Path To God

Path To God
Ch 75. Diikuti


__ADS_3

Suasana menjadi canggung sesaat dan Lan Xiuro membuka suara.


"Ren Yuu.. jangan terus perhatikan wanita dingin ini!!"


Mendengar suara Lan Xiuro, Ren Yuu tersadar lalu menoleh dan menatap Lan Xiuro dengan aneh.


"Ada apa Xiuro?"


Lan Xiuro semakin marah karena Ren Yuu tidak sadar sama sekali dengan perbuatannya.


"Kenapa kau terus menatap wanita ini!!" Lan Xiuro berteriak sekeras mungkin dan membuat Ren Yuu heran.


Yang Sun dan Yuan Ni langsung pergi ke sudut karena tidak mau ikut campur karena mereka akan terkena imbasnya lagi.


"Kenapa? Bukankah wajar aku melihat? Apa yang salah dengan menatapnya?" Ren Yuu bertanya berturut-turut karena tidak sadar Lan Xiuro cemburu.


Ren Yuu tidak menganggap memiliki hubungan asmara dengan Lan Xiuro. Itulah sebabnya Ren Yuu terlihat biasa saja terus-menerus.


"Bodoh!!"


Buak!!


Ren Yuu terkena pukulan telak di perutnya dalam sekejap. Ren Yuu yang tidak siap tersedak seketika.


"Kenapa kamu memukulku Xiuro?" Ren Yuu memegang perutnya karena tersedak.


"Hmp! Pikirkan sendiri!" Lan Xiuro langsung pergi dan berharap Ren Yuu memanggilnya. Tapi Lan Xiuro kecewa karena Ren Yuu tidak peduli sama sekali


"Baiklah, kita berpisah di sini." Ren Yuu melambai ke arah Yang Sun dan Yuan Ni sebentar lalu langsung pergi ke arah lain secepat kilat dan tidak terlihat lagi dalam waktu kurang dari sepuluh detik.


Lan Xiuro tertegun karena Ren Yuu menghilang. Lan Xiuro sangat marah karena Ren Yuu pergi dan langsung menatap Yang Sun dan Yuan Ni dengan tatapan maut yang menyiratkan, "kenapa kau tidak menghentikannya pergi?"


Yang Sun dan Yuan Ni tidak bisa berkata-kata melihat tatapan itu dan hanya bisa berkata dalam hati, "kita sudah selesai."


Lalu Lan Xiuro langsung melampiaskan kekesalannya kepada Yang Sun dan Yuan Ni.


Cai'Zi di sisi lain melihat ke arah Ren Yuu pergi dan pergi juga ke arah yang sama. Tentu saja Cai'Zi bisa mengikuti pergerakan Ren Yuu karena Cai'Zi bukanlah kultivator biasa.


Sementara itu di dalam gua sebelumnya tempat Pelahap di lepaskan.

__ADS_1


Dengan lebih dari seratus Kultivator dan banyak dari mereka di Tier Core Formation tahap kesembilan, Pelahap akhirnya di bunuh.


Semua orang masih berdiam diri dan menyembuhkan luka mereka karena pertarungan sengit. Lebih dari setengah dari mereka tewas di lahap oleh Pelahap.


Karena mereka lama berhenti di dalam gua, Pelahap tiba-tiba hidup lagi dan membuat semua orang terkejut. Lalu mereka menyerang bersama-sama lagi.


Mereka merasa heran bahwa itu sangat lemah tiba-tiba.


"Bagaimana bisa makhluk ini hidup lagi?" Tanya seseorang kultivator.


"Jika kau bertanya padaku, lalu pada siapa aku bertanya?" Dengus seseorang di sebelahnya.


"Makhluk ini sangat mengerikan. Ketika dia menyerap kultivator, kekuatannya meningkat," ucap salah satu kultivator.


Wajah semua orang gelap seketika dan mengerti apa maksudnya. Jika makhluk di depan mereka tidak di binasakan, makhluk itu akan tumbuh lebih kuat dari sebelumnya.


"Cepat cari cara membasmi binatang ini!!" Teriak seseorang dan lebih dari 40 kultivator yang tersisa mencoba segala cara membasmi Pelahap.


Mereka terus bereksperimen di tubuh Pelahap. Ketika mereka mencoba api yang panas, mayat Pelahap menggeliat karena takut. Semua orang tersenyum melihat ini.


"Ayo bakar makhluk jadi-jadian ini sampai menjadi abu," ucap seseorang dingin.


"Ini peringatan buat kalian semua. Jika kalian bertemu makhluk seperti ini, bakar jenazahnya jika kau mengalahkannya. Jika tidak, bencana akan tiba karena makhluk ini bisa terus bertambah kuat dengan melahap lawannya," seseorang memperingkatkan.


