Path To God

Path To God
Ch 91. Kemenangan


__ADS_3

Kedua serangan mengenai lawan masing-masing. Ren Yuu tertusuk di lengan kirinya karena mencoba menghindari serangan ke samping.


Sedangkan Sii Jiu yang mencoba menghindari serangan Ren Yuu terkena di bahunya dan membuat Sii Jiu roboh kembali ke lantai.


Boom!!


Suara tubuh beserta palu menabrak lantai terdengar jelas. Ren Yuu tidak membuang waktu dan langsung mengangkat Palunya lagi dan menghantam kepala Sii Jiu.


Bang!!


Ren Yuu mengayunkannya sekali lagi.


Bang!!


Dan terakhir Ren Yuu menggunakan seluruh kekuatannya dalam serangan terakhir.


"Mati..."


Bang!!


Crak...


Suara tengkorak pecah terdengar dan itu memang menghancurkan kepala Sii Jiu.


Darah berserta otak Sii Jiu berceceran di lantai. Ren Yuu menatapnya tanpa emosi dan menjarah semua milik Sii Jiu.


Ketika memeriksa cincin penyimpanannya, Ren Yuu mencemoh betapa miskinnya setengah langkah Gold Core.


Semua orang tertegun melihat kebrutalan Ren Yuu membunuh orang. Ren Yuu tidak membekukan mayat Sii Jiu tapi memukulnya dengan Palu sekali lagi.


Bang!!


Seluruh tubuh Sii Jiu berserakan di lantai.


"Orang itu bahkan tidak membiarkan mayat lawannya utuh. Tapi, di mana aku pernah melihat orang ini," bisik Mu Xianlan karena merasa familiar dengan wajah Ren Yuu.


Karena sibuk mengambil Kapak Emas, Mu Xianlan menyampingkan pemikirannya saat ini.


Jika Mu Xianlan tau bahwa Ren Yuu adalah pewaris clan Ren, Mu Xianlan pasti akan memburu Ren Yuu ke ujung benua karena kakek Ren Yuu membunuh ayahnya.

__ADS_1


Ren Yuu melihat semua anggota Aliansi Naga Bayangan dan langsung melesat ke arah mereka.


Ren Yuu secara brutal membunuh mereka satu persatu dengan Palunya. Ren Yuu terlihat seperti dewa pembantaian yang saat ini sedang bertugas.


Seluruh tubuh Ren Yuu di lumuri oleh darahnya dan darah musuhnya. Palunya juga di lumuri darah yang tebal. Ruangan berubah menjadi adegan pembantaian.


Semua orang mengira Ren Yuu adalah psikopat yang sangat suka membantai dan tidak mau dekat-dekat dengannya.


Ren Yuu sebenarnya bukan tipe orang yang suka membantai seseorang tanpa sebab. Tapi, jika itu musuh, Ren Yuu tidak berencana mengampuninya sama sekali. Apa lagi musuh itu mencoba membunuhnya sebelumnya.


Ren Yuu melihat sekeliling dan tidak ada yang mau mendekat padanya. Ren Yuu berjalan ke arah ruangan lain dan sekaligus membersihkan lukanya yang sudah perlahan-lahan menutup setiap detik.


Cai'Zi langsung mengejar Ren Yuu karena takut Ren Yuu akan di sergap seseorang ketika terluka.


Semua murid Heavenly Palace bingung melihat Cai'Zi terlihat panik. Mereka tidak pernah melihat Cai'Zi seperti itu sebelumnya.


"Apa kamu mendengar teriakan Cai'Zi tadi sewaktu selama pertarungan?" Tanya Jiang Chen kepada Xu Jiao yang berada di sebelahnya.


"Ya, dia menyebut kakak. Apakah orang itu kakaknya? Atau kakak seperguruannya?" Xu Jiao juga bingung dengan kata-kata Cai'Zi. Setau mereka, Cai'Zi tidak mempunyai keluarga dan bahkan tidak memiliki kakak seperguruan.


"Jika memang benar, berarti dia juga murid Tetua Agung. Tapi, berita itu tidak pernah terdengar sebelumnya. Apakah Tetua Agung memiliki murid lain sebelumnya?" sambung Xu Jingwei dan sekaligus bertanya karena merasa heran juga dengan identitas Ren Yuu.


Yang mengenali Ren Yuu hanya beberapa orang seperti Luo Sa dan Luo Yan yang berada di ruangan yang sama.


"Sepertinya kekuatannya meningkat lagi. Bagaimana menurutmu Luo Yan?" Luo Sa bertanya sambil tersenyum kecil melihat perkembangan Ren Yuu. Ren Yuu merupakan kunci memancing sesuatu di Black Hand Family.


