
Pria tua itu melihat Cai'Zi sudah selesai melakukan pembantaian dan tersadar. Lalu Cai'Zi memeriksa Ren Yuu yang tidak sadar sambil menangis keras.
Pria tua itu tersenyum licik melihat itu dan perlahan mendekati Cai'Zi yang berusaha untuk membawa Ren Yuu kembali ke rumah.
"Ada apa gadis kecil?" Tanya pria tua itu.
Cai'Zi berhenti sejenak dan berkata sambil memohon, "tolong kakakku, tolong selamatkan kakakku..."
Cai'Zi sudah tidak menggunakan Royal Bloodline miliknya dan tidak memiliki kekuatan bahkan untuk mengangkat Ren Yuu.
"Oh? Tentu aku bisa. Tapi, kamu harus ikut denganku jika aku menyelamatkannya. Bagaimana menurutmu?" Tanya pria tua licik itu.
Cai'Zi tertegun dan tidak tau harus apa, "nanti ayah dan ibu akan marah jika aku pergi meninggalkan rumah," Cai'Zi terus menangis sambil memeluk Ren Yuu dan menatap pria tua itu dengan wajah memohon.
Pria tua itu hanya santai dan berkata, "bagaimana jika orangtuamu setuju aku membawamu? Jika itu terjadi, aku akan menyelamatkan kakakmu."
"Ya, ya, jika ayah dan ibu tidak marah, aku akan ikut. Tapi tolong selamatkan kakakku terlebih dahulu," Cai'Zi langsung setuju begitu saja.
Pria tua itu tersenyum dan mulai menyalurkan energi mendalamnya ke arah Ren Yuu. Lukanya perlahan menutup sedikit lalu pria tua itu mengambil pil dari cincin penyimpanan miliknya dan menaruhnya di dalam mulut Ren Yuu.
Pria tua itu langsung melelehkan pil agar masuk ke dalam tubuh Ren Yuu.
"Sudah selesai, kakakmu akan baik-baik saja setelah ini. Ayo kita pergi ke rumahmu. Aku akan bertanya kepada orangtuamu," ucap pria tua itu sambil tersenyum.
Cai'Zi mengatupkan giginya karena sebenarnya tidak ingin pergi dari sisi Ren Yuu apapun yang terjadi. Tapi Cai'Zi tidak tau harus apa karena sudah berjanji.
"Di mana kalian tinggal?" Tanya pria tua itu.
Cai'Zi hanya menunjuk ke arah tertentu sambil terus memeluk Ren Yuu.
Pria tua itu mendesah dan mengangkat Cai'Zi dan Ren Yuu. Cai'Zi tertegun karena mereka berdua melayang di udara dan merasa takut sekarang.
Sedetik kemudian mereka berpindah dalam sekejap dan berhenti sejenak.
"Di mana?" Tanya pria tua itu lagi.
__ADS_1
Cai'Zi sudah takut karena melihat apa yang di lakukan pria tua itu.
"Apa yang kamu inginkan? Jika kamu ingin menyakiti keluargaku, aku tidak akan pernah mau ikut denganmu."
Pria tua itu berkedut mendengar perkataan Cai'Zi dan berkata, "aku tidak punya niat apapun. Kamu akan tau ketika sampai di rumahmu dan aku tidak akan menyakiti keluargamu."
Cai'Zi masih merasa waspada dan mencoba mencari tau apakah pria tua itu berbohong atau tidak.
Pria tua itu dengan sabar menunggu karena jika memaksa seseorang menjadi seorang murid, suatu hari murid itu akan menusuknya dari belakang.
Cai'Zi kemudian menunjuk ke arah rumah mereka karena Cai'Zi merasa pria tua itu berbahaya. Cai'Zi baru saja menyaksikan kekuatannya sendiri ketika membantai enam anak. Cai'Zi merasa tidak bersalah sedikitpun dan pria tua di depannya mampu melakukan hal yang mustahil dan membuat Cai'Zi sedikit takut bahwa dia akan menyakiti Ren Yuu serta keluarganya jika tidak menurut.
Pria tua itu tersenyum lalu membawa Ren Yuu dan Cai'Zi ke depan rumah.
Ketika tiba di depan rumah, Cai'Zi langsung mengangkat Ren Yuu ke dalam sambil berteriak, "ayah, ibu... Kakak terluka!!"
Pria tua itu hanya menunggu sejenak lalu terkejut dengan siapa yang keluar dari rumah.
"Ada apa Cai'Zi?" Tanya Ren Douzi lalu melihat keadaan Ren Yuu. Ren Yuu sudah stabil walaupun banyak darah yang lengket. Lalu Ren Douzi melihat ke arah pria tua dengan wajah mengerut.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini Ren Douzi. Dan untuk pertanyaanmu, akulah yang menyelamatkan putramu," jawab pria tua itu pelan.
