
Yenny tidak tahan, ia mengambil jaket tersebut dan berjalan ke arah pintu, " Oke, aku bersedia melawan kontrak, grup kalian yang kekanak - kanakan dan tidak berpengatahuan seperti ini, aku sangat meragukan kualitas shooting kalian."
" Masih ada lagi, aku akan menuntut dia ke pengadilan, tunggu surat undangan dari pengacaraku saja."
" Apa !" Wakil asisten tersebut matanya membelalak, ia tidak menyangka Yenny bisa menggunakan cara yang sangat formal untuk melawannya.
" Nona Yenny, ini gak baik lah, aku atas nama tim sutradara minta maaf padamu !" Penanggung jawab menghalangi jalan Yenny, dalam perkataannya keluarlah beberapa poin mengancam, " berdasarkan kontrak, uang denda atas pelanggaran tak sedikit, anda seharusnya mempertimbangkan terlebih dahulu !"
" mohon maaf, saya tidak perlu mempertimbangkan hal ini."
Setelah berbicara demikian, Yenny langsung meninggalkan mereka, dia tahu Yulianto berdiri tersebut ada artinya, meskipun masalah sudah berkembang, dia harus lebih keras, tidak boleh dirinya terus - terusan menelan sakit hati.
Dia tidak melawan, bukan berarti pertanda tidak ada kemampuan untuk melawan.
" Masalah biaya ganti rugi, dari departement business, akan menghubungimu, semuanya akan di tanggung oleh Dahlia Entertainment, masih ada lagi, saya sarankan anda untuk memberhentikan asisten itu, apabila hal ini di urus tidak sesuai denga kepuasan Direktur Melvin, dia akan pindahkan sahamnya dua tahun ke depan dari stasiun televisi kalian."
Yulianto berkata demikian dan berbalik badan meninggalkan mereka.
Tersisalah sutradara dan penanggung jawab tersebut yang terkaget.
" Ternyata ..... Orang di balik Yenny adalah Dahlia Entertainment ?"
Hal tersebut kalau sudah di ketahuipun tak akan berani beritahu ke laur, wakil asisten tersebut di pecat saat itu juga, acara tersebut di undur satu minggu, penanggung jawab menelepon Yenny dan meminta maaf serta mengundang dia untuk shooting ulang.
Di tolak oleh Yenny.
Meskipun dia membutuhkan kesempatan untuk terkenal, tapi orang - orang tersebut yang memegang kamera pasti akan memotong bagian dia ketika dia berbicara.
Lebih baik dia mencari kesempatan untuk menciptakan sendiri daripada tergantung dengan platform orang lain.
" kak Ruby, bantu aku untuk cari Hendi, aku rasa dia sekarang seharusnya dengan Joyce, kalau kita mencarinya pasti kita bisa menemukan Joyce bersamanya."
" Aku akan coba lihat, tapi kalau Hendi tidak ingin bicara gimana ?"
__ADS_1
Setiap orang ada titik lemahnya, hendi juga pastinya ada keluarga, dia butuh memberi makan keluarganya, orang seperti Joyce ini tidak mungkin memberinya gaji lagi, aku tak percaya dia bisa berlindung di bawah Joyce."
" Mengerti, aku akan urus segera."
Kak Ruby melihat Yenny yang mulai membara ingin bertempur, dia senang.
Dia ada rasa bersalah, tapi ada kalanya tak bisa mundur.
Malam - malam ketika pulang ke rumah, Yenny bersandar pada punggung kursi, ia mengingat semua kejadian yang terjadi di siang hari itu, kemudian ia berjalan ke arah ruang kerja Melvin, dia dengan lemah lembut mengetuk pintunya, ketika ada seorang laki - laki yang mengangkat kepalanya, Yenny tersenyum dan masuk.
" Masih kerja ?"
" Ya, ada tugas di luar kerjaan kantor," Melvin tidak keburu mengemas dokumen tersebut semuanya adalah data - data artis Ridge Entertainment.
Yenny mengetahui Melvin lelah demi dirinya sendiri, ia tertawa dan memeluk lehernya, " orang yang tak tahu juga bisa melihat, kira kamu mau membeli Ridge Entertainment !"
