
" Joyce telah pergi, dengar - dengar sangat bergengsi, Juli bersaudara menuruti apa maunya. Aku merasa sangat aneh dengan juri - juri itu, ternyata akting dia bisa masuk nominasi, pasti ada permainan !"
Yenny tersenyum dengan tenang, " Biarkan dia tetap hidup di dalam mimpi buruk dia sendiri, setelah selesai acara pemberian penghargaan, seluruh dunia pasti akan mengetahui faktanya.
" Oh ya, aku dapat info bahwa kamu di undang untuk menghadiri acara, tetapi pihak perusahaan seperti tidak mendapat undangannya, aku rasa ini pasti ulah Juli." Kak Ruby menjadi semakin marah, " Karena keberadaan mereka kalangan hiburan menjadi berantakan."
" Biarin mereka, asalkan panitia pelaksana mengundang aku, maka aku berhak untuk menghadiri acara. Perbuatan mereka hanya akan mempermalukan mereka sendiri." Yenny tidak mempermasalahkannya dia sedang memikirkan film dokumentasinya.
" Kak Ruby, apakah kamu pernah dengar nama sutradara James ?"
" Pernah, yang bidang film dokumentasi kan ? Jangan - jangan kamu ingin bekerja sama dengan dia ?" Kak Ruby merasa kaget, karena ini bukan style Yenny, dia merasa film perebutan kekuasaan dalam istana lebih cocok dengan Yenny.
" Aku ingin menerima tawaran Shadows of Butterflies." Senyum Yenny, " Melvin yang pilih untukku."
" Apa katamu, kalau begitu terima saja, penilaiannya sangat tepat." Jika ada bantuan Melvin, kak Ruby tidak khawatir.
Juli hanya bagaikan badut, bukanlah tandingan presiden direktur Dahlia Entertaiment.
Tetapi masalahnya adalah pimpinan perusahaan belum pasti akan setuju, apalagi saat itu Joyce berkesempatan untuk mendapatkan gelar ratu film. Pimpinan tidak akan membiarkan Yenny mengambil keputusan sendiri, karena telah memiliki buah catur yang lebih baik.
" Aku akan cari kesempatan untuk mengungkitnya." Setelah berpikir sejenak, dia merasa mereka tidak boleh kelalaian pada momen ini, " Sebelum acara pemberian penghargaan, kita tidak boleh sembrono."
" Apakah kita perlu cari orang mengawasi Joyce, sekalian cari bukti permainan gelap mereka." Kak Ruby merasa masalah ini tidak gampang, jika tidak ada permainan, maka kondisi tidak akan seperti sekarang ini.
" Sementara tidak perlu, jika apa yang di lakukan bisa ketahuan oleh Bayu, maka akan lebih menarik." Yenny tidak ingin ikut campur karena dia tidak tertarik dengan perangkap yang di buat oleh Joyce.
Jika dia memakai cara kotor untuk mendapatkan gelar ratu film, maka dia akan semakin kehilangan.
Apapun ceritanya, Yenny masih memiliki langkah terakhir.
" Sekarang kamu sudah tidak ada pekerjaan, mari aku antarin kamu pulang." Kak Ruby sambung lagi, " Jam segini tuan Melvin kamu belum pulang kerja kan ?"
Yenny tersenyum manis, " Hari ini dia mau lembur, jadi aku mau pergi menemaninya."
__ADS_1
Setelah masuk mobil dia ganti baju yang casual dan memakai topi, " Bagaimana ? Sudah seperti orang biasa kan ?"
" Tubuhmu dan wajahmu ini tidak mungkin kelihatan seperti orang biasa, kecuali kamu jadi transparan, kalau tidak kamu akan menjadi berita treding ketika kamu memasuki Dahlia Entertainment."
" Bagaimana dong ?" Yenny merasa kecewa, karena dia ingin memberi kejutan kepada Melvin, tetapi dia tahu bahwa apabila hubungan mereka masih belum di umumkan maka mereka tidak boleh bersamaan di hadapan publik.
Pada saat ini, ada panggilan masuk dari Melvin yang masuk ke ponselnya.
" Mobil asistenmu sudah berhenti setengah jam di bawah, apakah mobil kalian rusak ?" Nada bicaranya tedengar spesial.
