
Hendi melihat dia sedang melipat baju di kamar, dia tidak bersuara jalan keluar, dia sudah melihat dengan jelas Joyce orangnya seperti apa.
Di tengah kesusahan, Joyce tidak pernah memikirkannya, ketika dia sudah memiliki jalan keluar, juga tidak pernah memikirkannya. di banding Yenny yang terang - terangan, Joyce sangat palsu.
" Pergi yuk, waktunya gak terkejar, oh ya, kamu bisa ambil kartu kredit untuk sewa mobil kan ?" Joyce meliriknya, " Gengsi ku tinggi tau !"
Hendi tanpa sadar tertawa, " Oke, aku pergi sewa dulu."
Membiarkannya untuk bercahaya bertemu Yenny, kehormatan seperti ini dia berikan sebagai hadiah terakhir kalinya.
Dengan cepat ia sampai ke tempat yang di janjikan, Joyce menyuruhnya menyetir, lalu seeprti ratu Joyce menyuruhnya membuka pintu mobil.
Dia sangat bahagia sambil mengangkat ujung bibir dan masuk ke dalam.
" Aku ada booking sebelumnya, Joyce." Dia tersenyum, seluruh pelayan membicarakannya.
" Itu artis wanita yang menemani tidur kan ya ? Gak punya muka, masih berani keluar !"
" orang kayak mereka, dari awal harusnya di tendang dari dunia hiburan."
Joyce tidak peduli, tunggu ia menandatangani kontrak dengan perusahaan baru, dan mencari lelaki yang lebih mapan, cepat atau lambat akan bisa menaklukkan Yenny.
Hendi hanya melirik, ia sudah tau bahwa Joyce sedang memutar otak lagi.
" Mereka kenapa belum datang ?" Ia melihat jam, " Sungguh tidak tepat waktu."
Hendi bergumam, " Kita juga karena telat sewa mobil lima belas menit."
" Aku itu artis besar ! Telat sedikit terus kenapa ? Mereka tidak ada etika, sudahlah, aku akan paksakan menunggu." Dia mengeluarkan powderpack dan mulai menambah bedak.
" menurutmu, apakah mungkin penanggung jawabnua laki - laki ? Aku perlu gak ya pakai baju yang terbuka sedikit ?" Dia membetulkan kerah bajunya, ia mempersiapkan dadanya sedikit menonjol.
Hendi malsa menghiraukannya, ia hanya menjawab dingin, " Mereka harusnya sudah mau sampai."
Lewat lima menit, Joyce melihat Yenny membuka pintu, ia merasa dirinya hancur, " Kamu kenapa begitu brengsek, apapun mau berebut dengan ku !"
" Berebut ?"
__ADS_1
Yenny memandang kak Ruby.
Kak Ruby tertawa, " Kamu terlalu banyak berpikir, di waktu seperti ini mana ada perusahaan yang mau tanda tangan denganmu ?"
Dia memberikan amplop kepada Hendi, " Ini surat perkenalan, aku harap ketika bertemu lagi, kamu bisa hidup lebih baik."
Hendi menerimanya, " Terima kasih ........"
Dia harus bertanggung jawab atas keluarganya.
" Ternyata kamu menjual aku ? Dia kasih kamu uang berapa ? Aku akan mengganti dua kali lipat !" Joyce marah hingga berteriak.
Hendi menggeleng kepala, " Ini adalah pekerjaan bukan uang, kamu sama sekali tidak pernah mempedulikan kehidupan aku, dengan berdasarkan apa aku selalu berada di sampingmu menghabiskan waktu, sudah cukup Joyce !"
Dia sama sekali tidak mengira bahwa Joyce ada kesempatan menang melawan Yenny.
" Kamu..... Huh ! Benar - benar seperti anjing, siapapun yang berbuat baik denganmu, dengan dialah kamu baik !"
Hendi tidak menyangka Joyce bisa berubah seperti ini, dia tersenyum dingin, " Sementara kamu ? Tidur dengan orang, supaya bisa masuk daftar nama orang terkenal, kamu dulu menganggap Yenny adalah lawanmu, kamu merebut semuanya darinya, merebut cowoknya, hasilnya ? Semua barang tersebut sama sekali bukan milikmu !"
Hendi berkata demikian dan meninggalkan mereka.
Yenny hanya duduk tenang di sisi lain, ia tidak membuka suara, hanya melihat Joyce.
