Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy

Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy
BAB 64


__ADS_3

Ibra tiba-tiba menunduk dan mendekatkan wajahnya kewajah Ayleen. Sontak Ayleen kaget dan kehilangan keseimbangan. Punggungnya terjatuh diatas ranjang, membuat posisinya telentang dihadapan Ibra. belum sempat bangun, Ibra sudah lebih dulu membungkukkan badan dan mengungkungnya dengan kedua lengan.


Wajah Ibra yang teramat dekat, membuat Ayleen grogi. Dia menoleh kesamping untuk menghindari tatapan pria tersebut. Tapi sepertinya, Ibra tak membiarkannya melakukan itu. Pria itu mengusap pipinya lembut lalu memposisikan wajahnya agar menatapnya. Untuk beberapa saat, keduanya saling bertatapan dengan jantung berdegup kencang.


"Kamu cantik sekali, Ay," puji Ibra. "Jangan pernah memalingkan wajah dihadapanku. Aku ingin terus bisa menikmati wajahmu. Apalagi setelah rinduku menggunung akibat seminggu tak bisa menatapmu. Biarkan aku menatapmu hingga puas." Ibra menelisik setiap inci wajah Ayleen. Menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang saat ini sudah halal baginya. Jarak wajah mereka sangat dekat, sampai-sampai saat Ibra bicara, Ayleen bisa merasakan sapuan nafas pria itu.


"Ck," Ibra berdecak setelah beberapa saat menatap Ayleen.


"Ke-kenapa?" Ayleen jadi panik, takut ada sesuatu diwajahnya yang membuat Ibra ilfeel.


"Rasanya aku tidak akan pernah bisa puas menatapmu. Aku ingin terus dan terus menatapmu. Wanita yang telah membuat aku jatuh cinta lagi dan lagi setiap saatnya."


Wajah Ayleen merona mendengar pujian Ibra. Ribuan kupu-kupu seperti sedang menggelitiki perutnya saat ini.


Melihat wanita dibawahnya malu-malu, Ibra tak lagi bisa menahan diri. Mengikis jarak diantara mereka hingga bibir keduanya menempel. Mata Ayleen reflek menutup. Tapi bukan ******* seperti bayangannya yang dia rasakan, bibir basah nan embut itu malah menjauh.

__ADS_1


"Waktu ashar udah mau habis. Aku mandi dulu ya." Ibra kembali menegakkan badannya.


Ayleen yang baru membuka mata, dibuat melongo karena ulah suaminya itu. Apalagi melihat senyum Ibra yang tampak puas setelah berhasil mengerjainya, membuat Ayleen makin kesal. Dia pikir akan merasakan ciuman pertama, eh...ternyata cuma ditempelin bibir doang, di PHP.


Ibra berjalan menuju kamar mandi, namun tak langsung masuk, berhenti didekat pintu sambil menoleh kearah Ayleen. "Mau mandi bareng gak?"


"Males," sahut Ayleen sambil bersedekap dengan bibir mengerucut kedepan.


Ibra tak kuasa menahan tawa. Masuk kedalam kamar mandi sambil bersiul lalu menutup pintunya.


Ayleen membuka pakaiannya lalu mengganti dengan gaun selutut. Duduk didepan meja rias sambil berusaha melepas sendiri sanggulnya.


"Sayang, ambilin handuk," teriak Ibra dari dalam kamar mandi. Tadi dia pikir sudah ada handuk didalam kamar mandi, nyatanya tak ada apapun disana.


"Ambil aja sendiri," sahut Ayleen sambil tersenyum simpul. Dia merasa senang karena berhasil membalas Ibra.

__ADS_1


Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka, lalu tampak kepala Ibra melongok dari dalam. "Ambilin dong cantik," rayu Ibra.


"Aku sibuk."


"Bentaran doang."


Ayleen yang memang sengaja membalas Ibra, tak mau menyahuti.


"Aku keluar gak pakai apa-apa loh kalau kamu gak mau ngambilin," ancam Ibra.


"Kan bisa pakai celana pendek tadi."


"Ogah, punyaku udah bersih, udah aku sterilin, masa mau pakai celana kotor tadi, entar kotor lagi dong. Ambilin ya, Sayang."


Ayleen hanya menyebikkan bibir sambil terus melepas jepit hitam kecil yang ada disekitar sanggulnya. Dia yakin jika dalam kondisi terpaksa, Ibra akan memakai kembali celana kolornya tadi.

__ADS_1


"Kayaknya kamu memang pengen lihat nih?"


__ADS_2