
Pada saat ini, Yenny sudah naik ke mobil Melvin. Dia bersandar di bahunya. " Sebenarnya, aku tidak datang sendiri. Kamu punya begitu banya kerjaan.... Aku tidak ingin menjadi beban kamu."
" Aku juga punya urusan untuk pergi ke pangkalan shooting untuk berbicara, dan menemanimu di sepanjang jalan." Melvin dalam hati sudah punya rencana.
Yulianto sedang menyetir, ia tersenyum. Dahlia Entertainment memegang banyak proyek di bandingkan perusahaan televisi yang kecil seperti itu hanya butuh pegawai saja yang pergi, tapi direktur Melvin mengundur 3 rapat demi pergi mengantar, alasannya hanya satu.
Dia tidak rela melepaskan istri barunya.
Tangannya Yenny terdapat gelang pemberian Melvin juga terdapat jam tangan pemberiannya juga, meskipun sangat manis, tapi terlihat kurang resmi ??
Ada beberapa benda yang tidak dapat menggantikan arti cincin.
Melihat jari ramping Yenny, Melvin terlihat gusar.
Ketika mobil mereka melaju ke pangkalan shooting, Matthew sudah tiba, dan sepertinya dia sedang menunggu seseorang.
Yenny berkedip, " Turunkan aku di sini saja."
Melvin mengangguk mengiyakan, tetapi ia membiarkan Yulianto memarkir mobil langsung di pintu lobby hotel.
" Kamarmu sudah di atur, aku akan naik nanti." Dia tidak akan membiarkan Yenny tinggal di kamar yang di atur oleh kru film.
Yenny tersenyum dan berjalan ke hotel dari pintu masuk utama.
Dan Matthew masih menunggu di tempat parkir. Dia ingin melihat siapa yang akan mengantar Yenny untuk datang. Setiap mobil yang memasuli tempat tersebut ia perhatikan. Namun, cara ini tidak berlaku untuk Melvin.
Mobilnya tentu tidak terlihat.
Jadi ketika Matthew berjalan ke hotel, Yenny telah menunggu di lobby sejak lama.
Kak Ruby menyeringai dan berkata, " Oke, dia sudah datang, ayo naik."
" Kamu..." Matthew tertegun dan dia terus mengawasi di pintu, dengan siapa Yenny datang !
" Saya tidak menyangka seorang manajer sangat penasaran." Yenny tersenyum dan membawa kartu kamar dan kopernya ke lift VIP.
" Sebelah sana, bukannya kamar sudah di atur oleh perusahaan ?"
Karena perusahaan artis sedikit berbeda perlakuan, maka kamar hotel untuk mereka ada empat tingkat, mereka boleh memilih bintangnya berbeda, hotel dari basis film dan televisi memiliki empat tingkatan kamar yang dapat di pilih. Tiga kamar yang di pesan oleh Ridge Entertainment lebih baik daripada kamar kru. Jumlah kamar teratas tidak banyak, tidak semua orang dapat memesan kamar tersebut.
__ADS_1
Kak Ruby menyentuh Matthew dengan sikunya, " Ayo kita pergi."
Tepat setelah Yenny berjalan ke lift, terdapat seorang pria yang tinggi dan kekar keluar, ia juga pergi ke lift. Matthew merasa bahwa sosok itu sangat menarik perhatiannya, tapi ia tidak tahu siapa itu !
Tapi dia punya perasaan bahwa Yenny tidak menunggunya di lobby melainkan menunggu pria itu.
Matthew segera menggelengkan kepalanya, itu pasti pikirannya yang ngambek.
Karena Yenny berkata bahwa dia akan bersama dengan kekasihnya, masih khawatir tidak tahu identitasnya ?
Di dalam lift kak Ruby terlihat sangat santai, Matthew berdehem, " Di dunia ini tidak ada tembok yang tidak transparan. Jika hubungan Yenny terungkap, rencana cadangan apa yang akan kalian lakukan ?"
Apakah langsung semua ketenaran sirna dan para fans kabur ?
" Setiap wanita di dunia ini akan menikah, tidak bisakah artis jatuh cinta ? Peraturan apa itu !" Balas kak Ruby, " Aku tahu bahwa Yenny baru saja bergabung dengan Ridge Entertainment, kalian berharap dia bisa bertarung selama beberapa tahun lagi. Tetapi hubungan mereka pasti tidak akan mempengaruhi Yenny."
Jika dunia luar tahu bahwa Yenny adalah istri dari direktur Dahlia Entertainment, itu bukan mampu hijau di dunia hiburan ini, maka tidak perlu terlalu di pusingkan.
