeluk Mama nya dengan erat, hanya Mama nya lah tempat Gea mencurahkan segala beban dalam hidupnya, seandainya Mamanya pun menolak mereka, Entah apa yang akan Gea lakukan.

__ADS_1


Dikamarnya pun Gea sudah seperti orang gila, ia melompat kegirangan dan tidak berhenti tersenyum sambil memandangi cincin di jarinya. Ada sepercik harapan di dalam hubungan mereka, setidaknya mereka sudah melangkah satu langkah ke depan dan semoga mereka akan terus kuat menjalani apapun rintangan yang akan mereka hadapi kedepannya.


__ADS_2