Path To God

Path To God
Ch 105. Masa Lalu : Kakak Dan Adik


__ADS_3

Keesokan harinya keluarga Ren Yuu membawa Cai'Zi ke panti asuhan untuk meminta izin adopsi.


Ketika tiba di sana, Ren Douzi dan Feng Xuer berbicara kepada pengurus panti asuhan. Ren Yuu dan Cai'Zi menunggu di luar. Cai'Zi merasa gugup dari waktu ke waktu tentang apa yang Ren Douzi dan Feng Xuer bahas dengan pengurus panti asuhan.


"Kami akan mengadopsi Cai'Zi," Ren Douzi tidak membuang waktu dan berbicara kepada wanita tua di depannya.


"Apakah kamu yakin? Cai'Zi sangat sulit di urus." Pengurus panti asuhan memperingatkan dan melanjutkan, "aku tidak tau harus apa lagi. Aku tidak membenci anak itu. Tapi, seluruh penghuni panti asuhan ini membencinya. Cai'Zi tidak bisa melakukan hal sepele dengan benar dan nafsu makannya..." Pengurus panti asuhan mendesah dan tidak melanjutkan kata-katanya.


"Kami sudah tau hal itu. Tapi, kami tetap akan mengadopsinya. Dan, aku ingin bertanya tentang asal-usul Cai'Zi yang tersisa," Ren Douzi langsung ke intinya karena ingin tau sejarah Cai'Zi.


Pengurus panti asuhan merenung sejenak lalu berkata, "4 tahun lebih yang lalu, seorang pria dengan jubah hitam tiba di panti asuhan. Dia sangat aneh dan tiba-tiba muncul di dalam kamarku."


"Dia hanya berkata dengan nada dingin bahwa aku harus merawatnya dengan segala cara dan jangan biarkan Cai'Zi menderita. Orang itu meninggalkan banyak Tael Emas hanya untuk mengurus Cai'Zi hingga waktunya tiba."


"Aku tidak tau apa maksudnya dengan sampai waktunya tiba. Tapi tidak mungkin aku menolak karena ini memang tempat penampungan anak yang di buang."


"Ketika aku bertanya nama anak di dalam gendongannya, pria itu hanya berkata, namanya adalah Cai'Zi. Dan jangan pernah menambah nama depan apapun padanya walaupun mungkin dia di adopsi. Hanya itu permintaan pria itu dan memberikan Cai'Zi kepadaku yang masih berumur sekitar 3-4 bulan."


"Setelah itu, pria itu menghilang secara misterius dan itu membuatku sangat takut," wanita tua itu sedikit bergetar di tubuhnya karena merasa pria itu bukan manusia.


Ren Douzi dan Feng Xuer saling memandang karena tau itu adalah seorang kultivator yang handal. Hanya orang-orangn yang berada di Nascent Soul ke atas yang mampu melakukan itu. Jika masih di Tier Gold Core, orang itu harus keluar melalui pintu atau menghancurkan sesuatu yang menghalanginya.


Ren Douzi dan Feng Xuer merasa itu wajar bahwa masyarakat tidak mengetahui tentang kultivator karena perjanjian sekitar 300 tahun yang lalu.


"Apakah pria itu meninggalkan sesuatu yang lain?" Tanya Ren Douzi serius.


"Tidak ada," jawab pengurus panti asuhan setelah berpikir sejenak.


Ren Douzi menghela nafas karena mungkin ada sesuatu yang besar tentang Cai'Zi. Feng Xuer juga mengerti akan hal itu. Mereka berdua saling memandang satu sama lain dan mengambil keputusan.


"Kami akan tetap mengadopsi Cai'Zi. Jika memang ada yang menjemputnya suatu hari nanti, kami akan menyerahkan Cai'Zi kepadanya," akhirnya Ren Douzi mengambil keputusan.

__ADS_1


Pengurus panti asuhan hanya mengangguk dan tidak berkomentar lagi. Lalu mereka mengurus semua hal tentang pengadopsian karena mereka harus mengikuti aturan yang ada di masyarakat.


Setelah selesai, Ren Douzi dan Feng Xuer kembali ke tempat Ren Yuu dan Cai'Zi menunggu. Cai'Zi sangat gugup dari waktu ke waktu karena takut bahwa dia akan tetap di panti asuhan yang membuatnya menjadi bahan bully-an bagi semua anak-anak.


Feng Xuer jongkok di depan Cai'Zi sambil mengacak-acak rambut Cai'Zi.


"Mulai sekarang, kamu harus memanggil kami ayah dan ibu oke? Dan Yuu'er akan menjadi kakakmu mulai sekarang," ucap Feng Xuer sambil tersenyum.