" Kamu sudah tahu identitas pria itu siapa ?"
Melihat kak Ruby yang begitu tenang dan yakin, apakah pria itu sangat kuat dan berpengaruh ?
" Ini..." Matthew tidak bisa membantah.
Dia selalu berpikir bahwa pria yang bersembunyi tersebut tidak kenal yang membuat Yenny tertekan saja.
Tapi sepertinya dia salah paham.
" Jangan pikirkan itu, bantu Yenny saja, lakukan apa yang manajer harus di lakukan." Setelah kak Ruby selesai berbicara dia memasuku kamarnya sendiri.
Matthew berpikir bahwa meskipun perjalanan Yenny sudah di jadwalkan jauh hari, tetapi pekerjaan kelompok itu baru masuk tim minggu lalu dan kamar berbintang tersebut bisa di pesan dalam waktu beberapa hari. Memang pria ini sungguh mampu.
Tapi siapa yang berpengaruh dan memiliki latar belakang bagus dan mencintai Yenny, selain itu menemaninya shooting di luar ? Kira - kira siapa ?
...............
Suhu mulai semakin dingin, Melvin sangat cerewet di hotel, dia menambah dua buah selimut, dia memeluk Yenny, " Masih dingin kah ?"
" Tak apa." Yenny mulai bersin - bersin, dia setiap ganti suhu lebih mudah terserang penyakit.
__ADS_1
" Mandi air hangat sana, aku sudah menyiapkan untukmu." Melvin sangat peduli dengannya.
Sampai larut malam, gejala - gejala sakit Yenny mereda. Dia berlindung di lengan Melvin dan mengerutkan kening. Dia ingin membebaskan diri dari lengannya tapi kemudian di halangi oleh Melvin.
" Apa yang kamu hindari ?"
" Aku takut menyebarkan virus padamu." Kata Yenny dengan bingung.
" Aku tidak takut, kamu tulari aku maka kamu akan cepat sembuh." Tubuhnya panas dingin, Melvin memeluk dia dengan erat.
Dia lebih berkenan sakit.
Berdasarkan situasi Yenny, ia tidak akan pernah mengizinkannya bekerja terlalu keras.
Di kamar di lantai bawah di hotel tersebut, Matthew sedang mendiskusikan masalah shooting adegan dengan wakil sutradara Ralphy, karena sutradara Jack sedang menangani masalah tersebut, tidak berada dalam kru.
Semua hal dalam kru adalah tanggung jawab wakil sutradara Ralphy.
Karena karakter Yenny muncil di tahap awal film, akan ada banyak pemandangan luar, sedangkan kondisi cuaca saat ini tidak baik, dan tubuh Yenny lemah. Matthew ingin meminta kru untuk melihat apakah mereka dapat mengubah lokasi dalam ruangan atau pikirkan opsi lain.
Namun, setengah dari kata - katanya, Ralphy berkata dengan sangat arogan, " Saya tahu, kita lihat saja susunannya."
" Oah yah, lalu mengapa saya menerima jadwal shooting subuh, ketika itu suhu di luar akan sangat dingin."
" Kami juga akan ikut. Masa kita tidak kedinginan juga ? Kita tidak bisa susah begitu masih jadi artis !"
Setelah itu, terdengar lawan bicara menutup telepon.
Hal - hal ini tidak terlalu berlebihan, dan pada awal pembicaraan, Matthew telah mengusulkan untuk mengganti musim, cuaca terlalu dingin, di usahakan untuk tidak shooting, mereka semua sudah menyanggupi dan sekarang mereka telah mengubah keputusan.
Dia bukan manajer yang suka menyanjung, semua yang dia lakukan adalah untuk melindungi artis.
Dia memutuskan untuk segera memanggil sutradara Jack.
Sutradara Jack mendengar sambil keringat dingin bercucuran. Jika Dahlia Entertainment tahu bahwa Yenny menderita di dalam situ, bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya ? Dia dengan cepat memberi tahu asisten sutradara, tetapi wakil sutradara sangat berpikir bahwa di belakang Yenny adalah dia seutuhnya, terlalu di besar - besarkan dan sama sekali tidak mendengar perkataan sutradara Jack.
Dalam kru film, sutradara adalah yang paling berkuasa !
Aktor seperti Yenny tidak ada kekuatan, sutradara Jack telah berkecimpung dalam dunia ini selama bertahun - tahun, belum melihat kejadian seperti ini.
__ADS_1