
" Kamu kenapa ?"
" Aku.... aku sepertinya melihat Matthew, dorektur Elisha benar - benar suruh dia kembali."
Prisca pun panik, " Tidak mungkin ! Dia sudah lama menetap di luar, untuk apa dia pulang ?"
" Aku tidak mungkin salah lihat." Kevin setelah berkata itu langsung buru - buru mengikuti Elisha dan jalan ke ruang rapat.
Apa pun yang di lakukan Elisha, mereka harus terima.
Ini hanya rapat rutin dari Ridge Entertainment, Prisca merupakan orang terakhir yang masuk ke ruang rapat, dan menyadari hampir semua atasan dan pengurus sudah sampai, bahkan termasuk 2 orang dari dewan direktur.
Dia melihat ke samping Elisha dan memang melihat wajah yang sering muncul di mimpi buruk dia.
Dia hampir saja tidak bisa berdiri dengan stabil dan untungnya Kevin sempat menarik dia, " Duduk sini saja."
" Iya, baiklah." Prisca duduk di sana dan tidak konsen, bahkan tidak berani angkat kepala.
Dia bisa merasakan tatapan dingin, dan juga merasakan tatapan dendam ke arah dia.
5 tahun lalu, Matthew adalah manajer top di dalam negeri, artis dan grup nari yang dia bawa bisa terkenal sampai seluruh asia bahkan seluruh dunia, karena hasil kerja dia yang tidak bisa di kalahkan, bahkan ada berita kalau artis yang di bvawa Matthew, mau se biasa apa pun tetap akan terkenal,, tapi sesuatu yang orang tidak mengetahui tersebar, reputasi dia hancur, bahkan artis wanita yang terlibat pun stress dan pada akhirnya bunuh diri.
Orang yang menyebarkan itu adalah Prisca dan Kevin.
Dulu mereka masih muda, dan tidak sangka kalau bisa mengorbankan nyawa orang.
Beberapa tahun sudah lewat, tapi Prisca tetap tidak bisa lupakan, kejadian hari itu. informasi yang dia terima di teleponnya.
Dia tajut Matthew, takut kalau dia akan balas dendam.
" Semuanya, inti rapat kali ini adalah menyambut kepulangan Matthew, sebagai manajer utama perusahaan."
" Direktur Elisha, aku hanya pulang lihat - lihat saja.'
Matthew sambil bicara sambil lihat ke arah Kevin, dan berkata dengan tersenyum, " Perkembangan Ridge Entertainment sekarang sangat baik, kalau aku bergabung bisa ada sesuatu besar terjadi."
Setelah bicara seperti itu, dia langsung meninggalkan ruang rapat.
__ADS_1
Elisha melihat dia pergi tidak marah, dan sepertinya sudah menduga ini sejak awal.
" Tidak peduli ke depannya terjadi apa, perusahaan butuh semua orang untuk berusaha bersama, aku tidak harap melihat keributan internal, aku harap kalian semua mengerti."
" Iya Direktur Elisha."
Prisca pun sedikit lega dan Kevin merasa perkataan Elisha ada maksud lain."
" Selain itu, artis baru dari Star Plan lumayan baik, tapi kurang ada ciri khas sendiri, harus di latih keras."
" Direktur Elisha, jangan bilang kamu mau Matthew bawa mereka dua ?" Kevin pun bertanya.
Elisha menggeleng, " Aku tidak ada rencana seperti itu, beberapa tahun ini artis yang di bawa Matthew di luar negeri semuanya adalah tingkat internasional, kalau biarkan dia bawa anak baru, terlalu sia - sia."
Ini membuat orang sangat tidak mengerti.
Prisca dan Kevin kemudian saling melihat satu sama lain, dan sama - sama memilih untuk diam.
10 menit kemudian.
Elisha kembali ke kantor dan lihat Matthew sedang duduk di sofa dan minum kopi, setelah letakkan dokumen, dia menyuruh sekretarisnya pergi.
" Kamu tahu aku tidak ingin bertemu dengan mereka." Matthew letakkan kopi dan berdiri, " Aku datang karena kamu, kalaupun aku apa - apakan mereka juga tidak akan buat kamu kesulitan, kopinya enak, aku pergi dulu."