Ren Yuu merasa bersemangat karena mendapat adik baru dan bukan teman. Ren Yuu selalu ingin mempunyai adik dan sesekali Ren Yuu akan mendesak Ren Douzi dan Feng Xuer walaupun Ren Yuu tidak mengerti bagaimana proses mendapatkan adik.


Cai'Zi tertegun dan langsung menangis dalam sekejap, "benarkah? Apakah aku..." Kata-kata Cai'Zi di potong oleh Feng Xuer.


"Tentu saja benar, ayo panggil ibu," Feng Xuer berkata selembut mungkin.


"Ibu..." Bisik Cai'Zi sambil menangis dan Feng Xuer memeluknya. Cai'Zi menangis karena sangat bahagia dia akan memiliki orang tua sekarang.


Cai'Zi tidak mau berpisah dan terus menangis di pelukan Feng Xuer. Feng Xuer menggendongnya dan mencoba menenangkan Cai'Zi.


Ren Douzi hanya tersenyum melihat tingkah laku Ren Yuu lalu melihat ke arah Feng Xuer yang masih menggendong Cai'Zi dan berkata, "ayo, kita membeli pakaian terlebih dahulu untuk Cai'Zi."


Feng Xuer hanya mengangguk dan mereka semua pergi ke tempat penjualan pakaian untuk membeli pakaian untuk Cai'Zi.


Bagi Ren Douzi dan Feng Xuer, Tael tidak terlalu penting karena mereka memiliki sangat banyak dari itu.


Itu bisa menghidupi keluarga besar selama puluhan tahun atau mungkin mencapai 100 tahun. Walaupun Ren Douzi dan Feng Xuer sudah lumpuh, mereka masih memiliki kekuatan sebanding dengan Xiantian. Jadi, semua benda berharga mereka berada di cincin ruang kecuali peninggalan clan Ren.


Ren Douzi sengaja menaruh itu di dalam gudang karena mungkin suatu hari nanti ada terjadi musibah menimpa mereka.


Setelah sampai di tempat penjualan pakaian dan barang-barang lainnya, Feng Xuer menurunkan Cai'Zi dari pelukannya. Lalu mereka memilih banyak pakaian yang sesuai untuk Cai'Zi. Cai'Zi merasa gugup karena ayah dan ibu angkatnya membeli banyak pakaian untuknya.


Lalu Ren Yuu berkeliling dengan semangat seperti biasa mencari sesuatu yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


Ketika tiba di toko aksesoris, mereka masuk juga untuk mencari sesuatu yang menarik minat mereka.


Ketika di dalam, Ren Yuu melihat banyak aksesoris yang bagus dan matanya tertuju pada satu kalung biasa yang begitu sederhana.


Kalung itu terbuat dari bahan anyaman kulit hewan dan memiliki ornamen dengan desain huruf Y dan Z saling tumpang tindih.


Mata Ren Yuu berbinar melihat itu dan ingin membelinya untuk adik barunya.


"Ibu... Aku ingin yang ini!" seru Ren Yuu sambil menunjuk kalung sederhana.


Ren Douzi dan Feng Xuer melihat kalung itu dan mengerti mengapa Ren Yuu menyukainya. Lalu mereka membeli kalung itu dan Ren Yuu langsung menghampiri Cai'Zi yang masih gugup dari waktu ke waktu.


"Cai'Zi... Lihat!! Aku membeli sesuatu untukmu!" Ren Yuu berseru dan tiba di depan Cai'Zi.


Lalu Ren Yuu menunjukkan kalung itu sambil tersenyum lebar. Cai'Zi melihat kalung itu dengan seksama dan tidak mengerti awalnya.


Tapi Ren Yuu langsung berbicara, "lihat? Ini ada huruf Y yang berarti Yuu dan Z berarti Zi. Ini hadiahku untuk Zi kecil, adik baruku."


Ren Yuu bersemangat seperti biasa dan Cai'Zi merasa senang dan langsung memeluk Ren Yuu.


"Terima kasih, kakak..." Cai'Zi menangis lagi karena merasa hari-harinya akan di penuhi oleh kebahagiaan jika tinggal bersama keluarga barunya.


"Jangan menangis lagi oke," Ren Yuu mencoba menenangkan Cai'Zi layaknya seorang kakak.


"Umm," Cai'Zi menganguk dan menghapus air matanya setelah melepas pelukan.


Lalu Ren Yuu memasangkan kalung ke leher Cai'Zi.


"Itu terlihat bagus kamu memakainya," ucap Ren Yuu sambil tersenyum lebar.


"Ya, ini sangat bagus," Cai'Zi terus memandangi kalung di lehernya dan menganggap kalung itu sebagai harta Karun pertamanya.

__ADS_1


Ren Douzi dan Feng Xuer hanya tersenyum melihat interaksi kedua bersaudara itu.


__ADS_2