
Sebelum acaranya tersiarkan, biasanya artis tidak bisa mendapat pujian seperti ini, demi membuat acara ini lebih nyata, maka tidak akan memotong adegan apa pun, termasuk sewaktu sutradara mengungkapkan ketidak puasan terhadap Joyce, dan perilaku kejam Joyce terhadap crew - crew, akan di siarkan semuanya di depan penonton.
Dari koridor terdengar suara sepatu hak tinggi Joyce dan kak Ruby juga melirik ke depan, " Bayu sudah datang !"
Yenny yang lagi duduk di depan meja rias juga tidak berkutik, dia seharusnya bertanggung jawab atas pekerjaannya, tidak boleh di karenakan perasaannya sendiri dan menganggu jalannya pemotretan.
" Yenny, aku ada hal yang perlu di bicarakan denganmu." Bayu melihat Joyce sejenak, dan melihat ke arah kak Ruby, " Kamu bisa suruh dia keluar dulu tidak ?"
" Kak Ruby adalah asisten pribadiku, aku tidak akan menyembunyikan segala hal dari dia, kalau tuan Bayu ada yang perlu di bicarakan dengan saya, maka lain kali saja."
Yenny yang sudah mengganti baju di ruang istirahat, juga sedang menunggu tanda dari para sutradara.
Joyce begitu angkuh juga tertawa, " Bayu, kamu jangan kasih tahu dia, aku takut dia tidak bisa menerima tekanan sebesar ini !" Pandangan matanya penuh dengan ketidak puasan terhadap Yenny, Joyce seperti merasa dirinya sudah menang.
Tidak menghiraukan perkataan Joyce, yenny dengan tenang berjalan keluar, dan menganggap mereka seperti udara saja.
Sikap santainya malah membuat Bayu mengerutkan dahi, dia batuk sekali, " Sudahlah, tunggu saat kamu sudah tahu, kamu juga pasti tahu sendiri, sampai saat itu, aku harap kamu bisa setenang ini, jangan melibatkan aku dan perusahaan."
Yenny mengeluarkan suara Pang, dan mutup naskah yang ada di tangannya.
" Aku tidak sesantai yang kalian pikirkan, kalian sudah menganggu pekerjaanku." Yenny dengan tenang mengeluarkan ucapan tersebut.
Selanjutnya, dua orang pengawal berpakaian serba hitam datang ke mari, mengusir Bayu dan Joyce di saat bersamaan.
" Silahkan." Mereka dengan dingin mengeluarkan kata itu, mengulurkan tangan untuk menghantikan Bayu, badan mereka yang begitu besar dan mukanya yang begitu datar seperti tembok, membuat Bayu tidak bisa mendekati Yenny lagi.
" Bayu, kenapa Yenny bisa punya pengawal ? Apakah kamu yang mengundang mereka untuknya ?" Dalam hati Joyce ada sedikit cemburu, terus memegang lengan Bayu dan bertanya tidak henti.
__ADS_1
" Mana mungkin !" Bayu melihat bayangan belakang Yenny, menghela napas sekali, " Perusahaan benar - benar tidak bisa menerimanya lagi ! Kamu pergi bekerja dulu, hal itu kita jangan memberitahukannya dulu, biar dia menyesal saja nantinya !"
Awalnya dia mau memberitahunya berita pertunangan antara Joyce dan dia, itu juga merupakan pertanggung jawaban kepada hubungan mereka yang telah berakhir, demi menghentikan Yenny berbuat onar di tempat pemotretan, sekarang dia merasa tidak perlu memberitahunya lagi.
Melihat ekspresi wajahnya Yenny yang berbeda dengan sebelumnya, hatinya merasakan panas yang membara, mengapa dia bisa begitu tenang !
Dan Joyce yang melihat Bayu di karenakan oleh Yenny sedang marah, sangat puas.
" Kamu pergi cek, pengawal Yenny dari mana, aku juga mau beberapa !"
" Tetapi dana perusahaan tidak cukup ......." Asisten Joyce sedikit kesulitan, walaupun Joyce adalah pacar Bayu, dia juga tidak bisa sebelum pasti mendapatkan posisi ini, sudah berbuat keterlaluan seperti ini.
