Pembalasan Sang Artis

Pembalasan Sang Artis
Bab 111


__ADS_3

Dia dengan suara pelan memberi tahu Bintang bagaimana dia harus lakukan, dia juga sudah lihat hasil Yenny, tahu kira - kira apa yang sutradara itu mau, jadi menyuruh Bintang kira - kira lakukan seperti itu.


Tapi Bintang hanyalah orang baru, gaya dia dan Yenny juga berbeda, dia merasa sangat cemas, tadi penampilan Yenny begitu baik memberi dia tekanan.


" Kak Prisca, aku sedikit panik."


" Kamu adalah artis Ridge Entertainment, ke depannya akan menuju ke dunia film internasional, masa hal kecil seperti ini saja tidak bisa ? Cepat pergi siap - siap, jangan memalukan aku."


Yenny ganti baju jadi terusan yang panjang, rambutnya juga ganti model, di tambah aksesoris rambut yang bulu dan polos, dia terlihat seperti malaikat.


Kak Ruby terus melihati dia.


" Dengan kemampuan kamu, baru bisa pakai baju yang begitu indah, mereka siap iri saja."


" Aku lihat hari ini Prisca pasti akan sangat kesal saat da pulang, dia bagaimanapun tidak akan kepikiran kalau kesempatan syuting kamu kali ini di berikan Elisha, dan kamu sudah tanda tangan dengan Ridge Entertainment. Di saat berita ini di sebarkan, dia tidak akan begitu sombing lagi."


" Biarkan dia hidup di dalam imajinasi dia." Yenny berkata dengan tidak peduli, walaupun harus menghadapi manajer seperti Prisca, dia juga tidak akan takut.


Yang harus dia lakukan adalah berusaha yang terbaik dalam kerjaan dia, sisanya tergantung nasib.


Orang seperti Prisca yang begitu sombong, suatu hari pasti akan kalah.


" Baiklah, biarkan dia senang beberapa hari."


Hanya saja saat syuting, tiba - tiba ada perubahan.


Karena perfoma Yenny tadi sangat bagus, maka sutradara ingin dia tanggung bagian terpenting yaitu bagian di tebing dan ada matahari terbenam. Tetapi ada seorang artis bernama Jennie yang baru saja tanda tangan dengan Crown Entertainment, dan latar belakang dia juga kuat, dan masih ada beberapa orang hebat di industri hiburan ini dukung dia, langsung telepon ke atasannya bilang mau syuting bagian ini.


" Sutradara Avery sangat bingung, sebenarnya kemampuan semua orang sangat bagus, hanya saja."


" Hanya saja kenapa ? Yenny hanya merupakan aktris kecil yang tidak ada perusahaan, kamu tahu tidak di belakang Jennie ada berapa banyak orang ?"


" Yenny benar - benar cocok dengan tema kali ini." Sutradara Avery masih mau bantu Yenny.


Tapi atasan dia tetap menolak, " kamu masih mau syuting tidak ?"


Sutradara Avery tidak bisa berbuat apa - apa, hanya bisa terima, dia buru - buru suruh staff ganti latar belakangnya lalu pergi sendiri ke ruang make up Yenny dan minta maaf.


Di industri ini, banyak orang yang sering kehilangan kesempatan seperti ini.


Melihat Sutradara datang dengan wajah tidak baik, Yenny sudah bisa menebak.


" Aku juga ingin bantu kamu, tapi ada perintah seperti ini dari atasan aku juga sangat sulit."


Kak Ruby setelah mendengar itu kesal sampai pukul meja, " Apa - apaan ini, Yenny sudah ganti baju, mana bisa seperti itu ?"


Sutradar Avery batuk pelan, tidak tahu bagaimana dia harus jelaskan.


Memang mereka yang plin plan, Yenny marah pun bisa di mengerti.


Hanya saja tidak seperti yang dia bayangkan, Yenny dari awal menunjukkan kalau dia lembut dan murah hati, dia memberi kode ke kak Ruby dan berkata ke sutradara Avery dengan tenang, " Kalau begitu aku tidak terima, tapi apakah aku boleh tinggal dan lihat syutingnya ?"