Joyce menggertakkan gigi, ia menatap Yenny dengan tatapan benci.
Di sini pasti ada masalah, ia melihat sekeliling, ia mengawasi apakah ada kamera atau peralatan sejenisnya.
" Kamu sudah membeli Hendi dan mengundang aku datang ke sini, sebenarnya kamu mau apa ? Jangan kira hidupmu lebih baik dari aku !" Joyce berkata demikian.
Sebenarnya dalam hatinya ia berdebar, Yenny sudah mulai agresif.
" Aku tidak ingin berbuat apa - apa, aku hanya ingin berjumpa denganmu, beberapa waktu lalu terjadi banyak masalah, aku yakin pasti kamu ada banyak obrolan yang ingin di bicarakan denganku."
" Aku tidak pernah mau bicara denganmu !" Joyce tersenyum dingin, ia bersandar pada kursi, " Ah, aku tau sekarang, kamu ingin mendengar kabar Bayu dari mulutku kan ? Jangan terlalu banyak bermimpi, hubungan kami sangat tenang !"
Yenny tidak tahan untuk tertawa.
__ADS_1
" Bermimpi itu juga harus ada batasannya, kamu kira Bayu itu bodoh kah ?"
" Bayu udah bilang, segera akan menikahi ku dan pergi ke luar negeri, keluarga Bayu ada di luar negeri membuka bisnis baru, aku di dunia hiburan ini hanya main - main saja, aku tidak perlu berusaha untuk mencapai kesuksesan, aku tidak sama denganmu, aku tidak perlu rajin untuk mendapatkan apa yang aku mau, Yenny kamu tidak bisa menang dari aku."
" Aku memang tidak ingin menang dari kamu."
" Iya, bagaimana bisa menang, sudah sampai di sini juga, aku kasih tau rahasia ke kamu ya, ketika ' single party ' kamu dan Bayu, aku dan Bayu yang mengantarmu pulang, kemudian kamu juga melakukan itu di kamar mandimu."
Joyce di atur oleh Yenny hingga sampai di sini, di tambah lagi di khianati oleh Hendi, dia khawatir ia akan di lukai oleh Yenny dan kak Ruby, jadi ia sengaja mengatakan hal yang menusuk Yenny.
Yang jelas perkataan tersebut menurutnya tidak sakit dan tidak gatal.
Tapi menurut Yenny, itu adalah hal yang sudah berlalu, ia melihat Yenny tidak berbicara, wajahnya sangat bahagia.
" Pada akhirnya, Bayu sengaja membawaku ke tempat bermerk, memilihkan aku berlian dan sekarang coba di ingat - ingat ......."
" Sekarang bukannya kalian putus ya ?"
Yenny menertawakannya, ia sama sekali tidak menaruh perkataan Joyce di hati, apa pun yang dia katakan tidak bisa mengembalikan hubungan Yenny dan Bayu, dulunya dia sudah memberikan hatinya yang tulus, tapi belum menemukan orang yang tepat.
Tapi Joyce hanya menggunakan Bayu, hingga sekarang, dia menggunakan perasaan yang sudah lewat menjadi alat untuknya melawan Yenny.
" Itu karena sifat dan karakter kami tidak cocok, makanya pisah." Joyce memancing amarah dan memandang Yenny, " Yang jelas kamu juga wanita yang di buang oleh Bayu."
" Aku sangat berterima kasih dengan kalian, kalau misalnya kamu tidak merebut dia, aku tetap menikah dengannya, aku akan sangat menyesal."
Yang paling menakutkan bukan perasaan yang berubah, tapi lelaki ini dari awal sangat cuek dengannya.
Malam pertama Bayu dan Joyce bersama di hati Bayu sudah tidak ada harganya lagi.
" Kamu jangan memaksakan diri, aku tahu hari - harimu sekarang sangat susah, setiap hari di maki oleh orang lain wanita brengsek, wanita genit, hatimu pasti sakit ya kan ?" Joyce sangat bahagia.
Kak Ruby di samping sangat emosi dan berdehem.
Joyce bangkit dan tertawa, " Yenny, kamu tidak bisa mengalahkan aku."
" Aku sudah menikah, yaitu ketika kamu berpura - pura sakit tidak membiarkan Bayu pergi ke catatan sipil." Yenny melihat Joyce, ia hanya terdiam tidak berkata apa - apa.
__ADS_1