
Haus darah yang padat memenuhi ruangan. Mata Yu Ling Er melotot ke arah Canghai. Kata-kata Canghai terus bergema di dalam otaknya yang membuat dirinya tidak bisa lupa sama sekali.
Yu Ling Er mengingat dengan jelas saat ia menatap ayahnya di bunuh saat melarikan diri. Semua gambar-gambar tentang kehancuran clannya berputar di dalam otaknya.
Tanda di dahi Yu Ling Er memancarkan cahaya merah. Origin Core miliknya juga berdetak cepat dan itu juga sampai terdengar di dalam ruangan.
Canghai yang melihat itu mengerut. Ia langsung mengambil Pedang pendek dari cincin ruang miliknya.
"Aku akan membunuhmu!" Teriak Yu Ling Er. Auranya meletus hebat dan ia langsung menerjang ke arah Canghai.
Yu Ling Er yang di kuasai oleh kebencian langsung mengayunkan tinjunya ke arah Canghai sekuat tenaga.
Melihat itu Canghai sama sekali tidak khawatir.
Sraing!!
Canghai melewati Yu Ling Er dan langsung menebas tubuhnya.
Srak!!
Bekas sayatan lebar terlihat jelas di tubuh Yu Ling Er dari bahu sampai pinggangnya. Jika Bloodline miliknya tidak bangkit, ia pasti sudah terbelah menjadi dua.
Walaupun kultivasinya meningkat jauh dengan kebangkitan Bloodline, tetap saja masih jauh lebih rendah dari Canghai.
Yu Ling Er terjatuh ke lantai. Ia merasakan sakit luar biasa. Tubuhnya memang perlahan menyembuhkan dirinya sendiri. Lukanya perlahan menutup. Tapi, ia tau bahwa tidak mungkin menang melawan Canghai.
Putus asa, kemarahan, kesedihan, semuanya bercampur menjadi satu. Yu Ling Er meneteskan air matanya lagi sambil menatap ke arah Ren Yuu dan Xiao Xiao yang berjarak hampir 10 meter darinya.
"Maafkan aku bibi Xiao Xiao.. dan juga, maaf paman karena membawa kalian ke dalam masalah, aku senang bersama dengan kalian. Aku sangat ingin menjadi muridmu karena aku merasa paman sangat hebat." Yu Ling Er mengutarakan keinginannya untuk menjadi murid Ren Yuu karena Ren Yuu bahkan bisa membantunya dengan mudah menerobos.
Saat itu, ia sangat menghormati Ren Yuu dari lubuk hatinya dan sangat ingin menjadi muridnya.
Ren Yuu yang mendengar itu menaikkan sudut bibirnya karena dari awal ia memang berencana untuk mengasuh Yu Ling Er di bawah sayapnya. Alasan ia tidak langsung membantu Yu Ling Er adalah agar Yu Ling Er membangunkan Bloodline-nya.
Canghai di sisi lain berjalan perlahan ke arah Yu Ling Er yang masih di lantai. Ia merasakan bahwa tubuh Yu Ling Er perlahan menyembuhkan dirinya. Tentu saja ia akan langsung berniat membunuh Yu Ling Er walaupun penasaran bagaimana tubuh Yu Ling Er seperti itu.
Ketika Canghai tiba di depan Yu Ling Er dan mengangkat Pedang pendek di tangannya untuk menebas Yu Ling Er, suara Ren Yuu terdengar walaupun tidak terlalu kuat tapi dapat di dengar oleh Yu Ling Er sekalipun yang masih meratapi nasibnya.
"Mulai saat ini kamu akan menjadi murid pertamaku. Dan untuk hadiah menjadi muridku, aku akan membantu membereskan masalahmu."
God Armor!!
__ADS_1
Domain Yin Ekstrim!!
Moonlight Reflection!!
"Gaya Kedelapan, A Slash Of Divine Light..."
Light God's Sword!!
Sraing!!
Ren Yuu menggunakan seluruh kekuatannya. Ia juga pasti mengaktifkan Heavenly Bloodline Atlantis miliknya.
Ren Yuu melewati Canghai yang menurunkan kewaspadaannya terhadap Ren Yuu.
Srak!!
Bloody Mist Sword memenggal pergelangan tangan Canghai sebelah kanan dalam sekejap yang membuat Canghai terkejut luar biasa.
Walaupun tubuhnya kuat, jika itu tidak di lapisi oleh energi mendalamnya, Canghai pasti akan mudah di tebas juga.
Yu Ling Er melebarkan matanya melihat itu. Ia langsung menangis dan kini air matanya turun seperti air terjun. Tapi itu adalah air mata kebahagiaan dan rasa hangat karena dia merasa di lindungi.