"Sungguh hebat. Aku sekarang semakin mengerti mengapa Patriak ingin bekerja sama dengannya," ucap Luo Yan.


Semua orang memikirkan siapa sebenarnya Ren Yuu.


Mu Xianlan juga berpikir tentang identitas Ren Yuu walaupun merasa familiar dengan Ren Yuu.


Jika Chuahua berada di ruangan yang sama dengan Ren Yuu, Chuahua pasti akan meneriaki Ren Yuu. Tapi sayangnya kastil sangat lebar dan semua kultivator menyebar ke segala arah.


Ren Yuu saat ini sedang bergerak ke arah ruangan yang sudah di bongkar oleh seseorang dan sudah di kosongkan. Ren Yuu masuk ke dalam dan mengeluarkan banyak wadah untuk membersihkan lukanya.


Jika Ren Yuu tidak mengkonsumsi herbal sewaktu bertarung, dia harus berhenti selama beberapa jam agar lukanya menutup. Tapi, lukakan sekarang akan pulih sebagian besar selama 10 menit meditasi.


Cai'Zi yang tiba di ruangan merasa agak malu karena melihat Ren Yuu hanya menggunakan celana pendek. Tapi Cai'Zi tetap masuk dan membantu Ren Yuu mengobati lukanya.

__ADS_1


"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Cai'Zi dan mengeluarkan banyak obat-obatan untuk memulihkan luka Ren Yuu.


Ren Yuu menatap Cai'Zi dengan seksama dan bertanya hal lain, "apa kita punya hubungan? Kenapa kamu semakin terasa familiar? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"


Cai'Zi membeku mendengar pertanyaan Ren Yuu.


"Aku... Aku..." Cai'Zi gugup dan menunduk karena tidak tau harus memberi tahunya atau tidak.


"Kenapa Guru tidak mengijinkan aku memberi tahunya?" Batin Cai'Zi sambil menggigit bibirnya karena merasa kesal.


Ren Yuu mengerut dan melihat Cai'Zi dengan seksama.


"Kapan aku pernah melihatnya? Kenapa suaranya begitu familiar ketika memanggilku tadi?" Batin Ren Yuu dan berpikir keras tapi tetap tidak mendapatkan jawaban.


Ren Yuu mendesah dan berkata dengan tidak peduli karena menurut Ren Yuu itu tidak penting dan mengira mereka pernah bertemu di jalan sebelumnya.


"Jika kamu tidak ingin bicara tidak masalah. Lagi pula aku tidak tertarik," Ren Yuu selesai membersihkan tubuhnya dan langsung duduk bersila memulai meditasi.


Cai'Zi membeku mendengarnya dan matanya berkaca-kaca. Perkataan Ren Yuu begitu membuatnya terpukul karena tidak tertarik tentang hubungan mereka.


Cai'Zi ingin meraih Ren Yuu agar menjelaskan hubungan mereka tapi tangannya berhenti di jalurnya. Cai'Zi menggigit bibirnya karena ingin menangis tapi tetap menahannya.


"Maafkan aku..." Bisik Cai'Zi pelan. Ren Yuu tidak mendengarnya karena sibuk memulihkan luka dan energinya.


Cai'Zi berbalik dan pergi dari hadapan Ren Yuu karena tidak tau harus apa lagi. Ren Yuu merasakan Cai'Zi pergi juga merasa ada yang hilang seolah-olah adegan seperti itu pernah terjadi.


"Mungkin hanya perasaanku saja?" Batin Ren Yuu dan terus memulihkan lukanya.


Setelah hampir 10 menit, Ren Yuu membuka matanya dan merasakan sekelilingnya.


"Sepertinya dia sudah pergi. Ya sudahlah. Ketika bertemu lagi, aku akan berterima kasih kepadanya karena menolongku beberapa kali," batin Ren Yuu dan berdiri perlahan. Ren Yuu menggunakan topeng lagi karena banyak yang sudah mengenalnya. Ren Yuu teringat sesuatu yang penting juga.


Ren Yuu melihat ke arah ular kecil yang berada di sakunya.


"Cih..untung saja kau tidak tertebas ular sialan," Ren Yuu masih kesal karena ular kecil itu memakan pil kelas 1.


Ren Yuu menaruh ular kecil lagi di balik bajunya dan perlahan keluar dari ruangan.


"Sepertinya aku terlambat menjarah banyak benda berharga karena memulihkan luka," Ren Yuu mendesah karena terpaksa memulihkan luka di saat-saat penting.

__ADS_1


"Saatnya pergi..."


__ADS_2