![Pejantan Tangguh [Pemilik Hati Tuan Putri]](https://asset.asean.biz.id/pejantan-tangguh--pemilik-hati-tuan-putri-.webp)
Hari kembali berganti lagi, begitu cepat hingga tidak terasa.
Pagi ini, Ellena sudah berdandan dengan rapih. Cepat menemui Fic yang sedang menunggunya di ruang tengah.
"Fic! Aku sudah siap!" Ellena tersenyum kearah Fic yang menunduk ke arahnya.
Fic belum juga bergerak dari kakinya berdiri. Hingga Ellena yang berjalan menghampiri.
"Ayo!" Ellena meraih tangan Fic.
"Ah, Nona. Ada Tuan muda Khale dibawah."
Ellena cepat menoleh. "Khale?"
Fic mengangguk. "Triple K. Anda harus pergi ke Fakultas bersama mereka."
Ellena melepaskan tangannya ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.
"Nona Ellen, kau sudah siap?" Khale menghampiri.
"Ah iya. Aku sudah siap!"
"Kalau begitu, ayo kita berangkat." ajak Khale.
Ellena tidak segera menjawab, menoleh dulu pada Fic.
"Mari Nona." Fic mempersilahkan Ellena untuk melangkah. Ellena pun melangkahkan setelah memastikan Fic mengikutinya dari belakang.
Sampai di depan, Ellena dapat melihat dua saudara Khale yang duduk manis didalam mobil mereka.
"Hay, Nona Ellen!" Sapa Kimmy dari balik pintu mobil.
Ellena hanya tersenyum kearah Kimmy dan Keyan.
"Cepat masuk Nona. Hari pertama masuk kuliah, jangan sampai terlambat." seru Keyan.
Khale membukakan pintu mobil untuk Ellena.
Gadis itu belum juga bergerak.
"Ayo. Masuk lah." pinta Khale.
"Aku ikut kalian?" tanya Ellena. Belum juga melangkah.
"Lalu? Kau ingin pergi dengan siapa? Tujuan kita sama. Aku sengaja menjemputmu untuk berangkat bersama kami." ucap Khale.
Ellena tidak menjawab, menoleh pada Fic yang masih berdiri sedikit lebih jauh dari sisinya.
Fic mendekat, "Nona. Mulai hari ini dan seterusnya, Anda harus pergi dan pulang bersama mereka. Karena itu sudah menjadi kesepakatan Tuan Nath dan Tuan Ken, saat kalian sudah berada di Fakultas yang sama." Fic menjelaskannya kepada Ellena.
"Tapi Fic!"
"Ellena. Ini demi kebaikanmu." ucap Nathan.
Mereka menoleh, Nathan dan Mira sudah menghampiri.
"Sayang." Nathan mendekat.
"Mulai hari pertama kau berada di Fakultas, Mereka yang akan menjagamu, dari kau keluar dari rumah sampai kau kembali lagi ke rumah. Fic, tidak mungkin ikut masuk untuk menjagamu di dalam sana bukan?"
"Ellena tau Ayah. Fic tidak mungkin ikut masuk! Tapi Ellena ingin, Fic tetap mengantar dan menjemput Ellena. Apa susahnya sih? Ellen tidak mau satu mobil rame rame begitu! Toh disana nanti, Ellena bersama Triple K. Mereka yang akan menjaga Ellena." bantah Ellena.
__ADS_1
"Nona!" Fic melirik ke arah Ellena.
"Diam kamu!" Bentak Ellena pada Fic yang mencoba menegur Ellena.
"Ayah." Ellena kembali merengek pada Ayahnya.
Nathan hanya bisa menghela nafas. Kemudian menoleh pada Fic.
"Antar Ellena Fic." Fic terdiam.
"Fic!"
"Oh, iya Tuan." Fic mengangguk.
"Mari Nona." Mempersilahkan Ellena untuk ke mobil. Ellena melangkah setelah berpamitan dengan Ayah dan Ibunya.
Setelah memastikan Ellena melangkah sedikit jauh, Fic mendekati Khale yang masih disisi pintu mobilnya.