"Arrrggghh!"
Sambil meratapi tangannya, Canghai ingin menerjang ke arah Ren Yuu tapi membeku karena ada individu lain di belakangnya tiba-tiba muncul.
"Waktunya bagimu mati tua bangka!"
Dragon Claw!!
Srak!!
Cakar Xiao Xiao mengenai tepat di leher Canghai. Itu membelah hampir seperempat lehernya.
Tapi Canghai belum mati. Ia ingin berbalik untuk menyerang balik ke arah Xiao Xiao tapi Ren Yuu tiba di depannya.
Legion Of Soul!!
Bang!!
Canghai terpental jauh keluar dari ruangan setelah terkena Palu Ren Yuu. 10 jiwa yang keluar dari Palu juga terus menghajar Canghai sewaktu terpental yang membuat lukanya semakin banyak.
__ADS_1
Ren Yuu tau bahwa ia belum bisa menebas kultivator kuno Receival Mid jika sudah mengedarkan energi mendalamnya untuk melindungi tubuhnya.
Adalah kesalahan bagi Canghai tidak berjaga-jaga saat pertama kali Ren Yuu bergerak yang menyebabkan Ren Yuu mampu menebas tangannya.
Alasan Ren Yuu tidak menebas leher Canghai adalah karena ia tidak akan mampu melakukan itu. Tebasanya tidak sekuat cakar Xiao Xiao yang mampu merobek leher Canghai di bagian belakang. Itu juga karena kekuatan tempur melewati empat tahap miliknya tidak berlaku.
Boom!
Canghai terpental jauh dan menembus seluruh tembok ruangan dan keluar dari kediamannya.
"Sepertinya orang itu masih hidup." Ucap Xiao Xiao serius. Ia tau bahwa ini akan menjadi merepotkan karena bawahan Canghai akan berkumpul untuk membantu Canghai.
Uhuk!
Ren Yuu dan Xiao Xiao memuntahkan teh yang mereka minum sebelumnya karena akan merepotkan jika terus menyimpannya saat bertarung.
"Dasar sialan!"
Suara Canghai terdengar di kejauhan. Auranya meletus yang membuat daerah bergoncang hebat.
"Kita harus membereskannya secepat mungkin. Kita akan kesulitan jika banyak bawahannya yang bergabung." Ucap Ren Yuu sambil mengambil tangan Canghai di lantai yang di penggal olehnya beberapa waktu lalu. Ia langsung menjarah cincin ruang yang berada di tangan Canghai.
Ren Yuu kemudian menghampiri Yu Ling Er yang masih menangis. "Tunggulah di dalam sebentar. Gurumu akan menyelesaikan ini secepat mungkin."
Sebelum Yu Ling Er menjawab, Ren Yuu langsung memasukkan Yu Ling Er ke dalam Dimensional Life miliknya.
Ren Yuu sedikit tersenyum karena tidak menyangka juga akan memiliki murid di umur 16 tahun. Tapi, jika di gabungkan dengan umurnya yang sebelumnya, ia sudah berusia 33 tahun saat ini.
Merasakan aura Canghai, Ren Yuu dan Xiao Xiao saling memandang lalu mengangguk. Mereka berdua langsung melesat menembus langit-langit ruangan untuk keluar dari bangunan dan berhenti di udara.
Canghai yang memiliki kondisi memprihatinkan di kelilingi oleh bawahannya. Ia menatap Ren Yuu dan Xiao Xiao dengan kebencian yang sangat besar. "Siapa kalian sebenarnya?! Kalian bukanlah pengawal clan Yu. Kenapa kau mencampuri urusanku?!" Tanya Canghai karena ia merasa sedikit bahaya dari tubuh Xiao Xiao.
"Siapa? Apakah kau tidak dengar bahwa aku adalah Guru gadis kecil yang sedang kau permainkan?" Jawab Ren Yuu dengan pertanyaan juga.
Xiao Xiao tersenyum sedikit mendengar perkataan Ren Yuu yang bertingkah seperti seorang Guru.
Canghai semakin marah mendengarnya. Ia melihat ke semua bawahannya dan memberi isyarat untuk membunuh Ren Yuu dan Xiao Xiao.
"Kau akan menyesal melakukan ini padaku. Bunuh mereka!" Perintah Canghai kepada bawahannya.
Semua bawahan Canghai langsung bergerak menuju Ren Yuu dan Xiao Xiao.
__ADS_1
Sementara itu, Ren Yuu dan Xiao Xiao tetap tenang di udara. Mereka berdua saling memandang dan mengangguk.
"Ayo kita lakukan!"