Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy

Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy
BAB 68


__ADS_3

Ayleen tersentak kaget saat baru menutup pintu, Ibra sudah memeluknya dari belakang sambil menyiumi tengkuk dan bahunya. Astaga, apa sudah setidak sabar itu suaminya, bahkan tak mau menunggu hingga dia mengunci pintu lebih dulu.


"Kak, lepasin dulu." Ayleen berusaha lepas dari belitan tangan Ibra. Alih-alih dilepaskan seperti permintaannya, yang ada Ibra malah semakin bersemangat memberikan kecupan dileher hingga naik ke telinga Ayleen.


Tubuh Ayleen meremang, lebih lagi saat dia merasakan nafas Ibra yang makin memburu, dia yakin suaminya itu tak mungkin melepaskannya.


Ibra membalikkan badan Ayleen dengan cepet lalu mencium bibirnya. Tangan Ayleen mulai melingkar dileher Ibra. Memejamkan mata sambil menikmati ciuman. Biasanya dia hanya bisa menyaksikan dalam adegan film, tapi kali ini, dia sungguh merasakannya sendiri. Dan jangan ditanya lagi, yang pasti lebih nikmat daripada kelihatannya difilm. Bahkan membuatnya ketagihan. Tapi saat ingat pintu belum dikunci, buru-buru dia mendorong dada Ibra hingga pagutan bibir mereka terlepas.


"Kenapa, Ay?" Ibra terlihat kecewa. Padahal lagi enak-enaknya saling memagut, eh...main udahan aja.


"Pintunya belum dikunci." Ayleen segera mengunci pintu. Dirumah ini ada yang resek, jangan sampai tiba-tiba pintu terbuka saat adegan 21 plus.


Ibra kembali hendak mencium Ayleen begitu pintu terkunci, tapi lagi-lagi, Ayleen mendorong sebelum bibir mereka saling bersentuhan.


"Apalagi sih, Ay?" Geram Ibra dengan bola mata seperti mau keluar dari tempatnya.

__ADS_1


Ayleen menahan tawa melihat suaminya kesal. "Tadi kata Ayah, Kakak udah ngantuk."


"Tadi. Sekarang udah seger lagi kayak baru bangun tidur." Ibra hendak memeluk Ayleen namun diluar dugaan, wanita itu malah mundur. Membuat Ibra langsung berdecak kesal.


"Apa lagi," tekan Ibra. Rasanya kepalanya mau meledak gara-gara Ayleen terus mengulur waktu.


"Aku udah ngantuk. Besok aja ya," pinta Ayleen dengan nada memohon.


Ibra langsung lemas mendengar kalimat Ayleen barusan. Mau maksa, kok rasanya gak tega. Malam pertama adalah sesuatu yang sangat spesial bagi pengantin baru. Dia tak mau Ayleen melakukan karena terpaksa. "Ya udah, ayo kita tidur." Ibra mengacak puncak rambut Ayleen sambil memaksakan tersenyum.


"Kamu mau tidur sebelah mana, sini atau sini?" Ibra menunjuk kedua sisi ranjang.


"Terserah Kakak aja, aku masih mau ke kamar mandi."


Di dalam kamar mandi, Ayleen gelisah. Harusnya tadi dia tak main main ngomong kayak tadi. Kasihan juga suaminya yang sudah kebelet mesti menunda dulu.

__ADS_1


Setelah dari kamar mandi, Ayleen duduk dikursi rias untuk memakai skin care. Melihat pantulan Ibra dicermin, membuatnya kasihan. Pria itu meringkuk diatas kasur dengan posisi membelakanginya.


Ayleen menghela nafas berat, batal memakai skin care namun ganti mengambil parfum. Dia semprotkan parfum tersebut disekitaran leher lalu naik keatas ranjang. "Udah tidur?" tanyanya sambil memeluk Ibra dari belakang.


Ibra berdecak pelan mencium aroma wangi dari tubuh Ayleen. Katanya mau nunda, tapi malah pakai wewangian yang menggoda, apa maksudnya coba?


"Mau sekarang gak?" Ayleen berbisik dengan nada menggoda ditellinga Ibra. Diberi sinyal seperti itu, Ibra langsung membalikan badan.


"Kamu yakin, Sayang?" Ibra memastikan. Dan melihat Ayleen mengangguk malu-malu, Ibra langsung memagut bibirnya. Sedikit tergesa-gesa karena takut Ayleen berubah pikiran. Mereka berciuman dengan sangat bersemangat. Suara kecipak bibir keduanya memenuhi seisi kamar. Makin lama, makin dalam dan menuntut.


Suhu kamar mulai terasa panas meski AC menyala. Tak bosan-bosan saling membelai lidah meski berulang kali harus berhenti sebentar untuk sekedar mengambil nafas.


........


Minta tolong kalau Author up 2 bab langsung, dua duanya di like ya. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2