Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 68


__ADS_3

" Acara pertemuan dengan fans ?" Setelah membacanya, kak Ruby semakin emosi, " Kalian sungguh pengertian, waktunya sama persis dengan acara malam karpet merah."


" Aku sudah menyampaikan semuanya, sebagai asisten Yenny, aku harap kamu jangan mencelakakan dia, lakukan seperti yang aku katakan, ini baik untuk kita semua. Setelah itu dia langsung pergi, dia merasa Yenny pasti ada di apartemen kak Ruby. Walaupun dia tidak mendengar secara langsung, dia harus pergi ke acara pertemuan dengan fans, dengan begitu dia tidak akan bisa menghadiri acara malam karpet merah."


Kak Ruby segera menyampaikan masalah ini ke Yenny, " Bagaimana ini ? Mereka sengaja menyingkirkanmu."


" Aku harus pergi, tapi aku butuh bantuanmu."


" Katakan !"


Berdasarkan rencana Bayu, Yenny tidak menerima undangan dan dia harus menjaga perasaan fans, maka mau tidak mau dia harus pergi ke acara pertemuan dengan fans, dan mereka akan mengumumkan kepada publik bahwa Yenny jual mahal, sehingga dia tidak mau menghadiri festival perfilman.


Saat itu, semua akan terpana dengan kecantikan Joyce.


Saat Joyce melintasi pemikirannya, Joyce sembari meneleponnya saat menyetir.


" Kamu lagi sibuk apa ? Kenapa tidak melihatmu di kantor ?" Dia merasa sikap Joyce akhir - akhir ini sangat aneh, apalagi setelah menerima undangan festival perfilman.


Dan mereka juga tidak semesra dulu.


Pada saat Joyce diam - diam menggodanya, Joyce sedang pergi ke ruangannya, sedangkan sekarang ........


" Aku tidak enak badan, aku pulang duluan." Dia sengaja membatuk, dan nada suaranya rendah, " Bayu, kapan kamu bisa temanin aku ?"


" Kamu istirahat dulu, aku harus ke kantor dulu untuk persiapan malam karpet, " Bayu berusaha untuk tidak sembarangan berpikir, sekarang adalah masa keemasan Joyce, dan dia pun sedang hamil, semua ini hanya pikirannya belaka.


" Baiklah, aku tunggu kamu di rumah." Jawab Joyce dengan lembut, kemudian mengakhiri perbincangan mereka.


Setelah menutup telepon, dia langsung masuk ke pelukan orang lain, dan orang lain itu adalah sutradara Jayawan.


Tubuhnya terus di raba, " Ternyata aktingmu biasa - biasa saja, tetapi ahli dalam berbohong."

__ADS_1


Joyce tertawa dengan malu dan mendorong tangannya, " Aku juga tidak berdaya, kamu sampai sekarang belum membantu aku mendapatkan kontrak dengan perusahaan KB, aku masih artis di bawah naungan Cemerlang Entertainment, jadi masih harus bersikap baik dengan dia."


" Tenang saja, asalkan kamu bisa membuat aku senang, maka malam sebelum acara pemberian penghargaan adalah hari di mana kamu tanda tangan kontrak dengan KB !" Ekspresi sangat genit.


Kemudian mereka berdua jatuh ke dalam ranjang, tidak ada rasa tidak senang di antara mereka, yang ada hanya ketamakan dan keegoisan.


Asalkan bisa menang, cara apapun akan di gunakan.


2 jam kemudian, Jayawan pergi, kemudian Joyce menelepon asistennya.


" Carikan aku rumah sakit yang bisa di percaya, setelah acara pemberian penghargaan aku akan melakukan aborsi."


Itu yang harus di lakukan jika dia ingin memiliki masa depan.


Setelah mendapatkan penghargaan, dia akan menjadi artis di bawah naungan KB dan sudah bisa lepas dari Bayu.


" Aborsi ? Joyce, apakah kamu sudah berpikir matang ? Jika di ketahui tuan Bayu....." Asistennya tidak mengerti maksud Joyce, mungkin nama dan uang lebih penting baginya.


Sebenarnya jika dia memenangkan gelar ratu perfilman dan melahirkan anak Bayu, masa depannya juga akan bagus, tetapi dia masih memilih jalan yang berbahaya, " Lakukan seperti yang aku katakan." Joyce ingin segera menyaksikan kegagalan Yenny.


