
Mata Moon Sovereign bersinar dalam sekejap dan melihat Ren Yuu.
"Kamu berlutut..." Perintah Moon Sovereign.
Ren Yuu bingung dengan perkataan Moon Sovereign.
"Untuk apa aku berlutut?" Tanya Ren Yuu heran.
Wajah Moon Sovereign gelap seketika mendengarnya.
"Aku bilang berlutut..." Perintah Moon Sovereign dengan nada dingin.
Ren Yuu bergetar takut karena energi yang bocor dari Moon Sovereign dan perlahan berlutut walaupun merasa sangat enggan.
Moon Sovereign merasa puas karena Ren Yuu menurut," baik... Panggil Guru!!" Perintah Moon Sovereign.
Ren Yuu tercengang mendengarnya dan tidak tau harus apa.
"Guru? Apa wanita bergentayangan ini ingin aku menjadi muridnya?" Batin Ren Yuu dan merasa tidak percaya.
"Kenapa?" Tanya Ren Yuu lagi dan membuat Moon Sovereign kesal dan menampar kepala Ren Yuu.
Plak..
"Bagaimana jiwa bisa memukulku?" Ren Yuu tercengang dan menyentuh kepalanya karena merasa sedikit sakit tapi tidak berkomentar karena takut Moon Sovereign marah.
"Kau tau? Banyak orang yang ingin menjadi muridku tapi aku menolak mereka semua. Dan di sini aku memintamu menjadi muridku tapi kau menolak?"
"Kau terlalu menganggap dirimu tinggi bocah," Moon Sovereign mendengus kesal.
Ren Yuu tidak bisa berkata-kata karena sikap Moon Sovereign tidak mencerminkan ahli kuat.
"Kenapa aku-..." Kata-kata Ren Yuu terputus karena merasakan aura Moon Sovereign.
"Kau hanya perlu menjawab mau atau tidak bocah..." Wajah cantik Moon Sovereign sangat menyeramkan dan membuat Ren Yuu takut.
"Wanita memang menakutkan ketika marah," batin Ren Yuu sambil bergetar dan memikirkan bahwa akan sangat menguntungkan baginya untuk menjadi murid Moon Sovereign yang bahkan mengenal Pan Gu.
Ren Yuu mengambil keputusan dan bersujud sambil berkata, "Ren Yuu menyapa Guru..."
__ADS_1
Wajah Moon Sovereign cerah seketika mendengar perkataan Ren Yuu dan merasa puas.
"Kamu adalah murid pertama yang aku miliki selama aku hidup," ucap Moon Sovereign agar Ren Yuu merasa bangga.
"Bukannya Guru sudah mati sekarang?" Tanya Ren Yuu heran dan melakukan kesalahan dengan menyumpahi Guru barunya mati.
Wajah Moon Sovereign gelap seketika karena murid barunya menyumpahinya mati. Moon Sovereign mengayunkan tangannya ke arah Ren Yuu.
"Gurumu belum mati... Murid tidak tau diri..."
Cahaya putih menyelimuti Ren Yuu dan membuat Ren Yuu tidak bisa bernafas dan melayang di udara.
"Guru... Aku tidak bisa bernafas..." Ren Yuu memohon belas kasihan karena tau kali ini dia salah menyumpahi Gurunya sendiri mati saat pertama kali di terima menjadi murid.
Moon Sovereign mendengus lalu meletakkan Ren Yuu kembali.
"Hampir saja aku mati," batin Ren Yuu sambil mengusap keringat di dahinya.
"Guru... Aku ingin bertanya," Ren Yuu berkata pelan dan masih merasa canggung memanggil jiwa bergentayangan sebagai Guru.
"Apa?" Tanya Moon Sovereign.
Moon Sovereign merenung sejenak lalu berkata. "Mungkin Guru tiba sewaktu Pan Gu telah pergi dari dunia ini setelah selesai melawan invasi yang kamu sebutkan tadi. Guru tidak tau kapan waktunya ketika dia pergi. Setelah itu, Moon Divine Palace mendarat di sini. Ketika tiba di sini, beberapa suku menggunakan Moon Divine Palace ini beberapa waktu. Tapi Guru lupa berapa lama mereka menggunakan Moon Divine Palace."
"Kenapa menurut Guru bahwa Pan Gu telah pergi dari sini ketika Guru tiba?" Tanya Ren Yuu penasaran.
"Tentu saja Yuu'er. Jika Pan Gu masih di sini tentu saja dia akan merasakan Moon Divine Palace mendarat," ujar Moon Sovereign.
Ren Yuu mengerti sekarang dan bertanya satu hal penting. "Kenapa Guru memilihku menjadi murid?"
