Path To God

Path To God
Ch 76. Sejarah Yang Hilang


__ADS_3

Dimensi kecil baru


Saat ini Ren Yuu sedang melewati daerah pegunungan tandus. Di daerah ini jarang ada kultivator yang lewat.


Cai'Zi terus mengikuti dari belakang. Ren Yuu semakin merasa aneh Cai'Zi terus mengikutinya dari waktu ke waktu dan sudah lebih dari satu hari.


"Kenapa wanita ini terus mengikutiku? Jika dia ingin warisanku, dia harusnya sudah melakukan ini sejak dari satu hari yang lalu," batin Ren Yuu dan semakin curiga terhadap Cai'Zi.


Karena tidak tau jawabannya, Ren Yuu mengabaikannya untuk saat ini dan terus bergerak. Ren Yuu melihat sekeliling dan tidak ada apa-apa yang bisa di jarah di daerah gersang.


Ren Yuu mempercepat gerakannya agar melewati daerah tandus. Cai'Zi juga terus mengikuti Ren Yuu dan tidak pernah tertinggal sama sekali.


Ren Yuu semakin yakin bahwa Cai'Zi memang lebih kuat darinya.


Ketika sudah melewati daerah bebatuan, mereka tiba di pinggir laut. Walaupun laut tidak terlalu luas, tetap saja itu laut.


Di kejauhan terlihat sebuah pulau. Walaupun jaraknya sangat jauh, seorang kultivator akan dapat melihatnya.


"Apakah aku harus berenang ke sana?" Ren Yuu memikirkan pemikiran konyol lagi dan bersiap-siap membuka bajunya untuk berenang ke arah pulau.


"Apakah kamu ingin pergi ke sana?" Tanya Cai'Zi datar seperti biasa.


Ren Yuu berhenti membuka bajunya dan melihat ke arah Cai'Zi dengan tatapan seolah-olah Cai'Zi adalah orang idiot.


Ren Yuu menatapnya dan siapapun tau apa yang tersirat di dalam tatapan itu.


'menurutmu aku sedang apa ini? Apa aku ingin mandi di sini?'


Itulah yang tersirat di tatapan Ren Yuu saat ini. Cai'Zi merasa canggung dan mengeluarkan sebuah benda aneh.


Itu seperti kereta kuda tanpa kuda.


"Apa ini? Apakah bisa gerbong ini melewati air?" Tanya Ren Yuu penasaran.


"Ini adalah senjata dan bisa juga di bilang tidak karena ini adalah alat transportasi. Ini di kategorikan senjata Tier Supreme," jawab Cai'Zi datar dan membuka pintu gerbong lalu masuk ke dalam.


Mata Ren Yuu sedikit melebar karena ini kedua kalinya melihat senjata Tier Supreme. Pertama adalah Black Sword milik Patriak clan Song dan ini yang kedua.


Walaupun Ren Yuu memiliki tiga Artefak, Ren Yuu masih kagum melihatnya. Ren Yuu buru-buru masuk karena penasaran bagaimana benda di depannya bekerja.

__ADS_1


Setelah Ren Yuu masuk, Ren Yuu memperhatikan sekeliling. Ruangan di dalam lebar dan tidak terlihat seperti di luar. Dari luar, gerbong hanya 3x3 meter. Tapi di dalam seperti sebuah ruangan.


Ren Yuu kagum melihatnya. Tapi, ketika Ren Yuu membandingkan dengan Dimensional Life dan Menara Adven, senjata Tier Supreme ini masih sangat ciut.


"Duduklah," Cai'Zi langsung ke tempat kemudi di depan dan menyalurkan energi mendalamnya. Gerbong perlahan melayang dan melesat ke arah pulau yang jauh.


Ren Yuu juga mendekati Cai'Zi karena penasaran dengan alat kemudi senjata Tier Supreme yang menjadi alat transportasi.


"Apakah ini pertama kalinya kamu melihat senjata Supreme?" Tanya Cai'Zi datar.


"Tidak, aku pernah melihat satu kali senjata bernama Black Sword Tier Supreme menengah," jawab Ren Yuu.


"Di mana?" Cai'Zi penasaran karena senjata Supreme sangat langka di benua Azure Dragon.


"Walaupun aku memberi tahumu, kamu tidak akan tahu," Ren Yuu tersenyum tipis dan misterius ke arah Cai'Zi.


Melihat senyum Ren Yuu, Cai'Zi langsung memalingkan wajahnya ke arah depan.


