
Aura ganas dan di penuhi kesedihan merembes keluar dari tubuh Ren Yuu.
Di sekitar Ren Yuu mulai bermunculan banyak Dagger panjang. Dagger itu berwarna hitam legam dan memiliki desain unik untuk jenis Dagger dan motif berwarna emas walaupun hanya terlihat samar.
Aura gelap menyebar ke segala arah dalam jumlah yang sangat besar. Langit juga menjadi gelap karena aura kegelapan yang keluar dari tubuh Ren Yuu dan Daggernya.
Ren Yuu terus menangis karena merasa sangat terpukul. Jika dia tau bahwa orang yang selama ini di sebelahnya adalah adiknya, dia tidak akan meninggalkannya dan pasti akan melindunginya selalu.
Tapi, sayangnya kebenaran terungkap dengan cara lain.
Sambil menagis keras, Ren Yuu membayangkan masa lalunya dengan adiknya.
Flashback 12 tahun yang lalu
Kota Baisha
Di tahun ini Ren Yuu baru saja menginjak usia 5 tahun.
Di malam hari, di sebuah rumah kecil tiga individu sedang merayakan pesta ulang tahun kecil-kecilan untuk Ren Yuu.
Tiga individu itu adalah Ren Yuu dan kedua orangtuanya.
"Selamat ulang tahun sayang," ucap Feng Xuer sambil memeluk Ren Yuu sambil tersenyum hangat.
"Terima kasih ibu," Ren Yuu memeluk balik ibunya dan setelah itu pelukan mereka berakhir.
"Selamat ulang tahun Yuu'er," ucap Ren Douzi sambil memeluk Ren Yuu juga. Ren Yuu juga langsung memeluk ayahnya sambil berkata, "terima kasih ayah."
Setelah pelukan berakhir, Ren Douzi bertanya, "apa yang kamu inginkan untuk hadiah ulang tahunmu yang kelima nak?"
Ren Yuu kecil merenung dan berpikir keras tentang apa yang di inginkan olehnya.
Ren Douzi dan Feng Xuer geli melihat Ren Yuu kecil yang sedang berpikir keras dan mereka berdua tersedak mendengar permintaan Ren Yuu.
"Aku ingin adik kecil," ucap Ren Yuu dengan wajah serius.
"Uhuk.. uhuk.. Yuu'er, kenapa kamu ingin adik kecil?" Tanya Ren Douzi setelah membuat batuk palsu.
"Tentu saja karena aku ingin punya adik. Apakah itu tidak boleh ayah?" Tanya Ren Yuu dengan mata anak anjing ke arah Ren Douzi kemudian ke arah Feng Xuer.
__ADS_1
Ren Douzi dan Feng Xuer tidak tau harus bagaimana bereaksi terhadap permintaan Ren Yuu.
"Bisakah kamu meminta hal yang lain sayang?" Tanya Feng Xuer dengan nada canggung.
Ren Yuu kecil cemberut karena permintaannya tidak di penuhi dan hanya diam dengan wajah sedih.
Ren Douzi mengehela nafas dan melihat ke arah Feng Xuer. Feng Xuer juga tidak tau bagaimana merespon karena suatu sebab, mereka berdua memang tidak bisa.
"Baiklah, jika ibu bisa, ibu akan memberi adik suatu hari nanti oke?" Feng Xuer mengacak-acak rambut Ren Yuu yang berwarna abu-abu dengan penuh kasih.
"Benarkah?" Mata Ren Yuu berbinar terang dengan perkataan Feng Xuer.
"Iya sayang..." Jawab Feng Xuer sambil tersenyum.
"Hehehe, aku tau kalau ibu adalah yang terbaik," Ren Yuu tersenyum besar dan menampilkan giginya yang berwarna putih dan ada beberapa lubang karena giginya ompong dan belum tumbuh lagi.
Ren Douzi dan Feng Xuer hanya bisa tersenyum walaupun mereka merasa sedih juga berjanji sesuatu yang tidak bisa mereka kabulkan.
Waktu terus berlalu dan satu bulan setelah Ren Yuu merayakan ulang tahunnya.
Ren Yuu saat ini sedang bermain bersama dengan beberapa anak seusianya di sebuah lapangan luas.
Tapi, sayangnya Ren Yuu tidak begitu mahir dengan permainan itu dan membuatnya di keluarkan dari permainan.
