
Wanita itu melihat ke arah Ren Yuu dengan seksama apakah Ren Yuu berkata jujur atau tidak.
Melihat tatapan wanita itu, Ren Yuu hanya bisa berkata, "tidak ada gunanya aku berbohong di saat seperti ini. Dan, aku sudah menduga untuk apa sukumu di tangkap. Anggota sukumu sekarang sedang di olah menjadi pil olehnya. Orang itu merupakan seorang alkemis."
Wanita itu melebarkan matanya mendengar perkataan Ren Yuu. Dia mengeluarkan niat membunuh yang padat. Ren Yuu dan Tianzi bergetar hebat merasakan itu.
Mereka akhirnya sadar bahwa wanita di depan mereka memang benar-benar sangat kuat karena mereka berdua belum pernah merasakan kekuatan seorang yang berada di Tier Nascent Soul dalam jarak sedekat ini.
"Bawa aku padanya," suara dingin wanita itu membuat Ren Yuu dan Tianzi semakin berkeringat.
"Jadi, apakah kami akan di lepaskan?" Tanya Ren Yuu.
"Tidak, jika kau berbohong, aku akan memberimu kepada binatang laut untuk jadi makanan," suara dingin dan tanpa perasaan terdengar di dalam gua. Suara itu bergema sampai ke ujung gua.
Ren Yuu dan Tianzi menelan air liur mereka karena merasa wanita di depan mereka lumayan kejam.
"Jadi, setelah kami memberi tahu tentangnya, apakah kami akan di lepaskan?" Tanya Ren Yuu lagi karena percuma memberi tau kalau mereka akan tetap di seret menjadi makanan peliharaan wanita di depannya atau mungkin menjadi makanan makhluk yang lebih brutal.
"Kau tidak memiliki hak negoisasi," wanita itu mengeluarkan Pedang pendek yang memiliki motif aneh, di persimpangan gagangnya terlihat mulut ikan hiu yang membuka rahangnya.
Wanita itu mendekatkan Pedang ke leher Ren Yuu dan membuat Ren Yuu pucat seketika.
"Sialan!" Batin Ren Yuu. Ia tidak tau lagi harus bagaimana.
"Apakah kau mengerti?" Tanya wanita itu lagi.
Ren Yuu hanya mengangguk pelan dengan keringat di dahinya. Dia tidak bernegosiasi lagi karena kalau masih memaksanya, ia tau lehernya akan di penggal. Lebih baik meminta di bebaskan ketika masalah selesai.
"Pilihan bijak," wanita itu menyelimuti Ren Yuu dan Tianzi lalu membawanya ke arah luar.
Dalam sekejap, mereka muncul di jarak lebih dari 100 meter lalu berhenti.
"Di mana posisi tempat itu," wanita itu menatap Ren Yuu dengan wajah dingin serta niat membunuh.
__ADS_1
"Di sana." Ren Yuu memalingkan wajahnya melihat ke arah tertentu, itu arah tempat tinggal Tong Xe berada.
Wanita itu langsung bergerak lagi secepat mungkin, tidak sampai 1 menit, mereka tiba di kota. Mereka melayang di udara sambil melihat ke arah bawah.
"Di mana?" Tanya wanita itu lagi.
Ren Yuu hanya menunjukkan dengan tatapannya ke arah bangunan milik Tong Xe.
Wanita itu melihat ke arah bangunan milik Tong Xe. Ia memang mencium aroma darah, tentu saja dia mengenal aroma itu.
Wanita itu langsung bergerak secepat mungkin masuk ke dalam kediaman Tong Xe.
Ketika mencapai dalam, wanita itu berhenti sejenak, dia melihat ke arah ruangan tertentu dengan tatapan dingin. Wanita itu langsung tau di mana letak anggota sukunya di cincang-cincang sehingga mengeluarkan aroma darah yang sangat pekat.
Wanita itu menghilang lagi sambil membawa Ren Yuu dan Tianzi ke dalam ruangan itu, ternyata ruangan itu berada di bawah tanah.
Ketika mereka muncul di dalam, Ren Yuu dan Tianzi merasa ingin muntah melihat pemandangan di depannya.
Mereka sudah biasa melihat adegan pembunuhan. Tapi, sesuatu di depan mereka adalah hal lain. Setiap inci tubuh di bongkar dan terlihat bahwa itu secara paksa, sudah pasti membuat siapapun jijik.
