
Hati Bayu pun sangat kacau dan kecewa.
" Baik, ada masalah apa kamu katakan saja, shooting kali ini akan aku atur, semuanya akan mengutamakanmu."
" Bayu !" Joyce langsung menjerit dan menarik Bayu.
Tapi Bayu langsung mendorong tangannya, melihat semua orang yang ada di ruang rapat, " Kalau tidak ada yang keberatan, rapat berakhir."
Setelah dia mengatakan ini, Yenny bahkan tidak membalikkan kepala dan meninggalkan ruang rapat, meninggalkan bayangan yang tidak akan bisa di tahan oleh Bayu, saat ini Bayu akhirnya menyadari, Yenny sudah benar - benar berubah.
Dia tidak hanya tidak bisa di perintah olehnya, dan juga menjadi tidak tertebak.
Setelah semua orang pergi, Joyce duduk di kursi dan marah, " Kamu menyesal lagi ? Jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, selalu mengatakan semuanya demi aku, tapi kamu sama sekali tidak bisa melupakan Yenny. Apakah ada aku di hatimu ?"
" Diam !" Bayu sudah sangat pusing karena bertengkar dengan Yenny, dia membuang jadwal shooting dengan sekuat tenaga di meja. " Jika shooting kali ini tidak berhasil, kamu selamanya tidak akan bisa menjadi aktris terfavorit sampai saat itu, jangan menangis di hadapanku !"
Ini pertama kalinya dia begitu galak pada Joyce.
" Bayu, kamu benar - benar berubah, dulu kamu tidak akan melakukan ini padaku." Dia menangis sambil menutup mulut, terlihat begitu sedih.
Bertemu dia yang seperti ini, Bayu hanya bisa menenangkannya, " Kamu jangan nangis, yang tadi itu nada ku agak keras, tapi kamu harus berpikir baik - baik, setiap langkahku itu semua demi kamu, demi anak kita, jangan bodohlah, hatiku tak mungkin ada orang lain, hanya kamu seorang !"
" Tapi, kamu jangan merusuh lagi."
Bayu hanya melihat ke arah asisten Joyce dan berkata, " Jaga Joyce baik - baik, kalau terjadi lagi hal seperti ini, kamu harus pergi."
Joyce melihat Bayu keluar, ia menggertakan gigi.
Di samping, asistennya melihat tatapan yang ganas, tidak berani bersuara.
" Hanya dengan amarah dia berani menantangku ? Aku akan membuatnya keluar dari permainan ini !"
Di lain sisi, kak Ruby berada di tempat yang sudah Yenny siapkan untuk shooting, sudah beberapa tahun, mereka selalu mesra tak ada jarak.
" Memikirkan hal barusan hatiku sangat gundah gulana, wajah Joyce memucat, aku rasa sekarang sedang memeluk Bayu sambil menangis !" Kak Ruby tertawa dan menghembuskan napas. " Akhirnya aku lembur hingga sekarang, Yenny, aku sangat bahagia."
__ADS_1
Cindy yang berada di sampingnya menambahkan, " Ya benar, yang barusan sungguh hebat!"
" Aku hanya melakukan yang menurutku benar, beberapa tahun belakangan, aku bukannya lagi bertahan, tapi lagi merasa tak perlu melakukan demikian, sekarang di sampingku ada alasan yang membuatku harus kuat, jadi aku tak akan menyerah, aku akan menggunakan kekuatanku sendiri berdiri tegak tak goyah !"
/////////////////////
Villa Longford
Melvin baring di pelukan Yenny yang sedang membaca majalah, janggutnya di elus perlahan olehnya, sambil mengatakan, " Keturunan dari pemilik Dahlia Group, bagaimana bisa sampai tidak cukur janggut ?"
" Aku kira kamu bakal suka laki - laki yang kasar." Dia mengelus elus bawah bibirnya, sengaja menyentuh tangan Yenny, " Dengan begini, bukannya khas ya ?"
Perkataannya sangat lucu, Yenny menaruh majalahnya, membalikkan badan dan memeluknya erat, dua orang berpelukan di sofa sangat penuh emosi.
" Suka, tak peduli seperti apa pun dirimu, aku suka."
