Path To God

Path To God
Ch 44. Ujian Kedua(2)


__ADS_3

Menara Adven


Kehidupan Ren Yuu berjalan dengan lancar dan Ren Yuu sudah lupa dengan semua tentang kultivasi.


Selama lima tahun ini, Ren Yuu menjalani hidup seperti orang normal dengan di penuhi oleh kebahagiaan, canda tawa, dan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Ini adalah kehidupan yang selalu di impikan oleh Ren Yuu semenjak kedua orang tuanya meninggal.


Saat ini Ren Yuu sedang sibuk membantu Feng Xuer memasak di dapur dengan bersemangat. Ren Yuu selalu membantu Feng Xuer karena Ren Yuu sangat mencintai ibunya. Dulu juga Ren Yuu sering membantu Feng Xuer di dapur sebelum kedua orang tuanya di bunuh.


Tiba tiba alat memasak yang di gunakan oleh Feng Xuer untuk membuat api rusak. Feng Xuer mengerut dan melihat Ren Yuu sambil berkata dengan senyum, "Yuu'er, bisakah kamu mengambil alat untuk memperbaiki ini? Ibu menaruhnya di dalam gudang."


"Baik bu," Ren Yuu langsung berlari kearah gudang dan masih mendengar suara ibunya.


"Jangan lupa bawa alat penerangan Yuu'er, di dalam sangat gelap."


"Baik!!" Teriak Ren Yuu kuat sambil mencari alat penerangan agar tidak kesulitan masuk ke dalam gudang.


Ren Yuu mencari di alat penerangan di sekitar tumpukan peralatan yang sering di gunakan oleh keluarganya.


Sambil membongkar kotak yang agak kecil dengan senyum serta semangat yang tinggi, Ren Yuu akhirnya menemukan apa yang di cari olehnya.


"Akhirnya aku menemukanmu."


Ren Yuu langsung menyalakan alat penerangan dan mulai berjalan ke arah belakang rumah dan memasuki tangga kecil yang menuju kearah bawah.


Ren Yuu perlahan berjalan dan melambaikan tangannya karena ada beberapa sarang laba laba di sekitar lorong.


"Sepertinya aku harus membersihkan ini nanti," bisik Ren Yuu sambil terus berjalan dan akhirnya tiba di pintu kecil. Ren Yuu langsung membuka gudang penyimpanan dan menjulurkan alat penerangan ke dalam untuk memeriksa apakah ada yang menghalangi jalan atau tidak.


Melihat di depannya agak kosong, Ren Yuu perlahan masuk dan mulai melihat sekeliling untuk mencari alat yang di suruh oleh Feng Xuer.


Ren Yuu mulai memeriksa barang satu persatu dari pinggir sampai ke dalam ruangan.


Tiba tiba mata Ren Yuu terfokus kearah kotak sebesar 30cm persegi dan penasaran kotak apa itu. Ren Yuu perlahan membuka kotak itu.


Ren Yuu mendekatkan alat penerangan untuk melihat isi kotak itu dan terkejut bahwa kota itu hanya memiliki kertas di dalamnya. Karena penasaran, Ren Yuu mengambil kertas dan membacanya.


"Ini adalah warisan yang aku tinggalkan untuk penerus clan Ren."


Ren Yuu membaca itu dan bingung lalu melihat ke kotak lagi dan tidak apa apa di dalam.


"Clan Ren? Kenapa itu seperti familiar?"


Ren Yuu merenung dan melihat bahwa kotak memiliki sisi lain yang di tutupi oleh kayu. Ren Yuu menaruh tangannya kedalam kotak dan menekan kebawah.


Kayu itu perlahan berbalik dan ternyata ada barang yang di simpan di dalam. Karena penasaran, Ren Yuu mencoba meraih sisi lain kotak dan meraba raba dengan tangannya.


Ren Yuu menyentuh kotak kecil dan perlahan menariknya. Ren Yuu yang sudah mengambil kotak kecil itu langsung mendekatkan kotak itu ke alat penerangan.

__ADS_1


Kotak itu hanya berdiameter sekitar 6cm. Ren Yuu memperhatikan kotak itu dengan seksama dan tubuh Ren Yuu bergetar hebat.