" Tinggal ?" Sutradara Avery ragu apakah dia salah dengar.


Sekalinya berita ganti orang ini tersebar, semua orang di sana akan tertawakan Yenny, di kondisi ini dia tidak hanya menerima dengan tenang, tapi minta untuk tetap di sana !

__ADS_1


Tapi asalkan dia setuju, sutradara Avery pun bisa lapor ke atasan, jadi dia langsung setuju dengan permintaan Yenny.


Di luar pintu, Prisca mengetahui dari asisten sutradara tentang kabar ini, dan mencibir, " jadi orang memang tidak boleh sombong, bahkan tidak ada perusahaan yang mau menerima, mana mungkin bisa bertahan lama."


Dia semakin senang dengan keputusan dia menghalang Yenny masuk ke Ridge Entertainment.


Tidak ada yang bisa menebak pikiran Yenny, sudah di gantikan dan masih tetap di sana dan nonton ?


Apakah otaknya rusak ?


Di saat Yenny dan sutradara Avery sedang membicarakan ini, dia sudah beri tahu ke Yulianto, kalau Yulianto  tahu berarti Melvin juga tahu.


Latar belakang syuting pun berubah, demi menurunkan tingkat kesusahan, sutradara pun mengganti skrip dan kostum.


Jennie dengan bangga mengaca, yang dia ingin syuting, tidak ada yang tidak dapat !


Yenny biasa saja mana pantas ?


Artis lain semua sedang berbisik - bisik, siap menertawakan Yenny.


" Siap - siap ......"


Sutradara sedang siap mulai, tiba - tiba ada beberapa orang yang datang, yang paling depan adalah direktur seni dari Dahlia Entertainment.


Sekalinya dia muncul, semua orang di lokaso berhenti kerja.


" Direktur Maldem, kamu kenapa datang ?"


Di antara artis yang mengenali dia, langsung merapikan diri ingin buat dia kenal dengan mereka.


" Berapa banyak orang yang mengantri ingin kenal dia !"


Kenal dia, sudah bisa di bilang menyentuh Dahlia Entertainment, ini adalah kesempatan yang belum tentu bisa di dapatkan artis lain.


Tapi Maldem tidak pedulikan mereka, dia langsung jalan ke Yenny, dan berkata, " Nona Yenny, tidak tahu apakah kamu tertarik dengan kerja sama waktu itu di bilang, Dahlia Entertainment sudah atur semua tinggal tunggu nona Yenny terima saja."


Yenny memangnya siapa, bisa - bisanya buat Maldem begitu sopan dengannya !


Di lihat dari pembicaraan mereka, sudah terlihat jelas kalau Dahlia Entertainment yang sedang mendekati Yenny.


Tentunya di balik Maidem ada Melvin, jangan - jangan Yenny dan Melvinb ada hubungan dekat.


Yenny tahu Melvin pasti sengaja lakukan ini, dia lalu melirik kak Ruby dan menjawab Maldem, " Aku akan pikirkan baik - baik, dan tolong bantu aku sampaikan terima kasih ke Direktur Melvin."


Maldem mengangguk dan jalan ke sutradara Avery, lalu berkata sambil senyum, " Nona Yenny datang syuting iklan ini merupakan keberuntungan kalian ........"


Setelah bicara, dia bawa orang Dahlia Entertainment pergi.


Suara langkah kaki mulaii menghilang, orang - orang di sana mulai berbisik - bisik.


" Apakah tidak salah ? Dia datang demi Yenny ?"


" Melihat cara mereka bicara tadi, Yenny terlalu hebat !"


Jennie mengepalkan tangan dan melototi Yenny.

__ADS_1


Dia kesal tapi tidak bisa keluarkan manajer dia dari samping menarik dia, " Sekarang balikkan peran ini ke Yenny masih sempat !"


