
Dia benar - benar melihat Yenny sebagai peran yang ada di adegannya, dan bukan seperti orang yang di kenalnya di kehidupan ini, hubungan antara mereka benar - benar tidak mengganggu jalannya pemotretan.
Dan malah ekspresi dan Joyce yang tidak cukup, dari layar terlihat, dia seperti sangat puas dengan riasan lawan mainnya, dan sangat ingin merendahkan lawan mainnyaini, dia tidak jelas arti sebenarnya dari acara ini, para sutradara bukan ingin melihat kemampuan berbeda yang di miliki mereka, melainkan ingin melihat mereka bagaimana mengungkapkan perasaan perannya kepada penonton.
Boleh di bilang, kalau Joyce sama sekali tidak mengerti arti sebenarnya dari acara ini.
Penampilannya tidak dewasa, tidak profesional.
" Cut."
Jason bernapas sedalam - dalamnya, " Untung saja aku mengundang Yenny ke acara ini, kalau tidak acara minggu ini bakal tidak bagus, wawancara perasaan mereka berdua, lalu sudah boleh selesaikan kerja hari ini."
Dia menepuk bahu teman kerjanya dan mengambil teleponnya meninggalkan tempat pemotretan, dia dengan cepat berbicara dengan Nasha penampilan hebat Yenny, dan ingin mendapatkan kesempatan bekerja sama berikutnya.
Sutradara lain dan cameramen juga dikejutkan oleh penampilan Yenny.
" Yenny sudah selesai ganti baju, kapan pun siap untuk di wawancara." Kak Ruby berkata kepada cameramen.
" Baik, maka sekarang .... "
Sebelum cameramen selesai berbicara, juga sudah terdengar suar jeritan melengking dari kamar rias Joyce, " Ahh ! Ada serangga !"
Dengan begitu tidak sopan berlari kelua dari kamar tersebut, melihat ke belakangm dan melihat ada kameramen juga segera memarahi mereka, " Tempat kalian benar - benar sangat menjijikan !"
Dia menghela nafas sekali, dan sangat marah.
Setelah mendengar ada kejadian seperti ini Bayu juga dengan cepat berjalan ke mari, Joyce juga segera memeluk lengannya, berperilaku seperti sudah di siksa, " Bayu, aku sudah capek - capek memotret film seharian, baru saja masuk ke dalam ruang rias sudah melihat satu serangga yang sangat besar, benar - benar sangat menjijikan !"
Bayu batuk sekali, " Apakah kamu sudah salah lihat ?"
__ADS_1
" Tidak mungkin ! Kalau bukan ada orang yang sengaja menakutkanku, sengaja menaruh serangga." Joyce melirik Yenny, " Apakah karena aku memilih peran utama wanita Sonya, takut aku akan merebut posisimu, membiarkanmu dengan riasan jelek masuk ke dalam kamera, maka kamu iri padaku, sengaja menakutkanku dengan serangga !"
Joyce menggunakan kesempatan ini, juga menjerit - jerit terhadap Yenny.
Orang yang berada di sekitar juga bingung, mengapa imajinasinya bisa begitu besar, ketiga adegan hari ini juga sudah memperlihatkan kemampuan Yenny dan ketidak profesionalisme Joyce asal ada kesempatan dia langsung mencari kesalahan Yenny, sekarang dia juga berperilaku seperti wanita yang hanya bisa cemburu, kalau bukan karena Yenny adalah artis dari Cemerlang Entertainment maka mereka pasti akan meragukan kemampuan perusahaan ini.
" Kedua artis ini juga berasal dari perusahaan yang sama, mengapa perbedaan mereka begitu besar ?"
" Di banding dengan Yenny, perilaku Joyc benar - benar sangat rendah."
Melihat kejadian seperti ini, para sutradara juga menggunakan bahasa Inggris untuk membahas hal ini.
Joyce tidak memerhatikannya, tetapi Bayu mendengarkannya dengan jelas.
" Joyce, jangan bicara lagi." Dia segera menghentikan Joyce, dan menariknya ke samping, " Masalah serangga kita jangan bahas dulu, sore ini aku akan pergi mengurus masalah kantor, bagaimana dengan pemotretan hari ini ?"
