![Pejantan Tangguh [Pemilik Hati Tuan Putri]](https://asset.asean.biz.id/pejantan-tangguh--pemilik-hati-tuan-putri-.webp)
Sekarang semua sudah berpindah. Rimbun mengantar Mira ke kamarnya. Sedikit terdengar mengobrol untuk sekedar mengusir kegundahan mereka.
Nathan dan Ken masuk ke dalam ruangan kerja. Kembali duduk disana. Berhadap hadapan.
"Apa benar ini perbuatan Ricard. Kalau benar, dia sungguh bosan hidup. Setelah ini aku pastikan dia tidak akan lagi melihat sinar Matahari untuk tahun depan."
"Kenapa harus tahun depan?" Nathan mendongak, sedikit heran dengan ucapan Ken.
"Ya. Karena tahun ini tinggal beberapa bulan, itu untuk kita menuntaskan masalah ini dulu. Baru tahun depan bisa menghukum Ricard."
Nathan sebenarnya ingin tergelak. Ucapan Ken seperti candaan. Nathan jadi teringat, bagaimana kebersamaan dia dan Ken dulu. Tanpa terpisah, tanpa pernah ada perselisihan.
Nathan menghela nafas. Hampir saja dia bertikai dengan Ken. Mencurigai Ken dan menuduh Ken dalang dari semua kebohongan ini.
"Tapi kenapa Rimbun tetap mencurigai kakek Fiandi ya?" Ken bergumam.
"Itu mungkin hanya pemikiran Rimbun Ken. Dia sudah sangat Tua. Kakek Fiandi tidak mungkin mempunyai pikirkan sejauh itu dan melibatkan banyak orang."
"Banyak Orang?" Ken kini yang mendongak menatap Nathan.
"Maksudmu, selain dua pria tadi ada yang lain yang terlibat?" tanya Ken.
"Itu sudah pasti. Tidak mungkin hanya mereka. Buktinya, mereka bisa tau pasti kapan kalian kemari."
Ken kini mengangguk membenarkan ucapan Nathan. Dia sekarang berpikir keras.
"Artinya, di dalam rumahku ada orang orang ini. Atau jangan-jangan di dalam rumah ini juga." ucap Ken.
Nathan hanya menarik nafas. Sebenarnya dia juga sudah berpikiran sama dengan Ken. Dia juga sudah menebak, jika memang ada salah satu orang orang itu yang berada di dalam rumahnya.
"Semua kacau setelah kepergian Fic. Karena biasanya Fic lah yang menjaga rumah dari segala sudut. Dia bahkan tidak sempat mencari pengganti untuk dirinya. Apa kau tau, Fic di bius dan di buang oleh mereka Ken?"
"Bagaimana aku tau, jika kau saja merahasiakan ini dariku." sahut Ken.
Kenapa Tuan?"
"Maafkan aku Ken. Aku panik. Aku tertekan. Saat itu pikiran ku hanya satu. Putri ku selamat dan Fic masih bisa hidup! Maafkan aku juga, aku sudah mencurigai mu sejak pertama kali."
__ADS_1
Ken hanya mendengus, mengingat Fic justru Ken merasa lega sekarang.
"Tak perlu meminta maaf Tuan. Semua orang tua pasti akan melakukan apapun demi anaknya. Dan jika aku jadi dirimu, aku pun akan menaruh kecurigaan. Sekarang kita masih bisa bersyukur. Fic tidak mati. Setidaknya ada Fic yang masih bisa kita andalkan untuk menggantikan kita yang sudah mulai tidak muda ini. Karena Triple K sepertinya bukan akan menjadi hak kita, melainkan Keluarga Fiandi."
Nathan mengangguk, "Karena kau tidak mempunyai keluarga. Sudah pasti keluarga Istrimu yang menang. Tidak seperti Mira, dia tidak punya keluarga kecuali hanya Ayah. Dan sudah pasti aku yang menang."
Ken tergelak kecil. "Kau benar. Dan aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Dalam keluarga Fiandi,Putra Putraku mempunyai masa depan. Mereka sudah mengaturnya. Aku hanya menjalani peran ku dengan baik sebagai Suami dan Ayah untuk mereka."
Nathan kembali mengangguk.
"Kau tenang saja Tuan. Saat ini biarkan aku yang berusaha. Kita hanya perlu tenang menghadapi mereka. Aku akan segera membereskan ini semua. Kalau bisa, sebelum pernikahan itu terjadi."
"Terimakasih Ken, terimakasih." jawab Nathan.
Dalam hati Ken dia sungguh penasaran dengan siapa orang yang sudah mempermainkan mereka ini. Dan apa tujuan mereka yang sebenarnya.
