
Di pinggiran hutan laut terlihat banyak pulau yang mengambang di udara. Di dekat pulau-pulau yang melayang tersebut, Ren Yuu dan Xiao Xiao baru saja menyelesaikan pertarungan atau lebih tepatnya pembantaian.
"Apa kita akan pergi ke pulau yang paling besar itu?" Tanya Xiao Xiao sambil tersenyum karena masih terbuai oleh pujian Ren Yuu.
"Ya. Ayo kita coba apakah kita bisa langsung naik ke pulau tersebut." Jawab Ren Yuu dan perlahan melayang ke langit.
Xiao Xiao mengikut Ren Yuu dengan senyum di wajahnya.
Ketika mereka mendekat salah satu pulau, mereka merasa di tarik kembali. Ren Yuu dan Xiao Xiao langsung menjaga jarak agar tidak di tarik ke dalam pulau. Sebab, itu hanya akan membuang waktu jika mereka masuk dan harus mencari cara untuk keluar.
"Xiao Xiao, apa dengan bentuk Naga kamu bisa melawan gaya hisapan itu?" Tanya Ren Yuu yang berhenti sejenak setelah menjaga jarak dari pulau.
"Aku akan mencoba apakah bisa melawan gaya hisapan itu." Xiao Xiao langsung mengambil bentuk sejatinya setelah mengatakan itu.
Melihat Xiao Xiao yang berubah, Ren Yuu langsung naik di atas Xiao Xiao.
Xiao Xiao mengepakkan sayapnya lalu melesat ke arah pulau terbesar sekaligus menghindari pulau-pulau lain. Ia kemudian mengambil jarak jauh terlebih dahulu lalu terbang setinggi mungkin ke langit.
Setelah mengambil jarak yang sama tingginya dengan pulau terbesar, Xiao Xiao langsung bergerak ke pulau tersebut.
Ketika hendak mencapai pulau, gaya hisapan dari tiga pulau yang dekat dengan pulau terbesar mencoba menarik Xiao Xiao.
Xiao Xiao berusaha sekuat tenaga melawan gaya hisapan itu tapi percuma saja. Ia tetap saja di tarik ke pulau yang memiliki jarak terdekat dari pulau terbesar.
Ren Yuu yang melihat itu langsung berpegang kuat pada Xiao Xiao agar tidak tersedot ke pulau lain.
"Xiao Xiao.. tidak perlu melawan gaya hisapan lagi. Lebih baik kita masuk ke pulau terdekat dengan pulau terbesar." Ren Yuu mengirim transmisi suara kepada Xiao Xiao.
Xiao Xiao langsung bergerak ke arah pulau terdekat dengan pulau terbesar. Ada tiga pulau yang memiliki jarak terdekat. Tapi Xiao Xiao tentu saja memiliki yang paling dekat.
Xiao Xiao yang sekaligus menerjang dan dengan gaya hisapan dari pulau langsung tiba dalam waktu beberapa detik di dalam penghalang.
"Sepertinya memang sulit." Gumam Ren Yuu yang perlahan turun dari atas Xiao Xiao.
Xiao Xiao mengambil wujud manusianya dan memasang wajah cemberut karena gagal. "Itu sangat sulit. Jika aku mencapai Immortal Ascension tahap kedelapan, mungkin akan mudah bergerak ke arah pulau terbesar itu." Keluh Xiao Xiao.
__ADS_1
"Sudah.. tidak apa-apa. Ayo kita melihat pulau ini. Pulau ini lebih besar hampir tiga kali dari pulau yang sebelumnya." Ucap Ren Yuu sambil melihat ke arah kejauhan.
Sebelum mereka bergerak, Xiao Xiao tiba-tiba berbicara. "Ada binatang monster yang kuat berada di sini. Itu pasti sudah melampaui Immortal Ascension puncak."
Ren Yuu langsung memasang wajah serius mendengarnya. "Ayo kita coba hindari binatang monster itu."
Xiao Xiao mengangguk lalu mereka berdua bergerak ke arah pusat pulau karena kemungkinan di sana ada cara untuk keluar dari pulau.
Sewaktu bergerak, Ren Yuu dan Xiao Xiao melihat ke arah bawah karena mereka masih berada di pinggiran pulau.
Ada dua pulau yang tiba-tiba runtuh seperti yang mereka masuki sebelumnya.
"Kita harus bergegas. Kemungkinan akan semakin banyak musuh yang datang." Ren Yuu langsung bergerak setelah mengatakan itu dan Xiao Xiao langsung mengikuti.