" Yakah ?" Melvin mengeluarkan jarinya dan menutup bibir bawah Yenny, " Tapi kamu harus meninggalkan tempat ini dalam waktu 1 minggu, membiarkan aku bersama rumah yang kosong ini, aku ....... kalau merasa sendirian, bagaimana ?"
" Kamu sedang mengkode ku kah ?" Yenny setengah melihat, menunjukkan tatapan yang ganas, " Kehidupan begitu, aku hanya bisa membungkusmu dan membawa pergi."
" As you wish."
" Vin, aku akan kangen sama kamu." Yenny bersandar di dadanya, membisikkan padanya.
Meskipun menikah belum lama, tapi dia sudah terbiasa bersamanya, terbiasa setiap saat setiap waktu mencari bayangnya di rumah, rasa aman ini tak ada yang bisa memberikannya.
Dia mulai bergantung pada Melvin.
" Mungkin kamu harus menutup matamu, ingat perawakanku." Dia membisik dan menarik tangan Yenny, menaruhnya di mukanya sendiri.
Tangannya lembut, sesekali ia meraba kelima indera Melvin, merasakan perasaan ini di dalam hati.
" Vin, aku tak akan pernah lupa kebahagiaan ini selamanya."
Hari kedua, Kak Ruby dan Cindy datang awal untuk menjemput Yenny.
__ADS_1
Melihatnya berada di dalam Villa Longford, Cindy hanya terkaget, " Bilang dari awal Yenny itu si princess keluarganya, backgroundnya sangat luar bias, tak di sangka.........."
" Kamu di sini tunggu sebentar, aku pergi bantu Yenny mengambil barang, kalau di dalam mobil tak ada orang, tak ada satpam yang datang bertanya."
Kak Ruby terdiam dan memasuki Villa Longford.
Melvin menyambutnya datang, memakai kemeja abu - abu simple dan celana santai, bahkan tampang ganteng yang tak tertahankan tersebut, ia menarik tangan Yenny dengan mesra, " Jaga dia baik - baik, barang aku sudah suruh orang bawa ke bandara."
" Direktur Melvin, anda tenang saja, aku akan menjaga Yenny."
Kak Ruby tertawa, hatinya berpikir, dia istri kecil tidak terlalu ada tampang seperti orang bersalah, kamu suatu hari akan di makan dia sampai mati.
Perkataan ini tak di biarkan nya bicara di depan Melvin.
Dua orang manusia yang satu di depan yang satu berjalan di belakang dari Villa Longford, kemudian bersama Cindy pergi meninggalkan tempat itu.
Melvin berdiri di dekat balkon lantai 2, dan berkata kepada bawahannya, " Bersiap, aku akan memberikannya kejutan luar biasa."
" Ya, direktur Melvin." Asisten menjawab dan segera pergi urus.
Satu jam kemudian, semua orang yang berada di pesawat sedang menunggu Joyce datang telat untuk masuk awal.
Hanya dengan bertemu dia, memakai dress rok warna pink, seperti kata orang - orang, perkataan semua orang seperti bebek panggang, dia tidak takut sama sekali.
" Bayu, aku datang !"
Joyce tertawa dan mendorong dirinya hingga masuk ke pelukan Bayu, ia mulai berdehem dan memeluknya.
" orang sudah berkumpul, mari kita jalan."
Bayu mengangkat kopernya, kak Ruby dan Cindy kopernya tidak terlalu banyak sedikit meragukan, " Yen, kamu mau gak........."
" Bayu, kamu pergi dulu apa yang dilakukannya !" dia tidak suka Bayu melihat Yenny dengan tatapan tersebut, bahkan mengatakan sesuatu kepadanya membuatnya tidak nyaman.
Seketika enam orang yang sedang memakai jas lengkap berjalan masuk bertemu dengan Yenny, " Kopermu sudah sampai di Bandara, keamanan akan mengeceknya."
__ADS_1
Tak usah di tunggu ia membuka topi, Joyce tertawa kecil dan berkata pada Bayu, " Bayu, ini semua kamu yang ngurus kah ? Sangat bagus, kalau tidak di pesawat aku akan bertemu fans banyak, yuk kita pergi !"
Dia sangat suka semua orang mengelilinginya, selain itu sangat terlihat elegan.