Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy

Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy
BAB 61


__ADS_3

Tak mau membuat pengantin wanita dan keluarganya menunggu terlalu lama, rombongan Ibra memutuskan untuk segera berangkat. Ibra yang saat itu memakai kain jarik sebagai bawahan, kesusahan saat harus naik motor sport. Kalau dingkat keatas dan dipaksain naik motor, takutnya nanti malah kusut. Dan Tante Dijah yang briliant langsung mengajak Ibra kedalam untuk melepas kain jariknya. Nanti saat sudah didekat tempat acara, baru dipakai lagi. Dengan atasan beskap, celana jeans dan tetap mengenakan blangkon, Ibra naik keatas motor sportnya. Dia beserta rombongan yang lain langsung meluncur kerumah Ayleen.


Sepanjang jalan, arak-arakan tersebut menjadi tontonan. Jumlahnya yang banyak sudah mirip pawai. Tak jarang pengguna jalan lainnya memvideokan mereka. Dan dengan senang hati, para anak anak geng motor itu tersenyum kearah kamera. Tapi tentu saja, Ibra yang menjadi pusat perhatian. Beskap putih dan blangkon yang dia kenakan membuat penampilannya lain daripada yang lain. Selain itu, posisi Ibra juga paling depan, diapit Bimo dan Fikri.


"Eh, itu Ibra kan? Ya, itu Ibra." Teriak seorang perempuan yang ada didalam mobil. Dia membuka kaca jendela mobilnya lebar agar bisa menyapa Ibra sekaligus mengambil gambarnya. "Mas Ibra, aku fansmu," teriak gadis itu sambil terus mengarahkan kamera ponsel pada Ibra. Sejak acara lamaran kali itu viral, banyak sekali gadis-gadis yang mulai ngefans sama Ibra.


Ibra tersenyum sambil melambaikan tangan pada gadis yang duduk dimobil bagian belakang tersebut. Rupaya senyuman Ibra mampu membuatnya berteriak histeris saking senengnya.


"Hari ini nikah, Mas?"


"Iya, doain lancar," sahut Ibra.


"Jangan lupa live, aku pengen nonton," teriaknya.

__ADS_1


Tak hanya sekali itu, masih ada lagi dan lagi yang menyapa Ibra disepanjang jalan sampai dia tiba didepan gate perumahan Ayleen. Karena rombongan yang jumlahnya sangat banyak, Satpam yang bertugas langsung membantu mencarikan tempat parkir. Tak hanya satpam, para beberapa penghuni perumahan juga dengan sukarela membuka halaman rumah untuk dijadikan tempat parkir. Ayah Septian dan Mama Nara memang terkenal ramah disana, hampir semua warga kenal baik dengan mereka.


Ibra mulai kembali merasa nerveous saat Tante Dijah membantu memakai kembali kain jarik. Berkali -kali dia menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.


"Rilex," ujar Tante Dijah sambil merapikan pakaian Ibra.


Pak Yusuf mendekati Ibra lalu menyodorkan sebotol air mineral. "Minum dulu biar gak grogi. Udah hafal belum, ijab kabulnya?"


"Udah, Yah."


Rombongan yang berjumlah 200 orang lebih itu mulai memasuki rumah Ayleen. Ijab kabul akan dilakukan didalam rumah. Hanya yang berkepentingan saja yang masuk, sementara yang lain dijamu dihalaman rumah yang sudah dipasang tenda.


Ibra merasakan tubuhnya panas dingin saat kakinya menginjak ruang tamu rumah Ayleen. Tampak backdrop bertuliskan happy wedding Ayleen dan Ibrahim. Dan didepannya, ada sebuah meja dan beberapa orang yang sudah duduk menunggu. Acara ijab kabul dilakukan dibawah alias lesehan.

__ADS_1


Dengan didampingi Pak Yusuf dan Om Musa, Ibra duduk didepan meja pendek tersebut. Sudah ada Ayah Septian dan petugas KUA disana. Tapi, dimana Ayleen? Bukannya duduk diam, Ibra malah celingukan mencari keberadaan Ayleen.


"Kak Ayleen didalam," bisik Alfath yang ada didekat situ. "Dia cantik banget hari ini, makanya disembunyiin didalam. Biar Kak Ibra gak grogi saat ijaban nanti." Disaat seperti ini, masih bisa-bisanya bocah itu berkelakar. Keberadaan Alfath didekat situ, jelas untuk satu tujuan, apalagi kalau bukan menyiarkan secara live prosesi ijab kabul.


Tak mau kalah dengan Alfath, Fikri juga sudah siap dengan ponsel mahalnya yang seharga motor, untuk live diakun sosial media miliknya.


"Bra, jangan sampai ngulang nanti, live loh." bisik Fikri. Bukannya makin semangat, yang ada Ibra makin grogi. Dia akan ditonton ribuan orang.


Ayah Septian sendiri yang hari ini bertindak sebagai wali nikah. Sedang saksi, Om Musa dan Om Raka, kakak ipar Mama Nara.


Setelah acara pembukaan, sambutan dan khutbah nikah, akhirnya mereka tiba di puncak prosesi yaitu ijab kabul.


"Bagaimana, sudah siap semuanya?" tanya petugas KUA. "Kalau sudah siap, disegerakan saja."

__ADS_1


Vibes-nya seketika berubah saat ijab kabul akan segera dimulai.


__ADS_2