
Ren Yuu dan Cai'Zi tau bahwa Crystal itu sebenarnya adalah telur.
"Telur apa ini? Kenapa harus membutuhkan darah untuk menetaskannya?" Ren Yuu heran karena telur di depannya membutuhkan energi dari darah untuk menetas.
Telur semakin banyak memiliki retakan. Lalu telur pecah dan menunjukkan mahkluk mungil sepanjang 5 cm.
Makhluk mungil itu perlahan memakan sisa cangkang telur setelah melihat sekeliling sejenak.
"Binatang monster apa ini?" Tanya Cai'Zi heran dan melanjutkan, "apakah ini Ular Hijau beracun yang bahkan tidak bisa mencapai Core Formation?"
Ren Yuu berkedut mendengarnya dan hanya diam sambil melihat ular kecil di depan mereka. Setelah selesai memakan cangkang telur, ular itu melihat ke arah Ren Yuu dan Cai'Zi.
Ular itu mendesis lalu melompat ke arah Ren Yuu pertama.
Ren Yuu tercengang dan melihat ular dengan seksama selagi ular kecil berada di dekatnya. Ular kecil itu menggosok-gosok kepalanya ke pipi Ren Yuu lalu melompat lagi ke arah Cai'Zi dan melakukan hal yang sama.
"Bagaimana ular ini bisa melompat tanpa kaki?" Tanya Ren Yuu. Ren Yuu terbodoh karena membandingkan ular binatang monster dengan cacing di tanah.
Wajah Cai'Zi bergetar sedikit karena ingin tertawa tapi tetap menahannya dan memperhatikan ular juga.
"Sepertinya ular ini menganggap kita orang tuanya," Ren Yuu agak canggung juga menyebutkan itu.
Cai'Zi tidak peduli sama sekali dan terus melihat ke arah ular. Ren Yuu juga mendekati Cai'Zi dan menatap ular dengan seksama lagi.
Ular kecil itu berwarna hijau dengan liris-liris merah pudar. Di kepala ular itu ada tanda seperti tetesan darah berwarna merah gelap hampir berwarna hitam.
Mata ular itu berwarna kuning dengan pupil vertikal berwarna merah. Dan ada satu yang membuat semua janggal dari ular selain tanda di dahinya. Itu adalah sayap kecil di punggung ular itu.
"Spesies apa ini? Kenapa ada ular yang memiliki sayap?" Tanya Cai'Zi heran. Ular itu hanya menjentikkan lidahnya keluar tanda menanggapi pertanyaan Cai'Zi.
"Ular ini sangat cerdas," ujar Ren Yuu dan Cai'Zi juga setuju dengan perkataan Ren Yuu.
"Sepertinya aku pernah membaca tentang ini," Ren Yuu mengeluarkan buku tua tebal. Ren Yuu menaruhnya di atas meja batu dan mulai membolak-balik halaman di buku tua.
__ADS_1
Cai'Zi juga mendekat dan melihat ke arah buku. Walaupun Cai'Zi tidak mengerti tulisannya, Cai'Zi tau bahwa itu buku tentang binatang monster karena ada gambar buram yang tercetak di setiap keterangan.
Ren Yuu berhenti sebentar di satu halaman sambil melihat ular. Ren Yuu menangkap ular itu dan ular itu tidak melawan sama sekali. Ren Yuu menaruhnya di sebelah buku dan terus membolak-balik halaman lagi.
Ketika tiba di satu halaman, Ren Yuu sedikit terkejut karena ada spesies ular yang mirip dengan ular di meja batu.
"Bukan ini juga walaupun mirip. Itu tidak memiliki tanda di dahinya," Ren Yuu bergumam pelan dan terus membolak-balik halaman.
"Apakah kamu bisa membaca buku ini?" Cai'Zi heran dengan pengetahuan Ren Yuu tentang bahasa. Cai'Zi yakin bahwa tulisan itu adalah tulisan kuno karena pernah juga melihatnya. Tuannya mengatakan bahwa tidak ada lagi orang yang bisa membaca tulisan itu.
Tapi, Ren Yuu di sini seolah-olah bisa membaca semua itu dan itulah mengapa Cai'Zi bertanya karena penasaran.
"Ya,aku," Ren Yuu menjawab datar dan sambil melihat buku tua tanpa berkedip.
Cai'Zi tercengang bahwa Ren Yuu bisa membaca tulisan kuno.
