Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy

Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy
BAB 82


__ADS_3

Ibra kelabakan mencari kalimat sanggahan. Jangan sampai kalimat berikutnya bikin Ayleen tambah kesel, bisa-bisa dia tak dapat jatah malam ini.


"Putri cantik dikit, kamu cantik banyak, 1000x lipat." Gak papa deh lebay dikit, yang penting bikin cewek melting, batin Ibra.


"Lebay."


Sial, ternyata Ayleen gak bisa dilebay-lebay in.


Ibra sungguh dibuat kelimpungan menghadapi Ayleen yang ngembek. Cukup sekali ini saja, jangan lagi-lagi, batinnya dalam hati. Meluluhkan marahnya perempuan sama susahnya dengan mengarungi lautan. Baru tenang sebentar, eh datang lagi ombak, udah gitu gede lagi, bikin megap-megap.


"Gak bisa lihat ce_emmmptt." Kalimat Ayleen terpotong karena ciuman Ibra. Tapi karena kesalnya belum hilang, Ayleen mendorong dada Ibra hingga pagutan bibir mereka terlepas.


"Apaan sih, Yang," Ibra bercecak pelan. Dia sudah kehabisan kata-kata, hingga akhirnya memutuskan melakukan tindakan, tapi rupanya tak semudah itu. "Aku kangen banget." Dia hendak kembali mendekat, tapi Ayleen lebih dulu menahan dadanya dengan kedua telapak tangan.


"Gak ada jatah buat malam ini."


"Ish," Ibra mengacak rambutnya frustasi. "Udah sebulan gak dapat jatah. Entar dia karatan kalau dianggurin terlalu lama," bujuknya sambil menunjuk pusaka miliknya.


"Bodo amat." Ayleen hendak kembali berbaring namun Ibra mencegahnya.


"Ayo dong, sekali aja. Gak kasihan sama dia?" Dia kembali menunjuk miliknya yang sudah mulai meronta-ronta.

__ADS_1


"Salah sendiri bohong. Dah gitu pakai muji Putri cantik. Pakai mau terima coklat dari suster lagi? Kesalahan kamu hari ini 3 loh, Kak." Ayleen menunjukkan 3 jarinya. "Beruntung aku cuma ngasih hukuman semalam aja gak ngasih jatah. Bayangin kalau 3 malam."


"Males ah bayangin, gak kuat, berat."


Ayleen menyebikkan bibir mendengar jawaban Ibra. Sesungguhnya, dia juga pengen, bahkan sudah sejak beberapa hari yang lalu, tapi terlalu gengsi mau minta duluan. Namun karena hari ini Ibra udah bikin kesel, dia harus dikasih hukuman biar gak diulangi lagi.


"Please.." rengek Ibra. Memasang eskpresi puppy eyes sambil menangkupkan kedua telapak tangan didada.


"Enggak, pokoknya hari ini gak ada jatah buat kamu."


"Hari ini aja kan, besok udah boleh?"


"Iya," sahut Ayleen sok malas, padahal dia juga pengen. "Udah, aku mau tidur," baru saja hendak berbaring, Ibra sudah menahan tubuhnya.


"Mau apa lagi sih?" desis Ayleen. "Aku bilang hari ini gak ada jatah."


"Iya, aku juga ngerti. Tapi lihat tuh," Ibra menunjuk dagu kearah jam dinding. "5 menit lagi jam 12. Itu tandanya sudah ganti hari, bukan hari ini lagi. Jadi udah boleh dong aku minta jatah," ujarnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Tubuh Ayleen langsung terasa lemas, kenapa dia gak mikir kesana. "Ma-maksudku malam ini."


"Enggak, kamu tadi ngomongnya hari ini, bukan malam ini."

__ADS_1


"Ta_Emmmppt.." Ayleen langsung melotot saat Ibra kembali memagut bibirnya. Kali ini tak hanya bibirnya yang jadi sasaran. Tangan pria itu juga mulai nakal, menelusup kedalam piyamanya dan langsung mere mas dua bulatan kenyal kesukaanya. "Pelan Kak, sakit," lirih Ayleen disela-sela ciuman mereka.


"Sakit?" Ibra menghentikan aktifitasnya.


"Hem," Ayleen mengangguk. "Beberapa hari ini rasanya nyeri, gak tahu kenapa?"


"Ya udah aku pelan-pelan. Nanti kalau masih sakit, ngomong." Ayleen mengangguk.


Keduanya kembali berciuman. Kali ini Ayleen tak coba jual mahal lagi. Dia membalas ciuman Ibra, saling bertukar saliva dan membelai lidah. Makin dalam dan menuntut. Larut dalam aktifitas yang bisa menghilangkan stress.


"Aku kangen banget sama kamu, Ay." Ujar Ibra sambil menyiumi leher, tengkuk, sampai dada Ayleen. Membuat tanda kepemilikan disana setelah lama tempat itu terlihat bersih.


"Aku juga kangen banget," sahut Ayleen dengan nafas tersengal-sengal. Menahan nikmat luar biasa yang Ibra berikan.


"Kenapa gak minta kalau kangen?"


"Malu."


"Maaf, sudah melupakan nafkah batin kamu selama sebulan ini. Aku janji bakal menebusnya. Sebulan ini aku kasih dobel." Ayleen yang awalnya mende sah keenakan, langsung tertawa. Bisa-bisanya suaminya kepikiran kayak gitu.


"Kenapa ketawa, seneng ya dikasih dobel?" ledek Ibra sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Eng_ Yaaahhhh.." Jerit Ayleen saat Ibra tiba-tiba menggigit puncak dadanya.


"Tuh ngaku, bilang iya," Ibra tertawa ngakak. Makin semangat meledek dan mengerjai Ayleen. Ayleen yang sudah dibuai kenikmatan, tak peduli lagi dengan ejekan Ibra.


__ADS_2