Sementara di ruangan lain, Ellena duduk bersama Khale.
Dua orang ini belum berbicara satu sama lain.
"Kenapa kau tertawa? Apa kau kira masalah ini lucu? Jantungku hampir copot Ellena!" tuding Khale.
Ellena menoleh. "Aku hanya sedang membayangkan rencana ku. Kita menikah, lalu setelah itu aku meminta cerai. Aku akan menjadi janda di usia muda."
"Lalu kau akan menikahi Fic. Dan Fic akan mendapatkan seorang istri Janda. Janda muda , Tajir dan mempesona." keduanya kini malah terbahak.
"Diam Ellena. Ini tidak lucu. Kalau ada jalan keluarnya jangan sampai kita menikah. Kenapa? Kau mau tau alasannya?"
Ellena menggeleng.
"Pertama, aku ingin menikahi wanita yang mencintaiku. Kedua, Fic masih hidup. Dia yang sudah mendapatkan hatimu,mana aku sanggup menikahi milik orang lain. Dan yang ketiga, aku ingin dalam hidupku hanya satu kali saja menikah. Aku khawatir, setelah menikahi mu aku tidak sanggup menceraikan mu. Lalu bagaimana dengan nasib cinta kalian?"
Ellena langsung memasang wajah cemberut.
"Jangan menakuti ku Khal? Aku tidak mau kehilangan cinta ku!"
"Maka dari itu berpikirlah Ellena."
__ADS_1
"Tapi pikiran ku buntu Khal."
"Karena yang ada di otakmu hanya Fic saja."
"Itu kau tau!" Ellena menyandarkan punggungnya di sofa pikirannya kini pada Fic.
'Fic sedang apa ya?' jika saja keadaannya tidak genting seperti ini, Ellena pasti sudah menyusul Fic di tempat persembunyian Fic saat ini. Jangankan sekarang yang dekat, menyebrang lautan pun Ellena lakoni demi bertemu dengan Fic.
Khale melirik, kemudian membanting punggungnya juga. Pikirannya menerawang. 'Tadinya aku tidak tertarik untuk menikahimu Ellena, lalu mengingat pesan Fic, aku jadi ingin menikahimu. Setelah kenyataan ini, aku jadi tidak ingin lagi untuk menikahimu. Tapi sepertinya Pernikahan itu harus terjadi. Ah.. andai saja, aku menikahi wanita yang mencintaiku, pasti perasaanku saat ini sedang berbunga bunga.'
"Kenapa pernikahan itu jadi sangat menakutkan begini."
Friya...! Satu nama itu yang masih selalu di ingat oleh Khale.
Hingga malam mulai larut, keluarga Ken sudah berpamitan untuk pulang. Ellena kembali ke kamarnya.
Sekarang Elfa pun sudah bisa keluar kamar seperti biasa tanpa ada yang curiga.
Hari sudah berganti, Kegelisahan mereka semakin memuncak ketika dua pria itu datang kembali dan sudah menentukan Hari pernikahan mereka.
Bukan Ken namanya jika hanya berdiam diri. Setiap ada masalah, Ken tidak pernah menyerah untuk terus mencari sumber masalahnya.
Ellena, beberapa kali menghubungi Fic. Ellena juga sudah menceritakan semuanya dengan gamblang pada Fic. Tak lupa meyakinkan Fic jika pernikahan itu memang harus terjadi, maka jangan khawatir, ini hanya semata mata untuk menyelamatkan Ayahnya.
Fic tau itu, tapi hatinya tetap saja perih. Di dalam sana begitu terluka. Kalau dulu dia pernah merelakan Ellena untuk Khale, tapi sekarang? Sekarang keadaan sudah berbeda. Besarnya cinta mereka sudah tidak mungkin untuk di letakkan begitu saja. Apalagi untuk di simpan.
Tuan Muda Khale, ternyata mereka dan mereka mengatakan tidak tau apa apa? Apa itu masuk akal? Lalu Ricard?
'Jika hanya untuk membalas dendam, tidak mungkin memakai Tuan Muda Khale. Dan ini konyol!' pikiran Fic merumit.
Jika dulu ia pernah mencurigai Ricard, tapi sekarang setelah mendengar kabar dari Ellena, jika pria yang akan menikahinya adalah Khale Fic menjadi ragu. 'Meskipun bukan Tuan Ken, tapi pasti ada kaitannya dengan keluarganya.'
Kini, baik Fic dan juga Ken sama sama menyelidiki dalang di balik semua ini, dengan posisi dan cara mereka masing masing.
Hingga hari yang menegangkan itu benar benar tiba sekarang.
________
__ADS_1