" Pasti sangat lancar dong ! Ada aku pasti semua juga akan berjalan dengan lancar !"
" Kamu yakin ? Tidak terjadi ....."
" Bayu, aku sangat jelas, sewaktu sutradara meninggalkan tempat ini mereka tertawa dengan senang, tidak ada masalah dengan akting saya, satu kali pengambilan saja !"
Joyce yang berbicara dengan penuh percaya diri, Bayu juga tidak bisa berkata apa - apa lagi, dia segera mengatur wawancara terakhir di ruang istirahat untuk Yenny dan Joyce.
" Baiklah, selesai."
Setelah Kameramen meninggalkan ruangan, di ruang itu hanya tersisa beberapa orang lagi.
" Bayu, aku sudah capek, kita pulang ke hotel untuk istirahat saja." Joyce memegang dahinya, berpura - pura seperti sedang capek sekali.
__ADS_1
Kak Ruby dan Cindy juga menoleh pandangan mereka, tidak ingin melihat dia yang sedang berpura - pura.
" Yenny, beberapa hari ini kamu tinggal di mana ?" Bayu tiba - tiba menanyakan pertanyaan ini, jadwal Yenny untuk beberapa hari ini tidak pasti, dan kemunculan tiba - tiba para pengawalnya, apakah Yenny sudah kembali ke keluarganya ?
" Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, untuk urusan pribadi, kamu tidak punya hak untuk campur tangan."
Yenny menjawab dengan tenang, dia sepertinya tidak ingin membocorkan hal pribadinya, dia juga tidak berharap Bayu pergi mengganggu Melvin, walaupun dia sama sekali tidak bisa mengganggu Melvin, dan akan di urus oleh pengawalnya.
" Kamu !" Bayu dengan marah memandangnya, " Tidak ada artis mana pun yang bisa terbebas dari campur tangan perusahaan, kalau kamu ingin terkenal, maka perhatikan nada berbicara kamu, kalau tidak......"
Melihat Bayu yang sedang memarahi Yenny, Joyce sangat senang, dan membantunya dari samping, " Bayu, jangan ribut lagi dengannya, kita tunggu acara ini tayang jumat depan, maka dia juga tahu jelas bahwa dia tidak punya hak untuk bernegosiasi dengan kita !"
Joyce dengan pelan mendorong gelas yang berada di meja, gelasnya juga jatuh ke lantai.
Para pengawal juga bergegas maju ke depan, berdiri menutupi Yenny dari depan, " Perlu mengusir mereka keluar tidak ?"
" Tidak usah." Yenny tahu jelas bahwa pengawal ini di bayar dengan harga tinggi oleh Melvin, kalau perintahnya tidak kelewat batas, maka mereka juga akan melakukannya.
Tetapi saat itu, dia mengangkat kepalanya, dan menatap Joyce, " Aku malas berdebat denganmu, tunggu setelah acara itu tersiarkan, aku sangat menunggu ekspresi apa yang akan kalian keluarkan."
Dia menggunakan kemampuannya juga akan menang telak dari Joyce.
Ini juga sangat marah, " Bayu, kamu lihat sifat dia yang begitu angkuh, kamu lebih baik atur pekerjaannya di tempat lebih jauh !"
" Maaf, harus mengecewakanmu, sekarang Yenny punya hak untuk menolak apa yang di atur oleh perusahaan." Kak Ruby menjawab dan tertawa dingin.
" Bayu !" Joyce yang marah juga menghentakkan kakinya.
" Baiklah, jangan di teruskan lagi, aku masih ada hal yang harus di persiapkan, kita jalan dulu." Bayu menggelengkan kepalanya, berjalan 2 langkah, dia juga berbalik melihat Yenny, " Aku tidak terpikir bahwa kamu bisa berubah seperti ini, yang kamu inginkan hanya keuntungan, berperilaku angkuh, dulu kamu juga tidak pernah memedulikan hal seperti ini, Yenny, kamu sudah berubah."
__ADS_1
" Iya ?" Yenny juga tidak menahan tawanya, " Tetapi aku lebih suka aku yang sekarang."
Tidak peduli bagaimana pandangan Bayu terhadapnya, baginya dia akan tetap berjuang untuk mencapai mimpinya.