Path To God

Path To God
Ch 101. Profound Emperor Darkness


__ADS_3

Semua orang menyaksikan Pelahap terbakar. Ren Yuu mendesah karena telah selesai membunuh makhluk yang membuat siapapun takut.


Ren Yuu hanya menyisakan sedikit dari energinya karena memakai Artefak secara berlebihan.


Banyak orang yang berkumpul di sekitar dan Ren Yuu agak melonggarkan penjagaannya.


Tiba-tiba sebuah pedang melesat ke arah leher Ren Yuu. Ren Yuu yang merasakan itu tidak dapat menghindar sama sekali dan merasa ceroboh bahwa seseorang akan menyergapnya di saat seperti ini.


Srak!!


Ren Yuu tidak merasakan sakit dan melihat ke arah belakang.


Ren Yuu tertegun dengan siapa yang terkena tebasan dan siapa yang menebasnya.


Orang yang berusaha membunuh Ren Yuu adalah Chu Wentian yang memiliki wajah marah karena sudah mendengar bahwa Ren Yuu membunuh kedua adiknya.


Tapi Chu Wentian tertegun karena melihat seseorang yang lain terkena tebasan untuk melindungi Ren Yuu. Chu Wentian ketakutan seketika karena melihat siapa yang terkena tebasan.


Itu adalah Cai'Zi yang mencoba menahan serangan penuh Chu Wentian tapi tidak sempat mengeluarkan kemampuannya karena terburu-buru menghalangi serangan Chu Wentian.


Leher Cai'Zi tertebas seperempat lebih dan menyemprotkan banyak darah.


Ren Yuu melebarkan matanya karena melihat Cai'Zi perlahan tergeletak di tanah dengan darah berceceran.


Semua murid Heavenly Palace tertegun dan langsung berteriak.


"Cai'Zi!!!"


Ren Yuu juga langsung bergerak kedepan Cai'Zi untuk memeriksa keadaannya.


Banyak murid Heavenly Palace langsung memburu Chu Wentian karena menebas Cai'Zi. Kali ini sudah di pastikan bahwa clan Chu akan berperang melawan Heavenly Palace karena kesalahan Chu Wentian.


Ren Yuu berjongkok di depan Cai'Zi dan mencari cara agar menutup luka di leher Cai'Zi.


Tapi Ren Yuu sama sekali tidak tau bagaimana menyembuhkan luka yang pasti akan merenggut nyawa seseorang.


"Kenapa?" Tanya Ren Yuu gemetaran tapi tidak di jawab oleh Cai'Zi. Cai'Zi hanya tersenyum dan Ren Yuu tidak tau harus apa.


Ren Yuu tidak mengerti mengapa Cai'Zi selalu ingin membantunya bahkan sampai-sampai mengorbankan nyawanya.

__ADS_1


Lalu Ren Yuu melihat sebuah benda aneh yang ikut tertebas di sebelah leher Cai'Zi.


Ren Yuu seperti seakan mengenal benda yang terjatuh dan ikut tertebas itu. Ren Yuu perlahan mengambilnya dengan tangan gemetaran.


Itu adalah sebuah kalung biasa yang terbuat dari anyaman kulit hewan dan memiliki ornamen huruf Y dan Z saling tumpang tindih.


Ren Yuu bergetar seketika karena mulai Ingat kalung yang di pegangnya. Lalu informasi aneh masuk ke dalam kepala Ren Yuu dan itu membuat Ren Yuu gemetaran tidak terkendali.


"Zi kecil, kamu Zi kecil bukan..." Ren Yuu tergagap dan Ren Yuu mulai meneteskan air mata karena tau siapa Cai'Zi sebenarnya.


Ren Yuu langsung memeluk Cai'Zi sambil menangis keras.


"Zi kecil..."


"Jangan pergi...."


"Kakak mohon..."


"Kakak tidak ingin kehilanganmu..."


Ren Yuu memeluk Cai'Zi dengan erat sambil menangis histeris.


"Jangan tinggalkan kakak..." Ren Yuu terisak berkata sambil memohon.


Dengan melihat luka tebasan itu, setiap orang tau bahwa luka seperti itu tidak akan mudah di sembuhkan. Leher Cai'Zi telah tertebas lebih dari seperempat.


Ren Yuu mendengar kata-kata Cai'Zi yang membuat Ren Yuu kehilangan kendali.


"Kakak..."


"Maafkan Zi kecil karena tidak menemanimu saat ayah dan ibu meninggal..." Cai'Zi berkata sambil meneteskan air matanya lalu perlahan menutup matanya.


Ren Yuu tidak tau harus bagaimana merespon dan hanya menangis sekeras mungkin karena melihat Cai'Zi sudah hampir kehilangan nafas.


