Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 112


__ADS_3

" Segera telepon paman aku, aku mau dia tahu masalah aku di bully Yenny hari ini, aku mau lihat bagaimana dia bisa bertahan di industri hiburan ke depannya."


Jennie dengan kesal mengatakan itu, lalu pakai hak tinggi dan pergi.


Jennie selama ini mengira akting dia lebih baik dari orang lain, tapi kali ini dia tidak pernah benar, kalau bukan tatapan salah, gerakan kaku, senyum berlebihan, dan juga tidak perhatikan letak kamera.


Tidak sampai 20 menit, sutradara sudah teriak sampai serak.


Kondisi seperti ini tidak jarang di temukan, apa lagi tadi ada perbandingan dengan Yenny, kemampuan Jennie memang terlalu ???


Tadinya kesempatan ini milik Yenny, dan juga buktikan kalau ini hanya bisa di dapatkan orang yang ada kemampuan, tapi Jennie tidak sadar diri dan memaksa, lalu menyebabkan hasil seperti ini.


Prisca dan manajer lain pun sudah malas, syuting seperti ini memang menghabiskan waktu.


Apakah Yenny benar - benar sehebat itu ?


Prisca mengingat performa Yenny tadi, tidak bisa di akui kalau dari semua artis yang pernah dia bawa belum tentu bisa lakukan sebagus Yenny.


Lagi pula, Yenny membuat orang yang lihat dia tidak bisa berhenti melihat, dia seperti ada ajaib, memang terlahir sebagai aktor.


Bagaimanapun dia juga merupakan ratu akting, setelah diam beberapa tahun, akting dia semakin baik.


Melihat syuting yang sudah mau selesai, Yenny pun berdiri, sutradara merasa tidak enak dan datangi dia, " Yenny, kamu belum ganti baju kan, skrenario terakhir lebih baik tetap kamu yang perankan saja."


Yenny menjawab dengan pelan, " Iya."


Lampu pun berubah, Yenny duduk di depan kamera, di saat kamera di nyalakan, kecantikan dia mengagumkan semua orang. Dan dia selesai syuting dalam waktu 20 detik !


Sutradara melihat hasilnya dan langsung tepuk tangan, " Bagus ! Sempurna, selesai kerja !"


Yenny membuktikan sesuatu dengan kemampuan dia, mutiara yang asli tidak akan tertutup oleh waktu, ini adalah sesuatu yang para artis baru harus pelajari.


Prisca menatap dia dengan dingin, memangnya kenapa kalau dia hebat ! Tidak ada perusahaan kuat yang tandatangani dia, dia tetap akan di lupakan !

__ADS_1


Di saat Yenny ganti baju, sutradara Avery mendapat kabar kalau mobil Melvin ada di parkiran, dan katanya ingin bertemu dia.


Sutradara Avery langsung tinggalkan kerja dia dan mendatanginya.


Dia juga sedikit bingung mengapa Melvin mau temui dia ? Apakah karena masalah di lokasi syuting tadi, dia ragu apakah ada hubungan dengan Yenny ?


Tapi kalau di pikir - pikir harusnya tidak, kalau Melvin sendiri datang dan bantu Yenny, mereka pasti sangat dekat, dan Yenny juga tidak mungkin sampai seperti sekarang.


Yenny sudah membuktikan kemampuan dia, bagian terpenting iklan ini tetap dan gunakan bagian dia.


Sutradara Avery dengan penuh hormat berdiri di depan Melvin, " Direktur Melvin, anda cari aku ?"


" Kebetulan aku di sekitar sini, dengar - dengar terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, aku ingin tanya apakah tadi ada orang yang cari masalah dengan Yenny ?"


Terus terang Melvin buat sutradara Avery kaget, dia sampai merinding, dan detak jantung berdetak dengan kencang, " Ini ........ kalau mau di bilang, mungkin Jennie lebih ingin menunjukkan, tapi ....... sebenarnya tidak ada apa - apa, pada akhirnya bagian Yenny lebih baik."


Sutradara Avery sampai keringat dingin.


Melvin diam - diam mengalihkan pandangan dan langsung menyuruh supir menyetir.


Di industri hiburan, tidak banyak orang yang bisa buat Melvin turun tangan sendiri.


