
Sebelum pemotretan adegan kedua berlangsung, Joyce memakai dress dengan ujung panjang berjalan keluar, kepalanya juga penuh dengan aksesoris, di tubuhnya ni memang mewah, tapi malah membuat Jason dan beberapa sutradara tidak puas dengannya.
Mereka menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi, " Apa yang sedang di pakainya ? Dia sedang bercanda ya !"
" Tidak ada orang yang memberi tahunya kita akan memotret di luar ya ? Sepatu .......... sepatu yang begitu tinggi, apakah dia cukup tenaga untuk menggunakannya ?"
Jason menggelengkan kepalanya, di saat itu Yenny berjalan ke mari, memakai baju yang di siapkan oleh crew, rambutnya juga di ikat satu, riasannya yang begitu lembut dan natural, senyumannya begitu manis, memberikan pemandangan baru untuk semua orang, di banding dengan Joyce yang berada di sebelahnya, dia juga seperti sebutir mutiara tanpa luka yang begitu polos dan cantik.
Sutradara juga menganggukkan kepalanya, tidak berbicara lebih lagi.
Joyce masih mengira dirinya sangat hebat, dengan bangga berjalan keluar.
Karena tempat pemotretan di luar berjalan selama 10 menit, Joyce juga sudah mulai capek, melihat tempat pemotretan yang di baringkan di lantai, dia juga mengerutkan dahinya, " Di sini kita memotretnya ?"
Jason melihatnya dan tidak menjawab.
Tempat pemotretan sudah di serahkan ke mereka dari awal, artis profesional tidak akan menanyakan pertanyaan sebodoh ini lagi di saat ini.
" Kalian berdua bersiaplah dulu, kita akan memberikan kalian adegan berbeda, di coba dulu, lalu kita akan merekam semuanya di saat kalian bersiap, setelah itu berganti ke pakaian adegan, dan memulainya dengan formal."
" Sekali ?" Joyce menggigit bibirnya dan mengeluarkan perasaan tidak bahagia.
Ada crew juga menggelengkan kepala dan berbalik meninggalkannya.
" Apa peranmu ?" Joyce melihat skrip yang berada di tangannya, peran yang di berikannya adalah tante dari pemeran utamanya ! Peran yang begitu tua dia tidak akan memainkannya.
" Pemeran utama Sonya."
" Kita tukar !" Joyce tidak menunggu reaksi Yenny, dia juga segera mengambil skrip yang berada di tangannya, dan berjalan ke bawah pohon untuk mulai berlatih.
__ADS_1
Yenny tersenyum sedikit, dia tidak menolaknya, karena dia tahu dari awal sewaktu crew memberikan skripsi itu, mereka sudah memotretnya secara diam - diam, sepertinya Joyce tidak memperhatikan prosedurnya, dia tidak tahu bahwa wataknya yang begitu jahat sudah terekam.
Katanya tidak banyak, tetapi karakternya susah untuk di pelajarinya, ini adalah adegan yang di ambil dari film terkenal, tantenya bernama Amira, dia berkorban banyak demi membahagiakan peran utama wanita Sonya, dia bahkan mempunyai hutang banyak karena Sonya, setelah Sonya tahu, sangat berterima kasih padanya, menjemputnya kembali ke sisinya dan berusaha untuk membuatnya bahagia di sisi waktu hidupnya.
Yenny merasa peran ini sangat menantangnya, menunggu sutradara mengatakan mulai, dia juga berusaha sekuat tenaga untuk masuk ke dalam peran itu.
Begitu kamera memulai, Joyce berjalan keluar dengan bajunya itu, melihat Yenny, matanya juga tidak ada sedikit kemisteriusan, " Tante....."
Dan Yenny yang berjalan maju dua langkah, dia juga memasuki perannya dengan begitu maksimal, yang paling penting adalah keraguan yang ada di pandangannya.
" Sonya, ada apa denganmu ?"
Sutradara melihat layar, sangat menantikan adegan Joyce, bagaimanapun dia adalah artis kebanggaan Cemerlang Entertainment, dia juga pernah bersaing mendapat penghargaan, kemampuannya pasti tidak kecil.
