
Ren Yuu, Xiao Xiao dan Yu Ling Er bergerak menuju Wuke City. Mereka tidak menggunakan alat transportasi dan hanya terbang karena tidak akan memakan waktu yang lama.
"Paman.."
Ren Yuu melihat ke arah Yu Ling Er. "Ada apa gadis kecil?" Tanya Ren Yuu.
"Terima kasih telah membantuku menerobos Tier Nascent Soul." Ucap Yu Ling Er dengan nada malu-malu.
"Ya." Jawab Ren Yuu datar dan mengalikan pandangannya ke depan lagi.
Melihat Ren Yuu yang tidak terlalu peduli, Yu Ling Er menyerah untuk menyampaikan keinginannya.
Seminggu kemudian
Ren Yuu, Xiao Xiao dan Yu Ling Er tiba di Wuke City.
Wuke City merupakan kota besar dan di kuasai oleh beberapa clan. Dan clan terbesar adalah clan Wuke dan mereka juga membuat nama kota sama dengan clan mereka.
Ren Yuu melihat ke arah kertas yang di beri oleh Yu Ling Er sebelumnya. Di situ di catat di mana orang kediaman individu yang ingin di temui oleh Yu Ling Er.
Kenalan orang tua Yu Ling Er adalah individu yang bergabung dengan clan Wuke. Dia adalah salah satu anggota kuat dari clan Wuke bernama Canghai. Ada banyak kultivator yang bergabung dengan clan Wuke karena mereka adalah penguasa Wuke City.
Tentu saja tujuan mereka saat ini adalah kediaman Canghai untuk melihat apakah benar Canghai bisa membantu Yu Ling Er walau pun Ren Yuu tidak yakin kenalan orang tua Yu Ling Er akan membantunya membereskan seseorang walau pun di bayar.
Di Wuke City, clan Wuke memang terkenal karena banyak dari mereka menjadi pembunuh bayaran. Tidak ada yang tau siapa saja diantara mereka yang menjadi pembunuh bayaran karena identitas mereka saat bertugas sangat sulit untuk di ketahui.
Banyak clan di Wuke City yang bentrok dengan clan Wuke dari zaman dulu tetapi clan Wuke selalu bertahan dan menjadi penguasa Wuke City.
Saat ini Ren Yuu, Xiao Xiao dan Yu Ling Er tiba di depan gerbang kediaman Canghai. Jarak kediaman Canghai dengan clan Wuke tidak terlalu jauh jika di lihat dari peta.
Sesampainya di depan gerbang kediaman Canghai, mereka bertiga di hentikan oleh penjaga gerbang.
"Tahan di sana. Katakan keperluan mu datang ke kediaman Tuan Canghai" Ucap penjaga gerbang.
"Kami ingin bertemu dengan Tuan Canghai." Jawab Ren Yuu.
__ADS_1
Penjaga itu terdiam sejenak lalu melihat Ren Yuu dari atas ke bawah. "Ada keperluan apa?" Tanya penjaga gerbang.
"Ada sesuatu yang ingin kami bahas. Serahkan ini padanya dan dia akan tau." Ren Yuu menyerahkan benda yang di beri oleh Yu Ling Er yang di titipkan oleh ayahnya.
Penjaga itu melihat sebuah batu aneh berwarna hitam dengan banyak ukiran di atasnya. Ia langsung tau apa benda itu karena semua tamu yang datang akan menunjukkan batu seperti itu walau pun warna dan ukirannya berbeda-beda. "Tunggu di sini. Aku akan memberi tau Tuan Canghai terlebih dahulu." Penjaga gerbang tersebut langsung masuk ke clan.
Tidak samapi 20 menit kemudian, seorang pria tua dengan wajah yang lumayan mengerikan tiba di depan gerbang.
Ren Yuu menyipitkan matanya melihat pria tua yang kemungkinan adalah Canghai. Dari aura tubuh Canghai, dia sudah tau bahwa pria tua di depannya sangat berbahaya dan sudah membunuh sangat banyak manusia.
Insting Ren Yuu berkata bahwa Canghai adalah orang yang tidak bisa dipercaya sama sekali.
"Hm? Di mana Yu Ku?" Tanya Canghai heran sambil melihat sekeliling. Ia telah memberi batu tersebut kepada Yu Ku sebelumnya agar ketika Yu Ku datang menemuinya, ia akan segera tau.
Yu Ku adalah ayah dari Yu Ling Er.