Tapi Yenny sudah selesai syuting dan pergi, sutradara Avery menentukan di tempat kalau semua staff lembur, harus dengan waktu paling cepat selesaikan edit iklan dan cepat siarkan.


Ini sebagai gantinya untuk Yenny, di saat seperti ini ikut syuting iklan amal sangat berguna bagi Yenny.


Untung saja Yenny tidak emosian, tidak perhitungan dengan Jennie, kalau tidak orang - orang itu bisa di paksa keluar dari industri ini.


Tapi kenapa Yenny tidak tanda tangan dengan Dahlia Entertainment saja ? Kalau ada pelindung seperti ini, dia akan lancar di industri ini.


Beberapa menit kemudian, sutradara Avery menerima telepon dari Elisha.


" Dengar - dengar  syutingnya sudah selesai, bagaimana penampilan Yenny tadi ?"

__ADS_1


" Sempurna, aku sudah lama tidak lihat aktris yang begitu bagus." Sutradara Avery memuji dia.


Memikirkan Melvin mengurus masalah Yenny, sutradara Avery juga tidak berani bicara terlalu banyak, tidak mau cari masalah, tapi Elisha begitu peduli dengan Yenny, apakah ?


Ternyata sesuai yang dia duga, Elisha langsung beri tahu dia, " Sebenarnya Yenny sudah merupakan aris Ridge Entertainment ke depannya semoga kalau ada karya baru sutradara Avery bisa mempertimbangkan Yenny."


Elisha juga ingin bantu Yenny.


" Kalau begitu bagaimana dengan orang baru yang di bawa Prisca ? Salah satunya adalah orang baru dari star plan."


" Bintang ya ? Ya biasa saja." Sutradara Avery mengingat kembali penampilan Bintang, bisa kelihatan orang yang di latih dari sekolah performa, tapi walaupun dia berusaha, tetap susah membuat orang ingat dia, bisa di bilang belum terlalu ada ciri khas.


" Oh begitu, tapi bagaimanapun juga terima kasih untuk syuting hari ini. Oh iya, sementara mengenai Yenny tandatangan kontrak dengan Ridge Entertainment masih belum di publikasikan, kamu harus bantu aku jaga rahasia ya, bahkan ke Prisca juga."


Sutradara Avery saat ini baru mengerti maksud Elisha, dia tidak hanya mau buat Yenny terkenal, dia juga mau Prisca kena batunya... Kelihatannya Ridge Entertainment  sudah mau mulai ganti kartu.


Sutradara Avery janji untuk menyimpan rahasia, hanya saja dia tidak sangka saat kembali ke kantor langsung mendengar Prisca dan manajer lain sedang gossip.


" Apakah Yenny sangat hebat ? Hanya aktris abalan yang tidak ada perusahaan yang mau tanda tangan dengannya, kebetulan saja tema syuting hari ini cocok dengan dia, memangnya dia masih bisa akting berapa tahun ? Kita Ridge Entertainment saja sudah eliminasi CV dia."


Sutradara Avery pun jalan melewati mereka.


" Kalau kalian meragukan kemampuan Yenny berarti meragukan standard aku."


" Aku tidak tahi Yenny masih bisa akting berapa lama, tapi kalau kamu masih begitu benci kepadanya, aku lihat kamu tidak akan bertahan lama di industri ini."


" Kalau Elisha lihat Yenny hari ini pasti tidak akan bicara seperti itu, kamu hanya bawahan dia, lebih baik hati - hati saat bicara, jangan sampai merepotkan Ridge Entertainment."


Prisca tertawa dingin, dia tahu sutradara Avery dan Elisha itu teman, tapi masalah Ridge Entertainment belum sampai giliran dia untuk mengatur.


" Walaupun posisiku di Ridge Entertaiment tidak tinggi, tapi aku ada hak menyampaikan pendapat mengenai artis. Pegang omonganku hari ini, selama aku di Ridge Entertainment satu hari, Yenny tidak akan bisa masuk ke Ridge Entertainment."


Sutradara Avery hanya melihat dia, Prisca semakin lama sudah semakin sombong.

__ADS_1


Mentang - mentang Elisha menganggap dia penting dan bocara hal seperti itu, pantas saja Elisha tidak mau beri tahu masalah Yenny masuk ke Ridge Entertainment.


__ADS_2