"Ren Yuu... Lebih baik kamu tidak ikut bermain lagi. Jika kamu ikut, kami akan selalu kalah," satu anak membuat keluhan ke arah Ren Yuu.
"Tapi..." Ren Yuu ingin berbicara tapi di bantah oleh anak lainnya.
"Itu benar, jika kau tidak bisa bermain, lebih baik kau tidak ikut karena membuat kami kalah," sambung seorang anak lainnya karena tidak puas juga dengan kinerja Ren Yuu.
Ren Yuu hanya menunduk dan keluar dari permainan. Ren Yuu duduk di sisi lain yang agak jauh dari permainan dan menatapnya dengan iri karena ingin ikut bermain juga.
Ren Yuu hanya bisa diam dan setelah hari mendekati sore, Ren Yuu pergi dari sana karena tidak ada yang mau bermain dengannya.
Sambil memasang wajah sedih, Ren Yuu berjalan ke arah bukit di dekat rumahnya. Itu tidak terlalu jauh dan tidak sampai 10 menit, bukit itu bisa di datangi dari rumah Ren Yuu.
"Kenapa tidak ada yang mau bermain denganku?" Ren Yuu berbisik sambil berjalan ke arah bukit.
Bukit ini merupakan tempat yang sering di datangi oleh Ren Yuu dan ibunya ketika sore hari tiba setelah Ren Yuu pulang bermain.
__ADS_1
Tapi kali ini Ren Yuu hanya pergi sendirian karena merasa sedih. Ren Yuu tidak ingin ibunya sedih juga karena melihatnya bersedih.
Walaupun masih kecil, Ren Yuu sudah berpikiran lebih dewasa dari anak seusianya.
Sewaktu di dalam perjalanan, Ren Yuu melihat beberapa anak sedang menindas satu anak.
Ren Yuu tidak senang dengan perlakuan mereka dan menuju ke arah mereka untuk menghentikan perbuatan mereka kepada anak itu.
"Dasar jelek, rakus, tidak bisa apa-apa. Aku heran kenapa ibu besar masih memelihara anak ini!" seorang anak yang lebih tua 1 tahun dari Ren Yuu mendengus sambil mendorong anak di depannya sampai terjatuh.
"Ya, aku juga tidak mengerti mengapa dia masih tinggal di panti asuhan kita. Anak ini hanya membuat kita repot saja dengan membereskan semua kekacauan yang di buat olehnya!" sambung anak yang satu lagi berumur sekitar 7 tahun sambil menendang anak yang terjatuh.
"Ayo kita hajar saja dia. Aku juga terkena masalah dan harus mengangkat semua buah yang menjadi tugasnya!" sambung satu anak lagi berusia 5 tahun sambil melempar bola lumpur tepat ke wajah anak itu juga.
"Aku minta maaf..." gadis kecil itu terisak sedikit dan meneteskan air matanya.
"Hei anak jelek, apa kau tau bahwa para perawat sudah bosan melihatmu? Mereka sudah lama ingin mengusirmu dari panti asuhan itu karena kau hanya menjadi beban!" Teriak anak berumur 7 tahun.
Gadis kecil itu membeku mendengarnya dan hanya bisa meneteskan air mata seperti air terjun karena berpikir bahwa dia akan di usir.
Gadis kecil itu adalah Cai'Zi berumur 4 1/2 tahun.
Cai'Zi terus menangis karena tidak bisa menahannya. Lalu ketiga anak itu melempari Cai'Zi dengan lumpur karena merasa kesal dengan Cai'Zi.
"Hentikan!!" Ren Yuu berteriak keras dan bergerak ke depan Cai'Zi yang di tindas oleh ketiga anak.
Cai'Zi yang hanya bisa berlindung dengan tangannya, tertegun karena seseorang membelanya.
Cai'Zi melihat ke arah punggung Ren Yuu dengan tatapan tidak percaya karena merasa sesuatu yang aneh di dalam hatinya.
Itu adalah perasaan hangat yang tidak pernah di rasakan olehnya. Setiap hari dia hanya di tindas oleh semua anak di panti asuhan dan tidak ada yang mau membelanya.
"Kau siapa?" Tanya ketiga bocah itu bersamaan.
Ren Yuu memasang wajah marah sambil berkata, "aku Ren Yuu, dan aku tidak akan membiarkanmu terus menggangunya!"
Cai'Zi tertegun dan berbisik pelan, "Ren Yuu..."
Ini adalah pertemuan pertama antara adik dan kakak yang saling menyayangi.
__ADS_1