Path To God

Path To God
Ch 87. Mencoba


__ADS_3

Ren Yuu membeku mendengar perkataan Cai'Zi.


Ren Yuu melihat ke arah Cai'Zi karena kata-katanya barusan hampir membalikkan dunianya.


"Apakah kakek meninggal di tangan clan Mu?" Tubuh Ren Yuu bergetar keras karena merasa marah dengan spekulasinya.


"Lebih baik kamu tidak bertindak gegabah.." Cai'Zi memegang tangan Ren Yuu. Cai'Zi panik karena mungkin Ren Yuu akan menyerang ke arah Mu Xianlan karena dia mengatakan itu. Cai'Zi tau bahwa Ren Yuu akan membuat spekulasi tentang bagaimana kakeknya terbunuh karena kakeknya yang membunuh ayah Mu Xianlan.


Ren Yuu tersasar dari kemarahannya dan menenangkan dirinya.


"Maaf..." Ren Yuu berkata dengan sedikit gemetaran di bibirnya karena merasa sedih.


Cai'Zi merasa lega dan menggigit bibirnya karena merasa bersalah mengatakan itu kepada Ren Yuu.


"Aku harus lebih kuat lagi," batin Ren Yuu dan semakin bertekad membalas semua perlakuan clan dan sekte yang membuat keluarga dan clannya musnah.


Setelah memenangkan dirinya, Ren Yuu melihat ke arah pergelangan tangannya karena di genggaman oleh Cai'Zi. Ren Yuu merasa heran dengan sikap Cai'Zi dan semakin penasaran kenapa merasakan perasaan akrab juga.


Melihat tatapan Ren Yuu, Cai'Zi melepas tangan Ren Yuu buru-buru karena merasa sedikit canggung.


Ren Yuu mengabaikannya dan melihat ke arah Mu Xianlan yang sedang mengayunkan Kapaknya ke arah pilar.


Crang!!


Suara benturan keras terdengar kuat di seluruh ruangan. Benturan itu mengeluarkan percikan energi yang sangat kuat.


Mu Xianlan terlempar ke belakang karena tidak mampu menghancurkan pilar itu. Tapi, pilar itu mengalami sedikit retakan.


Melihat itu, Mu Xianlan tersenyum dan mengayunkan Kapaknya lagi ke arah pilar.


Semua orang hanya menonton karena tidak mau mengganggu Mu Xianlan. Selain kuat, Mu Xianlan juga memiliki monster tua yang mendukungnya. Tidak ada yang mau berurusan dengan monster tua itu.


"Sepertinya dia akan berhasil. Ayo kita coba juga mengambil Palu itu," Ren Yuu berjalan ke arah pilar kelima. Semua orang juga melihat Ren Yuu dan memasang tatapan merendahkan. Tapi, ketika melihat Cai'Zi di belakangnya, mereka terdiam sejenak karena merasa hal merepotkan yang lain telah muncul.


Mu Xianlan melihat Ren Yuu sekilas dan mengabaikannya karena melihat Cai'Zi berada di sisinya. Karena Ren Yuu dan Cai'Zi tidak berniat mengganggunya, Mu Xianlan hanya terus menyerang pilar.

__ADS_1


Ren Yuu dan Cai'Zi tiba di depan pilar. Ren Yuu melihat seksama pilar di depannya dan mencoba menyentuhnya.


Ketika tangannya mendekat, Ren Yuu berhenti karena merasakan bahaya. Lalu Ren Yuu mencoba menyalurkan Ice Flame ke pilar. Itu juga langsung binasa di telan oleh energi mengamuk di sekitar pilar.


"Sepertinya ini akan sulit," Ren Yuu mencoba menggunakan energi Yang Ekstrem miliknya.


Ren Yuu sedikit terkejut karena energi Yang Ekstrem melawan ketika bersentuhan dengan energi pilar.


"Oh? Sepertinya ini tidak sesulit itu.." batin Ren Yuu dan menggunakan energi Yang Ekstrem secara maksimal. Ren Yuu melapisi tangannya dan mencoba untuk menerobos energi.


Energi Yang Ekstrem membakar energi yang mendekat dan membuat Ren Yuu tersenyum lalu menarik tangannya.


"Bagaimana?" Tanya Cai'Zi.


"Ini tidak sesulit itu. Aku bisa mengambil Palu walaupun mungkin akan melukai tanganku sedikit," jawab Ren Yuu.


Cai'Zi mengerti tapi sedikit khawatir di dalam walaupun wajahnya tetap terlihat dingin seperti biasa.


"Lalu, kenapa kamu tidak mengambilnya?" Tanya Cai'Zi lagi.


"Kemungkinan kita akan di serang oleh banyak kultivator. Ada lebih seribu orang berada di sini," Ren Yuu melihat ke arah belakang sekilas.