" Apa jadwal Yenny besok ?" Lanjut bertanya.


" Tuan Bayu menjadwalkan dia ke acara pertemuan dengan fans, dia tidak mungkin bisa menghadiri malam karpet merah." Asistennya selalu mengawasi gerak - gerik Yenny.


" Baiklah, lakukan hal yang sudah aku pesan."


Setelah perbincangan mereka berakhir, asistennya hanya bisa menghela napas, dia merasa Joyce belum bisa mendapatkan apa yang dia mau, walaupun jika Joyce telah berusaha maksimal. karena jika masalah ini di ketahui oleh Bayu, Bayu tidak akan hanya diam.


Di lain sisi, Yenny meminta kak Ruby untuk memberitahu kepada fans, bahwa ada saat acara pertemuan, dia akan memberikan kejutan kepada mereka. Hingga saat ini hanya panitia dan beberapa orang saja yang tahu Yenny di undang ke festival perfilman, para fans belum tahu bahwa aku di undang.


Pada hari kedua, Yenny dan kak Ruby ke kantor memilih busana, karena Bayu telah menjadwalkan acara pertemuan, jadi dia harus berbuat seperti ingin menghadiri pertemuan tersebut.

__ADS_1


Begitu sampai kantor, ada 4 gadis yang memakai masker, walaupun tidak melihat wajah mereka, tetapi bisa membuat orang merasa mereka sangat cantik dan bersemangat.


Mereka mengikuti Sonny, manajer yang berpengalaman, mereka seperti pertama kali datang ke kantor, mereka kelihatan sangat grogi. Mereka memiliki 1 persamaan, yaitu mirip dengan Yenny.


Yenny melepaskan kacamata hitamnya dan berhenti.


Kak Ruby mendekati dan bertanya, " Sonny, apakah mereka orang baru ? Grup band wanita ?"


Sonny menggosok - gosok tangannya, karena dia tidak ingin membuat Yenny tersinggung, dan tidak berani melanggar perintah Bayu, dia pun menjawab dengan tidak lancar, " Ya, ya, ya oraaangg..... bbbarru..."


Setelah mereka pergi, kak Ruby dan Yenny saling memandang.


" Kelihatannya Bayu ingin mencari orang menggantikanmu." Ucap kak Ruby dengan tidak senang, sebenarnya tindakan seperti ini sering terjadi, ternyata Yenny juga bisa mengalami hal ini.


Pandangan Yenny menjadi dingin, dia sempat saling menatap dengan salah satu gadis tadi, umurnya sekitar 18 tahun, tetapi sudah penuh gairah, apabila masuk ke dalam kalangan ini, pasti akan kehilangan jati diri.


Apalagi kalau di bimbing oleh Bayu dan Juli.


" Setelah mereka pergi, kita baru pergi bertemu dengan Bayu." Yenny berjalan menuju ruangn istirahat.


Ternyata ruang istirahatnya telah di kosong oleh Juli. Begitu melihat Yenny masuk, dia kelihatan terkejut dan tidak berdaya, " Kok hari ini bisa datang ? Aku sedang mempersiapkan kejutan untukmu." Dia melambaikan tangan untuk menyuruh pekerjanya meneruskan pekerjaan mereka.


Barang - barang di keluarkan satu per satu, kak Ruby ingin menyuruh mereka berhenti, tetapi Yenny menghadangnya.


" Ini maksudnya apa ?" Kata Yenny sambil menahan emosi, dia sedang menunggu sampai momen yang tepat.


" Tidak apa - apa, karena akan ada orang baru dan akomodasi kita terbatas. Sedangkan kamu tidak butuh ruang istirahat sebesar ini, jadi sebagai senior harus .... mengalah."


" Jadi ruang istirahat Yenny di mana ?" Tanya kak Ruby dengan nada tidak senang, karena dia sangat tidak suka dengan Juli.


" Situ." Juli menunjuk ruang istirahat seberang yang kecil, kemudian dia sengaja menabrak Yenny dan berjalan keluar.

__ADS_1


" Dia sangat keterlaluan, perusahaan kita begitu besar, tidak mungkin harus tidak ada ruang istirahat, dia pasti sengaja."


Yenny mengiyakan, kemudian dia berjalan keluar untuk mengejar Juli, " Tunggu sebentar, ada yang mau aku tanyakan."


__ADS_2