Cai'Zi gugup karena pria tua itu mengenal ayahnya.
Ren Douzi mengangkat Ren Yuu dan membawanya ke dalam sambil berkata, "lebih baik kau berkata jujur, ayo masuk."
Cai'Zi takut melihat ekspresi ayahnya dan ikut masuk ke dalam mengikuti Ren Douzi dari belakang.
Pria tua itu mendesah karena merasa akan merepotkan berbicara dengan Ren Douzi lalu mengikuti ke dalam juga.
Feng Xuer langsung memeriksa Ren Yuu juga dan merasa tenang bahwa Ren Yuu baik-baik saja dan langsung menaruhnya di kamar.
"Silahkan duduk!" Ren Douzi berkata dingin dan tidak memberi wajah sama sekali.
Pria tua itu tau bagaimana sifat Ren Douzi dan merasa tidak masalah.
__ADS_1
"Apa yang di inginkan dari Tetua Agung Heavenly Palace datang kemari?" Tanya Ren Douzi langsung ke intinya.
Pria tua yang merupakan Tetua Agung Heavenly Palace melihat ke arah Cai'Zi yang duduk di pangkuan Feng Xuer dan berkata, "aku ingin membawa putrimu menjadi muridku."
Ren Douzi dan Feng Xuer tertegun sejenak lalu mengerut. Cai'Zi tidak tau apa artinya tapi Cai'Zi tau bahwa ayah dan ibunya mengenal pria tua di depan mereka.
"Kenapa?" Tanya Ren Douzi agak melunak sedikit karena itu memang kesempatan bagi Cai'Zi juga. Ren Douzi dan Feng Xuer tau bahwa Cai'Zi tidak sesederhana kelihatannya semenjak perkataan pengurus panti asuhan tentang orang yang membawa Cai'Zi ke panti asuhan.
Melihat Ren Douzi agak melunak, Tetua Agung Heavenly Palace perlahan menjelaskan, "aku tau bahwa dia adalah anak angkat kalian karena Bloodline miliknya tidak sama dengan kalian. Apa kamu tidak tau bahwa dia memiliki Royal Bloodline?"
Ren Douzi dan Feng Xuer mendesah karena sudah menduga bahwa Cai'Zi memang memiliki Bloodline dengan hanya nutrisi yang di butuhkan oleh tubuhnya.
"Cai'Zi, temani kakakmu sebentar oke?" Ucap Feng Xuer pelan.
Cai'Zi langsung mengangguk dan pergi ke kamar menemani Ren Yuu walaupun ingin tau apa arti kata-kata mereka.
Tapi, Cai'Zi lebih ingin menemani kakaknya dari pada mendengar percakapan mereka.
"Aku sudah menduga itu, pak tua Yi." Ren Douzi mendesah dan tidak tau harus apa karena Ren Yuu dan Cai'Zi memiliki Bloodline yang hebat.
Walaupun Ren Douzi tidak tau Bloodline seperti apa yang di bangkitkan oleh Ren Yuu, mereka tau itu adalah sesuatu yang luar biasa karena sewaktu Ren Yuu lahir terjadi fenomena aneh dan membuat mereka akhirnya di buru.
"Biarkan aku membawa putri kalian, aku akan melatihnya selama 10 tahun setelah itu putri kalian akan memilih apakah dia ingin berkultivasi atau tidak," pak tua Yi membuat proposal kepada Ren Douzi.
"Kau tau pak tua, mereka sangat sulit di pisahkan." Ren Douzi berhenti sejenak lalu melanjutkan, "apa kau bisa memberi tau Royal Bloodline apa milik Cai'Zi?"
"Aku tidak tau. Tapi, ketika aku melihat Royal Bloodline putrimu terbangun, kekuatannya meningkat drastis. Aku belum pernah melihat Royal Bloodline yang begitu kuat sebelumnya." Pak tua Yi hanya berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Ren Douzi dan Feng Xuer saling memandang karena sudah yakin dengan spekulasi mereka tentang identitas Cai'Zi.
"Lebih baik kau memikirkan kembali tentang itu pak tua. Cepat atau lambat Cai'Zi akan di jemput oleh seseorang dan kemungkinan itu bukanlah sesuatu yang sederhana." Ren Douzi memperingkatkan.
Pak tua Yi mengerut mendengarnya dan merasa identitas Cai'Zi tidak sesederhana itu.
"Aku akan tetap membawanya," pak tua Yi membuat keputusan karena merasa sangat sayang bahwa Cai'Zi tidak berkultivasi.
__ADS_1