Pejantan Tangguh [Pemilik Hati Tuan Putri]

Pejantan Tangguh [Pemilik Hati Tuan Putri]
Sialan!


__ADS_3

Kimmy menyenggol bahu Keyan.


"Gadis itu, apa kau masih mengingatnya Key?"


Keyan tak menyahut hanya mengangguk saja. Matanya tapi tidak lepas dari gerak gerik Elfa yang saat ini sedang meloncat loncat kegirangan. Berlari tiba tiba ke pintu untuk menyambut seseorang.


"Ayah! Kak Fic sudah menikah!" memukul lengan Ayah yang baru saja datang dan langsung tersenyum lebar.


"Ayo. Beri selamat kepada mereka." Elfa menarik tangan Ayahnya untuk masuk.


"Sabar, Bodoh! Kau tidak melihat, mereka sedang terharu begitu? Aku kemari juga untuk mengucapkan SELAMAT. Tapi nanti!" memukul kepala Elfa.


Elfa menyengir saja, melirik Fic yang masih memeluk Ellena. Melirik Nathan yang kembali berbicara dengan Ken.


"Kalau begitu, tunggu mereka selesai. Ayah duduk dulu, aku ambilkan makanan ya?" iseng iseng melipir ke meja Makanan. Mengambil satu persatu makanan ke atas piring. Sambil menegur dan tertawa pada beberapa pelayan yang nampak ikut bahagia dengan Pernikahan Kepala Pelayan mereka.


Sumpah! Pesta ini menjadi kejutan dua kali sekaligus untuk mereka. Pertama, Kepala pelayan mereka ternyata masih hidup dan kedua Tuan Fic menikahi Nona Ellena. Rasa bahagia meluap luap dirasakan para Pelayan baik yang pria maupun yang wanita saat ini.


Elfa masih berdiri menggosip dengan beberapa temannya. Dia tidak sadar, jika di samping kanannya ada tiga pemuda yang terus memperhatikannya.


Senggol senggolan tangan dan berbicara dengan mata satu sama lain.


"Ternyata dia bekerja disini." bisik Kimmy.


"Kok kamu bisa tau?" Khale bertanya.


"Dia begitu akrab dengan para pelayan. Jika orang luar mana ada yang sudah saling kenal dengan banyak pelayan disini?" sahut Kimmy. Keyan dan Khale mengangguk angguk.


"Ah iya, kau benar. Tapi kenapa kita tidak pernah melihatnya? Padahal kita sering kemari." Sahut Khale.


"Mungkin karena kita hanya fokus kepada Ellena saja." jawab Kimmy.


"Ah, aku memang pernah sekilas melihatnya. Tapi aku tidak begitu peduli karena lupa wajah itu." tiba tiba Khale mengingat seorang pelayan wanita yang sempat ia lihat tempo dulu ketika saat hendak keluar bersama Ellena ke Taman.


Lain yang terjadi pada Keyan. Pemuda itu masih bengong memperhatikan Elfa. Hampir saja melangkah jika Kimmy tidak menahannya.


"Biarkan pesta berakhir dulu, baru urusanmu. Jangan merusak suasana dengan membuat masalah!"


Keyan menoleh, menuding bahu Kimmy dengan geram. "Siapa yang mau merusak suasana dan membuat masalah hah? Aku hanya ingin meminta maaf padanya? Bukankah itu juga saran darimu tengik!"


"Iya kalau dia memaafkanmu. Kalau tidak, terus marah marah dan mencaci-maki kamu! Pikir donk!" menuding jidat Keyan.


"Kita sekeluarga akan malu untuk yang kedua kalinya. Jika Paman Nath tau, Fic tau. Haduh! Muka kita mau di taruh kemana lagi?" Kimmy melotot.


"Apa hubungan mereka dengan gadis itu?"


"Dangkal sekali otak anak ini Khal?" Kimmy menoleh pada Khale yang belum bersuara lagi.


"Kau tidak mendengar, gadis itu memanggil apa pada Fic tadi? Membawa apa untuk Fic? Sudah pasti dia itu orang dekatnya Fic!" Kimmy kembali melotot.