Semua orang mengangguk setuju dan mulai pergi keluar dari gua. Mereka akan menyebarkan berita tentang makhluk upnormal kepada semua orang agar berhati-hati dengannya ketika bertemu.


Ren Yuu sama sekali tidak tau tentang kejadian itu.


Ren Yuu terus bergerak ke arah lain secara acak dan tentu saja bukan ke arah lembah. Setelah hampir setengah perjalanan, Ren Yuu berhenti dan berbalik ke belakang.


"Sampai kapan kamu mengikuti aku, Cai'Zi?" Tanya Ren Yuu lelah. Ren Yuu merasa heran bahwa Cai'Zi mengikutinya terus-menerus.


Cai'Zi muncul dengan wajah datar seperti biasa lalu berkata, "aku tidak mengikutimu.. kebetulan jalur kita sama."


Ren Yuu tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan Cai'Zi. "Tidak bisakah kamu mengambil jalan lain?"


"Kenapa aku harus mengikuti instruksimu?" Tanya Cai'Zi balik.


Wajah Ren Yuu gelap seketika dan bertanya dingin, "apa maumu? Katakan.. jika tidak, ini tidak akan berakhir baik."

__ADS_1


Ren Yuu mengeluarkan kedua Daggernya dan berniat menyerang tapi berhenti ketika mendengar perkataan Cai'Zi.


"Bukan hanya kamu yang bisa melawan orang di tahapan yang jauh lebih tinggi darimu."


Ren Yuu tertegun dan mengerti maksudnya karena memang benar bahwa dia bisa melawan melewati tiga tahap kultivasi dan dengan bantuan God Armor juga.


"Jika orang ini sama atau mendekati seperti aku dalam melewati tahap kultivasi, sudah di pastikan bahwa wanita ini setidaknya setara dengan Oni SiPemenggal," batin Ren Yuu.


"Bisakah kita mencoba?" Tanya Ren Yuu dingin.


"Ya."


Ren Yuu kesal dengan wajah dan jawaban datar dari Cai'Zi dan langsung berbalik meninggalkan Cai'Zi.


Melihat Ren Yuu pergi, sudut mulut Cai'Zi terangkat sedikit dan langsung mengikuti Ren Yuu lagi.


Ren Yuu merasa tidak enak di buntuti oleh seorang wanita terus-menerus.


Ren Yuu hanya mendesah dan memeriksa Menara Adven lagi. Pertarungan mereka belum kunjung berakhir. Masih ada sekitar 30 orang lebih dan mereka semua bersembunyi terus-menerus untuk menyergap lawan.


"Siapa peduli," batin Ren Yuu dan tidak melihat lagi ke dalam Menara Adven.


Lalu Ren Yuu juga memeriksa Artefak Elkaric dengan seksama dengan energi spiritualnya. Kelebihan Artefak adalah, itu bisa bergabung dengan tubuh pemiliknya. Jadi, Ren Yuu tidak perlu mengeluarkan Artefak jika ingin memeriksanya.


Ketika memeriksa Artefak Elkaric, Ren Yuu tau bahwa Artefak ini sangat bagus. Walaupun tidak memiliki daya serang, bisa mengunci pergerakan lawan itu adalah hal lain. Bisa membuat penghalang untuk mengurung, untuk pertahanan diri sendiri, memenjarakan orang dan juga menyembunyikan aura seseorang.


"Ini bahkan jauh lebih baik dari teknik penyembunyian dari teknik pendukung yang aku dapat dari warisan," batin Ren Yuu dan sangat bersemangat mendapatkan Artefak yang sangat serba guna kali ini.


Ren Yuu merenung sejenak dan memutuskan. "Lebih baik jika Ying'er yang memakainya karena aura tubuh Ilahinya selalu terpancar yang membuat banyak orang merasakannya dan merasa tertarik pada auranya," batin Ren Yuu.


Ren Yuu tersenyum tipis membayangkan Xing Jianying lagi dan terus bergerak. Ren Yuu tentu saja tidak keberatan memberi sesuatu kepada istrinya. Walaupun mereka belum menikah, Ren Yuu sudah menganggap Xing Jianying istrinya.


Xing Jianying juga sama dengan Ren Yuu.


Ren Yuu menghilang pemikirannya tentang itu saat ini dan terus bergerak ke depan.


Di belakang, Cai'Zi yang mengikuti Ren Yuu dapat merasakan kebahagiaan Ren Yuu dan bertanya-tanya dalam dirinya sendiri apa yang membuat Ren Yuu bahagia.


Cai'Zi terus menatap Ren Yuu dari belakang. Setelah beberapa saat, Cai'Zi menggelengkan kepalanya dan terus mengikuti Ren Yuu.

__ADS_1


__ADS_2