Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 140


__ADS_3

Masalah hari ini tidak tahu bagaimana mengurusnya.


" Aku dan kak Ruby ada di samping, kami tidak akan membiarkanmu ada masalah."


Yenny mengangguk dan memberi tahu Matthew, " Nanti ketika aku berjalan keluar dari pintu ini, tolong rekam semua hal yang terjadi."


Kemudian Yenny keluar angin dingin meniup wajahnya, karena terlalu dingin dia gemetaran tanpa sadar, berdasarkan permintaan asisten sutradara, berdiri di depan kamera.


Wakil sutradara tersebut sambil duduk terlihat raut bahagianya, di depannya terdapat teh hangat, di tubuhnya berlapis baju hangat dan tebal, dia sebetulnya ingin benar - benar melihat Yenny bisa bertahan berapa lama !


Pekerja tim lainnya juga memakai baju hangat, semua orang seperti melihat aksi yang bagus.


Di dalam naskah, sutradara ini memang ingin menyiksa seorang artis, tapi tidak dapat, Yenny hari ini sangat sial !!!!!!!


Kak Ruby dari samping melihat alat bantu, " Kenapa tidak ada orang ? Masa harus mengulang beberapa kali syuting ?"


Wakil sutradara tersebut tidak sabar, " Kamu seorang asisten saja banyak bicara, syuting di sini harus dengarkan perkataan aku ! Sudah mau mulai nih !"


Kak Ruby sangat khawatir dengan Yenny, dia ingin membantah beberapa kalimat tapi di tahan oleh Yenny.


" Bilang banyak juga percuma." Yenny sangat sabar.


Wakil sutradara itu melihat Yenny sangat mudah di bully, ia tertawa mengejek, di dalam kru mereka selain sutradara Jack, dia yang paling berkuasa.


" Cepat ganti bajumu, sebentar lagi akan ada adegan hujan !"


Matthew di samping hanya menggeleng - geleng, menurut perkataan Yenny, ia mulai merekam.


Ketika dia melihat Yenny pucat dan kaku serta gerakannya melambat, dia berdiri dan berteriak, " Sudah, kita gak syuting lagi."


" Tidak syuting ? Kamu kira ini tempat apaan, seenaknya saja ?" Wakil sutradara tersebut menjadi sangat marah, " Kami orang banyak hanya melihat dia membeku, kamu kira kru ini santai ? Ini belum syuting hujan loh, artis kalian tidak bisa tersiksa seperti ini, jangan masuk di dunia hiburan saja, mumpung masih muda ya pergi nikah dan punya anak saja."


" Kalian !"


" Sekarang suhu sudah mendekati 0 derajat, masih melanjutkan syuting ?"


" Kenapa ? Bukannya biasa saja ?" Wakil sutradara sangat terlihat puas.

__ADS_1


Yenny hanya tertawa dingin, dia meraih jaket tipis yang ada di kak Ruby dan berkata, " Kak Ruby, pergi ambil bajuku."


Kak Ruby langsung pergi ambil, tapi ternyata bajunya terkena air, sama sekali tidak bisa di pakai.


Yenny mengernyitkan dahi, dia seperti lihat tidak melihat wakil sutradara itu dan langsung menuju keluar.


" Yenny, kamu gak mau lanjut kan ? Sungguh main kartu as !" Wakil sutradara tersebut sangat marah, dia hanya ingin menekan Yenny, memastian Yenny yang tidak berani melakukan peran tersebut bersama dia.


Setelah menerima tawaran syuting, Yenny baru bisa melejit namanya, jadi Yenny berani menahan, tapi dia lupa satu hal, Yenny bukan orang yang bisa di tekan.


Yenny berdiri di tempat yang agak hangat dan melihat sekelilingnya menjadi sangat serius, sedangkan dia hanya memakai rok dan jaket tipis di luar, meskipun demikian, dia masih berdiri tegak.


" Kamu lihat sendiri." Yenny mengambil ponsel dari tangan Matthew, sangat jelas muka kru nya, dan ada penampakan Yenny sedang kedinginan.


Kedua wajah di bandingkan, bakal terlihat siapa yang benar dan salah.


" Aku tidak tahu mengapa kamu begitu, aku juga tidak peduli, tapi kamu bayangkan saja, video ini aku post di internet akan mengakibatkan apa ? Kamu selaku wakil sutradara masih bisa duduk diam gak ?"