Yenny benar - benar ada hubungan dengan Dahlia Entertainment, mereka boleh bully Yenny tapi tidak boleh melawan Dahlia Entertainment, itu sama dengan bunuh diri.


Orang yang di targetkan Dahlia Entertainment tidak ada yang bisa sukses.


Jennie dengan sangat kesal berkata, " Aku tidak mau."


Tapi di detik berikutnya dia sudah di dorong oleh manajer ke depan Yenny, manajernya dengan murah senyum berkata, " Nona Yenny, maaf sekali, ini semua hanya salah paham, syuting kali ini kami mundur. Peran ini kami kembalikan ke kamu."


Tadi masih merebut peran Yenny dengan begitu sombong, sekarang lihat orang Dahlia Entertainment langsung mundur.


Jennie merupakan penerima penghargaan artis baru terbaik, dan juga ada Crown Entertainment masa depan dia sangat Cemerlang.


Tapi dia tetap harus tunduk di depan Yenny.


Jennie sangat kesal, hanya seorang ratu aktris yang sudah ketinggalan zaman, ternyata ada hubungan dengan Dahlia Entertainment ? Sungguh tidak tahu malu.


Manajernya mendorong dia sedikit, " Jennie, cepat minta maaf ke nona Yenny, bukannya kamu sangat kagum dengan nona Yenny ? Mana tahu kedepannya masih akan bertemu."


Yenny hanya melihati mereka.


" Tidak usah minta maaf, kalian tidak salah ??? Di industri ini, kejadian tiba - tiba ganti orang sudah sering terjadi."


Yenny hanya duduk di sana, tidak lanjutkan omongan mereka.


Kalau mau rebut ya rebut saja, kalau tidak bisa rebut langsung takut dan kembalikan ?


Mana ada hal sebebas ini !


Yenny mau mereka tahu, dia bukan orang yang bisa di atur - atur.


Melvin sengaja menyuruh orang banruy dua, dia tidaj akan sia - siakan kepeduliannya, dan dia mau beri tahu kehebatan dia ke orang yang manfaatkan hubungan dan curang !


Mereka lihat sikap Yenny keras, juga tidak mungkin terus berdiri di sana, hanya bisa pergi.


Tadinya Prisca mengira Yenny akan gunakan keunggulan ini dan syuting ulang, tidak sangka dia bisa begitu tenang, yang dia tahu adalah, Yenny adalah Yenny karena kemampuan dia yang tidak bisa di kalahkan siapapun.


Kalau Jennie mau ya kasih dia saja, hanya saja mengenai hasil tidak bisa di kendalikan orang di belakang dia.


Karena direktur dari Dahlia Entertainment tiba - tiba datang, pandangan semua orang ke Yenny pun berubah, suasana syuting pun berubah 180 derajat.


Yenny duduk di tempat yang  tidak menonjol, hanya melihati progres syuting, ternyata salah satu direktur dari Dahlia Entertainment saja sudah begitu menyeramkan, kapan dia bisa memiliki pengaruh sebesar itu.


Tidak mengandalkan siapa - siapa hanya mengandalkan nama dia Yenny.


Di sisi lain, Jennie yang sedang siapkan syuting dengan kesal berkata, " Memangnya dia begitu bagus ? Aku tidak percaya semua orang yang di sini tidak ada yang lebih baik dari dia !"


Manajernya pun menghela napas, dia tadi sudah lihat hasilnya dari sutradara, Yenny hanya syuting sekali saja dan sutradara sudah sangat puas, yang lain jelas kelihatan kalah jauh.


Tapi walaupun begitu, dia berusaha nasehati Jennie.


" Kemampuan kamu juga lumayan, asalkan kamu sungguh - sungguh ?"


" Segera telepon paman aku, aku mau dia tahu masalah aku di bully Yenny hari ini, aku mau lihat bagaimana dia bisa bertahan di industri hiburan ke depannya."

__ADS_1


Jennie dengan kesal mengatakan itu, lalu pakai hak tinggi dan pergi.


__ADS_2