" Tunggu, aku sudah susah payah buat kamu pulang bukan untuk traktir kamu kopi, aku di sini ada kontrak baru dengan seorang artis, ingin kamu bawa dia."
" ku tidak terima orang baru, merepotkan." Tapi di saat dia lihat fotonya, dia sempat terkejut, " Yenny ?"
" Kamu kenal dia ?" Elisha tersenyum, " Atau kamu sudah memperhatikan dia karena dia punya aura yang mirip dengan Cedra."
Matthew jelas terlihat ingin jawab pertanyaan ini.
Dia meletakkan foto dan mundur sedikit, lalu tetap diam.
" Kamu tidak bisa selamanya seperti ini, aku tahu kamu tidak bisa lepaskan itu, tapi orang tetap harus hadap ke depan, aku percaya Yenny adalah artis yang pantas di latih."
" Aku sudah aturkan dia untuk iklan snow, mereka akan bertemu dengan wakil direktur bagian asia besok malam, ini adalah kerjaan pertama kamu dan Yenny."
__ADS_1
" Aku tidak merasa dia begitu baik seperti yang kamu bilang."
Matthew hanya melirik foto Yenny, tidak begitu pikirkan hal itu, dan meninggalkan kantor Elisha.
Dia tidak termasuk karyawan Ridge Entertainment, dan juga tidak bermaksud bawa artis wanita.
Tapi masalah ini malah menjadi pengaruh buruk.
Setelah dia pergi, Elisha menghubungi Yenny, " Manajer ini sementara merupakan yang terbaik, kalau kamu bisa dapatkan bantuan dia, akan sangat menguntungkan bagi kamu."
Tidak ada orang yang suka berjalan di tempat, Elisha sejak meninggalkan industri itu, dia lebih mengerti apa yang di butuhkan Yenny.
Dia perlu melewati batas dia sendiri, agar bisa lebih sukses, sedangkan Matthew adalah kunci dari itu.
" Terima kasih Direktur Elisha, aku akan coba akrab dengan dia." Yenny menjawab dengan sopan, sebenarnya dia tidak ingin seseorang yang sombong di samping dia, dia butuh orang seperti kak Ruby, teman yang tulus.
Setelah mendengar Elisha memperkenalkan Matthew, dia tidak begitu tertarik.
" Yenny, aku tahu pikiran kamu, kamu selalu diam seperti air dan ini kelemahan kamu. Kamu mendapatkan pengahrgaan di acara Penghargaan Festival Film Jinge, dan sekarang juga ada Ridge Entertainment sebagai sarana untuk kamu kembali, kamu butuh tangga, kemampuan kamu tidak masalah, tapi yang kamu butuhkan adalah kesempatan dan terkenal."
" Aku merasa kemampuan kamu tidak hanya begitu. Kamu bisa menargetkan posisi artis internasional, apakah kamu mengerti ?"
Elisha tidak suka bertele - tele, mendengar pendapat dia yang terus terang buat Yenny sadar. Memang benar dia tidak seperti artis muda yang masih ada banyak waktu, dia butuh maju.
" Aku mengerti, Direktur Elisha."
Setelah mematikan telepon, dia tidak bisa tenang, sebagai aktris yang di rencanakan Elisha semua merupakan impian dia. Tapi dia terus berjuang tidak hanya karena diri dia sendiri, tapi membuat sampai di titik atas dan pantas untuk Melvin.
Melvin memeluk dia dari belakang, " Ada apa ?"
Yenny tidak menyimpan rahasia dari Melvin, dia memberi tahu apa yang di bilang oleh Elisha, tapi saat mendengar nama Matthew, dia sedikit ragu.
" Kenapa ? Apakah manajer ini tidak baik ?"
Yenny melihat dia dengan bingung, Elisha seharusnya tidak taruh orang yang tidak ada kemampuan di samping dia.
" Bukan orang ini dalam hubungan wanita pria sedikit ???? Dia pergi ke luar negeri karena artis wanita yang dia bawa depresi dan bunuh diri, dengar - dengar mereka pacaran."
__ADS_1
" Hm ?" Yenny pun tertawa dan melingkarkan tangan di leher dia, " Kalau begitu apa hubungannya denganku, aku ini punya suami."