"Maaf, apakah anda Tuan Canghai?" Yu Ling Er langsung bertanya buru-buru. Ren Yuu hanya diam di samping karena memang harus Yu Ling Er yang berbicara padanya.
Canghai melihat ke arah Yu Ling Er dengan seksama karena yang bertanya padanya adalah seorang gadis kecil. "Ya. Siapa kamu nona kecil?" Tanya Canghai.
"Aku adalah putri ayah, Yu Ku." Jawab Yu Ling Er cepat tanpa berpikir sama sekali.
"Oh, ternyata putri Yu Ku. Apa yang membawa kamu ke sini? Di mana ayahmu?" Tanya Canghai.
Ren Yuu dan Xiao Xiao mengerut mendengar pertanyaan itu karena clan Yu sudah musnah belum lama. Walau pun Cave Paradise Continent dan Earth Spill Continent sangat jauh, kabar kehancuran clan Yu pasti sudah sampai di telinga beberapa orang berpengaruh di benua lainnya.
Yu Ling Er langsung menangis mendengarnya lalu menceritakan semua yang terjadi.
Canghai memasang wajah serius lalu mendesah. "Ayo kita masuk terlebih dahulu." Ucap Canghai sambil melihat Ren Yuu dan Xiao Xiao.
Karena Ren Yuu dan Xiao Xiao menyembunyikan kultivasi mereka sedalam mungkin, tidak mungkin Canghai bisa melacaknya.
"Apakah kalian pengawal Ling Er?" Tanya Canghai sambil melirik Xiao Xiao dan mengerutkan dahinya. Ia tentu saja bisa merasakan kekuatan tubuh Xiao Xiao walau pun tidak kultivasinya.
Yu Ling Er ingin menjawab tapi lebih dulu di jawab oleh Ren Yuu. "Ya."
__ADS_1
"Oh kalau begitu silahkan masuk." Ucap Canghai dan langsung berbalik.
Yu Ling Er menatap Ren Yuu dengan penuh tanda tanya mengapa Ren Yuu mengaku menjadi seorang pengawal.
"Diam dan biarkan aku ikut!" Perintah Ren Yuu lewat transmisi suara.
Yu Ling Er langsung takut karena nada Ren Yuu sedikit tinggi. Ia langsung mengangguk seperti ayam mematuk biji-bijian.
Melihat sikap Yu Ling Er, Ren Yuu tau bahwa Yu Ling Er harus membangkitkan Bloodline-nya agar tidak menjadi takut hanya karena di bentak.
Sebelumnya saat pertama kali bertemu, Yu Ling Er hampir membangkitkan Bloodline-nya tapi terhenti karena kehadiran Ren Yuu.
Walau pun begitu, tetap saja Yu Ling Er akan kalah jika Ren Yuu dan Xiao Xiao tidak tiba di tempat mereka bertarung.
Lalu mereka masuk ke kediaman Canghai. Ren Yuu mengedarkan energi spiritualnya diam-diam dan menemukan banyak individu yang kemungkinan pengawal Canghai menatap dari bayang-bayang.
"Mencoba untuk bersembunyi dariku?" Dengus Ren Yuu dalam hati. Ia adalah anggota clan Ren dan tentu saja akan familiar dengan sesuatu seperti itu.
Canghai membawa mereka ke sebuah ruangan yang terbilang sangat mewah.
Sesampainya di dalam, Canghai mempersilahkan kelompok Ren Yuu untuk duduk di bantalan.
Beberapa pelayan datang membawa teh kepada mereka.
"Silahkan minum terlebih dahulu." Canghai mempersilahkan Ren Yuu dan Xiao Xiao untuk minum teh aneh.
Ren Yuu mengerutkan dahinya seketika. "Apa maksud dari orang ini memberi kami ini?" Gerutu Ren Yuu di dalam hati karena sudah mencium aroma herbal tertentu untuk melumpuhkan saraf.
"Lapisi teh itu menggunakan energi mendalam agar tidak meresap ke tubuhmu Xiao Xiao. Itu adalah..." Perintah Ren Yuu lewat transmisi suara setelah menjelaskan efek herbal yang di campur di dalam teh.
Mendengar itu, Xiao Xiao ingin merobek Canghai. Tapi ia tetap menurut untuk saat ini.
Ren Yuu dan Xiao Xiao perlahan meminum teh tersebut. Ketika masuk di tenggorokan, mereka langsung menyelimuti teh dengan energi mendalam agar mudah mengeluarkannya kembali.
Melihat itu, Canghai tersenyum kecil lalu berkata. "Baik. Mari kita mulai berbisnis."
__ADS_1