
Saat ini Ren Yuu sedang menghalangi ketiga anak agar tidak mengganggu Cai'Zi.
"Ren Yuu?" Tanya ketiga anak itu bersamaan karena seakan mengenal anak di depan mereka.
"Bukankah ini anak yang sering di tempat bermain itu?" Tanya salah satu dari mereka yang berusia 5 tahun.
"Ya, aku ingat sekarang. Anak ini tidak bisa bermain sama sekali dan banyak juga orang tidak suka bermain dengannya," ucap anak berusia 6 tahun.
"Bukankah mereka berdua ini sama? Mereka berdua benar-benar cocok menjadi adik dan kakak karena sama-sama membuat orang lain merasa kesusahan," anak berumur 7 tahun langsung melempari banyak lumpur ke arah Ren Yuu dan Cai'Zi.
Ren Yuu langsung melindungi Cai'Zi agar tidak terkena bola lumpur yang agak menyakitkan.
Cai'Zi melihat Ren Yuu dengan tatapan kosong karena tidak menyangka bahwa seseorang akan mencoba melindunginya.
"Kenapa orang ini berusaha melindungi aku?" Batin Cai'Zi dan terus menatap Ren Yuu yang terkena bola lumpur. Cai'Zi yang terkena bola lumpur tidak bergerak sama sekali karena masih penasaran dengan Ren Yuu.
Setelah tubuh Ren Yuu di penuhi oleh lumpur, ketiga anak itu sudah bosan melempar Ren Yuu dan Cai'Zi.
"Baiklah ayo pergi. Aku sudah bosan mengganggu anak itu," anak berusia 7 tahun menyarankan.
Kedua anak lainnya hanya mengangguk karena setuju.
"Hei anak jelek, lebih baik kau tidak kembali karena semua orang ingin kau pergi. Tidak ada tempat bagimu di panti asuhan," anak berusia 7 tahun memperingatkan Cai'Zi agar tidak kembali ke panti asuhan.
Cai'Zi tertegun dan matanya mulai berkaca-kaca karena merasa sedih bahwa dia akhirnya sadar bahwa semua orang sangat tidak menyukainya.
Di panti asuhan mereka memang sering menindasnya. Tapi Cai'Zi hanya tetap diam dan tersenyum atas perlakuan itu sebab dia tidak punya tempat untuk pergi.
Ren Yuu marah mendengarnya tapi tetap diam karena Cai'Zi tidak merespon perkataan anak sebelumnya.
Setelah ketiga anak itu pergi, Ren Yuu melihat ke arah Cai'Zi sambil bertanya, "apa kamu tidak apa-apa?"
Cai'Zi tersadar dari lamunannya dan melihat Ren Yuu sambil tersenyum lalu menjawab, "Um, aku baik-baik saja. Terima kasih."
Ren Yuu agak lega mendengarnya lalu setelah diam beberapa saat, Ren Yuu membuka suara, "apakah kamu tidak pulang? Ini sudah sore hari."
Cai'Zi yang mendengar itu hanya menunduk dan mengepalkan tangannya. "Aku tidak punya tempat untuk pulang."
__ADS_1
"Tapi tadi mereka berkata bahwa kamu tinggal di panti asuhan itu."
"Tapi mereka akan mengusirku," Cai'Zi hanya terus menunduk sambil menjawab Ren Yuu.
Ren Yuu merasa aneh karena seseorang di usir dari panti asuhan.
"Mengapa?" Tanya Ren Yuu penasaran.
Cai'Zi terdiam sebentar lalu menjawab, "aku tidak bisa apa-apa. Lalu aku makan terlalu banyak dan membuat anak-anak lain kelaparan. Semua tugas yang di berikan kepadaku tidak pernah selesai. Sudah pasti mereka semua sangat membenciku."
Jika orang-orang melihat percakapan ini, mereka akan merasa heran bahwa gadis berusia hampir 5 tahun sudah memiliki pemikiran lebih dewasa bahkan jika di bandingkan dengan anak berusia 8 tahun.
Ren Yuu tidak tau harus berkata apa mendengar perkataan Cai'Zi dan ikut sedih juga dengan nasib Cai'Zi.
Tiba-tiba Ren Yuu mendapatkan ide dari kepalanya yang masih lambat bekerja.
"Aku Ren Yuu," Ren Yuu menjulurkan tangannya yang agak berlumpur.
Cai'Zi menatap Ren Yuu dengan tatapan kosong lalu tersadar seketika, "Cai'Zi." Cai'Zi menjulurkan tangannya juga dan tersenyum.
Setelah berjabat tangan, Ren Yuu langsung menariknya pergi dan membuat Cai'Zi terkejut.
"Ke rumahku. Apa kamu ingin kembali ke panti asuhan?" Tanya Ren Yuu.
Cai'Zi langsung menggelengkan kepalanya karena tidak mau merepotkan panti asuhan lagi.
