Path To God

Path To God
Ch 116. Kekacauan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah dimensi kecil baru tertutup atau lebih masuk akal kalau di katakan dimensi itu sudah hancur.


Pulau Langit, Heavenly Palace


Tetua Agung Yi saat ini sedang memasang wajah mengerikan karena berita itu.


Banyak dari Tetua Heavenly Palace merasa takut dengan aura yang bocor dari tubuh Tetua Agung Yi.


"Apakah yang kau katakan itu benar?!!" Teriak Tetua Agung Yi kepada salah satu Tetua. Itu membuat Tetua itu bergetar keras serta keringatnya bercucuran.


"Ya Tetua Agung, tidak salah lagi. Dan pewaris clan Ren juga tidak tau apakah hidup atau mati karena tidak ada yang menemukannya," jawab salah satu Tetua dengan wajah pucat karena aura menindas dari Tetua Agung Yi.


"Tolong tenang Paman," ucap seorang pria paruh baya kepada Tetua Agung Yi.


"Tenang?! Jika itu kau yang berada di posisiku apakah kau akan tenang Yi Yan?!!" Aura menindas keluar dari tubuh Tetua Agung Yi menuju pria paruh baya bernama Yi Yan yang merupakan keponakannya dan juga Master dari Heavenly Palace.


Yi Yan tetap tenang karena walaupun kekuatan pamannya lebih tinggi, tetap saja Yi Yan mampu menandinginya dalam waktu yang lama.


"Pertama, aku heran dengan Cai'Zi mengapa dia harus melindungi pewaris clan Ren itu. Mereka tidak mempunyai hubungan sama sekali. Itu adalah keputusan bodoh jika menurutku. Aku memang tidak suka dengan anggota clan Chu yang menyerang mereka secara mendadak. Tapi, kenapa harus mengorbankan nyawanya?" Yi Yan membuat spekulasi tentang semua yang terjadi.


Tetua Agung Yi semakin marah karena mendengar itu. Ia muncul di depan Yi Yan.


Bang!!


Tetua Agung Yi tidak memberi ampun sama sekali dan langsung memukul Yi Yan sekuat tenaga.


Bom! Bom! Bom!


Yi Yan yang tidak siap langsung terpental keras menembus semua tembok yang ada sampai keluar dari Heavenly Palace.


Yi Yan yang baru saja berdiri dari bawah tanah merasa pahit karena pamannya memukulnya sekuat tenaga dan tidak mengerti mengapa pamannya seperti itu.


Tetua Agung Yi muncul tidak jauh dari Yi Yan dan menatap keponakannya dengan wajah garang.


"Kau bertanya kenapa dia melakukan itu?"


"Aku ingin bertanya padamu. Kenapa Yi Yun mengorbankan nyawanya untukmu?" Tetua Agung Yi sangat marah karena perkataan Yi Yan sebelumnya.

__ADS_1


Yi Yan tertegun dan marah mendengarnya serta langsung menjawab dengan nada dingin, "karena aku adalah kakaknya!!"


"Muridku juga melakukan hal yang sama sialan!!" Tetua Agung Yi melesat ke arah Yi Yan lagi dan langsung menghajar Yi Yan.


Yi Yan tertegun dan tau apa pokok masalahnya. Yi Yan hanya bisa menelan rasa pahit karena tau dia mengatakan hal yang tabu karena itu juga terjadi padanya.


Lalu pertarungan mereka berakhir dengan kehancuran 1/10 wilayah Heavenly Palace. Tetua Agung Yi dan Yi Yan dalam keadaan terluka parah walaupun tidak mengancam nyawa.


Patriak clan Jiang dan clan Xu serta Master kedua dari Heavenly Palace harus turun tangan untuk menghentikan pertarungan mereka berdua.


Lalu Tetua Agung Yi berkata kepada mereka semua. Jika mereka tidak mau membantu, dia akan pergi seorang diri ke clan Chu untuk bertempur. Tetua Agung Yi sudah menganggap Cai'Zi seperti cucunya sendiri dan pasti akan membalas dendam.


Tidak ada yang tau harus apa saat ini. Karena, jika berperang, korban jiwa akan semakin banyak walaupun mereka tau Heavenly Palace akan menang. Tapi, jika Tetua Agung Heavenly Palace pergi sendirian, sudah di pastikan bahwa dia akan tewas.


Chu Empire


Clan Chu


Saat ini Patriak clan Chu memasang wajah jelek karena berita itu.


Di sisi lain, Tetua Agung clan Chu memasang wajah marah juga karena empat cucunya tewas di tangan pewaris clan Ren dan sangat membenci putrinya Chu An karena terus memburu peninggalan clan Ren.