"Ini.. ini.. ini.." tubuh Ren Yuu bergetar dan tau apa kotak itu. Keringat Ren Yuu bercucuran karena jika kotak kecil yang di pegangnya adalah kenyataan, berarti semua yang di lakukan olehnya selama ini tidak nyata.


"Tidak mungkin.."


"Ini tidak mungkin.." Ren Yuu berbicara pelan dan mata Ren Yuu berkaca-kaca karena mulai mengingat sesuatu yang di jalani olehnya sebelumnya.


Ren Yuu langsung berdiri dan berlari kearah luar untuk melihat ayah dan ibunya. Ketika Ren Yuu keluar dari gudang, Ren Yuu melihat pemandangan yang membuat Ren Yuu ingin berteriak keras.


Di depannya ada tubuh ayah dan ibunya yang terbaring di genangan darah.


"Ayah... Ibu..." Ren Yuu memanggil ayah dan ibunya dengan gemetaran tetapi ayah dan ibunya tidak menjawab sama sekali. Ren Yuu langsung menghampiri mereka berdua. Ren Yuu langsung memeluk ibunya dan menangis keras.


Sambil menangis, Ren Yuu melihat kotak kecil itu lagi dengan tatapan kosong. Ren Yuu tau bahwa ini hanya ilusi. Tetapi Ren Yuu tidak rela sedikitpun.


Sambil melihat tubuh ayah dan ibunya yang sudah dingin, Ren Yuu perlahan berdiri sambil berjalan keluar rumah.


Sesampainya di depan pintu, Ren Yuu menenangkan dirinya. Ren Yuu menarik nafas dalam dalam sambil merenungkan semua yang terjadi.


Ren Yuu melihat kotak kecil lagi di tangannya dan berbalik ke dalam rumah. Ketika tiba di tubuh ayah dan ibunya, Ren Yuu berlutut sambil meneteskan air mata.


"Maaf ayah, ibu. Aku sangat menyayangi kalian. Tapi, aku harus terus maju kedepan dan tidak melihat masa lalu. Walaupun begitu, aku akan tetap mengingat kalian berdua."


"Aku bukan ingin meninggalkan kalian atau melupakan kalian. Walaupun aku sangat menginginkan kehidupan seperti ini, ini bukanlah lagi kehidupanku."


Cahaya terang keluar dan menutupi pandangan Ren Yuu. Karena silau, Ren Yuu menutup matanya. Ketika cahaya hilang, Ren Yuu membuka mata lagi dan melihat sekelilingnya dengan penasaran.


Patriak clan Song yang melihat itu mengangguk sambil berkata, "merelakan tetapi tidak membuang atau melupakan. Sepertinya anak ini mengerti akan hal itu."


"Jika anak muda ini tidak merelakan kepergian mereka seperti sebelumnya, anak ini akan terus terjebak di dalam sana. Kebanyakan individu tidak akan rela kehilangan orang yang sangat penting baginya."


"Lalu, kita akan melihat tahap kedua dari ujian kedua ini. Apa yang akan di lakukan olehnya."


Di sisi lain, Ren Yuu melihat sekeliling dan bertemu kembali dengan sosok yang di temuinya ketika pertama kali memulai ujian kedua.


Di depannya adalah wanita yang sangat di kenal oleh Ren Yuu yaitu, Mei.


Ruangan berubah lagi dan Ren Yuu melihat Mei sedang bermesraan di depannya dengan Li Pao.


"Yo pencundang!! Bagaimana keadaanmu?" Tanya Li Pao sambil membelai Mei yang terlihat sangat senang dengan perlakuan itu.


Emosi Ren Yuu meluap luap lagi karena di ilusi sebelumnya, Ren Yuu dan Mei tetap bersama.


Ren Yuu menenangkan dirinya sambil melihat mereka berdua. Setelah Ren Yuu tenang, Ren Yuu mulai mengingat kembali Ren Huanran dan Xing Jianying. Ren Yuu tersenyum karena mengingat itu lalu melihat kearah Li Pao dan Mei.