" Kalau misalnya kamu berhasil tanda tangan kontrak dengan Ridge Entertainment, ini merupakan ide yang bagus kan."
Yang jelas cepat atau lambat Yenny akan tanda tangan kontrak dengan perusahaanya, dengan demikian dia akan lebih bisa melindunginya setiap saat.
Dia tahu Yenny pasti ada sesuatu yang ingin di bicarakan, makanya ke ruang kerjanya.
" Berkay kamu suamiku yang ajaib, menyuruh Yulianto untuk pergi membantuku." Yenny mengingat kembali, ia dengan serius berkata, " Aku sudah menyuruh kak Ruby untuk menolak pekerjaan tersebut, aku akan mempersiapkan diri untuk tanda tangan kontrak dan interview dengan Ridge Entertainment."
" Oh, ada lagi ?" Melvin seperti sudah menerka pemikiran Yenny.
" Aku ingin mencari Joyce dan menyelesaikan perkara."
Dia ingin melawan dan benar - benar membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
" Oke." melvin sudah menduga bhawa ini bukan sesuatu yang mengagetkan, dia sangat mengerti Yenny, apa pun yang mulai di bicarakan oleh Yenny, pasti akan di lakukan, " Butuh bantuan apa ?"
Yenny menatapnya sambil berpikir, " Aku hanya ingin bilang padamu, kalau kamu benar - benar ingin membantuku, maka kamu awalan temani aku istirahat."
__ADS_1
Tangannya seperti menyentuh wajah lembut Melvin.
Dia mencium badan Yenny yang bau harum dan memeluk pinggul Yenny, " Perintah istriku, aku tidak berani menolak."
Sinar rembulan membuat malam itu sangat panjang, tapi suasana kamar tersebut malah sangat romantis.
...........
Yenny mengatur kak Ruby untuk memberikan informasi palsu kepada Hendi.
Informasi tersebut memberitahukan bahwa perusahaan akan kontrak dengan Joyce, tapi persyaratannya adalah tanda tangan dengan dia sendiri, dengan kata lain, Hendi harus keluar.
Ketika mendapatkan informasi tersebut, Hendi sangat marah besar.
" Mereka kenapa bisa begitu ! Saya sudah menjadi manejermu sekian lamanya, orang yang paling mengerti dengan tipe kemampuan artismu itu cuma saya, Joyce, kamu boleh istirahat, saya akan bantu menghubungi perusahaan lainnya."
Joyce mendengar kalimat tersebut, tidak terlalu senang dan berkata, " Harus menunggu hingga kapan ?"
Kakinya menendang tong sampah, dia demi menutup makanan wartawan dari luar, sampai menyewa apartemen untuk belasan hari, dia sangat merindukan tas bermerek, naik mobil mewah.
Seperti itu bersembunyi dan bersembunyi, hidup dengan makan sayur sawa dan nasih, sudah cukup !
Di tambah lagi, seperti hanya dia yang terjun ke sawah seeprti ini, Yenny seperti biasa sangat bahagia, setiap kali dia melihat Yenny muncul di majalah, ia sungguh marah dan kesal.
" Joyce, jangan - jangan kamu ingin menyetujui persyaratan mereka, lalu aku bagaimana ?" Hendi sungguh tak menyangka Joyce ternyata berani melepaskan kerja sama bertahun - tahun di antara mereka.
Demi sebuah kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan.
" Kamu bisa pergu ke perusahaan lain kan ! Yang jelas menajer artis sekarang itu......."
Joyce sudah mulai membayangkan dirinya memulai kontrak baru, menjadi artis profesional dengan suasana yang baru juga.
Di bayangan dia, sama sekali tidak ada Hendi.
__ADS_1
Tapi dia hampir tidak memperkirakan biaya pengobatan untuk keguguran, termasuk makan sehari - hari, pakaian, tempat tinggal itu Hendi yang keluar uang, meskipun uangnya tidak banyak, tapi Hendi hampir melepaskan pekerjaannya sendiri, dia keluar dari Cemerlang Entertainment demi menolongnya. Apabila ia mencoba menghubungi perusahaan lain, ia berani saja menelantarkan manejer ini, dia sama sekali tidak bisa berada di situasi tersebut. Hendi tidak pernah separah Joyce, demi keuntungan apa pun bisa di jual.