"Lihat apa yang telah di lakukan oleh cucumu. Mereka sungguh bagus telah mengundang bencana ke dalam clan Chu," ucap Patriak clan Chu dengan nada dingin.


Tetua Agung clan Chu melototi Patriak clan Chu yang merupakan sepupunya dalam darah.


"Apa maksudmu Chu Zo?" Tanya Tetua Agung clan Chu dengan wajah dingin dan amarah besar.


"Apa kau semakin pikun setelah semakin tua Chu En?" Chu Zo bertanya balik ke arah Chu En dengan nada dingin.


Tidak ada yang berani berbicara dalam ruangan karena kedua orang terkuat clan Chu sedang saling menatap dengan wajah marah.


Chu En marah mendengarnya tapi tidak menjawab.


"Lebih baik kau membereskan masalah yang di perbuat oleh cucumu," Chu Zo menghilang dari ruangan setelah mengatakan itu.


Chu En semakin marah tapi tidak bisa membantah karena ini memang di sebabkan oleh cucunya. Semua orang tau bahwa jika dua Master, satu Tetua Agung dan dua Patriak clan besar menyerang mereka, sudah di pastikan bahwa clan Chu akan binasa.

__ADS_1


Chu En menghilang dan pergi menuju sekte Pengadilan Surgawi untuk menghajar putrinya karena ini semua juga berkaitan dengan Chu An.


Pulau Langit, clan Mu


Mu Xiandou saat ini sangat marah karena melihat kondisi cucunya.


"Sialan clan Ren. Jika aku bertemu mereka, aku akan memusnahkan mereka tanpa pandang bulu," Mu Xiandou berkata dengan nada dingin dan melihat ke arah Mu Shen yang merupakan Tetua Agung dari clan Mu.


"Kita dalam kesulitan kali ini. Orang itu juga telah lama lepas dari penjara yang kita buat. Sekarang cucunya juga sudah sekuat itu dalam waktu hampir satu tahun. Bagaimana menurutmu Mu Shen?" Tanya Mu Xiandou.


Mu Shen hanya terdiam beberapa saat lalu melihat Mu Xiandou dan berkata, "kirim banyak pasukan memburu pewaris clan Ren dan tangkap dia agar kita bisa mengancamnya. Lalu sewa Aliansi Naga Bayangan seperti terakhir kali kita menjebak mereka."


Mu Xiandou mengangguk dan langsung memerintahkan salah satu Tetua clan Mu untuk mengirim pasukan pencarian serta juga mengirim seseorang menghubungi Aliansi Naga Bayangan.


Sekte Pengadilan Surgawi


Chu An saat ini sedang berduka dengan kematian Long Jie. Lalu Chu An mengirim semua anggota sekte dan bahkan Tetua sekte Pengadilan Surgawi untuk memburu Ren Yuu dengan segala cara.


"Dasar clan Ren sialan. Aku akan memburu kalian Ren Huanran dan Ren Yuu," Chu An berkata dingin. Niat membunuh bocor dari tubuhnya.


Chu An juga mencari keberadaan Chuahua karena ingin mengorek informasi lagi darinya tentang Ren Huanran. Tapi, Chuahua sudah menghilang sejak berada di dimensi kecil baru.


Chu An tidak tau bahwa Chuahua telah melarikan diri karena tau bahwa akan banyak masalah yang terjadi.


Chu An juga tidak tau bahwa clan Chu saat ini semakin membencinya karena insiden pembunuhan Cai'Zi yang tidak pernah nyata.


Sementara di clan Xing, Xing Jian dan Xing Ying berduka karena mengira Xing Jianying sudah tewas atau mungkin di tangkap.


Mereka melakukan banyak pencarian tetapi tidak pernah menemukan keberadaan Xing Jianying.


Sementara di Dragon Sect, Tetua Ye saat ini sedang mengamuk karena mendapatkan berita kematian Ye Mo. Sepeti dugaan, Long Hu menyebarkan bahwa pewaris clan Ren dan Aliansi Pendekar Iblis membunuh Ye Mo bersamaan.


Dan di clan Gong, semua orang mengira Tuan muda clan Gong sudah tewas. Tapi, mereka tidak tau bahwa Gong Da'i di tahan oleh Ren Yuu.


Dan di Frozen Sect, Lan Xiuro mengamuk setiap hari karena di buat pingsan oleh bawahan ayahnya. Master kedua Frozen Sect yang merupakan ayah Lan Xiuro langsung mengurungnya untuk merenungkan perbuatannya.


Ren Yuu tidak tau semua itu dan saat ini sedang bersantai di sebuah desa kecil sambil menikmati pemandangan matahari terbenam bersama Xing Jianying.

__ADS_1


__ADS_2