
Ren Yuu langsung membawa Xiao Xiao ke dalam Dimensional Life untuk beristirahat. Sesampainya di dalam Dimensional Life, ia langsung membersihkan seluruh luka di tubuh Xiao Xiao.
Ren Yuu perlahan membuka seluruh pakaian Xiao Xiao untuk mengobatinya. Xiao Xiao yang merasakan seluruh tubuhnya di sentuh oleh Ren Yuu, memerah seketika.
"Jangan pikirkan hal-hal aneh Xiao Xiao. Kita akan melakukannya di kemudian hari." Goda Ren Yuu sedikit yang membuat Xiao Xiao semakin memerah.
Setelah membersihkan seluruh luka Xiao Xiao, Ren Yuu langsung mengoleskan saleb walaupun mungkin hanya akan memiliki sedikit efek. Walaupun begitu, itu tetap saja membantu.
Setelah selesai, Ren Yuu memakaikan pakaian baru untuk Xiao Xiao.
Xiao Xiao terus menunduk karena Ren Yuu baru saja melihat seluruh tubuhnya tanpa busana dan menyentuhnya di sana sini.
Melihat itu, Ren Yuu mendesah. Bukan waktunya untuk memikirkan hal tersebut karena masih banyak hal yang harus di lakukan.
Ren Yuu menghampiri Xiao Xiao lalu menyentuh kedua pipinya. Ia mencium bibirnya perlahan yang membuat Xiao Xiao membeku.
Tapi Ren Yuu hanya melakukannya sesaat.
Xiao Xiao semakin memerah karena itu.
"Jangan malu seperti itu. Kita sudah menjadi suami istri." Ucap Ren Yuu sambil tersenyum.
Xiao Xiao tersadar dan langsung mengangguk tapi masih memiliki rona merah di pipinya.
"Berapa lama aku pergi ke tempat tersebut Xiao Xiao?" Tanya Ren Yuu penasaran.
"Hampir sebulan." Jawab Xiao Xiao dengan suara seperti nyamuk.
Ren Yuu berkedut mendengar suara Xiao Xiao yang malu-malu tapi terkejut karena itu mencapai sebulan. Ia merasa itu tidak sampai seminggu.
"Apa ada perbedaan waktu di sana dan di luar?" Batin Ren Yuu dan merasa itu mungkin.
Ren Yuu mendesah lalu memeluk Xiao Xiao lagi. Ia tau bahwa Xiao Xiao menjaga tempat tersebut karena ia belum kembali. Dan hasilnya adalah pertarungan yang sangat panjang.
Ia sekarang mengerti mengapa Xiao Xiao menangis ketika ia keluar dari tempat itu.
Ren Yuu menarik Xiao Xiao ke pinggiran danau. Ia kemudian duduk dan menaruh kepala Xiao Xiao di pangkuannya.
__ADS_1
"Istirahatlah. Aku akan menunggu sampai kamu pulih lalu kita akan pergi ke Sea God Palace." Ucap Ren Yuu sambil membelai kepala Xiao Xiao.
Xiao Xiao tentu saja sangat senang dengan perlakuan Ren Yuu. Ia langsung tertidur karena kelelahan selama hampir sebulan terakhir.
Ren Yuu menatap Xiao Xiao yang tertidur dengan senyum kecil. "Aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi." Bisik Ren Yuu sambil membelai kepala Xiao Xiao yang sedang tertidur. Ia tidak akan lupa perkataan ibunya untuk tidak membuat Xiao Xiao menderita.
Ren Yuu kemudian bermeditasi juga menunggu Xiao Xiao selesai beristirahat.
2 hari kemudian
Xiao Xiao terbangun dari tidurnya dan merasa baikan. Ia melihat ke arah Ren Yuu yang sedang bermeditasi. Ia kemudian mengingat kembali bahwa Ren Yuu menciumnya yang membuat pipinya memerah.
Ia terus menatap Ren Yuu dengan seksama karena ia sangat jarang menatapnya sedekat itu dalam waktu yang lama.
Jika itu saat di luar, Xiao Xiao malu menatap Ren Yuu dengan seksama.
Tidak sampai 1 jam kemudian, Ren Yuu membuka matanya dan melihat Xiao Xiao di pangkuannya yang terlihat linglung.
"Ada apa Xiao Xiao?" Tanya Ren Yuu yang membuat Xiao Xiao tersadar.
Ren Yuu mendesah melihat Xiao Xiao yang seperti itu. Tapi, itu wajar menurutnya. Sebab, ia tau bahwa baru kali ini Xiao Xiao sering berada di sebelah pria. Sebelumnya Xiao Xiao terus hidup sendirian. Dan dirinya juga tidak lama kemudian menjadi suaminya. Sudah sewajarnya Xiao Xiao akan seperti itu.