Jika hanya satu, itu akan terlihat biasa. Tapi, jumlah yang ada di depan mereka lebih dari ratusan. Ren Yuu tidak tau bagaimana aroma darah hanya sedikit tercium, pasti Tong Xe dan rekannya membuat sesuatu penghalang kuat sampai-sampai menghalangi aroma darah keluar.
Niat membunuh keluar dari wanita cantik itu karena melihat pemandangan di depannya. Ia perlahan berjalan ke arah tumpukan mayat.
Darah mereka seperti di gunakan untuk sesuatu, Ren Yuu tidak tau apa itu.
Ketika hampir mencapai posisi tengah ruangan, pola-pola rumit tercipta dari darah yang berceceran. Ren Yuu melebarkan matanya melihat itu.
"Rune Darah," suara Moon Sovereign terdengar di dalam kepala Ren Yuu.
Ren Yuu juga menjadi serius karena tau apa Rune itu. Rune Darah biasanya di gunakan untuk menjebak makhluk kuat spesies yang sama. Itu sering di pakai di jaman dulu. Ren Yuu tidak tau dari mana Tong Xe mendapatkan pengetahuan Rune Darah.
Rune Darah sangat terlarang di jaman dulu karena di cap sebagai teknik sesat.
__ADS_1
Dan jumlah darah yang di perlukan membuat Rune Darah sangat tinggi. Ren Yuu mengerti sekarang kenapa Tong Xe dan rekannya menangkap banyak anggota suku wanita laut itu untuk mengambil semua darahnya.
Lalu menjebak seseorang yang kuat menggunakan darah orang-orang yang mereka tangkap.
Rune Darah perlahan bersinar terang. Pola-pola rumit muncul di sekeliling wanita itu karena wanita itu memiliki garis darah yang terkait.
Pola-pola yang terbuat dari darah langsung meliliti wanita itu tanpa bisa di hindari sama sekali. Ren Yuu sudah tau ini akan terjadi tapi Tianzi tercengang karena wanita sekuat itu bisa di jebak.
"Hahaha, sepertinya berhasil," suara tawa senang terdengar dari jauh. Tawa itu berasal dari rekan Tong Xe. Pria itu tidak dapat di deteksi karena alat yang di ceritakan oleh wanita itu sebelumnya.
Wanita itu melototi pria itu. Dia kemudian melihat Ren Yuu dengan tatapan dingin karena berpikir Ren Yuu menjebaknya juga.
Ren Yuu tau apa arti tatapan itu, ia merasa tidak masalah lalu berkata. "Lihat, inilah karena kau tidak melepaskan segel kami. Kita jadi terjebak bersama di sini."
Wanita itu membeku mendengarnya tapi masih tidak percaya bahwa Ren Yuu tidak bekerja sama dengan pria itu.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Tianzi dingin ke arah pria itu.
"Oh? Itukah rupamu di balik topeng?" Pria itu tersenyum lebar ke arah Tianzi.
"Siapa kau?" Tanya Ren Yuu dingin.
"Aku? Hahaha. Baik, karena kalian juga akan mati, aku akan memberi tau kalian. Aku adalah seorang alkemis dari Black Crow Sect, kalian bisa memanggilku Nu Zhu. Maaf untuk kalian berdua anggota Aliansi Pendekar Iblis. Aku tidak ingin memancing amarah organisasi sebesar kalian. Tapi, tidak akan ada masalah jika tidak ada yang tau tentang ini," Nu Zhu menyerengai ke arah Ren Yuu.
Wanita itu membeku mendengarnya. Dia tau bahwa dia baru saja menyeret dua orang ke dalam masalahnya.
Tidak lama kemudian, Tong Xe datang juga ke sebelah Nu Zhu sambil tersenyum lebar ke arah Ren Yuu dan Tianzi.
"Aku sudah lama ingin melihat seperti apa tampangmu Oni SiPemenggal di balik topeng itu," Tong Xe tersenyum ke arah Tianzi yang terlihat sangat marah.
Lalu Tong Xe melihat ke arah Ren Yuu lalu membeku. Tong Xe langsung bahagia sambil menyerengai, sebab dia mendapatkan jacpot sekarang.
"Hahaha, sungguh keberuntungan yang besar. Aku tidak tau bahwa seseorang yang penting akan muncul di sini. Bukankah begitu pewaris clan Ren, Ren Yuu!!"
__ADS_1