
Tak usah di tunggu ia membuka topi, Joyce tertawa kecil dan berkata pada Bayu, " Bayu, ini semua kamu yang ngurus kah ? Sangat bagus, kalau tidak di pesawat aku akan bertemu fans banyak, yuk kita pergi !"
Dia sangat suka semua orang mengelilinginya, selain itu sangat terlihat elegan.
Bayu menggeleng - geleng kepala kepadanya, " Bukan aku yang urus."
" Baik." Yenny membalas dan seketika terdiam, memakai kacamata hitam, seperti tak melihat mereka, membawa kak Ruby dan Cindy keluar.
Joyce marah hingga menginjak kaki, " Dia .........."
" Yenny bukan orang yang seperti itu, mungkin keluarga Yan yang merancang, yuk jalan." Bayu melihat bayangan Yenny, hatinya bertambah ragu.
Beberapa hari ini perubahan Yenny sangat besar, apa yang terjadi sebenarnya, hatinya tak fokus, Joyce semakin cemburu, mengira bahwa Bayu hanya peduli pada tingkah laku Yenny, mencari kesempatan untuk marah.
Memasuki kesempatan, ia sadar bahwa tak melihat bayangan Yenny lagi, " Dia ke mana ?"
Joyce menunjuk dengan marah ke arah pramugari.
Merasa di tunjuk, pramugari tersebut dengan ramah menjawab, " Penumpang ini tiba - tiba merubah rencan, sudah di batalkan penerbangan kali ini."
" Apa ?" Bayu segera menelepon Yenny, tapi kak Ruby yang mengangkat, " Kalian batalin penerbangan ? Masalah besar seperti ini mengambil keputusan sendiri ? Yenny berani merusak shooting kali ini, aku tak akan melepaskannya, dia di mana ?"
Tak di sangka ternyata Yenny tak naik pesawat !
Kalau pun dia ada perubahan, tak mungkin ia membiarkan dirinya jatuh di muka Cemerlang Entertainment.
" Direjtur Bayu, kamu jangan khawatir, Yenny itu naik pesawat pribadi, selain itu dia akan lebih cepat sampau satu jam dari kalian."
Raut wajah Bayu terlihat tidak enak, " Dia tidak suka Business Class yang sudah di aturkan oleh perusahaan ?
__ADS_1
Kenyataanya, mereka dari awal ingin memesan Executive Class, tapi sudah habis.
" Tidak juga, hanya saja Yenny semakin lama semakin tenar, kalau misalnya terjadi apa - apa, bagaimana pertanggung jawabannya, betul tidak ?" Kak Ruby selesai bicara langsung menutup telepon, sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Bayu merespon.
Cindy sedang di samping membelalakkan mata. ini adalah kali pertama dia menikmati fasilitas seperti ini, pesawat kelas khusus, bodyguard, di tambah lagi aksesoris mewah di kelas khusus tersebut, " Kak Ruby, keluarga Yan sungguh berkuasa seperti ini ya ? Jadi Yenny kenapa masih ingin jadi artis ?"
Dia sangat jelas dengan keputusannya untuk kerja di bagian ini, banyak sekali wanita kaya raya hanya ingin main - main, di rumah main saham dan membiarkan mereka bekerja sambil bermain, sedangkan Yenny memiliki kemampuan untuk menajdi bintang film, background dia yang sangat bagus, kalau bukan di tunda oleh Bayu beberapa tahun lalu, dia pasti tak terbatas di dunia perfilman.
" Kalau ini..... Keluarga Yenny sungguh berkuasa, tapi hari ini ....."
Kak Ruby hanya berbicara setengah, lalu pintu pesawat terbuka, Melvin yang berpakaian sangat mewah dari atas hingga bawah masuk ke dalam, wajah tampan dengan wibawa, ia membalikkan badan menyerbakan suasana dingin, ketika ia melihat Yenny, seketika hilanglah wibawanya, ia tertawa kecil, berjalan menuju Yenny dan menggandeng tangannya, " Kamu sudah makan siang ?"
Seperti itu perlakuannya yang sangat akrab dan manis, mereka berdua bertatapan.
" Belum, lagi menunggu kamu, aku tahu betul kamu pasti akan datang, " Yenny menggapai punggung tangannya, dua orang duduk depan belakang memasuki pesawat.