"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan, aku tidak peduli. Dan.." Ren Yuu melihat kearah Mei sebentar dan berkata, "aku memaafkan semua perlakuan yang kamu lakukan kepadaku Mei. Dan.." Ren Yuu melihat kearah Li Pao lagi dan berkata, "aku juga tidak peduli dengan apa yang akan kamu lakukan. Aku tidak akan melakukan hal yang sama ketika terakhir kali kita bertemu."

__ADS_1


Mei merasa heran dan Li Pao terlihat marah. Ren Yuu hanya tersenyum melihat mereka. Melihat wajah tersenyum Ren Yuu, mereka berdua ikut tersenyum lalu berbalik dan pergi menjauh.


"Oh? Begitu cepat untuk memaafkan?" Pikir Patriak clan Song sambil melihat. "Sepertinya anak ini memang memiliki hati yang lumayan murni."


"Ayo kita lihat yang terakhir. Karena ini adalah yang tersulit dari semua ini," ucap Patriak clan Song sambil terus menonton.


Tiba tiba cahaya menyilaukan menutup pandangan Ren Yuu lagi. Setelah beberapa saat, Ren Yuu membuka matanya lagi lalu mencoba melihat sekeliling. Ren Yuu merasa heran kenapa dia kembali ke rumahnya.


Ren Yuu berjalan menyusuri rumahnya perlahan dan tidak tau kenapa dia berada di sini lagi.


Setelah hampir dua puluh menit, Ren Yuu merasa bingung dan tidak tau harus berbuat apa karena tidak ada yang terjadi. Lalu Ren Yuu perlahan berjalan keluar rumah.


Di luar rumah juga tampak biasa saja dan sudah hampir sore hari. Ren Yuu tidak tau harus apa dan terus berjalan keluar. Ketika Ren Yuu sudah hampir sepuluh meter dari rumah, Ren Yuu mendengar teriakan.


"Tidak!!"


Ren Yuu terkejut dan melihat kembali ke dalam rumah. Ren Yuu langsung berlari kedalam dan melihat ayahnya sudah di bunuh. Lalu seseorang dengan jubah hitam perlahan mengeluarkan pedang dan berniat menusuk Feng Xuer yang telah di siksa.


Ren Yuu terkejut dan langsung melompat ke arah Feng Xuer. "Hentikan!!"


Tetapi tepat saja terlambat. Orang berjubah itu menusuk Feng Xuer tepat di jantung.


Jleb!!


Ren Yuu langsung menyerang orang itu. Tapi, orang itu melempar Feng Xuer yang telah tewas kearah Ren Yuu. Ren Yuu langsung menangkap ibunya untuk memeriksanya. Tetapi terlambat karena Feng Xuer sudah tewas.


Dengan kebencian yang kuat, Ren Yuu berteriak sambil menerjang ke arah orang berjubah itu.


"Aku akan membunuhmu!!"


Lalu Ren Yuu bertempur melawan orang berjubah itu.


Di sisi Patriak clan Song


"Apakah dia akan gagal di sini? Ya, itu biasa. Karena aku juga gagal di sini di masa lalu," ucap Patriak clan Song sambil membelai janggut pendeknya dan terus menonton Ren Yuu.


Di sisi Ren Yuu


Ren Yuu terus bertempur melawan orang berjubah itu dan tidak bisa menang sama sekali. Ren Yuu tidak menyerah dan terus mengejar orang itu.


Pertarungan Ren Yuu dengan orang berjubah itu terjadi lebih dari tiga jam. Ren Yuu merasa ada sesuatu yang salah. Sebab, walaupun kelelahan, Ren Yuu tidak kehabisan energi mendalam.


"Ada apa ini? Kenapa energi mendalamku tidak berkurang sedikitpun? Lalu orang ini juga sama. Jika seperti ini, pertarungan akan terus berlanjut sampai kami tidak bisa bergerak," batin Ren Yuu sambil terus menyerang musuhnya.


Ren Yuu mengatupkan giginya dan terus menyerang dengan perasaan aneh. Ren Yuu telah di butakan dan di kuasi oleh balas dendam.


Sementara itu, Patriak clan Song terus menonton pertarungan Ren Yuu yang tidak akan pernah selesai.

__ADS_1


Melihat itu, Patriak clan Song hanya mendesah dan berkata, "ketika kamu tidak bisa bertarung lagi, di saat itulah kamu gagal dalam ujian."


__ADS_2