Ren Yuu meneteskan darah dari matanya dan hanya bisa menangis keras karena baru saja kehilangan anggota keluarganya lagi.


"Tiidaaaakkkkkk!!!!"


Ren Yuu berteriak sekeras mungkin sambil memeluk Cai'Zi yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Udara di sekitar Ren Yuu terasa berat dan aura hitam pekat merembes dari tubuh Ren Yuu.


Semua orang mundur dari sekitar Ren Yuu karena aura itu begitu menindas.


Ren Yuu tidak peduli lagi dengan apapun karena kali ini dia kehilangan adiknya yang sangat berharga tepat di depan matanya untuk melindunginya.


Di suatu tempat yang jauh.


Seorang pria tua yang sedang bermeditasi membuka matanya. Mata itu terlihat sama persis dengan Ren Yuu dan Ren Huanran. Pria tua itu melihat ke arah tangannya karena itulah sebab dari pria tua itu terjaga dari meditasinya.


"Ini..." Pria tua itu bangkit dari tempatnya bermeditasi sambil gemetaran dan merasa senang.


"Aku tidak menyangka akan tiba saatnya bagi dendam kami terpenuhi. Kebangkitan Kaisar Kegelapan dari clan Ren telah tiba," pria tua itu tertawa keras.


Pria tua itu berhenti tertawa dan mulai meneteskan air mata.


"Maafkan aku nak karena tidak bisa mengurus Yuu'er sementara waktu ketika kamu di bunuh karena aku juga belum lama ini keluar dari penjara itu. Aku akan melindunginya setelah ini dengan segala cara," kilatan cahaya pembunuhan terlintas di mata pria tua itu.


Pria tua itu menghilang dan muncul di ruangan agak gelap. Di dalam ruangan itu ada 4 orang yang sedang bermeditasi dan langsung membuka matanya. Keempat orang itu melihat ke arah pria tua yang baru tiba dan langsung berlutut di depan pria tua itu.


"Apakah ada misi yang harus lakukan Master?" Tanya seseorang pria paruh baya. Ketiga orang lainnya berlutut di belakang pria paruh baya itu.


"Kalian semua adalah orang-orang kepercayaanku selama seratus tahun ini. Kini saatnya bagi benua Azure Dragon melihat siapa kita. Walaupun aku masih belum pulih sepenuhnya, aku akan mampu membunuh salah satu dari Patriak clan terkemuka."


"Sekarang aku ingin mengirim kalian untuk menjemput orang penting. Awalnya aku hanya ingin menunggunya datang karena tidak ingin menyeretnya ke dalam pertempuran. Aku ingin dia memilih jalan hidup yang di inginkan olehnya."


"Tapi, sekarang itu tidak bisa lagi karena Bloodline miliknya telah bangkit dan itu bukan Bloodline biasa melainkan itu adalah Bloodline Kaisar Kegelapan di jaman dulu yang tercatat di dalam buku tentang clan kita."


"Apakah kalian mengerti?" Tanya pria tua itu.


"Maksud anda, cucu anda membangkitkan Profound Emperor Darkness yang melegendaris?" Tanya pria paruh baya itu sambil gemetaran karena sudah membaca catatan tentang sejarah clan mereka juga.


"Ya, kali ini dia pasti sedang dalam duka yang hebat karena Bloodline itu terbangun. Syarat dari kebangkitan adalah kesedihan mendalam terjadi padanya berulang kali dan bukan hanya satu kali agar kebangkitannya sempurna."


"Aku tidak ingin Bloodline itu bangkit padanya karena dia pasti menderita. Tapi, ini sudah terlambat sekarang. Dia pasti dalam bahaya jika clan besar seperti clan Mu mendengar berita ini."


"Bawa banyak dari anggota Aliansi Pendekar Iblis untuk menjemputnya serta putriku secara diam-diam. Dan kalian berempat juga harus ikut karena hanya kita yang tersisa dari clan Ren. Kalian harus melindungi mereka berdua dari balik layar jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan," perintah pria tua itu.


"Baik Master," ucap mereka berempat dan menghilang dalam kegelapan. Jika Ren Yuu melihat teknik itu, Ren Yuu akan terkejut karena itu merupakan teknik upgrade dari Eliminate Existence.

__ADS_1


Dengan wajah penuh kebencian, pria tua itu melihat ke arah tertentu sambil berkata, "Black Hand Family? Sekte Pengadilan Surgawi? Sekte Sword Heaven? Clan Mu? Tunggu saatnya tiba. Aku akan memusnahkan kalian semua dari benua ini."


__ADS_2