Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy

Pelabuhan Terakhir Sang Bad Boy
BAB 63


__ADS_3

Acara yang diperkiraan Mama Nara hanya sampai tengah hari itu, ternyata molor sampai sore. Undangan yang katanya hanya 500 orang, seperti tak habis-habis. Entahlah, sepertinya mereka yang tak diundang juga datang. Banyak sekali kiriman papan bunga bertuliskan happy wedding Ayleen dan Ibrahim. Kiriman kado juga tak kalah banyak, terus berdatangan entah dari siapa saja.


Melihat Ayleen yang tampak lelah, Ayah Septian menyuruhnya masuk untuk istirahat. Bersama dengan Ibra, keduanya masuk kedalam.


Baru hendak menaiki tangga, suara siulan nyaring sudah terdengar.


"Pengantin baru, mau kemana nih?" goda Alfath. Adiknya itu seperti tak mau membiarkan pengantin baru lolos begitu saja.


"Gak usah dijawab." Ujar Ayleen pada Ibra. Menggenggam tangan pria yang sudah sah menjadi suaminya itu, dan mengajaknya menaiki tangga menuju kamar.


"Butuh dokumentasi gak, mumpung aku lagi free?" Meski tadi pertanyaannya tak dijawab, Alfath tetap mengekor dibelakang Ayleen dan Ibra.


Dasar bocah sengklek, maki Ayleen dalam hati.


"Atau pengen aku live lagi kayak tadi? Tapi ini masih sore, ya kali udah mau...."


Lama-lama Ayleen geram juga. Dia menoleh sambil memelototi Alfath. "Gak butuh kamu, udah pergi sana."

__ADS_1


"Pengantin baru jangan galak-galak, nanti suaminya takut," ledek Alfath sambil cekikian. Sebenarnya Ibra juga pengen ketawa, tapi dia tahan mati-matian, bisa ngamuk nanti Ayleen kalau dia ikutan ketawa.


Ayleen membuang nafas kasar. Mengabaikan Alfath yang masih sibuk ngeledekin hingga sampai didepan pintu kamar. Setelah dia dan Ibra masuk, ingin sekali dia membanting pintu didepan wajah Alfath, tapi gak enak sama Ibra, takut dikirain cewek bar-bar. Jadi meskipun kesal, dia menutup pintu seelegan mungkin namun matanya melotot kearah Alfath.


"Jangan lupa dikunci pintunya," teriak Alfath dari balik pintu.


Setelah pintu terkunci, vibes-nya langsung terasa beda. Padahal ini kamarnya sendiri, kamar yang sudah Ayleen tiduri belasan tahun, tapi saat ini, dia merasa grogi. Dia belum terbiasa berduaan dengan pria didalam kamar dalam posisi pintu terkunci.


Ibra memperhatikan kamar yang sudah dihias dengan begitu indah. Tersenyum saat menyadari jika malam ini, adalah malam pertamanya, dan kamar ini yang akan menjadi saksi bersatunya raganya dan Ayleen.


Jika bisanya akan langsung rebahan santai, memeluk boneka kesayangan sambil main HP, saat ini Ayleen bingung mau melakukan apa. Hanya berdiri mematung sambil memainkan jari-jarinya.


"Hah?" Ayleen malah kayak orang bingung. "I, iya." Dia berjalan menuju ranjang lalu duduk ditepiannya.


Ibra melepaskan beskap yang membuat dia kegerahan sejak tadi. Tak lupa juga melepaskan kain jarik.


"Kak Ibra mau ngapain?" teriak Ayleen saat kain jarik yang dipakai Ibra merosot kelantai. Reflek dia menutup matanya dengan kedua telapak tangan.

__ADS_1


"Mau mandi, gerah."


"Lepas bajunya didalam kamar mandi dong, jangan disini, gak malu apa?"


Ibra tergelak mendengar pertanyaan Ayleen. "Malu sama siapa, gak ada orang disini."


"Emang aku bukan orang." Ayleen mengintip dari sela-sela jarinya. Terlihat Ibra hanya tinggal mengenakan celana kolor pendek.


Ibra tersenyum geli melihat tingkah lucu Ayleen. Sok-sok an nutup mata tapi ngintip. Dia berjalan mendekati Ayleen, membuat gadis itu makin salah tingkah. Sedikit demi sedikit, bokongnya beringsut mundur.


"Daripada ngintip, mending langsung dilihat aja." Ibra menyingkirkan tangan Ayleen yang menutupi mata.


"Si, siapa yang ngintip?"


"Kamu gak pandai bohong, Ay," sahut Ibra sambil terkekeh pelan. "Kalau gak ngintip, darimana kamu bisa tahu kalau aku ngedeketin kamu, sampai kamu beringsut mundur."


"A, aku..." Ayleen menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


Ibra meraih tangan Ayleen lalu meletakkan didadanya. "Jangankan cuma dilihat, dipegang juga boleh kok, udah halal."


Jantung Ayleen berdegup sangat kencang saat telapak tangannya menyentuh langsung dada Ibra yang polos. Darahnya berdesir dan tubuhnya terasa panas dingin saat jemarinya bergerak diatas dada bidang tersebut.


__ADS_2