Pembalasan Asena

Pembalasan Asena
Hamil


__ADS_3

Asena terbangun di pagi hari setelah perempuan itu merasakan jika ada sesuatu yang sedang mengaduk-aduk perutnya dari dalam sana, Asena mulai menyandarkan tubuhnya di ranjang dengan sesekali mencoba untuk menepuk bagian dadanya yang terasa kurang nyaman.


Asena tiba-tiba merasakan glenyar aneh yang hendak keluar dari tenggorokannya hingga membuat perempuan itu menggembungkan kedua mulutnya lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Tuan Altair yang melihat gerakan tiba-tiba istrinya pun langsung ikut berlari masuk ke dalam kamar mandi, lelaki itu terkejut sekali ketika mendapati istrinya sedang mencoba untuk mengeluarkan isian di dalam perutnya.


"Sayang kau kenapa?" tanya Tuan Altair kepada Asena sembari memijat tengku istrinya seakan mencoba untuk membantu sang istri mengeluarkan isian di dalam perutnya.


Asena tidak menjawab ia masih mencoba untuk mengeluarkan isian di dalam perutnya. Beberapa saat Asena merasa lebih nyaman dan perempuan itu mulai membasuh wajahnya menggunakan kucuran air dari wastafel.


Asena hendak melangkah menuju ke luar dari kamar mandi tetapi Tuan Altair dengan sikap langsung membopong tubuh istrinya yang terasa lemas dan juga pucat pagi ini.


"Aku akan memanggil dokter," kata Tuan Altair kemudian langsung meraih gagang telepon yang ada di samping ranjang.


"Aku pasti hanya masuk angin saja," kata Asena mencoba untuk menghentikan suaminya menghubungi dokter.


"Walaupun itu hanya masuk angin tetapi kau tetap harus diperiksa oleh dokter dan jangan coba-coba untuk membantahku kali ini." Tuan Altair yang begitu bagus tentu saja tidak akan membiarkan istrinya sampai sakit.


"Terserah kamu saja. Aku ingin istirahat sekarang," kata Asena kemudian membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya lagi.


Selang beberapa waktu.


Seorang dokter perempuan melangkah masuk ke dalam ruangan kamar ini. Terlihat Asisten Lan sudah siap siaga berdiri di samping Tuan Altair. Asisten Lan merasa sangat beruntung sekali karena semalam ia menginap di kediaman majikannya. Andaikan saja kemarin Asisten Lan pulang ke rumah dan mendapatkan telepon di pagi hari dari Tuan Altair maka sudah bisa dipastikan jika Asisten Lan akan terlambat datang.


"Tuan Altair apakah saya harus memeriksa Nona sekarang?" tanya sang dokter meminta izin kepada Tuan Altair terlebih dahulu.

__ADS_1


"Apakah kau tidak bisa melihat jika sekarang istriku sedang tertidur dengan begitu lelap, tunggulah sampai dia bangun!" perintah Tuan Altair dengan suara lirih supaya tidak membangunkan istrinya.


satu jam kemudian.


Asena mulai mengucek kedua matanya dan ia pun kini sudah membuka manik matanya. Asena begitu terkejut sekali ketika melihat seorang dokter perempuan berdiri di depan Asisten Lan dan di sampingnya terdapat suaminya yang sedang menatapnya teduh.


"Sayang kau sudah bangun?" tanya Tuhan Altair sembari mengusap perlahan rambut Asena.


"Iya. Sejak kapan mereka berada di sini?" tanya Asena sembari mendudukkan tubuhnya.


"Hanya sekitar satu jam kurang lebih," jawab Tuan Altair jujur.


Asena langsung membulatkan kedua matanya setelah mendengarkan apa yang suaminya ini katakan barusan. Hanya sekitar satu jam katanya, 1 jam adalah waktu yang lama untuk membiarkan seseorang berdiri di posisi yang sama dan entah mengapa Asena merasa kasihan kepada dokter itu. Suaminya memang benar-benar keterlaluan sekali.


Asena memperhatikan wajah dokter itu yang nampak lelah. Dan terdapat juga kedua kaki sang dokter bergerak-gerak seakan menunjukkan jika dia sudah merasa lelah karena berdiri satu jam di posisinya sekarang.


