
Sutradara Jack mendengar sambil keringat dingin bercucuran. Jika Dahlia Entertainment tahu bahwa Yenny menderita di dalam situ, bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya ? Dia dengan cepat memberi tahu asisten sutradara, tetapi wakil sutradara sangat berpikir bahwa di belakang Yenny adalah dia seutuhnya, terlalu di besar - besarkan dan sama sekali tidak mendengar perkataan sutradara Jack.
Dalam kru film, sutradara adalah yang paling berkuasa !
Aktor seperti Yenny tidak ada kekuatan, sutradara Jack telah berkecimpung dalam dunia ini selama bertahun - tahun, belum melihat kejadian seperti ini.
Meskipun hanya seorang artis, menurut tim hanya pameran kecil - kecilan, tapi Yenny juga banyak pekerjaan, kalau misalnya karena peranan itu dia sakit maka akan berdampak di pekerjaan belakang.
Matthew sangat tidak tenang, hari kedua di pagi hari ia pergi menjelaskan kepada tim dan lawan bicara menjawab bahwa wakil sutradara sudah merubah lokasi syuting.
Matthew mengira bahwa syuting outdoor di rubah menjadi indoor.
Pagi itu jam 9, Yenny bersiap untuk turun, Melvin memanggil dia, " Gimana badanmu ?"
Dia bicara sambil mengelus rambut Yenny, baru Yennya da tenaga.
" Tenang saja, aku lebih kenal diriku, hanya beberapa baris percakapan, sebentar sudah selesai." Yenny menjawab dengan lembut, dia tidak ingin membuat Melvin khawatir.
" Aku mengantarmu pergi ya." Melvin berkata demikian sambil membawa kunci.
Yenny menghalangi dia, " Di luar akan banyak yang melihatmu, nanti di rekam sama wartawan juga gak enak, kamu di kamar saja tunggu aku, aku akan pulang dengan cepat,"
" Dan, aku tidak terlalu lemah, sakit seperti ini tidak berarti apa - apa."
Mendengarkan dia mengatakan demikian, Melvin hanya bisa setuju.
Setelah Yenny turun, dia juga memakai baju dingin mengikuti. Dia tidak ingin Yenny menderita, dan dia tidak bisa mengendalikan kekhawatirannya sendiri tentang Yenny.
Ketika Yenny tiba di lokasi syuting dan melihat tenda syuting, dia menghentikan langkahnya. Kak Ruby mengerutkan kening di sisinya, " Dingin begini, bakal syuting di sini ?"
Jika dia tidak salah ingat, itu adalah adegan musim panas !
Meminta Yenny untuk syuting dengan mengenakan rok di akhir november ?
Di tambah hari ini adalah hari berawan, sangat menyiksa orang lain lah.
Matthew telah tiba, dan dia hampir bertengkar dengan wakil sutradara Ralphy, " Apakah ini tempat yang sudah anda revisi ? Apakah anda ingin dia mengenakan gaun musim panas dan syuting di suhu minus 2 derajat ?"
" Lalu kenapa ? Ini adalah urusan editor. Aku hanya mengikuti alurnya. Naskah kamu telah berjalan selama beberapa bulan. Artis - artis lain juga seperti itu. Sampai Yenny di sini langsung tidak boleh ?" Dia menjatuhkan naskah di atas meja.
__ADS_1
" Jika kamu ingin syuting, kamu bisa mengganti bajumu. Jika kamu tidak mau, ya kamu tidak usah Syuting. Ada banyak artis di luar yang tidak sabar menunggu orang sepertimu."
Sebagai seorang artis, mendapatkan drama yang melawan musim itu tidak ada cara lain, tetapi biasanya kru akan menjaga artisnya. Menjaga agar tubuhnya tetap hangat, menyiapkan peralatan musim dingin, dan syuting dalam waktu cepat.
Tapi sepertinya tidak ada jaket tebal dan alat pemanas.
Tapi sepertinya mereka sudah dapat informasi terlebih dahulu, sehingga mereka sudah mempersiapkan penghangat.
" Koby, cepat cari artis yang bersedia di bayar 100 RMB dan memakai rok, kemudian tunjukkan padanya bagaimana profesionalnya seorang artis !"
Wakil sutradara tersebut jelas - jelas menghina !
Kak Ruby marah sekali, dia hanya bisa berharap pada Matthew, Matthew juga sangat marah.
" Ini kah yang kru kalian sudah siapkan yang terbaik untuk Yenny, bukannya kamu mendapatkan keuntungan malah dengan sengaja menyiksa Yenny, kamu sudah harus memikirkan baik - baik masa depanmu sendiri."
Ralphy mendengar tersebut mendehem dan berteriak, " Jangan banyak omong, sebenarnya ingin syuting atau tidak !"
" Iya, aku mau." Yenny berjalan ke depan dan berdiri tegak.