"Ah iya. Maafkan aku." Keyan akhirnya mengalah. Menahan rasa penasarannya untuk mendekati Elfa.


"Kita harus menjaga sikap. Sudah cukup kakek buyut mu saja yang berbuat ulah dan mempermalukan kita!" ujar Kimmy.


Keyan kini yang melototi Kimmy.


"Ngomong apa barusan? Kakek buyut mu, kakek buyut mu. Kakek buyut mu juga itu!" menonjok bahu Kimmy dengan kuat.

__ADS_1


"Sudah cukup! Ribut sekali. Biar bagaimanapun juga, dia kakek buyut kita!" Khale melerai keributan dua adiknya. Mereka akhirnya tertawa sekarang. Mengikuti alurnya pesta yang penuh haru itu.


Di sudut sana, Mira dan Rimbun masih terisak Isak. Mira bahagia melihat kebahagiaan Putrinya. Rimbun juga bahagia, suaminya sudah melakukan hal yang benar. Tapi di hati Rimbun,malu luar biasa membuncah karena kelakuan kakeknya. Berkali kali ia meminta maaf pada Mira.


"Sudah Rimbun,kau tidak bersalah. Kalian tidak bersalah. Mungkin kakek Fiandi belum bisa menerima keputusan Nathan saat ia memutuskan untuk membatalkan Perjodohan Khale dan Ellena."


"Tapi aku sungguh malu Nyonya Mira. Aku sungguh tidak menyangka Kakek bisa senekat itu."


"Sudah jangan mengungkitnya. Yang terpenting sekarang semua sudah terbongkar dan Kakek mu sudah menyadari kesalahannya."


Di ujung sana Nathan pun begitu, baru selesai membicarakan Kakek Fiandi dengan Ken.


Kemudian acara sungkeman di mulai setelah tertunda beberapa saat lamanya. Banjir air mata kembali terjadi ketika sepasang pengantin selesai sungkeman dengan para orang tua. Ah, orang tua Ellena dan Triple K tentunya. Fic kan tidak sudah tidak punya orang tua.


"Maafkan aku Tuan muda Khale. Aku sudah berani merebut calon istrimu." ucap Fic pada Khale saat berada di depan ketiga Putra Ken yang menunggu giliran menjabat tangan Sang Pengantin.


"Aku yang meminta maaf Fic. Aku hampir saja menikahi kekasihmu."


Fic hanya tersenyum dan


Keduanya berpelukan.


Sekarang giliran Keyan dan Kimmy. Dua Pemuda itu tiba tiba terbahak cukup keras ketika Fic menjabat tangan Kimmy.


Kimmy mencondongkan kepalanya kepada Khale.


"Apa kau pernah melihat wajah sangar Fic Khal?"


"Sudah! Waktu dia menghajar ku saat Aku tak sengaja memukul Nona Ellena."


"Haha.. kami juga sudah. Fic hampir saja menelan kami bulat bulat! Ayah saja sebenarnya gemetaran saat itu." Ken yang mendengar ikut terbahak.


"Kejutan untukmu Fic. Gantinya sangat indah bukan?" Kimmy menyahut.


"Sebenarnya aku tidak berniat memakai kekerasan. Tapi jika tidak begitu, kami mungkin yang akan berakhir di tanganmu. Benar kan?" ucap Ken.


"Kau benar Tuan. Maafkan aku yang sudah berpikir untuk menghabisi kalian." sahut Fic.


Ken mengangguk, "Jika aku berada di posisimu , aku pun akan melakukan hal yang sama seperti mu, tidak peduli itu salah paham atau apa."


"Fic ternyata tidak bisa di remehkan. Sungguh dia luar biasa jika sudah marah." ucap Ken pada Nathan.


Sekarang semua tertawa jadinya, menggantikan ketegangan dan kesedihan tadi sebelum Ken datang membawa Fic.


Di tengah kebahagian mereka, hanya Elfa yang saat ini sedang blingsatan. Melirik pria yang sedang mengobrol bersama Fic itu, dia sudah tau sebenarnya pria itu. Elfa bahkan paham betul siapa dia. Hanya saja saat ini, Pria itu terus memperhatikannya.


