Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 102


__ADS_3

Beberapa kali pemeriksaan semua menunjuk pada Ridge Entertainment.


Hanya saja kali ini paling jelas, melihat Prisca Tiga kata tersebut, Melvin mengerutkan dari, " Tolong jelaskan ke saya tentang kondisi orang ini."


Sekaligus menghubungi nomor ponsel Yenny, ia tekan loudspeaker.


Meskipun dia tidak ada di sampingnya, tapi Melvin selalu tahu informasi terbaru, yaitu informasi tentang Yenny.


Yulianto mengatakan semua penelitian nya secara satu per satu.


" Prisca di dunia hiburan terhitung manajer yang memiliki pengalaman, di Ridge Entertainment sudah bekerja sama enam tahun, ia melahirkan banyak artis batu seperti Kely, keluaran dari group Band Wanita Remaja, waktu itu dia ingin endorse dari merk terkenal, Ridge Entertainment sangat menghargainya, namun pada akhirnya tidak terjadi, tapi akhirnya menjadi berhasil juga."


" Pada akhirnya Prisca selalu membeli wartawan dan paparazzi, ia selalu menyebarkan berita palsu, dia selalu menepis berita dia menemani tidur, semua itu ada bukti - bukti terkait dari Ridge Entertainment."


Berita dari Dahlia Entertainment sangat menyeluruh, tidak ada yang tidak bisa di lacak.


Komputer ada di otak, Yenny menggigit bibir, dia tidak menyangka sebuah endorse bisa membawa dia kepada lawan yang seperti ini.


Lawan nya tersebut sangat licik, dia tidak mungkin duduk tenang.


Melvin tahu bahwa Yenny sudah mendengar itu semua, ia dengan tenang mengatakan kepada Yulianto, " Sekarang tolong aturkan dua hal."


" Satu, terus awasi Prisca yang membeli beberapa wartawan itu, cari bukti - bukti terkait hal tersebut."


" Kedua, susun informasi mengenai hal - hal yang pernah di lakukan oleh Jayawan, kumpulkan data mengenai perempuan - perempuan yang pernah tidur dengannya, kapanpun akan di perlukan."


Setelah berkata demikian, ia mengambil ponsel, " istriku ada yang ingin di tambahkan ?"


Kalau Prisca cari masalah dengan orang lain tidak akan ketahuan, tapi jelas - jelas dia mengganggu Yenny, jelas - jelas Melvin sangat menyayangi dia, pasti tidak bisa melihat Yenny yang di bully melalui cara begitu.


Yenny hanya tertawa dan mengatakan " Suamiku sudah memikirkan yang terbaik untukku, tidak ada tambahan lagi."


Mereka hubungan suami istri sangat aman damai dan sentosa.

__ADS_1


Melvin mengangguk kepada Yulianto, ia memberi isyarat untuknya pergi mengurus hal tersebut.


Selanjutnya ia berkata kepada Yenny, " Terus aku mengerjakan banyak pekerjaan, mana imbalanku ?"


" Tunggu kamu pulang kamu akan tahu......" Yenny hanya tertawa manis dan menutup teleponnya.


Kak Ruby hanya menghembuskan napas di sampingnya, " Setiap hari melihat kalian pamer kemesraan, aku jadi tidak nafsu makan."


" Ini semua hal penting !" Yenny berdehem, tertawanya memiliki makna.


" Baiklah, semua ini tinggal tunggu Yulianto datang."


" Kak Ruby, sebenarnya masih ada satu hal lagi, harus kamu yang melakukannya." Yenny menggandeng tangan kak Ruby.


" Apa ?" Kak Ruby mengernyit, semua hal sudah di estimasi oleh Melvin.


" Waktu itu, wartawan yang menolak untuk memberikan foto - foto Jayawan, kamu masih simpan kontraknya kah ? Aku sampai sekarang masih meragukan apabila ia di beli oleh Prisca dengan harga tinggi, kalau tidak tidak akan ketahuan dan tidak akan ada kejadian menolak memberikan foto, aku rasa, kalau mereka bekerja sama aku akan melakukan cara lain yaitu gigi ganti gigi."


Yenny mengetahui bahwa Melvin sudah melakukan semua hal dengan sangat baik, jadi ia ingin juga melakukan satu hal ini.


Kak Ruby mendengar hal tersebut, ia mengangkat ponsel, " Aku ingat dia sepertinya memiliki teman satu perusahaan redaksi, namanya siapa ya, oh ada ! Ingat nama orang ini Peirce !"