"Kenapa kamu semakin misterius?" Batin Cai'Zi dan menatap Ren Yuu dengan seksama.
"Ada apa?" Tanya Ren Yuu heran.
Cai'Zi tertegun dengan pertanyaan Ren Yuu. "Tidak ada apa-apa." Jawaban Cai'Zi datar seperti biasa dan membuat Ren Yuu mendesah dan melihat buku lagi.
Setelah mencari dalam waktu yang lama, Ren Yuu tidak menemukan spesies ular di depannya.
"Tidak ada tercatat spesies ular ini di buku kuno. Kemungkinan ular ini adalah spesies kuno di jaman yang sangat lampau dan bisa jadi spesies baru," ujar Ren Yuu dan mendekatkan tangannya ke ular. Ular itu spontan naik ke tangan Ren Yuu lalu langsung masuk ke dalam baju Ren Yuu.
Ren Yuu merasa geli di tubuhnya. Ular kecil itu berdiam diri di bagian dekat leher Ren Yuu seolah-olah itu adalah tempat khusus untuknya.
"Apakah ular itu jantan atau betina?" Tanya Cai'Zi pelan.
"Aku tidak tau, lebih baik menunggunya dewasa dan kita akan tau," Ren Yuu melihat sekeliling lagi apa ada sesuatu yang bisa di jarah.
Tapi Ren Yuu kecewa, di pulau ini hanya ada ular aneh yang baru menetas. Tidak ada hal lain yang bisa di gunakan.
__ADS_1
Karena Ren Yuu tau bahwa ular kecil itu menyerap darah sebelumnya, Ren Yuu mengambil herbal ringan yang tumbuh dengan menyerap darah jika di luar walaupun tidak di Dimensional Life.
Ketika Ren Yuu memberinya makan, ular itu membuka mulutnya dan menyedot hanya nutrisinya tapi tidak herbalnya.
Ren Yuu tercengang dengan kecepatan hisapan itu. Herbal menjadi kering seketika. Ular itu mendesis ke arah Ren Yuu dan menyiratkan masih ingin lagi.
Cai'Zi juga merasa heran ada binatang monster yang begitu cepat menyerap energi dari herbal.
Ren Yuu terus-menerus memberi makan ular sampai lima menit dan akhirnya berhenti. Ular itu tertidur pulas yang berarti tanda sedang menerobos.
"Sepertinya levelnya naik, sungguh aneh dengan sumber daya itu dia hanya menerobos satu kali," ucap Cai'Zi.
Ren Yuu juga setuju karena pasti sulit memelihara ular kecil itu. Tapi, Ren Yuu sadar akan satu hal. Binatang monster yang baru saja lahir sudah mengembangkan pikirannya seperti anak kecil yang berarti ular kecil itu bukanlah spesies biasa.
Melihat di sekeliling gua sebelumnya, banyak tulang-tulang yang sudah menjadi abu dan hanya menyisakan sedikit pecahan yang berarti, sewaktu masih menjadi telur, ular ini sudah memakan waktu yang sangat lama dan menyerap banyak darah dan hampir menetas.
Tapi sayangnya itu tidak terjadi sampai Ren Yuu memberinya semua darah lebih dari 50 kultivator dan semua dari mereka rata-rata berada di Tier Core Formation tahap keenam-kedelapan.
"Baiklah ayo kita keluar dari sini," Ren Yuu langsung bergerak perlahan keluar dari gua ular di ikuti oleh Cai'Zi.
"Apa kamu akan memelihara ular itu?" Cai'Zi membuka suara setelah beberapa menit hening.
"Ya, apa kamu ingin memeliharanya juga?" Tanya Ren Yuu balik.
"Ya."
Ren Yuu merenung sejenak dan berkata, "biarkan ular ini ingin ikut pada siapa. Itu akan lebih baik."
Cai'Zi mengangguk dengan perkataan Ren Yuu dan mereka berdua keluar dari dalam gua. Setelah itu, mereka pergi lagi ke arah ujung pulau dan ternyata tidak ada hal lain yang bisa di panen.
Cai'Zi mengeluarkan alat transportasinya lagi untuk menyebrangi laut. Mereka berdua langsung naik dan pergi dari pulau kecil itu.
Ren Yuu mendesah karena panennya kali ini cuma ular kecil yang tidak di ketahui spesiesnya.
__ADS_1