Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 78


__ADS_3

" Sangat beruntung ada kamu yang selalu di samping aku, kamu sudah sibuk seharian di kantor, saat di rumah kamu harus menganalisa kontrak aku. Aku cinta padamu."


" Kalau begitu kamu harus menggantikannya dengan diriku."


Sambil berkata, Melvin memeluk dan mencium Yenny.


Melvin akan menjadi manajer spesial untuk Yenny, dan membuat Yenny menjadi bintang kelas internasional.


Melvin telah mengetahui jadwal Yenny ke Prancis, dia telah siap - siap untuk berangkat bersamanya, bahkan maskapainya juga sama. Selain untuk merilekskan diri, dia juga bisa menemani istrinya.


Pada tahap ini, mereka butuh istirahat penuh.


Yenny telah bersiap penuh, dia akan menunjukkan yang terbaiknya, supaya tidak mengecewakan Melvin.


...............


Upacara penghargaan festival perfilman Jinge sudah sangat dekat. Situs - situs web ternama semuanya menampilkan cerita bintang - bintang di halaman depan mereka. Kisah Juli telah menjadi masa lalu. Dalam lingkaran industri ini, ada banyak kompetisi yang ketat antara bintang - bintang. Demi popularitas mereka sendiri, mereka berani menggunakan cara apapun.


Yenny hanyalah tamu undangan dari penghargaan ini dan tidak terpengaruh.


Tetapi malah Joyce yang berusaha keras untuk menjadi artis yang paling mempesona di malam itu.


Ketika kak Ruby membantu Yenny mempersiapkan kopernya, dia berkata, " Bayu sedang membicarakan tentang drama baru itu kepada pendatang baru. Aku dengar bahwa Joyce kehabisan napas karena marah, dia pergi ke kantor dan membuat keributan besar."


" Oh ya ?" Yenny memandang majalah produk dan menjawab dengan datar.


Dia harus menaruh semua perhatiannya pada pekerjaannya, dan hal - hal lain tidak ada hubungannya dengan dia.


" Aku juga mendengar bahwa Bayu sangat marah dan langsung membatalkan pesanan hotel untuk pesta ulang tahun Joyce." Kak Ruby menggelengkan kepalanya, " Kurasa mereka tidak pernah bisa berkembang."


Di masa lalu, Yenny selalu pengertian dengan Bayu, selalu mengalah dan berkompromi dengannya, tetapi Joyce tidak akan melakukan itu. Hanya ada popularitas dalam matanya. Ketika dia melihat bahwa dia akan mendapatkan penghargaan sebagai ratu film, Bayu malah menghabiskan waktu untuk melatih orang baru. Bagaimana mungkin dia tidak marah ?

__ADS_1


" Biarkan dia membuat keributan." Yenny menjawab dengan sangat tenang.


Kata - kata yang dia katakan kepada Bayu itu bukan kata - kata marah, dia benar - benar akan membuat mereka membayar harga yang menyakitkan. Upacara penghargaan film ini, merupakan sebuah panggung yang bermakna dalam untuk Joyce karena penghargaan itu akan menjadi akhir dari karir aktingnya.


" Biarkan Bayu merasakan sedikit kepahitan." Kak Ruby berkata dengan melupakan Bayu dan memenangkan hidupnya sendiri. Ini adalah hal yang membuatnya paling bahagia. " Hati Joyce begitu dalam, tidak mudah bagi pendatang baru itu, berani amsuk ke dalam lingkaran itu, aku lihat Cemerlang Entertainment semakin kacau, bagaimana dengan kontrakmu ? Apakah kamu mau pergi ?"


Selama ini adalah keputusan Yenny sendiri, kak Ruby akan mendukungnya.


" Maksud Melvin, ingin aku berjuang untuk merebut kontrak Ridge Entertainment." Yanny mengatakan keputusannya.


Kak Ruby terpana sekejab dan langsung tersenyum, " Ternyata benar - benar Direktur Melvin, pandangan matanya tidak biasa...."


Dia tidak pernah meragukan kemampuan Yenny, selama dia ingin melakukannya, dia pasti akan berhasil.


" Aku percaya pada pandangan mata Melvin, untuk kontrak antara KB dan Nero Entertainment, biarkan mereka memperebutkannya, aku tidak akan peduli." Jika Yenny ingin melakukan satu hal, ia akan berkonsentrasi untuk melakukan yang terbaik.


Dengan kegigihan ini, ia selangkah demi selangkah sampai ke sini hari ini.