" Bukan... Aku ingin mencari kamu, tetapi aku takut ketahuan orang lain, makanya aku sampai di bawah dan tidak berani turun." Kejutan yang telah di siapkan tidak berhasil.
Pria yang tegas sedang duduk di kantor, kemudian dia menutupi laptonnya, " Jika kamu ingin menemuiku, silahkan datang kapan saja. Aku akan suruh orang pergi jemput kamu."
" Tapi..... perusahaan kalian ramai sekali, tidak apa - apa kan ?" Yenny merasa tidak tenang dan enoleh ke sana sini.
" Tunggu sebentar istriku."
Melvin memberi kode kepada asistennya, kemudian pergi ke ruang istirahat untuk menuangkan jus untuk istrinya. Pada saat dia kembali ke ruang kantor, Yenny sudah berada di sana.
" Apakah ini bukan aku yang sengaja sediakan untukmu ?" Melvin mendekati Yenny sambil membelai rambutnya, " Tetapi aku suka melihat ekspresi kamu yang sedang cemburu."
" Cemburu ?" Yenny tertawa sambil meggeleng, " Aku yakin jalan rahasia itu tidak pernah di lewati wanita lain."
" Kamu yakin ? Apa alasannya ?" Melvin memberikan jus kepada Yenny, menunggu dia berbicara.
" Insting wanita." Jawab Yenny dengan tersenyum, dia merasa senang di spesialkan, saat ini dia merasa sangat bahagia.
Mereka masing - masing duduk di sofa sebelah kiri dan kanan, warna utama kantor ini adalah abu - abu, pada saat mereka saling bertatapan, ruang kantor ini kelihatan sangat harmonis.
Tunggu sebentar, masih ada sedikit urusan. " Pada saat ponsel Melvin getar untuk kedua kalinya, dia menatap Yenny dengan merasa bersalah, " Sebentar saja."
Yenny menjawab dengan tersenyum, " Melihat kamu yang sedang sibuk adalah kebahagiaanku."
__ADS_1
Dukungan Yenny adalah penggerak Melvin yang paling kuat.
Melvin yang sedang sibuk menebar pesona, pandangan Yenny tidak bisa lepas dari dia.
Beberapa menit kemudian, Yenny merasa kelelahan dan tertidur di sofa.
Pada saat manajer departemen ingin melaporkan hasil pekerjaan kepada Melvin, dia menyaksikannya.
Melvin dengan pelan menggendong putri cantik yang sedang tidur di sofa, dia membawanya ke ranjang di ruangan itu, senyumannya masih menempel di wajahnya.
Apa ! Ternyata presiden direktur mereka tersenyum !
Manajer departemen itu mencubit tangannya, ini terasa seperti dalam dunia mimpi.
" Laporan sudah selesai ?" Ekspresi Melvin kembali ke biasanya, tiba - tiba suhu kantor menjadi dingin kembali.
" Sudah pak !" Jawab manajer departemen itu, dengan grogi dia melakukan laporan lisan.
Saat keluar dari ruangan Melvin, dia merasa bingung, dia sepertinya kenal wanita canik tadi, tetapi dia tidak pernah melihat wanita yang bermesraan dengan Melvin. Dia sadar bahwa dia tidak menanyain masalah ini dan tidak boleh menceritakan ke orang lain juga.
Setelah kerjaannya selesai malam pun telah tiba, Melvin berjalan ke samping ranjang dan menggendong Yenny, " Istriku, mari kita pulang."
"Mmm ?" Yenny membuka mata, " Kamu sudah selesai ?"
Dia tidak ingin lepas dari pelukannya, setiap kali Melvin memeluknya, dia akan merasa tenang."
" Ya, sudah." Suara Melvin pelan. Hanya dengan Yenny, suaranya baru bisa pelan dan lembut, " Malam mau makan apa ?"
" Makan masakanmu." Yenny menyandar ke dalam pelukannya.
" Baik." sahut Melvin, kemudian dia membawanya ke dalam mobil dan meninggalkan gedung kantornya.
Pada saat mereka pergi, dari parkiran terdengar suara sedang menggosip, mereka adalah karyawan Dahlia yang baru selesai lembur.
__ADS_1
" Itu mobil tuan Melvin kan ? Dia menggendong wanita masuk ke dalam mobilnya ?"
" Selama ini tuan Melvin selalu menjaga jarak dengan artis wanita di perusahaan, rupanya karena dia sudah ada yang punya."