Tatapan Yenny sungguh dingin, ia di lihat orang sekitar, semua memandang ke arah dia.


" Oh ya ? Ya udah aku post, biarkan masyarakat yang menilai."


" Yen, kamu gila yah ? Kamu hanya artis perempuan, kamu masih berani bertengkar dengan tim ?"


" Aku gak ribut, aku hanya ingin meraih apa yang menjadi hakku."


Wakil sutradara hanya berdehem, ia melihat pekerja sekeliling dan dengan muka marah menatap Yenny, " Seorang artis yang sudah tidak terkenal, kamu kira kami bakal kehilangan kamu, kamu gak mau syuting lagi kan ? Segera pergi dari sini !"


Yenny tersenyum dingin, ia melihat lawan bicara, Matthew dan kak Ruby marah besar di buatnya, kak Ruby duluan mencari alat penghangat untuk Yenny, Matthew berjalan ke arah depan wakil sutradara sedang mempersiapkan omelan - omelan, datanglah bayangan yang muncul di samping Yenny, ia berpakaian baju dingin berwarna abu - abu gelap dan membawakan kain bulu untuk di gulung di badan Yenny.


Semua orang melihat ke arah laki - laki yang muncul ????


Melvin !


Direktur Dahlia Entertainment !


Mengapa dia bisa ada di sini ? Semua orang meragukan diri sendiri apakah sudah melakukan kesalahan, bahkan Matthew cemas.

__ADS_1


Yenny melihatnya datang, ia lega, ia memberikan Yenny segelas teh hangat, melihat orang sekelilingnya.


Seluruh kru terdiam terpaku. Direktur yang terhormat Direktur Melvin, ternyata berdiri di samping Yenny ? Mereka ada hubungan apa sebenaranya !


" Direktur ??? Direktur Melvin, anda kenapa bisa ???" Wakil sutradara bergetar ketakutan namun dia segera menutupinya.


Melvin sama sekali tidak melihat dia, hanya melihat baju yang di pakai oleh Yenny dan selendang yang mengelilingi lehernya saja.


Matthew mengerti.


Orang yang mengatur kamar Yenny, mengntarnya hingga ke sini adalah Melvin.


Dia adalah pacar Yenny, orang yang memenangkan hati Yenny.


Melvin pun sedikit kaget, ia sama sekali tidak membayangkan orang yang ingin dia selidik identitasnya adalah Matthew.


Artis wanita yang masuk ke dalam jurang gossip adalah pacarnya direktur Dahlia Entertainment.


Kalau sampai ini tersebar, orang - orang yang dulu nya sempat membully Yenny akan terkaget, tapi dia sekarang mengerti kenapa Yenny merahasiakan identitasnya itu.


Karena dia ingin bersandar pada kemampuannya sendiri, selangkah demi selangkah meraihnya ???


Kalau misalnya hubungan mereka di buka, maka semua orang hanya akan memperhatikan hubungan dia dengan Melvin, bukan melihat dirinya sendiri apa adanya, hal ini Yenny sama sekali tidak ingin melihat.


Yenny sangat tulus dengan Melvin, hanya saja dia tidak tahu posisi dia di hati raja dari dunia hiburan ini sangat dalam.


Setelah kemunculan Melvin, perhatian yang dia timbulkan kepada Yenny membuat wakil sutradara itu kaget ??


Dia baru saja membully Yenny, apabila Melvin muncul dan salah ngomong saja bisa kena bunuh oleh Melvin.


" Aku tidak masalah, terima kasih direktur Melvin ???" Yenny tersenyum, dengan sopan dan dia mengangguk kepada Melvin.


Melvin memastikan ia tidak ada apa - apa dan melihat sekeliling dan membuka mulut, " Kebetulan aku ke sini untuk dinas, aku lihat kalian syuting di suhu seperti ini tapi memakai kostum seperti ini ? Tak ada tindakan menghangatkan sekalipun ???"


Yenny tahu Melvin sudah berencana untuk muncul, dia menjawab, " Semua ini pekerjaan yang harus di lakukan ??"


" Oh ya ?" Melvin melihat ke arah kru terutama wakil sutradara, " Membiarkan artis memakai baju demikian untuk syuting apakah ketentuan dari naskah ?"

__ADS_1


__ADS_2