Dia memang telah mencetak beberapa prestasi, dengan kemampuan dan statusnya dulu, bukan tidak mungkin utnuk memasuki Ridge Entertainment.


Dia berkendara ke apartement Joyce dan membeli banyak bunga mawar.


Joyce di masa lalu akan luluh dengan kata - kata manis, tetapi kali ini, Bayu merasa sangat aneh. Setelah menekan bel pintu dia berteriak, " Joyce, buka pintu, mari kita bicarakan semua baik - baik."


Dia berpikir bahwa Joyce menjadi sangat sensitif karena kehamilannya, tetapi semua wanita seperti ini, suasana hatinya akan membaik jika dia di beri hadiah kecil.


Terdengar langkah kaki yang tergesa - gesa dari dalam kamar, Bayu berdiri di luar pintu dan menunggu sejenak, Joyce membuka pintu dengan lemah, dia mengenakan piyama yang di berikan olehnya. Tapi dia tidak bermaksud membiarkannya masuk, tetapi cuma berdiri di depan pintu.


" Bayu, Kenapa ?"


Dia tampak gugup, tangannya memegangi pintu.

__ADS_1


" Jangan marah, aku tahu nada bicaraku tidak baik, aku minta maaf padamu." Bayu tersenyum dan menyerahkan bunga - bunga mawar.


" Terima kasih, Bayu, aku tidak amrah." Joyce mengatakan itu sambil memijat - mijat pelipisnya.


" Baiklah, istirahat yang cukup. Aku memesan sebuah tempat di restoran barat malam ini, nanti aku akan menjemputmu." Bayu melirik sekilas ke dalam kamar dan berjalan menuju lift.


Joyce tersenyum, sambil memegang mawar dia mengawasinya pergi, menunggu pintu lift di tutup, dan menghela napas lega.


Begitu dia berbalik, Jayawan berjalan ke arahnya dengan hanya di tutupi handuk mandi.


" Kenapa ? Dia mengajakmu keluar hanya dengan seikat bunga ?" Dia tersenyum mengejek, meraih pinggang Joyce dan melemparkan seikat bunga itu ke lantai.


" Jangan begitu." Joyce dengan cepat menutup pintu, dia langsung pulang, karena Jayawan ingin melihatnya. Dia tidak menyangka Bayu akan datang tiba - tiba, dia menjawab beberapa kata, dan menyuruh Jayawan pergi.


" Aku harus makan dengannya di malam hari. Jangan datang mencariku untuk sementara waktu. Jika kamu di foto oleh seorang wartawan, aku tidak bisa menjelaskannya."


" Baiklah."


Jayawan mengenakan pakaiannya dan meninggalkan apartemen Joyce.


Joyce duduk di depan cermin rias dan perlahan merias wajahnya. Sekarang dia mulai menikmati kesenangan mempunyai kekasih gelap. Saat dia teringat tampang Bayu yang membaik - baiknya, dia menunjukkan senyum puas, memenangkan pria, memenangkan penghargaan ratu perfilman, Yenny tidak bisa lagi menjadi lawannya.


Hanya saja dia tidak bisa melepaskan Bayu langsung, dan berbuat onar, itu sangat tidak baik untuknya.


Bagaimana kalau dia melepaskan Bayu, dan Bayu kembali ke sisi Yenny ?


Dia dengan susah payah merayu Bayu untuk begitu lama. Dia tidak bisa membiarkan cinta mereka, bersemi kembali, tiba - tiba dia teringat penampilan Yenny yang memesona di malam karpet merah, tatapan matanya berubah menjadi bengis.


Dia memikirkannya dan menelepon Yenny, " Aku menelepon untuk memberi tahu kamu, Bayu berkata, dia tidak ingin melihatmu muncul di upacara penghargaan."


"Kalau begitu suruh dia berbicara sendiri dengan pihak penyelenggara, Yenny kami tidak akan pernah menyombongkan dirinya dengan tidak hadir." Kata kak Ruby di telepon.

__ADS_1


" Melawan keputusan perusahaan sendiri, apakah Yenny benar - benar tidak ingin bermain di film lagi ?"


" Joyce, apakah kamu tidak capek menyampaikan pesan ke kedua sisi ? JIka kamu memiliki kesempatan untuk memenangkan penghargaan, lebih baik kamu nikmati baik - baik. Jangan selalu berpikir untuk mempersulit orang lain setiap saat. Jika kamu keluar batas, Tuhan tidak akan mengampuni dosamu."


__ADS_2