"Baik Nona Asena," jawab sang Dokter.


"Periksa istriku dengan teliti dan pastikan jika dia baik-baik saja atau ...."perkataan Tuan Altair terhenti setelah Asena menyela ucapannya.


"Sayang, jangan coba-coba mengancam dokter yang sedang bertugas atau malam ini kau tidur di ruangan tamu!" ancaman balik Asena kepada suaminya.


"Lekas lakukan tugasmu!" perintah Tuan Altair kepada dokter tersebut tanpa menjawab ucapan istrinya.


"Jika tidak melihatnya sendiri maka aku tak akan pernah percaya kalau Tuan Altair tunduk kepada seorang perempuan. Dan siapakah perempuan ini baginya," batin sang dokter.

__ADS_1


Selang beberapa waktu.


Dokter perempuan itu mengulas senyuman manis ketika ia sudah memastikan suatu hal.


"Kapan terakhir kali Nona Asena datang bulan?" tanya sang dokter setelah memeriksa keseluruhan tubuh pasiennya.


Asena terdiam sejenak mencoba untuk berfikir dan ia pun baru menyadari hal ini. "Kira-kira sekitar 2 bulan yang lalu," jawab Asena jujur.


Tuan Altair mantap ke arah sang dokter dengan penuh intimidasi. Sang dokter sampai mengusap keringat yang mengucur dari keningnya akibat rasa takut yang berlebihan. Sungguh sang dokter ingin lekas keluar dari rumah ini supaya ia bisa menghirup udara bebas.


"Nona Asena hamil sekitar 6 minggu dan untuk mengetahui lebih detail lagi sebaiknya melakukan pemeriksaan USG di rumah sakit," jelas sang dokter.


Dokter menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh perempuan hamil. Setelah melakukan tugasnya Asisten Lan pun mengantarkan dokter itu ke halaman rumah dan tidak lupa memberikan sejumlah uang beserta bonusnya karena sang dokter sudah membuat majikannya merasa bahagia di pagi hari ini.


Tuan Altair dan juga Asena saling menatap satu sama lain kemudian Tuan Altair pun langsung memeluk tubuh istrinya lalu berkata.


"Sayang, apakah kau dengar apa yang dokter itu katakan barusan?" tanya Tuan Altair di dekat telinga istrinya.


"Iya aku mendengarnya. Aku sungguh tidak menyangka jika akan hamil secepat ini tapi apakah kamu menginginkannya?" tanya Asena sembari melihat ke arah Tuan Altair. Asena merasa ragu sekali benarkah suaminya menginginkan anak ini atau justru sebaliknya? pertanyaan itu membuat hati Asena berdenyut nyeri antara takut dan juga bahagia.


"Apa yang kamu katakan, tentu saja aku sangat menyukainya dan aku sangat menginginkannya," jawab Tuan Altair. "aku akan mengumumkan pernikahan kita dan perlukah jika kita membuat pesta secara besar-besaran untuk mengumumkan pernikahan kita beberapa bulan yang lalu?" tanya Tuan Altair meminta persetujuan pada istrinya.


"Aku tidak terlalu menyukai keramaian jadi lebih baik umumkan saja ke media tentang pernikahan kita. Kalau bisa rahasiakan saja wajahku karena aku malas sekali jika harus mendapatkan perhatian ketika berada di tempat umum," jawab Asena.


Tuan Altair meminta kepada asisten Lan untuk mengumumkan pernikahannya tanpa menunjukkan wajah istrinya. Tentu saja berita itu langsung tersebar ke antero negeri karena orang paling berpengaruh di negara ini sudah memiliki pasangan.

__ADS_1


Karena merasa bahagia akan kehadiran janin di dalam rahim istrinya. Tuan Altair menyuruh Asisten Lan untuk membagikan sejumlah uang ke seluruh rakyat yang kurang mampu di negara ini tak masalah jika menghabiskan begitu uang karena Tuan Altair ingin calon penerusnya mendapatkan doa sebanyak-banyaknya dari orang-orang yang ia bantu.


__ADS_2