Ren Yuu tidak keberatan dengan perlakuan Cai'Zi. Ren Yuu tau wanita di depannya sangat dingin dan susah di ajak berkomunikasi.


"Di mana letak Heavenly Palace?" Tanya Ren Yuu tiba-tiba sambil duduk di kursi dan membuat dirinya senyaman mungkin.


Wajah Ren Yuu gelap seketika karena tau dia di balas sekarang.


"Setidaknya beri tahu petunjuk tentangnya.." Ren Yuu hanya bisa berkata pahit.


"Beri tahu dahulu di mana Black Sword yang kamu katakan," ucap Cai'Zi.


"Di ujian Menara Adven," jawab Ren Yuu.


Cai'Zi merenung sejenak. Setelah itu Cai'Zi berkata, "Heavenly Palace berada di pulau langit."


Ren Yuu sedikit terkejut dan bertanya lagi, "apakah itu sama dengan milik clan Mu?"


"Ya."


Ren Yuu merenung sejenak. Dari cerita yang di dengar Ren Yuu sebelumnya dari Lan Xiuro, ada banyak pulau langit jaman dulu. Tapi, banyak dari mereka yang musnah dan hanya menyisakan sedikit. Salah satunya adalah milik clan Mu dan satu lagi milik Heavenly Palace.


Semakin lama Ren Yuu merasa dunia ini semakin banyak menyimpan misteri.

__ADS_1


Dan masih ada tiga benua lagi di luar sana. Ren Yuu bersemangat membayangkan dirinya berkelana ke sana.


"Suatu hari aku akan ke sana. Saat ini setelah selesai dari dimensi kecil, aku akan mengelilingi benua Azure Dragon terlebih dahulu," batin Ren Yuu sambil tersenyum kecil.


Ren Yuu tiba-tiba merenung dan memikirkan sesuatu yang janggal.


"Hei..."


"Namaku bukan hei..." Cai'Zi memotong Ren Yuu langsung dan membuat Ren Yuu berkedut dan merasa canggung.


"Uhuk... nona Cai'Zi, aku ingin bertanya," ucap Ren Yuu dengan tenggorokan kering dan memalsukan batuk.


Sudut bibir Cai'Zi melengkung sedikit dan langsung pulih lagi.


"Silahkan."


Ren Yuu mendesah karena jawaban Cai'Zi selalu datar dan pendek.


"Kenapa tidak ada kultivator dari benua lain yang terlihat?" Tanya Ren Yuu serius karena ini sudah mengganggunya sejak pertama kali mendengar tentang benua lain.


Cai'Zi merenung sejenak dan menggelengkan kepalanya sambil berkata, "sudah lama tidak ada kultivator yang terlihat dari benua lain semenjak Kaisar Pangu menghilang. Itulah sejarah yang tercatat."


"Kaisar Pangu?" Batin Ren Yuu dan mengerutkan wajahnya karena menepatkan sedikit pengetahuan lagi.


"Hilangnya Kaisar Pangu, tidak munculnya kultivator dari benua lain. Invasi humanoid hitam, musnahnya sekte dan clan kuno" batin Ren Yuu dan melebarkan matanya karena menurutnya semua berhubungan satu sama lain.


"Berarti Kaisar Pangu tidak hidup di jaman puluh ribuan tahun lalu tetapi di jaman perang sewaktu semua clan dan sekte kuno punah 300.000 tahun lalu. Dan ketika invasi selesai, Kaisar Pangu berdiam diri dalam waktu yang lama di benua Azure Dragon untuk melakukan sesuatu sebelum menghilang," batin Ren Yuu.


"Apa aku melewatkan sesuatu yang penting? Tapi apa itu?" Ren Yuu berpikir keras mencoba mengingat sesuatu.


Cai'Zi merasa heran karena Ren Yuu seperti orang tua yang berpikir keras akan suatu hal.


Tiba-tiba Ren Yuu berdiri karena memikirkan satu hal dan tubuhnya bergetar keras.


"Mungkinkah... Apakah ini mungkin?" Batin Ren Yuu.


"Lima patung di kuil tua sewaktu aku mewarisi peninggalan clan Ren. Salah satu dari mereka adalah Kaisar Pangu yang menjadi pemimpin dan empat patung lainnya adalah pemimpin salah satu benua. Dan clan Ren adalah seorang pemimpin dari benua Azure Dragon!!"


Ren Yuu berteriak di dalam kepalanya karena baru saja menyadari satu fakta tentang sejarah yang hilang.

__ADS_1


__ADS_2