Ren Yuu melihat Cai'Zi dengan tatapan kosong karena merasa itu tidak mungkin.


Cai'Zi kesal dengan tatapan Ren Yuu dan berkata, "ambil saja, aku akan menebas mereka jika mengganggu."


Ren Yuu terdiam sejenak lalu menganguk dan mengikuti saran Cai'Zi.


Ren Yuu melihat ke arah atas pilar setinggi 10 meter lalu melompat ke atas.


Ren Yuu menyelimuti tangannya dengan energi Yang Ekstrem sampai batasnya dan memasukkan tangannya ke dalam pilar untuk meraih Palu.


Sssshhhhh!!


Energi pilar itu mulai mencoba melenyapkan lengan Ren Yuu tetapi energi milik Ren Yuu terus melawan.

__ADS_1


Semua orang awalnya mengira Ren Yuu hanya mencari mati. Tapi, setelah Ren Yuu memasukkan tangannya, energi Ren Yuu menghalangi energi dari pilar untuk memusnahkan tangannya.


"Sepertinya orang ini sangat menarik. Aku tidak tau ada seseorang bawahan Tetua Agung seperti itu," Jiang Chen berkata sambil melihat Ren Yuu terus-menerus memasukkan tangannya ke pilar cahaya.


Xu Jiao dan Xu Jingwei mengangguk setuju karena mereka tidak pernah juga melihat Ren Yuu. Tentu saja tidak pernah karena Ren Yuu memang bukan bawahan Tetua Agung Heavenly Palace.


Semua orang melihat Ren Yuu dengan seksama dan bersemangat. Banyak orang yang memancarkan keserakahan dan ingin merebut Palu ketika Ren Yuu berhasil.


Tapi, mereka masih terus berpikir karena Cai'Zi berada di sekitarnya. Dan banyak juga murid dari Heavenly Palace yang berada di dalam ruangan.


Dari ribuan orang yang menonton, lebih dari ratusan orang ingin mencuri Palu ketika Ren Yuu berhasil mengambilnya. Siapapun akan mau memiliki senjata yang kuat walaupun resikonya mungkin akan tinggi jika mereka di kenali oleh Cai'Zi.


Mu Xianlan berhenti ketika Ren Yuu melakukan itu dan mengerut.


"Apa aku harus melakukan hal yang sama? Tapi pilar ini berbeda dari pilar yang di sana. Pilar itu memancarkan aura gas dan di sini memancarkan aura padat. Apakah ini memang berbeda?" Batin Mu Xianlan.


Mu Xianlan terus menonton karena penasaran juga apakah Ren Yuu akan berhasil atau tidak.


Ren Yuu terus memasukkan tangannya ke dalam. Ren Yuu merasa tangannya seperti di tusuk oleh ribuan jarum kecil karena energi yang di pancarkan oleh pilar menyerang tangannya.


Walaupun begitu, Ren Yuu tidak mau menyerah sama sekali karena sangat menginginkan Palu di depannya.


Di sisi lain, Cai'Zi sangat khawatir karena tau bahwa energi itu sangat berbahaya bila bersentuhan dengan tubuh.


Cai'Zi juga waspada terus-menerus karena mungkin ada orang yang menyerang Ren Yuu tiba-tiba ketika Ren Yuu berhasil.


Cai'Zi melihat ke arah rombongan Jiang Chen dengan tatapan maut. Rombongan Jiang Chen berkedut dan tau maksud dari tatapan itu dan mendesah.


Tidak ada yang mau menolaknya karena mungkin akan mendapatkan teguran dari Tetua Agung yang sangat mengerikan meski di luar sangat lembut. Semua murid dari Heavenly Palace tau bahwa Tetua Agung Heavenly Palace sangat memanjakan Cai'Zi dan selalu menuruti permintaannya walaupun permintaan Cai'Zi yang paling di inginkannya tidak di beri oleh Gurunya.


Semua murid dari Heavenly Palace mendekat karena mendapat panggilan dari Cai'Zi.


Walaupun Jiang Chen, Xu Jiao dan Xu Jingwei berasal dari clan terkemuka, mereka tinggal di pulau yang sama. Clan Jiang dan clan Xu merupakan pilar dari Heavenly Palace.


Semua orang melihat ke arah murid Heavenly Palace dan tau tidak mungkin lagi merebut Palu dari Ren Yuu ketika berhasil mengambilnya.

__ADS_1


Walaupun jumlah mereka hanya mencapai 30, itu akan merepotkan dan beberapa dari mereka berasal dari clan besar.


Semua kultivator menggelengkan kepalanya dan mulai mendekati tiga pilar tersisa untuk di jarah.


__ADS_2