
Ren Yuu saat ini sedang mencoba menarik Trident Of Destiny.
Awalnya hanya ada gaya hisapan di sekitarnya. Namun, semakin lama daerah sekitar berputar dan membuat pusaran air yang sangat besar dengan Ren Yuu dan Trident Of Destiny sebagai pusatnya.
Karena pusaran tersebut, Leviathan dan Iblis Darah menghentikan pertarungan mereka.
Daerah di sekitar Ren Yuu perlahan mengering sejauh hampir 100 meter. Itu seperti ada energi yang menghalangi air laut untuk masuk di daerah sekitar Ren Yuu.
Ren Yuu saat ini sedang berusaha menarik Trident Of Destiny. Trident Of Destiny perlahan menyedot seluruh energinya bahkan yang ada di dalam dantiannya sampai kering.
Ascension tahap kelima
Ascension tahap keempat
Ascension tahap ketiga
Kultivasi Ren Yuu terus menerus turun di lahap oleh Trident Of Destiny.
"Kenapa ini? Aku merasa seperti ingin menyerah dalam sekejap!" Batin Ren Yuu.
Ia mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa. Trident Of Destiny terus menarik energinya.
"Sialan!" Ren Yuu mengutuk Trident Of Destiny.
Aura di sekitar Ren Yuu ada lima warna saat ini dan itu terus di sedot oleh Trident Of Destiny.
Nascent Soul tahap kelima
Nascent Soul tahap keempat
Nascent Soul tahap ketiga
Kultivasi Ren Yuu terus turun dan sudah mencapai Nascent Soul.
Ren Yuu terus mencoba melepaskan diri dari Trident Of Destiny. Ia tau jika dia menjadi manusia biasa, ia akan tewas seketika walaupun terkena aura dari Leviathan.
Tapi, ia tidak tau harus berbuat apa dan hanya bisa terus menarik Trident Of Destiny. Ada sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya. Semangatnya seakan hilang begitu saja. Pikirannya mulai kosong dan ingin berhenti berusaha.
Gold Core tahap keempat
Gold Core tahap ketiga
Gold Core tahap kedua
Iblis Darah yang menonton dari jauh tau bahwa riwayat Ren Yuu akan tamat di sini. Ia merasa kesal juga karena harus mencari jalan sendiri untuk keluar dari tempat terisolasi tersebut.
"Kau begitu ceroboh memegang Trident Of Destiny. Bahkan para kultivator puncak di Alam Ilahi tidak berani menyentuh Trisula itu." Dengus Iblis Darah.
Sementara Leviathan terus-menerus marah dan mencoba menyebrang ke dalam pusaran tapi tidak bisa sama sekali.
Pikiran Ren Yuu tidak lagi jernih. Ia sudah seperti patung sambil memegang Trisula yang terus-menerus menyedot kekuatannya.
Core Formation Tahap keempat
__ADS_1
Core Formation Tahap ketiga
Core Formation Tahap kedua
Prang! Prang! Prang!
Ketiga Origin Core milik Ren Yuu hancur menjadi bubuk dan di sedot oleh Trident Of Destiny.
Ren Yuu menyadari itu tapi karena suatu hal, dirinya seakan tidak ingin melawan ketika kekuatannya dilucuti. Ia seperti pasrah terhadap nasibnya dan itu tidak seperti dirinya yang biasa.
Xiantian tahap keempat
Xiantian tahap ketiga
Xiantian tahap kedua
Ren Yuu sudah menyerah karena kekuatannya telah hampir habis di telan oleh Trident Of Destiny. Ia mencoba untuk menaikkan semangatnya tapi ia seperti sedang di batasi oleh sesuatu.
Houtian tahap keempat
Houtian tahap ketiga
Houtian tahap kedua
Iblis Darah yang melihat itu dari jauh hanya menggelengkan kepalanya karena merasa Ren Yuu akan selesai. Takdir Ren Yuu telah di telan oleh Trident Of Destiny.
***
Di Alam Ilahi
Di pulau tersebut, ada sebuah istana kecil.
"Guru, apakah Pan Gu itu tinggal di sini?" Tanya Xing Jianying penasaran.
Moon Sovereign yang sedang berada di sebelah Xing Jianying langsung menjawab. "Ya. Pan Gu tinggal di sini."
Xing Jianying mengangguk dan bertanya lagi. "Kenapa Guru ingin bertemu dengannya?"
Moon Sovereign tersenyum tipis lalu bertanya balik. "Apa kamu ingat tentang God Race yang kita bunuh sebelumnya?"
Xing Jianying merenung lalu mengangguk. "Lalu, apa hubungannya dengan Pan Gu? Aku tau bahwa Pan Gu adalah orang yang mengalahkannya. Tapi itu adalah cerita lama." Ucap Xing Jianying.