"Tuan Muda. Mungkin, besok anda perlu membawa mobil sendirian. Biarkan kedua saudara anda bermobil sendiri. Dengan begitu, Nona Ellena akan mau berangkat dengan kalian." ucap Fic.
"Ah, kau benar Fic. Baiklah. Nona Ellena memang tidak suka dengan suasana ramai." jawab Khale kemudian memasuki mobilnya. Fic sendiri segera menyusul Ellena.
Mobil mereka melaju menuju sebuah Fakultas dimana hari ini mereka masuk kuliah untuk pertama kalinya.
"Apa kau tidak menangkap sesuatu yang lain dari Nona Ellena Khal?" tanya Kimmy di tengah perjalanan mereka.
"Apa maksudmu Kim?" Khale menoleh.
"Sepertinya, Nona Ellena itu menyukai Fic. Dia sama sekali tidak mau sedikit saja berjauhan dari Fic." sahut Kimmy.
"Itu tidak mungkin. Usia mereka sangat jauh berbeda. Mungkin itu karena Fic yang selalu menemani Ellena. Ellena hanya belum terbiasa lepas dari Fic." ucap Khale.
"Tapi, Fic itu terlalu tampan dan penuh kelembutan. Kau bisa lihat, wajahnya sama sekali tidak menampakan usianya yang sebenarnya. Siapa tau, Nona Ellena benar benar menyukainya." Keyan menimbal pembicaraan mereka.
"Kau benar Kim, tak ada satu pun yang boleh memiliki Nona Ellena kecuali salah satu dari Tripel K dan itu sudah pasti dengan Khale. Siapa pun orangnya, harus berhadapan dengan kita. Sekali pun itu Fic." ucap Keyan membenarkan ucapan Kimmy. Sementara Khale sendiri masih terdiam.
"Ellena tidak mungkin seperti itu. Dia akan berpikir seribu kali untuk memilih seorang Pria. Apa dia tidak memikirkan nama besar keluarganya jika ceroboh? Fic pun tidak mungkin seperti itu, dia akan berpikir ulang jika akan menyukai Ellena. Bayi yang ia jaga sendiri sejak lahir, belum lagi Fic hanya seorang kepala pelayan. Dia tidak mungkin selancang itu. Kalian saja yang salah menilai kedekatan mereka." ucap Khale, menyangkal tebakan mereka.
"Belum tentu Khal! Siapa tau, kedekatan mereka selama ini menimbulkan benih benih cinta di hati Nona Ellena. Sekarang berpikir lah, pria mana yang sanggup menolak Tuan Putri Ellena?" bantah Keyan.
"Kita juga harus ingat pesan Paman Nath dan Ayah, jika kita harus menjaga Nona Ellena dari pria manapun yang ingin mendekatinya." sambung Kimmy.
"Kau benar Kim. Nona Ellena tidak boleh salah melangkah, demi masa depannya dan masa depan Perusahaan kita. Jika dia salah dalam memilih pasangan, maka semua perjuangan Paman Nath dan Ayah selama ini akan kacau!" ucap Keyan.
"Ya. Kita harus melakukannya apapun untuk melindungi Nona Ellena dari Pria Lain. Tak terkecuali Fic!" Kimmy kembali membenarkan ucapan Keyan.
Khale masih tampak terdiam, dia belum begitu percaya dengan ucapan kedua saudaranya. Khale tidak pernah berpikir sejauh itu, jika Ellena menyukai Fic ataupun sebaliknya.
"Kau tidak punya pendapat Khal?" Kimmy bertanya.
"Sudahlah. Semua tebakan kalian belum tentu benar. Fic adalah orang yang paling dipercaya baik oleh Paman Nath atau pun Ayah. Jadi Fic tidak mungkin mengkhianati mereka." jawab Kahle tak ingin kedua saudaranya berprasangka.
"Semoga saja! Tapi jika itu sampai terjadinya, liat saja! Aku orang pertama yang akan mematahkan leher Fic!" seru Keyan.
