
" Kamu demi aku menemaniku ke sini dan melepaskan pekerjaan lain ?" Tanya Yenny.
" Aku datang juga karena dinas....... tenanglah." dengan nada lembut dia menjawab, demi dia melakukan hal tersebut, ia rela.
Sementara di pesawat lain, Joyce emosi sekali, tak berhenti marah denga pramugari, menimbulkan perhatian pada penumpang lainnya.
" Sudahlah, jangan memperkeruh lagi, pesawat sudah mau landas, kamu tenang sedikit." Bayu menariknya, " Kalau ada yang mengenalmu........"
Nadanya menurun, dan mendengar orang memanggil .
" Itu bukannya Joyce ya ?"
" Siapa ? Itu artis itu lho yang jadi selingkuhan itu ?"
Seketika penumpang melihat ke arah situ dan mengambil handphone untuk memofo, Joyce kembali marah, " Semua gara - gara kamu, mengapa tidak naik pesawat pribadi, aku hamil, masih duduk dengan orang - orang di kelas bisnis !"
" .......... " bayu di buatnya terdiam, perasaannya langsung tak enak.
Ketika bersama Yenny, Yenny sejak kapan pamer ? Terlihat hatinya mulai memperhatikan Yenny lagi, dia harus cari waktu untuk bicara dengan Yenny !
Yenny dan Melvin sampai 1 jam lebih awal, kak Ruby dan Cindy sangat lega, meskipun penerbangan kali ini di nilai lembur, tapi juga tidak mengganggu mereka sehingga sangat lancar.
Sementara Bayu dan dua wanita yang di utus Juli mulai kesal, ketika melihat Yenny sendiri bersama asisten dan managernya, Juli tak enak hati !
Ia berjalan ke arah Yenny.
" Yenny, lama tidak jumpa." Juli si model dengan tubuh yang tinggi itu memakai dress western hitam, dulunya adalah model internasional yang memiliki pamor sangat tinggi.
Melihatnya ia pun terdiam.
__ADS_1
Tapi Yenny tetap seperti air mengalir, ia tidak terlalu perduli Juli yang memakai kacamata hitam tersebut, dengan tenang menganggukkan kepala, kemudian bicara merespon dengan sepatah dua patah kata, agar Juli tidak menebak pemikiran Yenny.
Tidak tergesa - gesa ke hotel, tidak tergesa - gesa bertanya tugas apa selanjutnya, maka Juli tak mungkin ketika mereka naik pesawat terjadi apa - apa, Juli membuka kacamata hitamnya karena ingin melihat Yenny, " Bertahun - tahun tak jumpa, kamu masih sama begitu cantik, adikku tidak salah lihat orang, hanya saja.... ada beberapa gosip yang sampai ke telingaku."
Yenny memperhatikan tingkah laku Juli.
Sebagai keluarga Bayu, ia selalu memperlakukan Bayu dan pernikahan mereka telan bulat - bulat, hari ini justru berbicara banyak dengan dirinya, kalau tidak melihat berita, pasti dia tahu bahwa Yenny sudah marah besar dan tak perduli dengan Bayu, maka pekerjaan shooting kali ini mungkin idenya Juli.
Di banding Bayu yang sombong, otak dan tangan Juli lebih jago darinya.
" Sekarang jalur komunikasi sungguh berkembang, kalau pun tidak keluar rumah, berita buruk pun bisa tersebar."
Yenny mengerti maksud tersebut, tapi Juli tidak membalas, hanya tertawa sekencang - kencangnya, nadanya seperti berwarna seperti keluarga Bayu tidak ada Yenny sebagai istri Bayu, tak akan terjadi apa - apa.
" Anak muda zaman sekarang, putus nyambung itu hal yang wajar, terutama kalian yang berada di area ini. Bayu itu adalah laki - laki pekerja keras, perlu ada orang di belakangnya untuk mendukung pekerjaan tersebut, aku rasa, kamu dan Keluarga Yan hubungannya sangat tidak baik, perpisahan kalian merupakan hal yang bagus untuk Bayu, kalau kamu benar - benar mencintainya, ya berharap semoga dia bahagia dengan Joyce."
Kak Ruby di sampingnya ingin melabraknya, unu masih terhitung omongan manusia kah ?