Mereka terus bergerak. Setelah 2 minggu bergerak, mereka akhirnya tiba di pusat pulau. Selama di jalan, mereka beberapa kali bersembunyi di dalam Dimensional Life karena berpapasan dengan binatang monster Alam Asal.
Ren Yuu bingung kenapa binatang monster di sini tidak ada yang bisa mengambil wujud manusia.
Setelah berpikir banyak, Ren Yuu membuat spekulasi bahwa mungkin itu karena energi spiritual yang di tekan dan membuat binatang monster di pulau-pulau tidak mengembangkan pikirannya.
Saat ini Ren Yuu dan Xiao Xiao sedang menatap daerah yang dekat dengan pusat atau mungkin pusat pulau.
Sama seperti sebelumnya. Di depan mereka juga ada kota dan di tengahnya ada kuil besar.
"Ayo kita masuk ke sana. Pasti ada cara untuk keluar dari tempat ini." Ucap Ren Yuu dan Xiao Xiao langsung mengangguk.
Mereka berdua langsung menuju kuil tersebut.
Tidak jauh di belakang mereka, banyak juga kultivator Beast Race dan manusia yang bergerak.
Mereka beberapa kali bentrok untuk mengurangi jumlah pesaing agar peluang menangkap Xiao Xiao semakin tinggi.
Setengah mencapai kuil, Ren Yuu dan Xiao Xiao langsung masuk begitu saja.
Tapi, mereka kaget karena ada aura biru yang membentuk banyak Trisula dan mencoba menusuk mereka berdua.
__ADS_1
Ren Yuu langsung menangkap Xiao Xiao dan masuk ke dalam Dimensional Life.
Ketika berada di Dimensional Life, Ren Yuu dan Xiao Xiao saling memandang karena merasa terlalu ceroboh.
"Kita harus lebih berhati-hati selanjutnya." Ucap Ren Yuu serius. Jika ia tidak memiliki Dimensional Life, sudah di pastikan bahwa mereka mungkin terbunuh.
Xiao Xiao juga memasang wajah serius. Lalu Ren Yuu membawa Xiao Xiao keluar kembali.
Ketika keluar, tidak ada lagi enegi yang membentuk Trisula yang mencoba menusuk mereka.
Ren Yuu dan Xiao Xiao melihat ke seluruh area dalam kuil.
"Hanya ada patung di sini walaupun berbeda dengan yang ada di tempat kita pertama kali. Ayo kita coba lihat ke lantai teratas kuil." Ucap Ren Yuu.
"Apa kita tidak mencoba menyerang agar beberapa jebakan keluar?" Saran Xiao Xiao.
Ren Yuu merenung sejenak lalu mengambil Pedang biasa berjumlah dua puluh. Ia kemudian melempar Pedang ke segala arah.
Dan seperti yang di pikirkan Xiao Xiao. Banyak aura yang muncul dan membentuk Trisula lalu menyerang ke arah Pedang yang di lempar oleh Ren Yuu.
"Sepertinya memang sangat banyak jebakan di sini." Bisik Ren Yuu. Ia sama sekali tidak bisa mendeteksi asal dari aura yang tiba-tiba muncul di udara.
Ren Yuu lalu membuka semua cincin ruang yang sering dijarahnya dan itu menghasilkan hampir seribu senjata dari berbagai Tier. Ia memisahkan senjata yang berada di Tier Rare ke atas karena mungkin suatu hari nanti berguna.
"Xiao Xiao, bawa sebagian senjata-senjata ini padamu dan lempar ke daerah yang belum terjamah." Perintah Ren Yuu dengan nada lembut.
Xiao Xiao langsung mengambil satu cincin ruang dari Ren Yuu lalu menyimpan setengah senjata yang tersedia.
Lalu mereka berdua perlahan naik ke lantai atas. Ren Yuu dan Xiao Xiao terus menerus melempar senjata ke berbagai arah dan memang benar bahwa seluruh sisi ruangan di dalam kuil adalah jebakan.
"Sangat banyak jebakan di sini." Ucap Xiao Xiao tidak puas.
Ren Yuu hanya diam dan terus melempar senjata ke sana kemari. Bahkan ke arah atas mereka juga melempar senjata dan setiap ingin melewati lantai selanjutnya, akan ada jebakan juga.
Tidak sampai 2 menit, akhirnya Ren Yuu dan Xiao Xiao tiba di lantai atas dengan sisa sedikit senjata yang belum di lempar.
__ADS_1
Melihat isi lantai teratas, mereka berdua terkejut luar biasa.
"Itu..."