"Jika kamu tidak mau, lebih baik kamu ikut ke rumahku," Ren Yuu terus menarik Cai'Zi sambil tersenyum lebar.
Cai'Zi tertegun dan merasa takut. "Tapi... Tapi..." Kata-kata Cai'Zi terputus-putus dan tidak tau harus berkata apa.
"Jangan takut. Ayah dan ibuku tidak akan marah jika kamu ikut ke rumah," dengan senyum lebar Ren Yuu menenangkan Cai'Zi yang gugup tidak karuan.
Ren Yuu terus menyeret Cai'Zi yang merasa enggan karena datang ke rumah seseorang dengan membawa lumpur di seluruh tubuhnya.
Karena hidup di tempat yang tidak bersahabat dan perlakuan yang tidak bagus di terima Cai'Zi setiap hari, pemikirannya lebih berkembang lebih cepat dari anak-anak yang lain walaupun selalu ceroboh melakukan suatu hal.
Dengan Royal Bloodline yang di miliki Cai'Zi, nafsu makannya sangat tinggi karena membutuhkan asupan gizi yang besar. Itulah mengapa Cai'Zi begitu rakus makan dan membuat semua orang di panti asuhan marah karena anak-anak lain hampir tidak makan karena dia.
__ADS_1
Sama halnya dengan Ren Yuu, Ren Yuu juga memiliki nafsu makan yang sangat besar sewaktu masih anak-anak.
Mereka berdua tiba di rumah Ren Yuu yang sederhana. Cai'Zi sangat gugup karena Ren Yuu benar-benar membawanya ke rumahnya.
"Aku pulang..." Ren Yuu berkata sambil langsung menarik Cai'Zi ke dalam rumah. Mereka berdua di penuhi oleh lumpur dan itu sangat bau juga.
Feng Xuer melihat ke arah pintu dan terkejut karena Ren Yuu sangat jorok dan membawa seorang anak perempuan yang jorok juga bersamanya.
Feng Xuer langsung menghampiri Ren Yuu dan bertanya, "kenapa kamu sangat kotor Yuu'er?"
"Aku..." Ren Yuu tidak tau harus menjawab apa. Feng Xuer melihat ke arah Cai'Zi yang menunduk dan langsung mengerti.
Feng Xuer sama sekali tidak mempermasalahkannya dan langsung bertanya, "siapa gadis ini Yuu'er? Apakah dia temanmu?"
"Ya, ini Cai'Zi. Dia adalah temanku," jawab Ren Yuu sambil tersenyum karena ibunya tidak marah.
Feng Xuer tersenyum dan melihat ke arah Cai'Zi yang masih menunduk karena takut di salahkan.
Feng Xuer menghampiri Cai'Zi dan bertanya, "nak, apa kamu tidak pulang lebih dahulu ke rumahmu? Nanti orang tuamu khawatir."
Cai'Zi tertegun mendengar perkataan Feng Xuer dan ingin menangis karena dia tidak punya tempat untuk pulang dan tidak punya orang tua juga.
Melihat Cai'Zi yang hanya diam dengan mata berkaca-kaca, Feng Xuer langsung mengerti bahwa Cai'Zi memiliki masalahnya sendiri dan tidak bertanya lagi.
"Ibu... Cai'Zi..." Kata-kata Ren Yuu di sela oleh Feng Xuer. "Ayo, ibu akan membersihkan kalian berdua terlebih dahulu."
Feng Xuer langsung menyeret Ren Yuu dan Cai'Zi ke arah kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Feng Xuer langsung melepas baju mereka berdua.
Feng Xuer tidak merasa masalah mereka berdua mandi bersama karena Ren Yuu masih berumur 5 tahun dan Feng Xuer juga melihat tubuh Cai'Zi lebih kecil dari Ren Yuu.
Setelah selesai membersihkan tubuh kedua anak itu, Feng Xuer langsung memakaikan pakaian kepada Ren Yuu dan Cai'Zi juga. Cai'Zi agak takut karena bajunya hanya ada satu. Jadi, Cai'Zi harus memakai pakaian milik Ren Yuu.
"Kalian sudah bersih. Jadi, ayo duduklah di kursi. Ibu akan membuat makanan." Feng Xuer berkata sambil tersenyum dan langsung pergi ke dapur menyiapkan makanan.
Cai'Zi terus menerus-merasa gugup karena dia tidak tahan melihat makanan. Cai'Zi tidak bisa menghentikan dorongan nafsu makannya yang sangat besar.
"Cai'Zi... kamu harus mencoba masakan ibuku. Itu sangat enak!" seru Ren Yuu sambil bersemangat.
__ADS_1
Cai'Zi tidak tau harus berkata apa karena merasa bahwa setelah mereka selesai makan, keluarga Ren Yuu akan membencinya juga karena terlalu banyak makan.