Mereka selamanya adalah pasangan yang sangat mengerti satu sama lain.
Dia tak salah menilaikan, laki - laki barusan mirip seperti bos Dahlia Entertainment ! Laki - laki yang paling memiliki kuasa di antara kalangan artis !
Dia ternyata ada kesempatan untuk mendekati dan bertemu dengannya, di tambah lagi dia dan Yenny, hubungan mereka terlihat sangat dekat, " Kak Ruby, kamu cubit aku, ini bukan mimpi kan ? Barusan .... Mel..... Melvin ?"
" Aku tak perlu cubit kamu, ini bukan mimpi kali, semua kejadian hari ini itu adalah rancangan Melvin, kamu berdua hanya mengikuti saja." Kata Kak Ruby menjelaskan.
Cindy tiba - tiba mengingat suatu hal, " jangan - jangan Melvin ingin mengejarnya ?"
" Sepertinya begitu, dia sedang memanjakan istrinya sendiri."
Satu kalimat saja, otak Cindy langsung kosong, telinganya berbunyi ' wing wing wing' Bayu membuatnya menjadi artis, kemudian ternyata pemilik Dahlia Entertainment itu adalah suaminya sendiri.
__ADS_1
Di tambah lagi mereka ternyata masih mengawasinya, merusak jalannya !
Oh Tuhan ! Gak salah kan ? Pacarnya Melvin ingin berakting, kalau bukan karena 1 kalimat itu...... di Dahlia adalah Raja Entertainment, Cemerlang Entertainment tak masuk hitungan !
" Joyce masih khawatir kalau Yenny akan kembali dengan Bayu ?" Cindy batuk dua kali, dua laki - laki ini tak bisa di bandingkan, apabila Joyce tau predikat Yenny yang sekarang, kira - kira ia akan cemburu dan pergi.
Kak Ruby menahan tawa, " Aku juga sedang menunggu hari pengumuman tersebut, ingin melihat raut wajah mereka !"
Dia memerhatikan raut tatapan Cindy dan melihat ke sekeliling.
" Ketika Joyce mematahkan kakinya untuk mengikat Bayu agar tidak pergi ke Kantor Urusan sipil, Yenny sangat sedih, ketika Yenny akan meninggalkan kantor urusan sipil, ia bertemu dengan Melvin, dua orang tersebut foto bersama pada hari itu juga di catatan sipil untuk menikah, tapi hal ini Yenny tidak ingin mengumumkannya, hari ini kamu naik pesawat ini juga sudah membuktikan Yenny percaya dengan kamu, jadi kamu harus menjaga kepercayaan itu baik - baik dan harus tahu bagaimana bersikap."
Nada bicara kak Ruby sangat berat sambil memukul pundak Cindy, ia melihat rentetan kegiatan shooting kali ini, Bayu mereka tidak melihat Yenny lagi, tak mungkin baikan dengan Yenny, shooting kali ini agak berat, menjadi asisten terpercaya Yenny, dia harus memegang kendali.
Bahkan Cindy ia terdiam di sana agak lama dan berjalan ke arah kak Ruby, " Kak Ruby, aku tahu harus bagaimana, nantinya kalau terjadi hal lain, aku akan memihak Yenny, tolong percaya denganku."
Kak Ruby hanya mengangguk, tak bicara, dia memberikan dokumen lain kepadanya.
Cindy mengambilnya, dua orang tersebut sangat sibuk.
Kursi single yang terpisah di depan, Yenny berada di pelukan Melvin, dia lebih tau daripada orang lain, kali ini waktu berdua sungguh sangat susah, " Sebenarnya, aku bisa menjaga diriku sendiri."
" Aku tidak bisa berpisah denganmu, terlebih lagi, perjalanan kali ini sangat berarti." Melvin mencium lembut.
" Melvin ...... " yenny membalas ciuman tersebut.
Melvin merasakan ciuman mesra tersebut dan melepaskan Yenny, " Setelah kamu pergi akan banyak pekerjaan, jadi kamu harus banyak istirahat."
" Kamu demi aku menemaniku ke sini dan melepaskan pekerjaan lain ?" Tanya Yenny.
__ADS_1
" Aku datang juga karena dinas....... tenanglah." dengan nada lembut dia menjawab, demi dia melakukan hal tersebut, ia rela.