'Kenapa sih dia itu, pasti akan berbuat masalah lagi padaku. Ah, kenapa harus bertemu lagi dengannya sih!' gumam Elfa. Padahal dia sendiri sudah menebak akan ada Keyan di pesta ini.


Elfa memutuskan untuk pergi saja, saat Keyan mengalihkan pandangannya, Elfa minggir melipir pelan pelan dan cepat melangkah pergi meninggalkan pesta setelah berpamitan hanya kepada Ayahnya saja.


"Huh, baiklah. Aku di kamar saja. Dari pada harus di pelototin Tuan muda sialan itu yang sudah menghancurkan kesucian ku. Hih, aku sangat membencinya." mengumpat sambil melangkah ke kamar khusus miliknya di rumah itu.


Namun sebuah tangan menangkap pergelangan tangannya ketika siap memutar kenop pintu kamar.


"Kamu!" Elfa langsung mundur beberapa Langkah.


"Kau masih ingat dengan ku?" Keyan mendekat.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku tidak mungkin lupa begitu saja dengan wajah wajah manusia jahat sepertimu!" menarik tangannya dari genggaman Keyan.


"Ah iya. Aku memang jahat." Keyan menggaruk tengkuknya.


Kemudian mengulurkan tangannya. "Keyan."


"Aku sudah tau."


"Kau mengenalku?" Keyan sedikit terkejut.


"Kau sering mondar mandir ke rumah ini. Bagaimana aku tidak mengenalmu Tuan Muda Keyan?" ketus Elfa.


"Ah, benarkah? Padahal selama ini aku terus mencarimu kemana mana. Aku tidak tau jika kau berada di rumah ini." sahut Keyan.


"Mencariku? Untuk apa? Membuat masalah lagi, mentang mentang kau seorang Tuan Muda . Kau pikir aku takut? Haha, meskipun aku hanya seorang pelayan sekalipun aku tidak takut!"


"Pergi dari hadapanku dan jangan mengganggu ku lagi! Atau aku akan melaporkan mu pada Tuan Nath. Kau akan di hukum!" Elfa menuding kemudian menyambar gagang pintu kamarnya.


Keyan masih bengong, terkejut dengan bentakan gadis itu rupanya. Tapi cepat sadar, menahan pintu dengan tubuhnya.


"Eh, Tunggu. Aku ingin minta maaf padamu!"


"Hah! Kau bilang apa?"


Brak...!


Elfa membuka pintunya dengan cepat, tubuh Keyan sontak terjerembab menabrak tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan??" Elfa mendorong kasar tubuh Keyan dan memukulnya beberapa kali.


"Kau yang membuka pintu mendadak sialan! Aku jadi terjatuh! Kenapa malah memukulku?' Keyan geram.


"Kau mau melecehkan aku ya? Tolong...!"


Plup ...! Keyan membungkam mulut Elfa dengan tangannya.


"Aduh! Jangan berteriak! Aku tidak bermaksud apa apa. Diam! Ku mohon diam lah! Aku bisa mati kalau begini!" Keyan panik, terus membungkam mulut Elfa yang meronta ronta.


"Diam gadis bodoh. Aku hanya mau minta maaf padamu! Hanya mau meminta maaf atas kejadian waktu itu! Paham tidak!"


Bruk...! Elfa berhasil lepas dari tangan Keyan dan mendorong tubuh Keyan keluar dari pintu.


"Pergi! Atau aku akan berteriak lebih kencang!"


"A.. Jangan! Ah, baiklah aku pergi! Tapi maafkan aku dulu."


"Aku tidak peduli Tuan muda sialan!"


Brak...! Elfa menutup pintu dan segera mengunci.


"Kau yang sialan! Kau sialan! Dasar gadis Gila!" Keyan mengumpat.


"Huh! Mau meminta maaf saja susah sekali sih!" menendang pintu itu. Kemudian berlalu dari situ.


"Jika bukan karena aku takut karma, mana mungkin aku mau meminta maaf pada gadis kurang ajar itu.Tuan Muda Sialan katanya! Berani sekali dia! Kau yang sialan! Kau!" menuding pintu kamar Elfa.


____________

__ADS_1


( MP buat Fic bab selanjutnya ya.)


__ADS_2