Sementara di dalam mobil Fic, pria itu melirik Ellena yang tidak berhenti menoleh padanya.
"Lain kali, jangan seperti itu lagi Nona."
"Apa?"
"Menolak pergi dengan Mereka. Itu tidak sopan."
__ADS_1
"Aku malas Fic. Mereka itu beringsik!" bantah Ellena.
Fic tergelak kecil. "Nona belum terbiasa saja. Mereka itu menggemaskan."
"Menggemaskan apanya. Jika kau, aku percaya. Kau menggemaskan, sudah tampan, penuh kelembutan. Aku jadi makin cinta." Ellena menusuk pipi Fic dengan ibu jarinya.
Fic hanya tersenyum getir.
Fic menghentikannya mobilnya saat sudah tiba di depan Gedung Fakultas.
"Nona ingin aku temani turun atau bersama mereka saja?" Fic bertanya dahulu sebelum membuka pintu.
"Fic. Apa kau tidak cemburu jika aku dekat dengan pria lain?"
Pertanyaan Ellena seketika membuat Fic menoleh. Fic terdiam, kemudian menunduk.
"Fic, tidak mungkin selancang itu." jawabnya.
"Tapi kau kan Kekasihku! Pacar ku. Mana bisa kau tidak cemburu padaku? Apa kau tidak menganggap ku sebagai pacarmu?"
Fic menoleh kembali. "Kekasih, pacar?"
Astaga! Nona Ellena Kekasihku, pacarku? Mana mungkin?
Fic mengusap wajahnya. Ia baru menyadari jika perkataan Ellena benar adanya. Tanpa Fic sadari, dirinya sudah menjadi Kekasih Ellena,begitu juga sebaliknya.
"Pokoknya aku tidak peduli. Kita sudah pacaran, dan nantinya akan menikah. Kau tidak boleh dengan siapa pun. Begitu juga dengan aku. Tidak akan dengan siapapun!" Tegas Ellena.
Tiba tiba Ellena mendekat dan mencium bibir Fic.
"Nona!" Fic ingin mencegah.
"Tidak ada yang melihat. Sebentar saja." Ellena merengkuh tengkuk Fic. Fic tidak bisa lagi untuk mencegah. Ketika Ellena dengan lembut memberinya ciuman. Fic terlena, membalas ciuman Ellena dengan dalam. Tangannya merengkuh pinggang Ellena dengan sangat erat.
Mereka berciuman cukup lama, hingga nafas Fic tersengal dan mendorong lembut tubuh Ellena yang sungguh membuat candu baginya itu.
"Sudah Nona! Mereka menunggumu." Fic menyeka bibir Ellena yang basah karenanya.
"Ah, ya." Ellena tersipu. Mengulurkan tangannya untuk merapihkan rambut Fic. Fic menatap wajah Ellena.
"Aku turun. Kau tidak perlu mengantarku. Tapi kau harus menjemput ku tepat waktu!"
Fic hanya mengangguk.
"Hati hati Nona."ucap Fic, entah kenapa tangannya tiba tiba menahan Tangan Ellena. Ellena menoleh kembali, dan tersenyum.
"Kau juga hati hati. Aku mencintaimu Fic." Ellena mencium tangan Fic sebelum membuka pintu mobil.
Khale sudah menunggu Ellena di luar.
"Ayo." meraih tangan Ellena untuk melangkah. Ellena menoleh kembali pada Fic yang masih menatapnya dari balik kaca mobil.
Fic memandangi langkah mereka hingga menghilang di balik gerbang. Melihat bagaimana Khale menggenggam erat tangan Ellena untuk melangkah.
Mendadak Hati Fic terasa nyeri.
Aku cemburu nona. Aku cemburu! Tapi aku bisa apa?
Fic menunduk, menaruh kepalanya di kemudi. Menggigit bibir bawahnya, merasakan bibir Ellena yang masih membekas disana.
"Arg.... Aku mencintaimu Ellena!" tiba tiba Fic berteriak.
__ADS_1
_______________