"Ya. Itu memang cerita lama. Tapi Pan Gu mengirim pesan kepadaku bahwa ada hal yang ingin di bicarakan olehnya dan itu berkaitan dengan God Race." Ujar Moon Sovereign.
Xing Jianying merenung sejenak dan hanya mengangguk. Ia tidak bertanya lagi.
Lalu mereka berdua tiba di depan pintu istana kecil tersebut.
Ketika mereka tiba, seseorang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Silahkan masuk. Guru telah menunggu kalian." Ucap seseorang pria muda sambil tersenyum. Ia melirik sekilas ke arah Xing Jianying dan terpana dengan kecantikannya. Aura Xing Jianying juga membuatnya merasa bersemangat.
Tapi, karena kehadiran Moon Sovereign, ia tidak berani berlama-lama menatap Xing Jianying.
__ADS_1
Tentu saja itu tidak luput dari mata Moon Sovereign. Tapi ia hanya menyampingkannya karena itu hanya sekilas.
Pria tersebut lalu menuntun Moon Sovereign dan Xing Jianying ke dalam istana. Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah ruangan yang lumayan mewah walaupun tidak besar.
Seseorang sudah berada di sana menunggu kedatangan Moon Sovereign dan Xing Jianying.
"Selamat datang." Ucap pria itu yang tak lain adalah Pan Gu.
Xing Jianying melihat orang yang menjadi legenda di tempat asalnya dengan cermat.
"Kau boleh keluar." Ucap Pan Gu kepada muridnya.
Murid Pan Gu seakan ragu sejenak dan menatap Xing Jianying karena Xing Jianying juga berstatus sebagai murid dari perkataan Xing Jianying ketika tiba di depan istana.
Itu juga merupakan kesempatan baginya untuk mendekati seorang wanita yang sangat cantik. Murid Pan Gu tersebut langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Xing Jianying.
"Ada apa?" Tanya Pan Gu mengerut.
Melihat tatapan murid Pan Gu, Moon Sovereign langsung membuka suara. "Lebih baik kau urungkan niatmu atau kau akan mati walaupun Gurumu ada di sini. Aku mempunyai dua murid dan kedua muridku adalah suami istri."
Mendengar perkataan Moon Sovereign, murid Pan Gu berkeringat deras. Ia langsung kabur setelah membungkuk sedikit.
Pan Gu sudah tau bagaimana sifat Moon Sovereign jadi hanya membiarkannya berbicara seperti itu.
"Apa yang membuatmu memanggilku?" Tanya Moon Sovereign setelah Pan Gu mempersilahkan mereka berdua duduk.
"Aku ingin kau mencari seseorang untuk mengambil senjata yang kuat. Apa kau tau Trident Of Destiny?" Tanya Pan Gu.
Moon Sovereign mengerut seketika. "Di mana kau mendapatkan informasi tentang keberadaan Trident Of Destiny?"
Pan Gu tersenyum kecil lalu menjawab. "Itu berada di dunia asalku."
Moon Sovereign tercengang mendengarnya dan langsung berdiri. "Katakan kalau kau bohong!"
"Tentu saja tidak. Aku melihatnya secara pribadi tapi aku bahkan tidak bisa memegang Trident Of Destiny. Hanya penguasa dari Atlantis Race yang bisa memegang senjata itu."
"Tapi, ketika kematian Goddess Of The Sea di dunia asalku, ia memberi tau bahwa manusia bisa memegangnya jika itu di takdirkan."
"Itulah sebabnya aku ingin kau mencari seseorang dengan kemampuan elemen Air yang kuat yang bisa mengambilnya. Dan kebetulan kau memiliki murid tubuh Ilahi Yin yang pasti akan mudah mempelajari elemen Air." Ucap Pan Gu sambil melirik Xing Jianying.
Moon Sovereign mengerut lalu berkata, "tunjukkan tempatnya."
Pan Gu mengangguk lalu berkata. "Ikut aku."
Pan Gu menghilang lalu Moon Sovereign menangkap Xing Jianying dan membawanya mengikuti Pan Gu.
Mereka tiba di sebuah ruangan dengan bola crysal besar di tengahnya.
Ketika mereka tiba, Pan Gu langsung berkata sambil menyalurkan energi mendalamnya ke dalam Crystal. "Ketika aku membantu Goddess Of The Sea menyembunyikan Trident Of Destiny, aku meninggalkan energiku di sana agar mampu mendeteksi di mana tempat itu karena ruang yang ada di sana selalu berpindah-pindah."
Lalu Crystal di depan mereka bersinar terang dan menampilkan sebuah gambar.
Ketika gambar tercipta, Pan Gu mengerut karena melihat adegan yang tidak di harapkan olehnya.
__ADS_1
Sementara Moon Sovereign dan Xing Jianying tercengang melihat itu karena saat ini Ren Yuu sedang mencoba menarik Trident Of Destiny.