" Kamu ??" Matthew awalnya ingin menahan dia, tapi Yenny menolaknya.
Yenny memandang dingin lawan bicaranya, " Kamu masuk di dunia ini sudah berapa tahun ?"
" Enam tahun !" Wakil sutradara dengan bangga berkata demikian, dia terhitung masih muda, dia terhitung orang yang memiliki pengalaman dan lumayan hebat.
" Aku pertama kali menerima syuting umur tujuh belas tahun, tahun ini sudah delapan tahun masuk ke dunia ini, kamu kira ada berapa situasi yang tidak pernah aku jumpai ?" Yenny melihat orang sekelilingnya, dia mengambil perencanaan syuting tersebut, " Permintaan manajer ku sudah ku sanggupi, aku rasa tidak ada yang berlebihan, di tambah lagi dia tidak akan pernah memberatkan artis, apabila ini merupakan perencanaan tim ini, maka aku bisa terima."
" Tapi yang harus anda mengerti adalah, aku berkompromi karena profesionalitasku, apabila ada orang yang berani ingin menjatuhkan aku di belakangku, jangan salahkan aku karena aku pendendam."
Yenny dari awal sangat judes dan dingin, ketika dia berkata demikian, wakil sutradara tersebut terpaku.
Dalam beberapa tahun, ia sudah terbiasa melihat orang seperti itu, menyimpan perasaan seperti apa, tidak perlu di tanya dia juga mengerti.
Di kira Yenny orang baru yang bisa di bully ?
Kalau dia dan Matthew di marah habis - habisan, maka kru hanya bisa menuruti perkataan wakil sutradara, menurut orang luar dia hanya menggunakan kartu as nya, beberapa tahun yang telah di bangunnya ini hanya di rusak oleh orang - orang ini.
" Kak Ruby, temani aku ganti baju."
__ADS_1
" Beneran mau syuting ?" Kak Ruby semakin khawatir.
" Ya." Yenny tertawa, ia mengambil baju dan memasuki ruang ganti baju, dengan segera menyelesaikan syuting maka akan semakin bagus untuk semua.
Ketika kak Ruby ganti baju, kak Ruby mengangkat telepon Melvin, " Ada apa ini ?"
Melvin di dalam mobil melihat tenda syuting dan memperkirakan ada kejadian yang berubah.
Kak Ruby tentu saja tidak berani menutup - nutupi, ia menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir, " Matthew juga sudah memperkirakannya, beberapa kali ia ikut campur tapi lawan bicara sangat keras kepala ?"
" Jangan biarkan dia syuting, aku akan urus."
Kak Ruby menutup telepon, dia berlari dan memberitahukan informasi tersebut kepada Yenny.
Yenny mengerutkan dahi, " Aku tidak bisa melakukan demikian."
Dia sudah memutuskan untuk jadi artis maka harus mematuhi peraturan dan arahan yang telah di berikan, dulunya ketika dia masih baru dan dia bukannya gak pernah mengalaminya, banyak orang tidak bisa bergantung pada kekuatan orang lain untuk menyelesaikannya.
Sekarang karena Melvin menggantikannya, ia tinggal balik badan dan pergi, tapi kalau Melvin bukan suaminya gimana ?
Semua pahit ini ia mau tidak mau harus jalanin.
Melvin tahu bahwa dia bersikera untuk syuting, wajahnya suram, dan dia berkata di telepon. " Yah, kamu syuting lah. Setelah beres syuting, semua staf yang hadir akan kehilangan pekerjaannya.
Yenny meletakkan ponselnya dan menghela napas tanpa daya.
Apa ynag di lihat Matthew, berkata, " Dia tidak setuju kamu syuting ?"
" Ya." Yenny mengangguk, " Aku harap sesuatu tidak akan terjadi dalam beberapa saat, aku tidak ingin membuatnya marah."
Matthew memandang ekspresi Yenny dan mengalihkan tatapannya. Setelah dia baru - baru ini berinteraksi dengan Yenny, dia menemukan bahwa Yenny benar - benar artis yang sangat displin, dan Yenny bisa di katakan memiliki aliran yang jelas. Dia tidak pernah berbuat salah dengan orang lain, tetapi ketika dia di ganggu atau di bully, dia tidak akan pernah tinggal diam dan pasti melawan.
Masalah hari ini tidak tahu bagaimana mengurusnya.
" Aku dan kak Ruby ada di samping, kami tidak akan membiarkanmu ada masalah."
Yenny mengangguk dan memberi tahu Matthew, " Nanti ketika aku berjalan keluar dari pintu ini, tolong rekam semua hal yang terjadi."
Kemudian Yenny keluar angin dingin meniup wajahnya, karena terlalu dingin dia gemetaran tanpa sadar, berdasarkan permintaan asisten sutradara, berdiri di depan kamera.
__ADS_1