" Ketika aku sedang mengurus hal dengan wartawan itu, aku juga bertemu dengan Pierce."


" Oke, segera hubungi dia, aku ingin Prisca tahu, bahwa orang seperti dia yang melalui jalur belakang pada akhirnya akan melukai diri sendiri." Yenny tahu bahwa orang - orang tersebut yang licik, dia tidak pernah ingin berurusan dengan mereka, tapi ia tidak akan pernah membiarkan mereka membullynya.


Dia masuk ke Ridge Entertainment itu semua adalah karena kemampuan dia.


Malam harinya, kak Ruby bertemu dengan Pierce.


" Kamu kenapa masih ingin mencariku ? Waktu itu bukannya sudah di bicarakan ?" Pierce sangat hati - hati, ketika ia duduk ia melihat sekeliling, menghindari CCTV yang di pasang oleh Kak Ruby.


Kak Ruby menggeleng kepala, " Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak memiliki niat seperti Prisca yang licik."

__ADS_1


" Gimana kamu....... " Pierce baru berkata, ia menyadari ada yang tidak beres, ia menggertakkan gigi, " Kamu sengaja mengajakku keluar, ingin memaksaku jujur kan ? Kami itu sebagai wartawan sangat memperhatikan peraturan - peraturan, aku tidak tahu apa - apa."


Kak Ruby menghembuskan napas, ia mengeluarkan flashdisk dari tasnya.


Aku mengajakmu keluar bukan demi mempersoalkan hal yang sudah lampau, sebenarnya data di tanganku lebih banyak daripada kamu, di dalam flashdisk ini terdapat banyak data yang berisi Jayawan dan beberapa model wanita, apabila dokumen ini tersebar pasti akan menjadi berita besar."


Setelah itu Pierce mulai semangat.


" Aku tahu kamu dan Henry sudah menerima uang dari Prisca." Kak Ruby dengan berani mengatakan hal demikian, ia langsung melihat respon Pierce, dia tahu bahwa tebakan dia benar.


" Bagaimana bilangnya. aku selalu merasa hal ini bergantung pada Wartawan seperti Henry, tidak dapat di percaya, kalau seperti kamu ini, memiliki koneksi ke kantor redaksi baru bisa, kamu bayangkan saja, kalau kamu bisa melapor dokumen ini, pemimpin kalian pasti akan memperhatikan kalian."


" Kamu ....... ingin menjual data tersebut kepadaku ? Aku bagaimana tahunya apabila dokumen ini palsu atau tidak !" Pierce sangat ketahuan antusiasnya, tapi dia tidak ingin mengakuinya.


Kak Ruby tertawa dan menggeleng, " Kamu terlalu banyak pikir, kamu ingin memberikan flashdisk ini kepadamu, hanya saja ada satu syarat yaitu asal di laporan kamu mengatakan bahwa ini di dapat dari lingkungan dalam dan Prisca yang memberikannya sendiri kepadamu, itu sudah cukup."


Sebenarnya foto yang di berikan oleh Prisca kepada mereka adalah gabungan foto, kalaupun terpost juga tidak berefek besar.


Tapi, apa yang di pegang tidak sama, Jayawan kabur ke luar negeri, tapi ia masih sangat berkaitan dengan berita tersebut, Pierce menimbang dalam hati, " Oke, aku setuju."


Ketika ia ingin mengambil flashdisk dari tangan kak Ruby, kak Ruby langsung menghalangi.


" Di dalam ini hanya berisi beberapa foto yang sudah di potong, aku akan menunggu beritamu, kemudian aku akan memberimu foto yang lebih jelas."


" Aku mengerti." Pierce menjawab.


" Pagi ini Henry ada cari aku, dia bilang Prisca menyuruhnya menyebarkan berita bohong lagi, haisss! Pekerjaannya akan di interogasi, makanya ia menyuruhku, kebetulan kamu mengajakku keluar, aku akan membuat beritanya segera."


Kak Ruby mendengarnya dan bergumam.


Untung saja BOSS mengetahui dari awal sehingga bergerak tepat waktu, kalau tidak sekali lagi akan di serang oleh Prisca.


" Jadi kamu nanti post foto - foto tersebut, ketika kalian post kalian akan mendapat imbalan, nanti kamu atur agar Prisca bertanggung jawab atas masalah ini, maka semuanya akan aman terkendali."

__ADS_1


__ADS_2