Moon Sovereign menatap Ren Yuu dengan tatapan kosong seolah-olah melihat idiot terbesar sepanjang masa.
"Apakah Guru perlu untuk menjelaskan itu?" Moon Sovereign bertanya kembali dengan nada aneh.
Ren Yuu merasa canggung dan tidak bertanya lagi.
"Dari mana kamu mendapatkan makhluk ini?" Tanya Moon Sovereign sambil membawa ular kecil yang di tahan oleh auranya.
Ketika ular kecil itu lepas, ular kecil langsung melesat ke baju Ren Yuu untuk berlindung karena merasa agak takut dengan Moon Sovereign.
__ADS_1
"Ular kecil ini? Aku menemukannya ketika masih berada di telur. Ketika menetas, ular Kecil ini terus mengikutiku," jawab Ren Yuu.
Moon Sovereign menganguk mendengarnya karena Ren Yuu adalah orang pertama yang di lihatnya, tentu saja ular kecil itu akan mengikuti Ren Yuu.
"Apa Guru tau spesies ular kecil ini? Aku sudah membaca banyak buku tapi tidak ada yang sesuai," Ren Yuu bertanya sambil melihat ke arah ular kecil lagi yang merasa nyaman di tubuhnya.
Moon Sovereign merenung sebentar dan berkata, "itu adalah makhluk jaman kuno yang bahkan sudah ada jauh sebelum Guru lahir. Makhluk itu sangat kuat karena merupakan spesies Raja dari segala jenis binatang monster. Dan bukan hanya untuk jenis ular."
"Makhluk itu juga bisa menandingi atau bahkan mengalahkan empat binatang suci. Ketika makhluk itu mencapai puncaknya, dia bahkan bisa melahap planet-planet raksasa," Moon Sovereign menjelaskan.
Ren Yuu tercengang mendengarnya dan mengambil ular kecil lagi dan menatapnya dengan serius.
Ular kecil seakan paham dengan perkataan Moon Sovereign dan membuat gerakan membanggakan dirinya sendiri.
Wajah Ren Yuu bergerak-gerak melihatnya dan ingin mencekik ular kecil lagi.
"Apa kamu tidak berpikir ada yang aneh? Hanya binatang suci yang bisa mengembangkan pikirannya ketika baru lahir. Tapi makhluk ini juga pasti sama. Dan, yang paling istimewa dari makhluk ini adalah kecepatannya untuk melahap energi dan menjadikannya miliknya." Sambung Moon Sovereign.
Ren Yuu sangat terkejut dan bertanya lagi, "tapi kenapa makhluk ini sangat kecil?"
"Bukan masalah kecil atau tidak. Makhluk ini bisa mengembangkan tubuhnya ribuan atau bahkan sampai jutaan kali lipat dari ukuran aslinya. Itulah sebabnya dia bisa melahap planet raksasa ketika mencapai puncaknya," jawab Moon Sovereign.
"Apa-apaan?" Mata Ren Yuu melotot ke arah ular kecil karena merasa tidak mungkin anak ular di depannya bisa melakukan itu.
"Dan satu lagi teknik eklusif miliknya, makhluk ini bisa mengendalikan darah makhluk hidup lain dan menyedotnya menjadi miliknya jika mencapai jarak tertentu. Itulah yang membuat makhluk ini begitu mengerikan."
"Tapi mahluk ini sangat sulit berkembang biak. Dalam kurun waktu yang sangat lama, hanya beberapa kali makhluk ini muncul. Dan sekarang sewaktu muncul, kebetulan bahwa dia jatuh di tanganmu. Kamu harus melatihnya, jika tidak, makhluk ini akan menjadi bencana alam berjalan di mana saja dia pergi," ujar Moon Sovereign.
Moon Sovereign merasa tidak masalah karena ular kecil itu tidak akan mau menyakiti Ren Yuu dan malahan ular itu akan membantu Ren Yuu jika terjadi pertempuran.
Ren Yuu mengerti bahwa dia telah memungut makhluk berbahaya.
"Guru... Apakah jenis kelamin ular ini?" Tanya Ren Yuu penasaran.
"Itu betina. Tanda di dahinya melambangkan jenis kelaminnya. Jika itu berwarna emas gelap, itu akan menjadi jantan dan itu merah gelap yang menandakan betina. Ketika kekuatannya mencapai tingkat tertentu, dia akan bisa mengambil wujud manusia," tambah Moon Sovereign.
"Betina?" Ren Yuu cemberut mendengarnya karena merasa sesuatu yang merepotkan akan tiba tidak jauh dari sekarang.
Ren Yuu mendesah dan menatap ular kecil itu lalu berkata, "jika begitu, aku akan menamaimu, Yui."
__ADS_1