Jelas - jelas Bayu yang memutuskan hubungan duluan, sekarang justru menyalahkan Yenny, masa Yenny mesti memikirkan Bayu ?
Setelah Juli mengangkat Telepon, raut wajahnya berubah, ia bergumam dan pergi membawa Yenny ke ruang istirahat, ia membawa dua orang asisten lainnya menuju sisi lain bandara untuk jalan - jalan.
Sepertinya ingin menjemput orang.
" Pesawat Bayu masih ada setengah jam untuk mendarat, selain itu arah mereka pergi itu adalah jalur khusus, mereka ingin menjumpai siapa ?"
Yenny membelalakkan mata, " Siapa yang tahu ?"
Tawanya sangat licik, sangat tidak perduli dengan keluarga Bayu, juga tidak perduli perkataan yang mengancam dari Juli dan pergi ke ruang istirahat.
__ADS_1
Tapi setelah Juli menerima informasi tersebut yaitu direktur Dahlia Entertainment Melvin akan sampai untuk dinas, kebetulan sampainya juga waktu - waktu ini, dia tentu ingin bertemu, apabila bisa ada hubungan dengan direktur Dahlia Entertainment, maka masih bisa takut Joyce yang terlihat bahagia ? Tunggu waktunya tak perlu sama sekali orang kayak Yenny.
Namun dia hanya mendengar perkiraan informasi saja, ketika dia sampai di jalur khusus tersebut, Melvin sudah naik mobil menuju hotel, selain itu dia video call dengan istrinya.
Terlihat, kemeja ungu keabu - abuan yang mewah, tatapannya sangat lembut.
" Sekarang sudah sore, hari ini tak ada shooting kan ?"
" Seharusnya tak ada." Yenny melihat jam, dengan nada khawatir bertanya, " Kamu? Langsung kerja ?"
Suara Melvin langsung memberat, " Hari ini mungkin agak telat, kamu gak perlu tunggu aku, tidur lebih awal, kalau ada kesempatan aku jenguk kamu ke sana."
Yenny tak begitu jelas mendengar, mengangguk kepala, dan ketika mereka balik, telepon terputus.
Juli sudah menjemput Bayu dan Joyce, tapi wajahnya sangat tidak senang, " Sedikitlagi, aku pasti bisa ketemu dia !"
" Kak, kamu sebenarnya tunggu siapa ? Joyce di pesawat sangat lama, sangat butuh istirahat, kita segera pulang, kalai ada orang penting tinggal telepon lagi aja bisa kan ?"
" Kamu ngerti apa ! Itu direktur Dahlia Entertainment, aku sama sekali tidak bisa melacak nomor teleponnya." Juli melihat Joyce, kalau bukan karena dia sudah hamil, dia mana mungkin menerimanya !
Perkataan barusan hanya berkata untuk Yenny, dari hati Juli yang terdalam, ia merasa bahwa masih mending Yenny daripada Joyce, tapi sudah lewat, kalaupun demi muka keluarga Bayu, dia tak mungkin membiarkan Yenny untuk sukses balikan dengan Bayu.
Joyce yang berada di sampingnya melihat ke arah Yenny yang sedang santai, panas hatinya tersebut masih belum reda, " Kak Juli, aku rindu kamu, malam ini aku nginap di tempatmu boleh kah ?"
Kak Ruby tertawa dingin, dia kira diri sendiri sudah menjadi istri sah nya Bayu ? Sungguh tak di sangka !
Juli setuju, dia menarik tangannya, " Tentu boleh, aku ada banyak pembicaraan yang aku ingin bicarakan denganmu ...... Yenny, kamar hotel sudah aku pesankan untukmu, kamu di sini, mereka di situ, tak masalah kan ?"
Seperti sedia kala, dia berencana membiarkan Joyce tidur di luar.
__ADS_1
Melihat perencanaan seperti ini, Joyce sangat bergembira, " Kak Juli, kamu sangat baik, tapi aku tidak nyaman tidur di kamar hotel."
Juli tertawa, ia menarik tangan Joyce, musuh utama mereka bersama itu adalah Yenny. Apapun yang berkaitan dengan Cemerlang Entertainment dan Bayu yang tidak ada untungnya itu tak akan mereka biarkan berada di lingkaran artis, kali ini, biarkan dia menggantikan adiknya untuk marah. Tapi terus bisa apa ?