Dan ...........
Ini bisa di sebut berakting ?
tetapi karakter pemeran utama sangat susah untuk di pelajari, mungkin Joyce belum berada di zona nyaman, mereka juga tidak menjerit berhenti.
Joyce juga tidak menyadari kesalahannya, dia juga melafalkan katanya di depan kamera, ada beberapa tempat di mana dia tidak memerhatikan posisi kamera, hanya ingin menampilkan kecantikannya...
Dia memang berdandan dengan sangat cantik, tetapi ini adalah berakting, bukan fashion show, dia berdiri di sana, hanya seperti pot bunga yang bisa berbicara.
Berbalik dengan Joyce, Yenny tidak hanya masuk ke dalam perannya, dia juga menambahkan sedikit emosinya, benar - benar membuat penonton terharu, membuat semua orang sadar bahwa dia adalah orang terhebat di sini.
Apa yang di pakainya tidak penting, pandangannya yang begitu penuh dengan emosi karakter tersebut.
Ini baru namanya artis profesional.
__ADS_1
Bahkan suara bernapasnya juga di kendalikannya dengan sempurna, sewaktu dia berbalik, air matanya juga keluar.
Kameranya di besarkan ke arahnya dan memotret air matanya, dan dengan cepat memotret Joyce kembali, di saat ini dia seharusnya mengeluarkan respon yang pas dengan adegannya, tetapi dia malah binggung, mukanya penuh dengan perasaan jijik terhadapnya, setelah dia sadar kamera memotretnya, perlahan - lahan dia mengucapkan katanya.
Saat itu, raut wajah sutradara sudah sangat jelek.
Jason melihat skripsinya, dan melihat bahwa 3 menit ke belakang semua adalah adegan Joyce, mereka juga tidak berminat untuk melihatnya lagi.
Artis paling penting bukan memainkan peran apa, melainkan bisa memasuki perannya, dan mengeluarkan emosi yang seharusnya di lakukan oleh karakternya, Joyce mengira dia sudah memilih peran yang tepat, malah mengabaikan poin terpenting, dan menjadi pemeran sampingan Yenny.
Dan di saat Joyce mengucapkan kalimatnya, Yenny tetap mengendalikan kondisinya, tidak ada sedikit keraguan, kamera yang setiap saat memotretnya, dia tetap peran seorang tante Amira.
Ekspresi wajahnya dan gerak geriknya benar - benar sangat sempurna.
Beberapa tahun tidak mendapatkan tawaran, itu tidak memengaruhi kemampuannya, tetapi malah membuatnya lebih nyata dan asli.
" Baik ! Para artis silahkan ganti baju."
Setelah sutradara mengatakan kata itu, Yenny juga menghadap cameramen dan para sutradara membungkuk mengatakan terima kasih, dan berbalik menerima air dari kak Ruby, dan Joyce juga dengan santai dan angkuh berjalan balik ke ruang istirahat.
Di saat mereka ganti baju, cameramen juga memotret nilai yang di berikan dan pendapat para sutradara, di karenakan hubungan kerja sama, para sutradara juga mendeskripsikan pendapat mereka dengan cepat, tetapi di saat Yenny, mereka sangat serius dalam memujinya.
" Penampilannya di luar ekspetasiku, aku sangat menunggu adegannya di belakang."
" Saat Yenny berakting, aku seperti melihat bidadari yang jatuh ke alam kita, dia mempunyai keunikan tersendirinya, dan juga dia bisa masuk ke perannya, ini adalah artis yang di dambakan semua orang, aku percaya bahwa di dum=nia entertainment dia bisa semakin sukses lagi.
Bisa mendapatkan pujian para sutradara seperti ini, dalam sejarah acara ini pujian seperti ini juga baru pertama kali terdengar.
Sebelum acaranya tersiarkan, biasanya artis tidak bisa mendapat pujian seperti ini, demi membuat acara ini lebih nyata, maka tidak akan memotong adegan apa pun, termasuk sewaktu sutradara mengungkapkan ketidak puasan terhadap Joyce, dan perilaku kejam Joyce terhadap crew - crew, akan di siarkan semuanya di depan penonton.
__ADS_1