" Bagaimana ? Kalau Yenny ada, aku juga harus ada, dan lebih baik darinya !"
Yenny juga melangkah angkuh dengan sepatu hak tingginya berjalan keluar, dan asistennya yang melihat gambar terkenal di dada kiri pengawal itu, juga mengerutkan dahinya, " Gambar ini seperti pernah lihat di mana ?"
" Tidak usah, kita bekerja saja dulu."
Yenny yang seperti biasanya tetap berpikir rasional, perasaannya juga tidak akan mengganggu pekerjaannya.
Dan kerja sama internasional seperti kali ini yang begitu penting, dia akan menghargai kesempatan baik kali ini, dulu dia berjuang sedikit demi sedikit untuk mendapatkan posisi sebagai artis ternama, dia juga tidak akan santai di saat seperti ini.
Dengan cepat make up artist juga mulai merias Yenny, melihat dia memakai kostum tante Amira, takut dia akan tak puas dengan riasan wanita paruh baya, dengan tersenyum menjelaskan, " Di karenakan kebutuhan peran, mungkin akan melakukan riasan yang berbeda, dan membuat umurmu lebih cocok dengan peran tersebut."
Periasnya juga mengucapkan OKE, kira - kira setelah 40 menit, Yenny juga siap di dandan, di mukanya yang begitu cantik juga di tambah dengan kerutan dan flek hitam orang tua, dan juga mukanya seperti di buat menjadi lebih melar, begitu di lihat, benar - benar seperti wanita umur 50 tahun.
" Cuma karena matamu terlalu cantik, aku tidak bisa menggambarkannya menjadi lebih tua." Perias dengan malu berkata.
__ADS_1
Yenny juga tersenyum melihat kaca, " Teknikmu sangat tinggi sekali........."
" Apakah para artis sudah bersiap ? 3 menit lagi kita akan mulai !"
Para crew juga mengulang perkataan tadi lagi.
Saat Yenny berjalan ke sana, dia juga melihat Joyce sedang mendekati para sutradara, dia melihat Yenny berjalan ke mari menggunakan riasan begitu tua, dia juga tertawa terbahak - bahak, " Sangat jelek ! Aku rasa Yenny tidak usah menggunakan riasan lagi, kalau dia menghapus riasannya, juga akan cocok dengan perannya."
Setelah perkataan ini keluar, para sutradara juga diam - diam mengerutkan dahinya.
Kedua artis ini bukankah artis dari Cemerlang Entertainment ? Mengapa mereka begitu tidak akrab ?
Di sisi lain, perkataan Joyce juga seperti bahasa alien, riasan Yenny hanya untuk lebih mendekati perannya, dia rela mengorbankan mukanya untuk seni yang akan di tampilkannya, benar - benar sifat seorang artis internasional.
Perkataan Joyce seperti kekanak - kanakan.
Yenny sama sekali tidak menghiraukan Joyce, dia juga tersenyum kepada para sutradara, dan berjalan ke tempatnya.
Joyce juga tidak menyadari kesalahannya dengan bangga berjalan ke sana.
Di dalam otak Yenny juga sedang menyusun kalimat - kalimat yang akan di ucapkan oleh perannya, setelah memastikan tidak ada kesalahan, dia juga memberikan kode dengan tangannya kepada kamera, para sutradara bertatapan, dan melihat Joyce juga sudah selesai bersiap, Jason juga menjerit, " Action."
Kali ini semua lampu dan latar juga seperti awal dan mereka juga harus berakting sampai selesai, ini benar - benar menguji kemampuannya sebagai seorang aktris,
Di layar juga terpampang dengan menangis Yenny, dan di banding dengan adegan tadi, dia lebih mendalaminya, tatapan matanya juga berubah sedikit, bertambah sedikit umur dan ketidak relaan terhadap peran utamanya Sonya.
Dia benar - benar melihat Yenny sebagai peran yang ada di adegannya, dan bukan seperti orang yang di kenalnya di kehidupan ini, hubungan antara mereka benar - benar tidak mengganggu jalannya pemotretan.
__ADS_1