"Apakah lukamu sudah pulih?" Tanya Ren Yuu sambil memeriksa tubuh Xiao Xiao.
"Sedikit lagi. Aku hanya perlu bermeditasi agar lukaku sembuh sepenuhnya." Jawab Xiao Xiao selembut mungkin dengan sedikit rona merah di pipinya.
"Baik. Pulihkan lebih dulu luka-lukamu agar kita pergi." Ucap Ren Yuu sambil membantu Xiao Xiao duduk.
"Umm." Jawab Xiao Xiao menganggukkan kepalanya lalu menutup matanya bermeditasi.
Ren Yuu perlahan berdiri lalu masuk ke dalam pondok bambu. Ia melihat ibunya yang ada di dalam balok es sambil bergumam. "Ibu, aku akan pergi mencari Soul-Purifying Liquid setelah ini. Aku harap itu mampu menyembuhkan ibu."
Ren Yuu membelai balok es tersebut tepat di posisi sekitar wajah Feng Xuer. Ia kemudian mendesah dan masih sedih dengan kejadian tersebut.
Tapi, ia selalu ingat perkataan Xiao Xiao agar tidak bersedih karena ibunya juga akan sedih melihatnya seperti itu.
Ren Yuu kemudian berbalik keluar dari pondok bambu dan tiba di sebelah Xiao Xiao menunggunya selesai bermeditasi.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Xiao Xiao selesai bermeditasi. Ia mengangguk menandakan luka-lukanya sudah pulih.
Ren Yuu langsung membawa Xiao Xiao keluar dari Dimensional Life miliknya. Tujuan mereka saat ini adalah Sea God Palace.
Lalu mereka pergi ke arah Sea God Palace. Waktu untuk mereka pergi ke sana lebih cepat dari sebelumnya karena kultivasi Ren Yuu meningkat pesat.
"Yuu-Yuu, kamu sudah mencapai Immortal Ascension?" Tanya Xiao Xiao kaget karena baru saja sadar kultivasi Ren Yuu meningkat lagi dalam waktu singkat.
"Ya. Aku mendapat panen yang lumayan di dalam sana." Jawab Ren Yuu sambil tersenyum.
Xiao Xiao tentu saja merasa senang kultivasi Ren Yuu naik drastis. Ia juga semakin ingin lebih kuat agar bisa terus membantu Ren Yuu.
Hari berlalu. Ren Yuu dan Xiao Xiao tiba di Sea God Palace.
"Apa semua pasukan yang di kirim untuk mengejar kita ada yang kabur sewaktu kamu bertarung dengan mereka?" Tanya Ren Yuu penasaran karena tidak ada tanda-tanda musuh di dalam Sea God Palace.
"Ya. Ada banyak yang kabur. Tapi, kebanyakan dari mereka adalah Beast Race dengan kultivasi Tier Immortal Ascension tahap keenam ke bawah." Jawab Xiao Xiao setelah berpikir sejenak.
Ren Yuu mengerut karena tau bahwa jika Beast Race yang berhasil kabur tersebut kembali ke King Beast Race, sudah di pastikan bahwa King Beast Race akan menunggu mereka di luar. Ia berpikir apa yang harus di lakukan untuk menghindari King Beast Race.
"Bukan waktunya memikirkan itu. Lebih baik aku mengambil Sea God Palace lebih dulu." Batin Ren Yuu.
"Ayo masuk." Ren Yuu langsung melayang ke dalam Sea God Palace di ikuti oleh Xiao Xiao.
Karena sudah tau di mana letak tempat yang mereka datangi sebelumnya, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mencapai tempat itu.
Sesampainya di sana, Ren Yuu dan Xiao Xiao langsung menghampiri altar.
"Apakah Trisula yang kamu gunakan sebelumnya adalah benda yang di gunakan untuk menggerakkan Sea God Palace?" Tanya Xiao Xiao.
"Itu belum tentu karena Goddess Of The Sea sebelumnya juga memegang Trident Of Destiny di setiap generasi tapi tidak bisa menggerakkan Sea God Palace. Dari perkataan Goddess Of The Sea generasi pertama, aku akan bisa melakukannya karena Heavenly Bloodline Atlantis sebelumnya yang bergabung dengan tubuhku." Ujar Ren Yuu.
Xiao Xiao hanya mengangguk mendengar perkataan Ren Yuu.
Ren Yuu di sisi lain langsung mengeluarkan Trident Of Destiny. Ia berjalan mendekati altar.
"Ayo kita ambil tempat ini."
__ADS_1